Jika membaca adalah nutrisi hati,
Maka menulis adalah rekreasi jiwa...

Search This Blog

Powered by Blogger.

Archive for September 2012

I'm so sorry my friend Part II (GA friendship never ends)



Tahun berganti bersama waktu yang tak pernah mati
Akhirnya kutemukan jejakmu yang dulu begitu kunanti
Tapi nyeri yang tak bernama
Berasa sembilu yang memasung kata 
Menawarkan setiap rasa yang pernah ada.....


(cathar) Aliran sesat, jangan ditiru ya dek!

Sore baru menjelang, tatkala aku selaku emak-emak yang baik menyiapkan camilan sore untuk kedua buah hatiku. Duo putri manisku sedang bermain asyik di teras. suara keduanya tertangkap jelas olehku.

Saling menjahili, tangisan si kecil, suara kaka yang membujuk hingga akhirnya tertawa kembali bersama. Dalam senyum aku menikmati kebersamaan keduanya. Hingga kalimat-kalimat Amma berikutnya membuatku mengeryitkan kening.....


Kilau bintang yang Luruh pada setetes embun


Kau…
Layaknya bintang
Kukagumi sepenuh hati
Meski tak berharap memiliki,
Dan ketika, awan-awan harapan
Menyampaikan pendarmu padaku
Aku cair oleh kemilaumu
Karena aku,
Hanyalah setetes embun
Yang bersembunyi di rimbun bayang-bayang
***

Melihatmu kali pertama saat pertemuan lintas cabang, terpukau aku atas semua gerak-gerikmu. Begitu apa adanya, sederhana tapi penuh pesona. Hatiku langsung terjerat pendarmu. Sayangnya, bukan hanya aku yang berpikir demikian, tapi juga hampir  semua wanita yang berada di sekitarmu. 

Pagi itu, langit baru membuka mata,  ketika Mba Ovi tiba-tiba membawamu ke hadapanku, “Dek, kenalin teman satu timku…Odi”.
Masih setengah terpaku aku berusaha tersenyum….”Syaza….”ucapku pelan.
“Oh ini, yang sering diceritain Ovi” Ujarmu tersenyum lucu. Berkerut keningku, entah cerita apa yang kau dengar dari Mba Ovi tentangku.
 “Anak kodok yang menjelma jadi putri embun, maskot komisariat  yang gak bisa diam”.  Ujarmu dengan wajah yang tak mampu menyembunyikan tawa.

Tag : ,

Lingkaran kebaikan



“Kebaikan itu ibarat sebuah lingkaran. Jika kita memulai sebuah lingkaran dari suatu titik maka ujung dari lingkaran itu adalah titik awalnya. Demikian pula dengan kebaikan jika kita memulai sebuah kebaikan, maka ujung dari kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri”.
Sejak awal pernikahan, aku dapati suamiku adalah seorang pria sholeh yang sangat pemurah. Dalam kondisi berkecukupan maupun kekurangan ia selalu siap sedia menolong orang-orang  yang membutuhkan. Ia tak segan-segan meminjamkan uang kepada orang-orang yang memerlukan tanpa harus mengembalikannya. Terkadang, ia meminjamkan modal pada teman-temannya yang akan memulai usaha, jika tidak bisa membantu dalam hal keuangan maka ia akan membantu mereka dengan tenaganya. 
Terkadang yang dilakukannya hanyalah hal-hal remeh temeh yang seringkali kuanggap tak bernilai seperti menyingkirkan kayu di jalan, merawat tanaman yang sudah layu, atau sekedar membagi senyuman pada orang-orang yang ditemuinya di jalanan. 
powered by google

Dialog Menjelang Terlelap

Biasanya menjelang tidur malam, aku akan membantu Amma, putri sulungku untuk mengulang kembali hapalan surah-surah pendeknya hingga ia terlelap. Tapi semalam ia baru mengulang kurang lebih tiga surah, ketika konsentrasinya terganggu. Tiba-tiba ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan padaku.
Amma : Mi, abi itu apanya ummi sih?
Ummi : Haa.....maksudnya? (memastikan maksud pertanyaannya)

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -