Posted by : Sara Amijaya Friday, 17 May 2019

Bagi sebagian muslimah syariat poligami adalah perkara berat untuk diterima. Padahal menerima syariat ini tidak berarti melaksanakannya dengan serta merta. Namun kecemburuan kerap membuat wanita buta hingga melakukan hal-hal yang tak semestinya.

Referensi pihak ketiga
Lia adalah gadis cantik lagi cerdas. Ia adalah seorang guru yang berdedikasi. Suaminya, Salman, adalah seorang karyawan dengan karir baik. 8 tahun berumah tangga, Selain memiliki kehidupan mapan, keduanya juga sudah dikaruniai dua orang putri. Secara kasat mata, semua orang menilai mereka sebagai pasangan harmonis dan bahagia.
Namun, tak ada rumah tangga tanpa ujian dan cobaan, begitu pula rumah tangga Salman dan Lia. Sudah rahasia umum di lingkungan mereka, bahwa Lia adalah wanita posesif. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ia juga kerap bersikap berlebihan.
Seperti suatu waktu, ketika keduanya tengah berlibur ke luar kota. Saat tengah berjalan-jalan di keramaian, Lia bisa bersikap sangat histeris, terlebih jika di sekitar mereka banyak wanita-wanita yang berlalu lalang. Ia akan memaksa suaminya bersumpah agar tidak berpoligami. Lia akan mengeluarkan Al-Qur'an kecil dan menyuruh sang suami bersumpah demi Allah dengan memegang kitab suci tersebut.
Tentu saja, Salman merasa enggan sekaligus malu. Namun, jika tidak dituruti istrinya akan semakin menggila. Maka, dengan berat hati Salman terpaksa bersumpah meski hatinya tak menyetujui sumpahnya tersebut.

Referensi pihak ketiga
Hal ini terjadi berulang-ulang. Saat dilanda cemburu berat, sang istri baru bisa ditenangkan jika Salman bersumpah demi Allah tak akan menikah lagi.
Belakangan, Salman merasa kian jenuh. Terlebih setelah kantor Salman kedatangan pegawai baru, seorang janda manis berusia pertengahan tiga puluhan. Salman mulai sibuk mencari ustadz untuk menanyakan status sumpahnya. Apakah ia berdosa jika melanggarnya, bagaimana menebus sumpahnya, dan hal-hal semisal.
Seorang Ustadz memberitahu Salman, bahwa kata-kata yang tidak diniatkan sumpah maka tidak terhitung sumpah. Adapun jika bersumpah dan kemudian melanggarnya, maka ia harus membayar kaffarat, memberi makan sepuluh orang miskin, memberi pakaian sepuluh orang miskin, memerdekakan budak, atau berpuasa selama 3 hari.
Penjelasan sang ustadz menenangkan hati Salman, namun setengah hatinya sudah terpikat pada sang janda manis yang lembut dan tak banyak menuntut itu. Salman berkata, sebenarnya ia sama sekali tak pernah berniat berpoligami atau menikah lagi, namun kekhawatiran berlebih sang istri dan paksaannya yang berulang untuk bersumpah ini itu justru membangkitkan ide menikah lagi di benaknya.

Referensi pihak ketiga
Kisah ini sejatinya menjadi pelajaran bagi para wanita untuk tidak cemburu berlebihan. Lelaki adalah makhluk dengan harga diri tinggi, cobalah untuk mempercayai pasangan anda, dan jadilah sebaik-baik wanita sholihah, yang jika dipandang menyenangkan, dan jika ditinggal menenangkan.
Was-was dan prasangka yang mengakibatkan kecemburuan adalah bisikan syetan yang memang ingin menghancurkan rumah tangga setiap pasangan muslim.
Semoga kita mengambil pelajaran.
---
Sumber Referensi:
Kisah di sekeliling penulis

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -