Jika membaca adalah nutrisi hati,
Maka menulis adalah rekreasi jiwa...

Search This Blog

Powered by Blogger.

Archive for March 2013

Secangkir kopi dan penulis hebat



Aku tidak mencandu kopi. Akupun tak punya gelar penulis. Aku hanya seorang penikmat kopi dan pecinta tulisan......

Aku suka aroma kopi yang khas. Yang bahkan dengan sekedar menghirup wanginya membuatku merasa lebih rileks. Tentu itu sugesti pribadiku kawan. Pada kenyataannya aku hanya meminum kopi di saat-saat tertentu. 

Karena kopi tak memberi efek ‘melek’ pada indera visualku. Minum ataupun tak minum kopi tak banyak bedanya bagiku. Aku tetap bisa membuka mata dan menutup mata sesuai keinginanku, lebih tepatnya sesuai moodku. Jadi aku sebagai penderita migran cenderung meminum kopi hanya disaat sakit kepala dan atau migran menderaku. Menurut hasil penelitian sakit kepala dan migran ringan terbukti sembuh dengan meminum secangkir kopi pekat. And, it’s work with me...

Tapi tidak terlalu mengherankan bagiku, jika sebagian orang khususnya kawan-kawan penulis yang kukenal dekat di dunia maya ternyata mencandu kopi. Bagaimanapun kopi, jika dikonsumsi dengan baik dalam takaran 1-2 gelas perhari akan memberi manfaat bagi tubuh seperti mencegah penyakit jantung, storke, diabetes, memperkuat gigi dll.
gambar dari sini

Dan bagi seorang penulis, kopi menjadi penting karena kopi terbukti sebagai pembangkit stamina dan memberikan energi ekstra. Kopi juga bisa mengatasi permasalahan perubahan suasana hati atau mood yang biasanya mendera para penulis.

Konon katanya, mengkonsumsi kopi sesuai dosisnya secara teratur (berasa minum obat yak, heuheuheu...) akan memaksimalkan kinerja otak. Antioksidan yangterdapat dalam kopi mampu menangkal kerusakan sel-sel otak dan sekaligus membantu jaringan saraf untuk bekerja dengan baik. So para penulis yang memang kodratnya bekerja dengan otaknya (juga tangan buat ngetik ya) wajar jika membutuhkan doping berupa segelas kopi di tengah-tengah tarian jemarinya.

Tapi begitulah, setiap hal di dunia ini selalu bermata dua. Jika dikonsumsi dalam dosis berlebih, kopi akan menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh kita. So, jika anda penulis yang juga penikmat kopi, saya sarankan minum kopi cukup dua cangkir perhari. 

gambar dari sini
Dan adalah saya, sosok yang begitu menghargai karya yang dihasilkan para penulis. Maka saya berharap, dari tangan-tangan penulis hebat negeri ini akan terus bermunculan karya-karya yang kelak akan mencerahkan pola pikir anak bangsa. Dan tentu tak akan mencengangkan bagi saya jika dibalik kesuksesan para penulis hebat tersebut ada campur tangan secangkir kopi yang beraroma nikmatJ

Keep writing friends.....!!!
And, enjoy your cofee .......!!!




 Tulisan ini disertakan pada GA Lisa Gopar "Penulis dan Kopi"


Tag : ,

Kai' in Memorian

Empat puluh hari berlalu sejak ketiadaan kakek kami. Kai' begitu aku menyebutnya. Aku dan kakakku adalah dua cucu pertama, Yang berarti kami telah menghabiskan waktu lebih lama dan banyak bersama kai' ketimbang adik-adik lainnya.

  Mungkin hanya kami berdua yang sempat menikmati jalan-jalan sore dengan sepeda onthel tua milik kai'. Dan hanya kami yang sebelum tidur terbiasa mendengar dongeng pengantar tidur dari nenek. Namun ketika kami mulai beranjak abg, adik-adik dan juga sepupu-sepupu kami terus bertambah hingga kini semua cucu kai' berjumlah 20 orang.
So…Jangan harap deh mereka akan merasai jalan-jalan sore dengan kai' ataupun tertidur dalam serunya dongeng pengantar tidur. Jadi sepertinya hanya kami yang mendapat keistimewaan di waktu kecil hohoho (tolong para adik dan sepupu jangan protes ya).

Pun demikian kasih sayang kai' dan nenek tidak berkurang hanya saja harus dibagi rata dengan banyaknya cucu-cucu tersebut. Dan sakitnya kai' yang berujung kepergian beliau jelas menimbulkan tangis dan duka di hati kami semua. Tak lagi terdengar omelan dan kecerewetan beliau yang biasanya selalu menemani hari-hari para cucu.

Jelas ada yang terasa hilang dan tak biasa. Begitulah, kadang kita lebih menghargai keberadaan seseorang setelah ketiadaannya. Bagaimana dulu terasa begitu menyebalkan jika kai’ selalu mengingatkan ini itu yang pada dasarnya merupakan bentuk sayang dan perhatiannya. Dan kini betapa kami semua merindukan “kecerewetan” beliau.

Dan diantara semua kerabat, entah anak, menantu, keponakan, dan cucu hingga cicit, nenek adalah orang yang paling merasai ketiadaan beliau. Wajar saja nenekkan istri beliau ya. Nenekku itu….hmmmm bagaimana ya menggambarkannya. 

Nenekku itu tipe istri romantis yang begitu care sama suaminya, ya kai’-ku itu. Dari muda hingga sepuhnya kamar beliau selalu terhias dengan aneka bunga dan sprei wangi layaknya pengantin baru. Nenekku itu tipe istri yang gak akan makan sebelum suaminya datang dan kemudian makan bersamanya. Nenekku itu istri yang selalu mengalah dan tidak bersuara keras pada suaminya.
My beloved grandpa n grandma
Hari yang paling mengahrubirukan hatiku adalah saat ketika kami pulang mengantar jenazah Kai’. Setibanya di kamar, nenek membaringkan tubuhnya dan mengelus lembut tempat pembaringan kai’.

“aku sudah mengantarmu pulang, dan aku kini sendiri. Tapi aku tidak menangis seperti pesanmu” ujarnya lamat-lamat. Aku dan seorang acil(tante) yang kebetulan menemaninya segera beranjak mendekat dan menggenggam tangan beliau.

Nenek tertawa-tawa dan menceritakan beragam kenangan ketika masih bersama kai’. Kata-katanya menggambarkan perasaannya yang mendalam dan aku tahu, suaranya sarat dengan cinta. Meski nenek menceritakannya dengan penuh senyum, entah mengapa aku dan acil secara serentak menyusut air mata yang tanpa permisi mengalir begitu saja.

Kini empat puluh hari berlalu sejak kepergian kai’. Semua keluarga telah beraktivitas seperti biasa. Sosok kai’ hanya terus hidup dalam kenangan dan doa-doa kami. Tapi tidak begitu dengan nenek. Baginya kepergian kai’ yang baru empat puluh hari itu telah terasa seolah bertahun-tahun. Nenek kehilangan semangat hidupnya, seolah separuh jiwanya pergi.

Setiap pembicaraannya selalu masih mengenang kai’. Kai’ begini….kai’ begitu. Dan pada akhirnya sebaris kalimatnya terasa menusuk hati kami “tahun depan aku akan menyusul kai’….”

Ah, cinta. Dibalik kesedihan tersebut rasanya aku mengerti akan sebentuk cinta sejati. Cinta kai’ dan nenekku. Cinta yang langgeng bahkan hingga maut memisahkan mereka.

Wish my love’s life will everlasting and find the true happiness too….


Ngidam Rendang Padang



Bersuamikan pria asli Palembang, membuatku mau tak mau mulai menyukai cita rasa masakan Sumatra. Dan pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai bisa memasak beberapa ragam kuliner Sumatra. Salah satu kuliner yang sangat disukai suamiku meski bukan kuliner asli Palembang adalah rendang padang. Untuk kuliner satu ini jangan ditanya, sejak mencicipinya kali pertama akupun sudah jatuh cinta pada cita rasanya.
gambar dari sini
Syukurnya ada seorang tetangga yang bersedia mengajariku cara membuatnya. Tetanggaku ini asli dari Padang, aku memanggilnya uni Vivi. Menurut uni Vivi rendang itu bukanlah nama masakan, melainkan sebutan untuk proses memasaknya. Memasak dengan mengaduk terus-menerus. Berkat ajaran uni vivi, aku berhasil membuat rendang dengan cita rasa pas seperti rendang padang pada umumnya. Jangan tanya betapa doyan suami dan anak-anakku.

Saat ini aku tengah mengandung anak ke tiga kami. Kebetulan sekali sejak 2 tahun lalu kami bermukim di Kalimantan, sebuah daerah kecamatan. Dan jangan tanya betapa aku merindukan masakan  Sumatra. Pada kondisi biasa aku tentu sudah membuatnya sendiri, tapi pada saat hamil aku tak tahan mencium bau rempah-rempah yang biasa memang menyengat pada setiap masakan tradisional Sumatra. Dan bisa diduga kuliner yang begitu kuinginkan tak lain tak bukan adalah Rendang padang

Memenuhi keinginanku tersebut, mau tak mau suamiku berkeliling di kota kami yang kecil mencari rumah makan bertajuk padang dan membawa pulang beberapa potong rendang. Hmmmm…..aku menghargai usahanya, tapi please deh rendang yang dibawa suamiku itu betul-betul tidak berasa rendang, rasanya manis dan gurih. “Ini sih seperti malbi” protesku sambil cemberut. 

Suamiku menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dan kembali membeli rendang di rumah makan bertajuk padang yang lain. Tapi, sama saja rasanya sungguh jauh berbeda dari rendang padang yang asli. “Ternyata rasa rendang itu semakin bergeser mengikuti jauhnya jarak dari tempat aslinya ya…” aku pasrah dan melupakan keinginanku akan rendang padang.

Saat suamiku pulang dari dinasnya di Jakarta, ia membawakanku rendang kemasan.
 “Coba ini deh dek, kata temen-temen rasanya padang banget deh” suamiku berpromosi. Tapi melihat rendang itu dalam bentuk kemasan, sesungguhnya aku sudah apatis duluan. Apa iya rendang kemasan ini bakalan enak. Dengan ogah-ogahan akhirnya aku membuka kemasan rendang tersebut. Kemasannya terdiri dari dua bagian, alumunium foil dan plastik.
“Jangan khawatir dek, kemasan yang seperti itu menjamin kehigenisannya kok, trus kamu taukan rendang itu emang awet jadi gak perlu pengawet lagi”
“Mang ini beneran bisa langsung dimakan?” aku benar-benar apatis.
“Ya udahlah, diangetin dulu kalu kamu was-was banget”
Maka jadilah aku memilih untuk menghangatkannya terlebih dulu, and then……. Harus kuakui rasanya emang yummy dan padang banget dehJ.
“Di Palembang ada gak?” tanyaku pada suamiku
“Rasanya ada, mang kenapa?” tanyanya lagi
“Minta kirimin dong dari sana” aku tersenyum maniiiiis banget.
gambar dari sini
Sementara suamiku hanya tertawa dan mulai mengangkat selulernya untuk menghubungi saudaranya di Palembang. “Jangan lupa ya harus yang merk Restu Mande” bisikku lagi.
 Aku gak tau ada berapa banyak merk rendang kemasan di luar sana. Tapi aku terlanjur jatuh cinta dengan cita rasa dari Restu Mande, dan aku bukan tipe  orang yang suka mencoba-coba sesuatu yang tak pasti. Jadi kalau ada yang pasti kenapa harus coba-coba……J.

Tag : ,

(Bukan) Resensi : Persona Non Grata

Sepetik hikmah di balik Persona Non Grata

 

Tertarik menelusuri masalah cyber crime  dan human trafficking? Permasalahan yang tengah menggumuli areal social di Negara kita ini…..
Mmmm….Baca ini kawan, kisah ini akan melemparkanmu ke sisi lain Indonesia yang mungkin jadi sangat jauh dari bayanganmu. Ini fiksi yang tak berangkat  jauh dari kisah nyata….Cekidot yuk ^_^

Judul buku     : PERSONA NON GRATA (Yang Terbuang)
Penulis           : Riawani Elyta
Cetakan         : Desember 2011
Penerbit         : Gizone (Indiva Media kreasi)

Membacanya, seolah Agatha Cristie yang sedang bertutur padaku. Namun, dalam tutur yang lebih ringan tapi tentu tak kalah memikat dan tetap sarat makna….

Novel ini di buka langsung pada episode yang mendebarkan. Seorang gadis yang   nyaris gagal menyelesaikan transaksi belanjanya dengan sebuah  kredit card. Untungnya sang “teman”, Dean berhasil segera menyelesaikan masalah tersebut. Meski pada akhirnya sang gadis harus menuai kemarahan Dean akan peristiwa tersebut. Mmmm…bisa di duga tentu Credit card tersebut palsu.


Tag : ,

Penting g sih menceritakan sebuah masa lalu?????

Penting g sih menceritakan sebuah masa lalu?????

gambar dari sini

 

 Pernah gak punya sebuah "rahasia" di masa lalu

Dimana waktu dan keadaan saat itu tak memberi ruang untuknya muncul dan diketahui kebenarannya??


And then, waktu beranjak hingga suatu masa dimana kamu punya kesempatan bertemu lagi dengan hal-hal terkait masa lalumu dan mungkin memberi penjelasan.
Seberapa penting atau perlunya sih menceritakan "sesuatu' yang dulu gak pernah bisa kamu ungkapkan itu????


Tag : ,

Lomba: #iBReinventHeritage


Brief Kuis #iBReinventHeritage

Sekilas info:
Perbankan syariah sudah ada di Indonesia sejak tahun 1990-an dgn didirikannya Bank Muamalat. Namun, ternyata, prinsip-prinsip perbankan syariah sudah dikenal sejak zaman nenek moyang kita, lho......

Apa aja tuh? misalnya, sistem bagi hasil sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak prakedatangan Islam. Istilah "maro, mertelu, belah pinang, bakongsi," mencerminkan kultur luhur kebersamaan, welas asih dan keadilan. Semakin banyak masyarakat menggunakan bank syariah, maka nilai-nilai luhur bangsa ini semakin dihidupkan kembali. Inilah yang kita sebut: "Re-inventing the Heritage" yg juga tema kuis kita saat ini.


Tag : ,

Lomba Menulis Cerpen Nasional “Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll” Juara 1: Tabanas 3jt (DL: 7 Mei 2013)

Lomba Menulis Cerpen Nasional “Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll” Juara 1: Tabanas 3jt (DL: 7 Mei 2013)

Syarat & Ketentuan Lomba

Peserta Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili di Indonesia maupun diluar Negara Indonesia. Usia 15 tahun sampai dengan 30 tahun.
Memiliki Identitas diri berupa; KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Paspor, dll.
Tema Lomba Cerpen 2013; “CERITA INSPIRATIF” dengan SubTema; Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll. (Boleh non fiksi/nyata, maupun terispirasi dari cerita disekitar kita ataupun 100% fiktif/fiksi).


Tag : ,

Perindu Syafaat



Perindu syafaat

Pagi merekah,
Siang membuncah,
Hingga malam mulai merambah
Lisan-lisan penuh taat
Terus menggumamkan kidung suci shalawat
Semoga keberkahan dan kesalamatan
Tercurah Atasmu wahai junjungan teladan

Tag : ,

Potret Laki-laki & Dunia Anak: Our idol is Dad




Alhamdulillah suamiku tak butuh proses atau pembelajaran untuk bisa dekat dengan anak-anak. Dari awalnya dia adalah sosok family man yang sangat mencintai keluarga khususnya anak-anak. Jangan tanya berapa besar rasa cemburu dan iriku melihat betapa dekat suami dan anak-anakku yang jauh melebihi kedekatanku dengan mereka.


- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -