Posted by : sarah amijaya Tuesday, 25 December 2018

Pernahkah anda merasa begitu kesal saat tetangga anda membeli motor baru? Atau anda merasa luar biasa sebal saat tetangga anda yang lain menemui anda dengan perhiasan memenuhi tubuh seolah sengaja dipamerkan? 
Inginnya saat itu juga anda memamerkan motor anda dengan merk yang lebih terkenal dan harga yang lebih mahal, atau memamerkan pula perhiasan anda yang lebih berkilau dan lebih berat.
Jika pernah, anda mungkin perlu membaca tulisan ini, bahkan jika belum pernah anda juga perlu tahu, karena perasaan tersebut bisa saja tiba-tiba menghantui anda.

Mungkin, anda belum menyadari bahwa perasaan kesal dan sebal tersebut berakar dari rasa iri. Merasa tidak nyaman, tidak suka, bahkan marah terhadap hal-hal di luar kita khususnya milik orang lain, itulah iri. 
Sederhananya iri adalah reaksi tehadap hal-hal yang tidak kita miliki. Seringnya reaksi ini bersifat negatif dan merusak.
Rasa iri bukanlah sesuatu yang bisa hilang dengan sendirinya saat kita melebarkan senyum dan bermanis kata. Alih-alih lenyap, rasa iri yang tidak segera diatasi seringnya akan membesar menjadi dengki dan hasad.
Rasa iri hanya muncul dalam bentuk ketidaksukaan terhadap apa-apa yang dimiliki orang lain, tapi dengki dan hasad menimbulkan pula rasa ingin menghilangkan apa yang dimiliki oleh orang lain tersebut. Hal ini tentu akan berakibat tidak baik bagi orang lain maupun diri sendiri.

Agar iri tidak terus berkembang, ada beberapa kiat yang bisa anda coba:
  • Perteballah keimanan anda
Tak bisa dipungkiri, keimanan anda mempengaruhi cara anda menjalani kehidupan. Semakin baik anda menjalankan ajaran agama anda semakin kecil kemungkinan anda akan diperdaya hawa nafsu bernama iri.
  • Bersyukurlah atas kehidupan yang anda jalani
Anda mungkin tak pernah menyadari, ketika anda iri dengan hidup orang lain, di saat yang sama orang-orang lainnya pun merasa iri dengan kehidupan yang anda jalani. Ketimbang membebani diri dengan terus menatap pencapaian orang lain, bersyukurlah atas kehidupan yang anda jalani, karena bisa saja kehidupan anda adalah kehidupan yang orang lain inginkan.
Percayalah, ketika anda menggali dalam kehidupan anda sendiri bukannya kehidupan orang lain, anda akan menemukan banyak sekali hal yang bisa anda syukuri.
Keluarga yang menyayangi dan siap melakukan apapun untuk anda, bakat yang anda miliki dan siap dikembangkan, dan hal lainnya. Untuk bersyukur anda perlu fokus pada apa yang sudah anda miliki alih-alih memikirkan hal-hal yang tidak anda miliki.
  • Maafkanlah orang yang membuat anda iri dan maafkanlah diri anda sendiri
Tentu saja memaafkan orang yang membuat anda iri tidak bermakna bahwa orang tersebut bersalah kepada anda. Tapi anda akan memandang segala pencapaiannya dengan sudut pandang yang baru, sehingga anda bisa membangun empati yang positif atas pencapaiannya tersebut. Dan anda juga harus memaafkan diri sendiri atas pencapaian anda yang masih kurang maksimal.
Anda bisa mengatakan pada diri sendiri kalimat semisal " Aku bangga bahwa kawanku telah memiliki rumah dan kendaraan yang bagus berkat kerja kerasnya, dan aku memaafkan diriku sendiri bahwa aku memang belum memiliki rumah dan kendaraan yang sebagus miliknya, bahwa usahaku memang belum maksimal..." dan kalimat-kalimat semisal lainnya.
  • Sering-seringlah memandang orang yang lebih kekurangan
Seburuk apapun anda kondisi anda, anda masih dengan mudah bisa menemukan orang-orang yang posisinya jauh di bawah anda. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut anda akan membangun kesyukuran dan berhenti merasa iri pada orang yang telah melampaui anda
  • Hiduplah dengan standar kesuksesan anda sendiri
Anda perlu menyetel ulang standar kesuksesan dalam hidup anda. Saat anda telah menentukan standar yang tepat sesuai tujuan hidup anda, maka kesuksesan orang lain tidak akan pernah mengganggu perasaan anda.
Nah, kelima kiat ini tentu saja hanya bisa bermanfaat ketika anda menyadari bahwa anda memiliki rasa iri terhadap sesuatu dan berniat bersungguh-sungguh untuk melenyapkan perasaan tersebut. Anda tentu saja bisa mencoba kiat anda sendiri. Karena pada dasarnya setiap manusia itu unik, dan memiliki caranya sendiri dalam menjalankan kehidupannya.
Jadi, biarkanlah orang lain memiliki apa yang seharusnya dia miliki, karena apa yang dimiliki orang lain belum tentu cocok dengan apa yang anda butuhkan dalam kehidupan anda sendiri!

Artikel ini telah terbit pertama kali di UC News pada akun Sara Amijaya dengan judul: Biarkan Dia Memiliki!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -