Jangan Latah!
"Si A lepas hijab loooh..."
"akhwat B yang itu, murtad loh, doi nikah sama si D"
"Si Z makin modis aja, Hijabnya dah kek butik berjalan"
---------------
Kabar-kabar serupa berseliweran di beranda Medsosku juga di puluhan WAG yang kuikuti.
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Sesungguhnya berpalingnya hati dari kebaikan adalah sebuah musibah.
Ucapkan saja kalimat istirja, sertakan dengan doa agar kita dan saudara2 kita senantiasa diberi hidayah dan keistiqomahan. Kemudian tahanlah lisan dan tangan kita untuk berkomentar lebih jauh, terlebih komentar justifikasi seolah kita makhluk paling suci tak berdosa.
Melepas hijab, tentu bukan hal terpuji yang patut diapresiasi, terlebih perkara murtad, yang merupakan pengkhianatan besar terhadap KeEsaan Allah, Tuhan Sang Pencipta. Tapi tetap tidak menjadikannya patut dicela dan dihujat berbusa-busa.
Adalah benar, bahwa amar ma'ruf dan nahi mungkar merupakan karakter seorang yang beriman. Di mana terdapat tiga tingkatan dalam mengingkari kemungkaran yang kita temui.
Dengan tangan, dengan lisan, dan dengan hati.
Tingkatan pertama dan kedua hanya wajib bagi mereka yang mampu melakukannya. Seperti penguasa dengan bawahannya, atau seorang suami terhadap istri, anak, dan keluarganya. Yang mana perlu diluruskan bahwa mengingkari dengan tangan tidaklah berarti dengan senjata dan atau kekerasan.
Dan selemah-lemahnya bentuk pengingkaran terhadap kemungkaran adalah mengingkarinya dengan hati. Tingkatan ini adalah wajib bagi setiap muslim, karena pengingkaran dengan hati seyogyanya mampu dilakukan oleh semua muslim.
Kembali kepada berita yang berseliweran tadi, tidak ikut berkomentar tidak berarti kita tak peduli, atau mendukung semua hal-hal tersebut. Mungkin kita memilih mengambil ibroh.
Atas apa yang kita berdiri tegak hari ini, tidaklah menjamin akhir kehidupan kita. Kita tak pernah tahu dalam kondisi bagaimanakah kita berakhir.
----------
Antara sindiran dan celaan
ANTARA SINDIRAN DAN CELAAN
by: Sarah Amijaya
WARNING :TULISAN INI MENGANDUNG CURCOL!!!
"Sudah sering disindir, kok nggak paham-paham ya... "
"sengaja disindir, biar merasa"
_____
Sering nggak denger kalimat serupa?
Kalau sering, bisa jadi sindiran tersebut ditujukan padamu, hehehe.
Penting loh untuk membedakan antara sindiran dan celaan.
Kenapa penting? karena keduanya amat sangat jauh berbeda. Meski untuk membedakannya perlu kecermatan tingkat tinggi sih.
Kalau kamu sedang dalam kondisi sensi, panik, bete tingkat tinggi, pusing, migrain, atau semisal, sindiran rasa kelapa muda juga berasa celaan kebun binatang sih.
Sebut saja perbedaan utamanya meliputi niat, kondisi, cara berpikir dan cara pandang seseorang.
Sindiran itu tergantung niat dan kondisi. Niat seseorang menyindir orang lain bisa jadi baik. Misalnya untuk meluruskan akhlaknya.
Pada seseorang yang berkarakter "saya selalu benar", egois, mudah emosi, pemarah, pemberang, susah menerima nasihat, dan yang semisal, mengingatkan secara terang-terangan sama saja mengajaknya duel di ring tinju.
Maka menyindir bisa jadi cara efektif untuk mengingatkannya, tentu dengan bahasa yang baik dan tidak menyakiti hati seseorang.
Kondisi si penyindir juga penting.
Misal kamu sendiri tipe yang nggak bisa menyensor kata-kata, tidak bisa membedakan nasihat atau mencela, baiknya abaikan pilihan sindir menyindir ini. Apalagi kalau yang menyindir tak lebih baik dari yang disindir, alias punya karakter sebelas duabelas, adanya makin panjang dan runyam urusan.
iya toh?
Sindiran juga terkait pola pikir serta cara pandang.
Meski niatnya baik untuk menasehati, tapi jika tidak punya kesamaan pola pikir dan cara pandang, maka sindiran akan berubah menjadi celaan, yang mana kita semua mengetahui bahwa celaan adalah sebuab hal yang buruk.
Misalkan, seseorang yang menyindir orang lain untuk memendekkan jilbabnya
"oh please, kalau jilbab selutut pake mukena aja sekalian"
"hellow, ini kantor keles, sok alimnya pas pengajian aja yee"
Nah, bayangkan materi sindirannya aja udah bisa diperkarakan panjang lebar.
pihak penyindir merasa lingkungan kantor/instansi pemerintahan hanya layak menggunakan jilbab seukuran 115x115, kalau kamu pake jilbab seukuran 150x150 sama dengan bikin kumuh, melanggar peraturan dan kamu boleh memilih untuk berhenti (yeah, pemikiran seseorang memang menunjukkan bagaimana pemahamannya)
apakah sindiran ini efektif? Jawabannya jelas, BIG NO.
karena pihak yang disindir dan menyindir sudah punya cara pandang dan pola pikir yang berbeda.
Bagaimanapun, memakai jilbab bukan sekedar trend fashion, yang bisa dipendekkan, dipanjangkan, atau justru dilepas sesuai situasi kondisi.
Panjang pendeknya jilbab, longgar ketatnya pakaian memang tidak menjadi patokan seberapa baik akhlakmu, tapi jelas sudah menunjukkan cara pandang yang berbeda dalam memahami syariat yang sama. Syariat berhijab.
Tidak perlu saling klaim pemahaman siapa yang lebih tepat, mari sama-sama belajar, dan saling menghormati dalam proses belajar tersebut. that simple!
Jika dikaitkan dengan peraturan instansi yang notabene aturan buatan manusia, masa iya pantas dibandingkan dengan aturan Sang Pencipta alam semesta???
Think big, think more, be smart please...
Ups, curcol detected 😬
Mungkin lebih tepat jika saya berkata:
"duhai cantik, ulurkanlah jilbabmu, lebarkanlah bajumu, karena tubuhmu begitu berharga😘😘😘"
_please, tersindirlaaaahhhh 😀
Sekali lagi, bedakan antara sindiran dengan celaan.
Seringkali kita tergelincir ke dalam suatu keributan karena salah mendefinisikan suatu permasalahan.
Namun juga jangan lupa, bila kita menasihati dengan bahasa tidak terbuka (sindiran) itu dengan tujuan atau maksud yang hina yaitu;
agar kekurangannya terbuka,
ingin membalas dendam dan kedengkian yang tinggi terhadap orang yang kita sindir,
atau dengan menyebut nama seseorang yang kita maksud.
Maka hal yang seperti inilah yang tidak dibolehkan agama.
Sebagaimana Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..”
(QS al-Hujurat 11).
Makanya agar kehidupan kita lebih tenang dan nyaman marilah kita saling menjaga lisan dengan sebaik mungkin, serta saling memahami posisi masing-masing sesama kita.
________
Ref :materi bimbingan islam ust. Rosyid Abu Rosyidah
PS: ini tulisan super ringan, yang ditulis menjelang tidur.
Jika anda membaca dengan ekspektasi tinggi maafkeunlah!
Jika anda membaca kemudian merasa sedikit sakit hati maafkeunlah!
just wanna say, i'am proud being muslimah.
when u disturb my principle that just mean one thing : War begin!
Jangan lupa untuk bahagia!
happiness is simple thing.even when you walk alone,
this world still beautiful to alive.
a brown trail, green plants, n blue sky.
it is enough, isn't it?
#bluesky #happiness #live
"Hampir lupa rasanya bahagia", tulisan tersebut keterangan capture fhoto yang diunggah seorang kawan di salah satu laman medsosnya. Aku mengenalnya sejak masih berseragam putih abu. Mengikuti dengan tidak itens perjalanan naik turun hidupnya. lost contact beberapa lama, dan kini kembali bersua.
Jika kau tanya bagaimana penampilannya? aku akan jawab dengan satu kata. "keren". Bahkan dengan semua kemelut hidupnya. Oh hei, aku tidak menulis untuk mengisahkan perjalanan hidupnya, aku menulis sebagai dokumentasi, karena bisa jadi suatu saat aku yang merasa hampir lupa rasanya bahagia. Oh Nooo..... i wish its never be.
Bahagia, kata sederhana yang semua orang ingin mencecapinya. Bahagia, sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa meraihnya. Terlebih dengan definisi bahagia yang memiliki banyak varian.
Meski kebanyakan kebahagiaan yang berhasil terdefinisi tersebut, hanyalah kebahagiaan semu.
let's i tell u...
Pernah melihat anak-anak yang berlarian dengan kondisi dekil, tidak beralas kaki, bahkan sebagian pakaian mereka koyak, anehnya mereka tertawa dengan teman-temannya?
Tidakkah tawa mereka kau sebut bahagia?
Kau mungkin bisa menemui pasangan manula yang duduk bercengkrama di teras rumah mereka, saling memandang dengan penuh kasih, berbicara teduh, ditengah celoteh anak cucu yang terdengar gaduh.
tidakkah kau pikir, mereka bahagia?
Di sekitarmu, mungkin pula terdapat seorang tetangga, dengan rumah mewahnya yang dikelilingi pagar tinggi. Selain lampu-lampunya yang benderang kau mungkin akan mengiranya istana tanpa penghuni. Tetap saja, mereka mungkin bahagia, dengan caranya sendiri. Hei, mereka kayakan? mungkin bahagianya tak selevel denganmu, sehingga kau tak pernah melihat atau mendengar tawa mereka.
Amatullah talk
Amatullah(A): Sholat, mandi, jangan gangguin adek-adek (miriplah dengan jawaban rofi, tapi memang sih kakak ama super jailnya)
(A): kaka berantem sama duo adek ituh
(A): ya, setinggi amalah (haish, ketahuan deh, emaknya bentar lagi kebalap tingginya)
(A): baca
(A): semuanya (hahaha...kan nggak boleh pilih-pilih makan kak yaa?)
(A): air putih
(A): ke surga
(A): drakor (haish, si kaka jujur amat)
(A): bukan musik mi, itu murottalkan?
(A): dirumah ya ngurus anak-anak, kalau dikantor nggak tau deh (xixixixi)
(A): hijau apa biru
(A): tidak bisa digambarkan deh
me:Do you think you could live without me?
(A):oooh tidaaaak (screaming)
=============
Sometimes, child make you angry, make you confused or feel like crazy, but honestly they love u much as you love them.
Thanks for being my lovely daughter Amatullah, wish Allah always bless u ^_^
Rafi talk
Rafifah(R): Sholat, mandi, sekolah (banyak euy)
(R): ofi sholat
(R): ofi g sholat
(R): g tau, tinggi pokokny
(R): masak (sepertiny ini harapan dia, emaknya jarang masak euy)
(R): bawang (haaa? ini sih karena emaknye selalu pake bawang disetiap masakan dan dia paling tidak suka bawang
(R): air putih
(R): g kemana-mana (dia tau banget emaknya g hobby jalan)
(R): kajian (hehe syukur deh dia kagak liat emaknya mantengin drakor)
(R): g ada (good job girl)
(R): g tau
(R): biru
(R): sebesar-besarnya apa yang paling besar (apa tuh?)
me:Do you think you could live without me?
(R):nggak dijawab, mata berkaca-kaca dan langsung meluk emaknya.
=============
Sometimes, child make you angry, make you confused or feel like crazy, but honestly they love u much as you love them.
Thanks for being my lovely daughter Rafifah, wish Allah always bless u ^_^
Istri tak lagi cantik, bolehkah suami menikah lagi???
"Boleh nggak sih suami mensyaratkan istri harus langsing kembali setelah melahirkan, kalau nggak harus siap terima konsekuensi dimadu atau diselingkuhi?"
Oh my... Suami macam apa itu yang mengancam selingkuh???? Pasti suami yang perlu reparasi otak kan ya???
Honestly, bagian yang cukup menggangguku hanya bagian "selingkuh", karena ini jelas cacatnya, jelas bathilnya, jelas errornya, jelas perlu dikeplaknya. Adapun bagian lainnya, perlu dipahami dengan seksama sehingga tidak ada perasaan terzholimi di kalangan wanita ^_^
Shiroh shahabiyah: Ummul Mundzir Binti Qais - Wanita yang Mengikuti Dua Kali Baiat untuk Rasulullah
Ummul Mundzir Binti Qais - Wanita yang Mengikuti Dua Kali Baiat untuk Rasulullah
🌹Ummu Al-Mundzir termasuk salah seorang wanita yang pertama memeluk Islam dan berpartisipasi dalam dua baiat yang penuh berkah di hadapan Rasulullah sebanyak dua kali. Sehingga, Mundzir diberi gelar Mubayi’at al-Baiatain yang artinya orang yang berbaiat dua kali.
🌹Nama asli Ummul Mundzir adalah Salma binti Qais bin Amr bin Ubaid. Dia merupakan bibi dari Rasulullah SAW. Ummul Mundzir juga bersaudara dengan Sulaith bin Qais yang turut dalam Perang Badar, Khandaq, dan semua peperangan Rasulullah.
🌹Sulaith juga merupakan pahlawan perang Jisr. Perang Jisr adalah _perang yang terjadi di sebuah jembatan bersama Abu Ubaidah di mana pada perang tersebut, Sulaith gugur tepat pada 14 Hijriyah._
*Masuk Islamnya Ummul Mundzir*
🔸Baiat pertama
🌹Dia mendatangi Rasulullah SAW dan langsung berbaiat kepada beliau bersama perempuan-perempuan Anshar. Dalam baiat itu, Rasulullahmemerintahkan kepadanya untuk tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berz!na, tidak membunuh anak-anak, tidak melakukan kebohongan besar, dan tidak menentang Rasul dalam kebaikan.
🌹Ini dijelaskan dalam sabdanya, “Janganlah kalian menipu suami-suami kalian.” Setelah Mundzir berbaiat pada Rasulullah, dia dan perempuan lainnya beranjak pergi.
🌹Namun, timbul pertanyaan dalam diri Mundzir maksud dari menipu suami. Mundzir pun menanyakan hal ini pada perempuan yang lain. Perempuan tersebut bertanya pada Rasulullah,Rasul pun menjawab, "Kalian mengambil harta suami kalian, tetapi kalian melayaninya setengah hati.” Seluruh kisah tersebut diambil dari Hadis Riwayat Ahmad.
🔸Baiat kedua
🌹Baiat kedua dilakukan Mundzir ketika di bawah pohon. Baiat ini dikenal dengan Baiat ar-Ridwanyang terjadi pada tahun keenam Hijriyah ketika kaum musyrikin menahan Utsman bin Affan RA di Makkah. Rasulullah pun menyeru kaum Muslim agar berbaiat sesuai perintah Allah SWT. Salah seorang wanita yang menyegerakan perintah ini ialah Ummul Mundzir.
🌹Dia menyambut perkataan Rasulullah bersama sekelompok sahabiyah lain yang rela mati. Dengan sikapnya tersebut, dia mendapatkan berita gembira berupa surga yang telah disabdakan Rasulullah SAW, “Tidak akan masuk neraka orang yang mengikat baiat di bawah pohon ini." (HR Bukhari).
*Kedudukan yang tinggi di sisi Rasulullah*
🌹Ummu Al-Mundzir memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Rasulullah. Pasalnya, dia mempunyai kontribusi dan andil penting dalam proses masuk Islamnya seseorang. Pada saat berlangsungnya jihad, Ummu Al-Mundzir menemani salah seorang pria dan merekomendasikannya untuk masuk Islam di hadapan Rasulullah. Peristiwa ini terjadi ketika berlangsung Perang Bani Quraizhah, yaitu ketika Sa’ad bin Mu’adz menetapkan suatu keputusan untuk seorang Yahudi dan Bani Quraizhah. Keputusan itu adalah pembunuhan kaum pria, perampasan harta, dan penawanan kaum wanita serta anak-anak.
🌹Keputusan hukum akan mulai dilaksanakan. Pada saat itu Ummu Al-Mundzir dengan beberapa wanita mujahidah lainnya sedang bersama Rasulullah. Dia maju mendekat kepada Rasulullah untuk meminta kepada beliau agar mengembalikan kepadanya seseorang bernama Rifa’ah Al-Qurazhi yang pernah diajak kerjasama Ummu Al-Mundzir. Lalu Ummu Al-Mundzir berkata, “Wahai Nabi Allah, aku tebus engkau dengan ayah dan ibuku. Berikan kepadaku Rifa’ah. Dia berjanji akan melakukan shalat dan makan daging unta.”
🌹Kemudian Rasulullah menyerahkannya kepada Ummu Al-Mundzir seraya bersabda, “Jika dia mau melakukan shalat, maka itu lebih baik bagi dirinya. Jika dia tetap kokoh pada agamanya, maka hal itu lebih jelek bagi dirinya.” Dan akhirnya Rifa’ah masuk Islam. Dia berkesempatan mendampingi Rasulullah dan meriwayatkan hadits. Rifa’ah adalah paman Ummul Mukminin Shafiyyah bintu Huyaiy.
🌹Tidak hanya itu saja Ummu Al-Mundzir menjadi perantara dalam hal kebaikan. Ibnu Said mengatakan, “Ketika Bani Quraizhah tertawan,Rasulullah menyuruh Raihanah binti Zaid bin Amr untuk datang ke rumah Salma binti Qais alias Ummu Al-Mundzir, untuk selanjutnya tinggal di sana. Raihanah akhirnya tinggal di rumah Ummu Mundzir hingga mendapatkan sekali haid, lalu suci dari haidnya. Setelah itu Ummu Al-Mundzir datang kepada Rasulullahdan menyampaikan berita tentang Raihanah.
*Kedekatan dengan Rasulullah*
🌹Bibi Rasulullah ini berkesempatan mendapatkan hadiah khusus dari Rasulullah SAW. Salah satunya Rasulullah secara khusus sering mengunjunginya. Rasulullah juga sering makan di tempatnya dan selalu memuji makanan yang dimasak Ummul Mundzir mengandung berkah dan manfaat.
🌹Ummul Mundzir bercerita, Rasulullah datang bersama Ali bin Abu Thalib yang baru sembuh dari penyakitnya. Ketika itu, dia memiliki buah anggur yang bergelantungan di pohonnya.Rasulullah pun langsung memakan anggur tersebut dari pohonnya. Begitu juga Ali yang mengikuti Rasul untuk mendatangi pohon anggur tersebut.
🌹Namun, Rasul melarangnya, “Jangan, kamu baru sembuh dari sakit.” Seketika Ali berhenti. Kemudian, Ummul Mundzir pun berencana untuk memasak gandum dan lobak.
🌹Setelah matang, Ummul Mundzir kemudian menyajikan makanan tersebut kepadaRasulullah. Kemudian, Rasulullah bersabda,“Wahai Ali, tuangkan makanan ini karena ini lebih berguna bagimu.” (HR Abu Dawud dan Tirmizi).
🌹Ummul Mundzir merupakan salah seorang perawi hadits Nabi yang suci, dan banyak orang yang meriwayatkan hadits darinya, di antaranya adalah Ya’qub bin Abi Ya’qub Al-Madani, Ayyub bin Abdurrahman, dan Ummu Sulaith binti Ayyub bin Al-Hakam.
🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗
Jangan sampai susah payah beramal tapi sia-sia
Jangan sampai susah payah beramal tapi sia-sia
Wahai saudariku janganlah melelahkan dirimu dahulu dengan banyak melakukan amal perbuatan, karena banyak sekali orang yang melakukan perbuatan, sedangkan amal tersebut sama sekali tidak memberikan apa-apa kecuali kelelahan di dunia dan dan siksa di akhirat. Oleh karena itu sebelum melangkah untuk melakukan amal perbuatan, kita harus mengetahui syarat diterimanya amal tersebut, dengan harapan amal kita bisa diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Di dalam masalah ini ada tiga syarat penting lagi agung yang perlu diketahui oleh setiap hamba yang beramal, jika tidak demikian, maka amal terebut tidak akan diterima.
Sumber: Muslimah.or.id
Kisah Hikmah: KISAH KAUM NABI LUTH 'ALAIHISSALAM (Part 2)
Kisah Hikmah: KISAH KAUM NABI LUTH 'ALAIHISSALAM (Part 2)
Pembangkangan yang nyata
Tetapi kaum Luth tidak peduli dengan seruan itu, bahkan bersikap sombong terhadapnya serta mencemoohnya. Meskipun begitu, Nabi Luth‘alaihissalam tidak putus asa, ia tetap bersabar mendakwahi kaumnya; mengajak mereka dengan bijaksana dan sopan, ia melarang dan memperingatkan mereka dari melakukan perbuatan munkar dan keji. Akan tetapi, kaumnya tidak ada yang beriman kepadanya, dan mereka lebih memilih kesesatan dan kemaksiatan, bahkan mereka berkata kepadanya dengan hati mereka yang kasar,“Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al ‘Ankabbut: 29)
Mereka juga mengancam akan mengusir Nabi Luth‘alaihissalam dari kampung mereka karena memang ia adalah orang asing, maka Luth pun marah terhadap sikap kaumnya; ia dan keluarganya yang beriman pun menjauhi mereka.
Istrinya lebih memilih kafir dan ikut bersama kaumnya serta membantu kaumnya mengucilkannya dan mengolok-oloknya. Terhadap istrinya ini, AllahSubhanahu wa Ta’ala membuatkan perumpamaan,
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).” (QS. At Tahrim: 10)
Pengkhianatan istri Nabi Luth kepada suaminya adalah dengan kekafirannya dan tidak beriman kepada Allah Subhnahu wa Ta’ala.
Wallahu a’lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah Hikmah: KISAH KAUM NABI LUTH 'ALAIHISSALAM (Part 1)
Diutusnya Nabi Luth kepada kaum sadum
Nabi Luth ‘alaihissalam berhijrah bersama pamannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menuju Mesir. Keduanya tinggal di sana beberapa lama, lalu kembali ke Palestina. Di tengah perjalanan menuju Palestina, Nabi Luth meminta izin kepada pamannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk pergi menuju negeri Sadum (di dekat laut mati di Yordan) karena Allah telah memilihnya sebagai Nabi-Nya dan Rasul-Nya yang diutus kepada negeri tersebut, maka Nabi Ibrahim mengizinkannya dan Nabi Luth pun pergi ke Sadum serta menikah di sana.
Ketika itu, akhlak penduduknya sangat buruk sekali, mereka tidak menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan tidak malu berbuat kemungkaran, berkhianat kepada kawan, dan melakukan penyamunan. Di samping itu, mereka mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelumnya di alam semesta. Mereka mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwatnya dan meninggalkan wanita.
Saat itu, Nabi Luth ‘alaihissalam mengajak penduduk Sadum untuk beriman dan meninggalkan perbuatan keji itu. Beliau berkata kepada mereka,
“Mengapa kamu tidak bertakwa?”– Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 160-161)
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah Hikmah : Jahannam Setelah 300 KM
Aku mengenal seorang pemuda yang dulu termasuk orang-orang yang Ialai dari mengingat Allah. Dulu dia bersama dengan teman-teman yang buruk sepanjang masa mudanya.
Pemuda itu meriwayatkan kisahnya sendiri:
"Demi Allah, yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, aku dulu keluar dari kota Riyadh bersama dengan teman-temanku, dan tidak ada satu niat dalam diriku untuk melakukan satu ketaatanpun untuk Allah, apakah untuk shalat atau yang Iain."
| image from salamdakwah.com |
Merekapun duduk dan menertawakan ucapanku. Aku bersumpah kepada mereka atas hal itu, akan tetapi mereka tidak percaya. Maka merekapun membiarkan dan mendustakanku.
Berlalulah waktu tersebut dalam canda tawa, sementara aku menjadi bingung dengan papan yang telah kubaca tadi. Selang beberapa waktu, kami mendapatkan papan penunjuk jalan Iain,
mereka berkata "Dammam, 200 KM", kukatakan "Jahannam, 200 KM". Merekapun menertawakan aku, dan menyebutku gila.
Kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 7)
Diantara Tujuan Turunnya Nabi Isa 'Alaihissalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menetapkan suatu hal melainkan ia mempunyai misi tersendiri untuk itu. Dan Dia juga telah menetapkan misi khusus diturunkannya Nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman nanti. Di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya,
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
“Demi Allah, sungguh hampir tiba saatnya putra Maryam itu turun di tengah-tengah kalian sebagai seorang hakim yang adil. Maka ia akan memecahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah/upeti. Dan (saat itu) harta benda berhamburan sampai-sampai tidak ada seorang pun yang bersedia menerimanya (harta pemberian).” (HR. Bukhari no. 2222, Muslim no. 155)
Misi lain dari turunnya Isa ‘alaihissalam adalah untuk membunuh Dajjal.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يخرج الدجال في أمتي فيمكث أربعين –لا أدري أربعين يوما أو أربعين شهرا أو أربعين عاما– فيبعث الله عيسى بن مريم كأنه عروة بن مسعود فيطلبه فيهلكه
“Dajjal akan keluar di tengah-tengah umatku dan akan menetap selama 40 –salah seorang perawi berkata, aku tidak tahu apakah itu 40 hari, 40 bulan, atau 40 tahun–. Maka Allah utus Isa putra Maryam. Kemudian beliau mencarinya dan akan berhasil membinasakannya.” (HR Muslim)
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah beliau turun bukan sebagai Nabi yang membawa syariat baru setelah syariat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi, sebagai hakim yang adil bagi kaum muslimin sebagaimana yang disebutkan dalam hadist di atas.
Wallahu a'lam
Selesai..
https://telegram.me/kisah
kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 5)
Siapakah yang disalib???
Tatkala Allah mengutus Nabi Isa kepada bani Israil dengan bukti-bukti dan juga petunjuk, mulailah mereka iri dan dengki terhadap beliau karena kenabian dan mukjizat-mukjizat luar biasa yang Allah berikan kepada beliau. Karena dasar kedengkian itulah mereka mengingkari kenabian Isa ‘alaihissalam dan kemudian memusuhi serta menyakiti beliau.
Betapa besar permusuhan yang mereka sulutkan sehingga tidak membiarkan beliau ‘alaihissalam menetap di negeri bersama mereka. Bahkan beliau bersama ibunya selalu berkelana, berpindah-pindah tempat karena ulah orang-orang Yahudi tersebut.
Tidak sampai di sini. Karena kedengkian telah tertancap dan mendarah daging, mereka berusaha membuat makar untuk membunuh beliau dengan menghasut Raja Damaskus saat itu yang beragama penyembah bintang-bintang. Mereka membuat fitnah-fitnah serta tuduhan dusta tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, sehingga Raja yang mendengar hal itu menjadi marah dan memerintahkan perwakilannya di al-Quds/Yerussalem untuk menyalibnya.
Setelah menerima perintah dari raja, wakil raja yang berada di al-Quds itu langsung berangkat bersama sekelompok Yahudi menuju rumah yang sedang ditempati oleh Nabi Isa ‘alaihissalam dan kemudian mengepungnya.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Mereka telah merancang tipu muslihat, dan Allah juga membuat tipu muslihat (terhadap mereka). Sedangkan Allah adalah sebaik-baik perancang tipu muslihat.” (Ali ‘Imran: 54)
Dalam keadaan demikian, Nabi Isa‘alaihissalam menanyakan kepada murid-muridnya tentang siapa yang bersedia diserupakan wajahnya seperti wajah beliau. Dan beliau menjanjikan surga bagi siapa yang bersedia. Maka, salah seorang pemuda di antara mereka ada yang merespon beliau dengan jawaban, “Saya bersedia”. Kemudian Allah serupakan wajahnya dengan wajah Nabi Isa‘alaihissalam. Setelah itu, Nabi Isa tertidur dan diangkat Allah ke langit dari rumah tersebut dalam keadaan demikian. Tatkala para murid beliau keluar dari rumah itu, orang-orang Yahudi yang telah mengepung sejak sore menangkap dan menyalib lelaki tersebut. (lihat: tafsir ibnu katsir)
Setelah itu mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah membunuh Isa putra Maryam, yaitu utusan Allah” (An-Nisaa’: 157)
Namun, Allah membantah perkataan mereka ini pada ayat yang sama, “Dan mereka sama sekali tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi, (orang yang mereka salib itu) adalah yang diserupakan (wajahnya dengan Isa) untuk mereka.”
Dalam satu riwayat (di tafsir ath-thobari), disebutkan bahwa sebelum menangkap lelaki tersebut, mereka menghitung jumlah orang-orang yang keluar dari rumah itu karena mendengar bahwa Isa telah diangkat ke langit. Setelah dihitung, ternyata mereka mendapatkan ada satu orang yang kurang. Sehingga mereka ragu apakah yang mereka tangkap itu benar-benar Isa atau bukan?
Inilah mengapa Allah sebutkan di akhir ayat, “Dan sungguh, orang-orang yang berselisih padanya (urusan pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan. Mereka itu tidak memiliki ilmu yang pasti tentangnya. Dan mereka tidak membunuhnya dalam keadaan yakin (bahwa yang dibunuh itu benar-benar Isa).”(An-Nisaa’: 157)
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah

