Search This Blog

Powered by Blogger.

Archive for 2020

Usulan Fatwa Si Kaya Harus Nikahi Si Miskin Hebohkan Netizen, MUI Tanggapi Sebagai Candaan Belaka

Di era pemerintahan ini kita bisa melihat banyak gebrakan ide yang diwacanakan oleh para pejabat pemerintah dan sukses menuai pro kontra di masyarakat. Seperti baru-baru ini sebuah usulan fatwa kembali menyedot perhatian publik Indonesia.
Kali ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang menyampaikan usulan kepada Menteri Agama ,Fachrul Razi, agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan lintas ekonomi.

Referensi pihak ketiga
Sang menteri, Muhadjir, mengatakan bahwa kadang-kadang ajaran agama disalahtafsirkan, seperti anjuran untuk mencari jodoh yang sekufu' atau setara. Dampaknya orang-orang saling mencari dalam tataran ekonomi yang sejajar.
“Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia.”
Pemikiran inilah yang mendasari usulan fatwa yang disampaikannya kepada menteri agama, “Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin."
Hal ini disampaikan Muhadjir dalam sambutannya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.
Usulan ini sebenarnya merupakan solusi yang coba ditawarkan sang menteri untuk memangkas angka kemiskinan di Indonesia yang makin meningkat tahun ke tahun.
Tentu bisa dibayangkan bagaimana reaksi netizen. Pro kontra itu pasti. Namun tak sedikit yang merasa 'gerah' lantaran berpikir bagaimana pemerintah mulai ikut campur terlalu jauh dalam urusan personal masyarakatnya.
Menikah bukan hanya soal tatanan masyarakat namun juga soal hati yang kecondongannya tak bisa dipaksakan kemana-mana. Bahkan tanpa usulan fatwa ini sebenarnya tak sedikit pernikahan lintas ekonomi terjadi, dimana pasangan berbeda status sosial menikah dan menemukan kebahagiannya.
Dan tentu kita juga bisa menemukan banyak kasus gold digger (penggali emas) istilah yang disematkan pada orang-orang yang hanya memanfaatkan pasangannya demi materi.
Tak heran jika MUI sendiri menanggapi usulan tersebut sebagai bentuk candaan belaka. "Usul itu anggap aja lucu-lucuan," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam, kepada wartawan, Kamis (20/1/2020) malam.
Saya pribadi berpikir, bahwa pemerintah perlu langkah nyata untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Entah dengan perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kesempatan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, peningkatan keterampilan individu, dan yang utama tentu saja pembenahan tauhid setiap muslim Indonesia. Karena tauhid yang benar akan meringankan setiap urusan dunia setiap hamba, tak masalah miskin atau kaya harta, karena iman akan mengantarkan setiap muslim kepada kebahagiaan sejati, insyaallah.
---
Sumber Referensi:
Detik.com


Datang Kondangan Dengan Amplop Kosong, Isi Pesannya Justru Menohok

Ada petuah bijak yang menyebutkan 'jika ingin mengenal pribadi asli seseorang maka bepergianlah bersamanya atau pinjamilah ia uang'. Petuah ini telah dibuktikan oleh banyak orang. Dan hasilnya terkadang sungguh di luar bayangan.
Khususnya masalah utang piutang, sudah mahfum banyak orang yang begitu memelas ketika datang meminjam uang, namun alangkah 'songong' ketika ditagih membayar.

Referensi pihak ketiga
Pada akhirnya, banyak orang yang memilih mengikhlaskan uang yang dihutangi atau berpikir menagihnya kelak di akhirat saja. Tapi tentu saja ada pula orang-orang yang punya cara unik untuk menagih utang yang tak kunjung dibayar.
Misalnya seperti kisah satu ini yang cukup viral di kalangan warganet.

Referensi pihak ketiga
Adalah Rudi Tobing, seorang netizen yang tampaknya juga mengalami kesulitan menagih utang pada temannya sendiri. Akhirnya ia memilih untuk mengikhlaskan utang seorang teman melalui cara yang cukup menampar.
Rupanya, teman yang berutang ini akhirnya menikah dan mengundang Rudi pada hari bahagianya, Tentu saja Rudi datang dengan senang, ia pun tak lupa membawa amplop sebagaimana tradisi kondangan di Indonesia.
Tapi, amplop Rudi bukanlah amplop kebanyakan yang berisi uang, melainkan amplop kosong yang ditulisi pesan menampar.

Referensi pihak ketiga
Melalui akun Twitter-nya bernama @RudiTobinq, ia mengunggah sebuah foto amplop dengan pesan mengikhlaskan hutang temannya. Tak ayal hal ini menjadi viral di media sosial. Pria yang berasal dari Medan, Sumatera Utara ini menuliskan bahwa ia tak bisa memberi kado pada pernikahan sang teman, dan sebagai gantinya ia merelakan hutang sebesar Rp 460 ribu pada temannya tersebut.

Bagi orang yang masih memiliki rasa malu, pesan ini tentu terasa menampar.
Orang yang memberi hutang kadang kala bukanlah orang yang berlebihan dalam hal harta, maka tak salah orang yang memberi hutangan kadang disebut-sebut lebih mulia dari orang yang bersedekah. Lantaran bisa jadi ia juga memerlukan uang tersebut namun merelakan uangnya untuk dihutangi oleh temannya.
Maka, sungguh terlalu orang yang menunda membayar utang, padahal ia mampu. Terutama bagi seorang muslim, karena persoalan utang bukanlah hal yang bisa selesai dengan kematian, melainkan menjadi tanggungan maha berat kelak di hari penghisaban.
Jadi, jika anda punya utang dan belum mampu membayarnya, hubungi kawan anda yang memberi hutangan, jelaskan padanya dan mintalah kelonggaran waktu membayar. Jangan lenyap diam-diam dan menimbulkan prasangka buruk di hatinya.
---
Sumber referensi:
Liputan6.com

Habiskan Uang Pacar Sebelum Menikah, Model Cantik Ini Tak Terima Suaminya Jatuh Miskin

Gaya hidup yang makin hedonis tentu merambah berbagai kalangan di dalam maupun di luar negeri. Cinta bahkan hanya menjadi perasaan semu, yang mudah sekali terbang saat tak lagi ada uang yang menyokong kisah cinta tersebut.
Setidaknya begitulah kisah cinta seorang model Jepang dengan pengusaha real estate ini.

Referensi pihak ketiga
Kato sari, model cantik asal Jepang resmi mengumumkan perceraiannya dengan sang suami. Pilunya, pernikahan mereka hanya berumur 1 minggu. Dan proses perceraiannya selesai dalam beberapa bulan kemudian.
Kato Sari tak menutupi alasannya menggugat cerai sang suami. Ia dengan lugas menjelaskan bahwa 3 bulan sebelum menikah ia telah menghabiskan sekitar 1 miliar yen atau sekitar Rp 124 miliar dari uang pacarnya.
Kato Sari menghabiskan uang tersebut untuk foya-foya. Ia membeli tas dan pakaian bermerek, mobil mewah, serta barang-barang yang masih banyak lagi. Ia juga menerima cincin pertunangan senilai 3 juta yen atau Rp 372 juta.
Namun, setelah pendaftaran pernikahan mereka, sang suami memintanya untuk berhenti berbelanja lagi. Suami Kato Sari mengatakan bahwa perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga ia tidak lagi memiliki uang untuk diberikan kepada Kato Sari.
Ia seketika marah.dan menyebut pernikahan itu seperti penipuan, ternyata ia tak lagi bisa berbelanja sepuasnya. Model berusia 29 tahun ini pun berterus terang bahwa ia tidak tertarik pada pria miskin dan memutuskan untuk menceraikan suaminya tidak lama setelah sang suami mengaku tak punya uang lagi.
“Kebahagiaan dapat dibeli dengan uang,” ujar Kato Sari.

Referensi pihak ketiga
Tentu saja kita bukan dalam ranah mengomentari cara hidup sang model cantik ini. Namun, kita sebagai pihak luar dapat merenungi banyak hal dan mengambilnya sebagai pelajaran hidup.
Jika sebagian orang, seperti Kato Sari berpikir bahwa kebahagiaan bisa dibeli dengan uang, maka dengan demikian hidup kita hanya akan terus berorientasi terhadap uang dan uang. Tak akan pernah ada habisnya, tak akan pernah ada puasnya, bahkan jika seluruh isi langit dan bumi diletakkan dalam pangkuan kita.
Uang, dan harta kekayaan hanyalah alat yang tentu saja bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bermanfaatkah ia atau justru akan berbalik melukai. Karena sejatinya kebahagiaan hanya bisa ditemukan oleh hati yang pandai bersyukur.
---
Sumber Referensi:
minews.id

Kesepian dan Merasa Hampa, Miliarder Jepang Cari Pasangan Hidup Untuk Diajak Kencan ke Bulan

Percayalah kekayaan yang banyak tidak serta merta membuatmu bahagia. Cara aneh yang mungkin dilakukan seseorang untuk 'menghamburkan' uangnya menunjukkan hal tersebut.
Mungkin anda pernah mendengar bagaimana seorang pria tajir sukses membuat heboh kalangan wanita saat ia membuka lowongan untuk mencari pacar yang bisa diajaknya kencan ke bulan.

Referensi pihak ketiga
Dialah Yusaku Maezawa, salah seorang miliarder Jepang yang menurut estimasi Forbes setidaknya memiliki kekayaan senilai US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.
Ia sukses menjadi sorotan publik Jepang usai mengumumkan pencariannya untuk seorang pacar yang bisa ia bawa ke bulan. Pada 2018, Yusaku Maezawa secara resmi sudah membeli semua kursi yang tersedia milik SpaceX untuk perjalanan ke bulan yang dijadwalkan berangkat pada 2023.
Tentu, Yusaku tak menginginkan sembarang wanita. Ia mensyaratkan pelamar haruslah seorang wanita lajang yang setidaknya berusia 20 tahun. Selain itu, pemohon juga harus positif dan memiliki kepribadian yang cerdas, menikmati hidup sepenuhnya, dan berharap untuk perdamaian dunia. Tak cukup itu, ia masih memiliki persyaratan lainnya yakni minat tulus untuk bepergian ke luar angkasa.
Layanan streaming AbemaTV yang bertanggung jawab atas proses aplikasi pencarian pacar yang disebut ‘Full Moon Lovers’ ini melaporkan bahwa pada Kamis 16 Januari 2020 telah menerima lebih dari 20 ribu aplikasi untuk menjadi pacar pengusaha fashion online itu.
Mencari teman kencan yang bisa diajak ke bulan, tentu bukan hal biasa. Yusaku sendiri mengakui hal itu bermula dari rasa sepi dan hampa yang makin menggelora menerpa jiwanya.
“Ketika perasaan kesepian dan kehampaan perlahan mulai menggelora pada saya, ada satu hal yang saya pikirkan: Terus mencintai seorang wanita. Dengan pasangan masa depan saya itu, saya ingin meneriakkan cinta kami dan kedamaian dunia dari luar angkasa,” kata Yusaku Maezawa.
Yusaku benar-benar berharap bisa menemukan pasangan hidupnya dan bepergian ke bulan bersama. Dengan bahasa sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa apa yang dicari Yusaku sebenarnya adalah: kebahagiaan.
Dan, percayakah sahabat bahwa sejatinya setiap kebahagiaan yang kita kejar di dunia ini hanyalah kebahagiaan semu ketika tak diiringi dengan keimanan kepada sang pencipta. Karena kebahagiaan sejati hanya tercapai ketika tujuan manusia diciptakan terpenuhi seutuhnya, 'beribadah kepadaNya'.
Jadi, sudahkah anda menemukan kebahagiaan anda?

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
minews.com

Deretan Foto Cantik Ini Menipu. Kenyataannya Patut Direnungkan!

Tentu saja tak ada yang bisa menyangkal kekuatan make up. Tanpa operasi, keahlian bermake up benar-benar bisa membuat anda cantik 'sempurna'.
Coba perhatikan deretan foto-foto berikut ini!
Foto gadis ini sungguh menawan hati, imut bak boneka. Maka tak heran, ia memiliki banyak penggemar.

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga
Tak ubahnya gadis SMA, tentu banyak yang tak percaya saat mengetahui ia sudah menikah dan memiliki anak. Jika anda belum terkejut, maka ketahuilah bahwa usianya sudah 40-an tahun. Jika itu belum cukup mengejutkan anda, maka ketahuilah lagi bahwa sejatinya ia benar-benar seorang lelaki tulen!
Dialah Takuma Tani, dikenalkan pada dunia seni sejak usia 3 tahun. Dari kecil, ia belajar musik, bermain piano dan melatih vokalnya. Dia memiliki minat pada bidang sastra dan kemudian berkarir di bidang musik.
Pada usia 28 tahun, Takuma Tani menjadi vokalis band musik rock Jepang, Kirana Kayo. Namun hobi memakai kostum cosplayer wanita baru ditekuninya di usia 34 tahun. Sejak awal ia memilih mempresentasikan sosok wanita muda. Dan hobi ini tak pernah pudar bahkan hingga ia menikah dan punya anak.
Dari hobi tak biasanya ini, Takuma dinobatkan sebagai juara kontes cross-dressing 'Viking' di Fuji TV. Ia pun memulai bisnis baru di dunia fashion dengan memproduksi pakaian wanita berlabel AtukoSvet Tokyo. Tentu saja Takuma Tani menggunakan dirinya sendiri sebagai model untuk berbagai produk fashionnya.

Referensi pihak ketiga
Terdengar inspiratifkah kisah ini bagi anda?
Dalam banyak kesempatan, anak lelaki yang dikenalkan pada make up dan menyukai berdandan, tentu bukanlah sebuah kecenderungan yang sesuai fitrah. Terlebih di tengah zaman dimana godaan kaum Luth seolah menyambar dimana-mana.
Menjaga anak-anak kita tetap berada dalam fitrahnya yang lurus rasanya memiliki tantangan yang kini menjadi jauh lebih berat. Terlebih ketika kesuksesan dinilai dengan capaian dunia, dan norma budaya serta syariat agama tak lagi menjadi pegangan dan pedoman.
Allahu' musta'an
---
Sumber Referensi:
Intisari.Grid. Id
Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -