Search This Blog

Powered by Blogger.

Archive for 2020

Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain? Waspadai Virus Kesombongan, Ingat 2 Hal Ini!

Setiap kita mungkin pernah dihinggapi kesombongan meski kadarnya berbeda-beda. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan setiap muslim, bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya seberat debu.
Astaghfirullah, berat ya. Bagaimana jika kita suka dengan sepatu branded atau pakaian indah, apakah termasuk kesombongan?


Referensi pihak ketiga
Dulu, para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, ‘Sesungguhnya setiap orang suka memakai baju yang indah, dan alas kaki yang bagus apakah ini termasuk sombong?’.
Coba perhatikan jawaban Rasulullah, ‘Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain’.

Referensi pihak ketiga
Begitulah, kesombongan itu bukanlah dari tampilan fisik, tapi urusan hati. Orang yang merendahkan manusia lain, karena ia merasa lebih mulia, lebih baik dari orang lain.
Jika terbersit di hati kita yang demikian, Ingatlah pesan seorang ulama, yaitu Abdullah Al-Muzani rahimahullah, beliau berkata,
“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah:
  1. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal shalih dariku, maka ia lebih baik dariku’.
  2. Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Aku telah lebih dahulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku’.
Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat orang yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.”
Masyaallah, mengingat 2 hal tersebut niscaya meruntuhkan kesombongan di dalam hati. Bahkan bisa jadi kita tersedu-sedu mengingat banyaknya kekurangan diri dan dosa yang terus bertambah.
Semoga kesadaran yang demikian membuat kita (khususnya saya pribadi) lebih bersemangat untuk memperbaiki diri. Insyaallah.
---
Sumber Referensi:
muslim.or.id
Tag : , ,

3 Nasehat Salman Al Farisi Ini 'Menampar' Manusia Yang Banyak Omong

Lisan adalah apa yang paling sering menjerumuskan kita pada kelalaian dan kesalahan. Yang setelah terucapkan, tak jarang kita menyesalinya dalam banyak cara. Maka tak heran, jika muncul pepatah bahwa diam adalah emas.
Adalah Salman al-Farisi radhiallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang terkenal sebagai ahli strategi di perang Khandak.
Suatu hari seorang lelaki mendatangi Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu untuk meminta Nasehat. Salman kemudian menjawab singkat dengan mengatakan, “Jangan berbicara!”
Lelaki itu menjawab, “Seseorang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mampu untuk tidak berbicara.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau berbicara, bicaralah dengan kebenaran, atau jika tidak diamlah.”
Lelaki itu mengangguk dan kemudian meminta tambahan nasihat lainnya. Salman kemudian berkata, “Jangan marah!”
Lelaki itu berkata, “Bagaimana jika seseorang berbuat sesuatu yang membuatku tidak bisa menahan diri?”
Maka Salman berkata, “Kalau engkau marah, tahanlah lisan dan tanganmu.”
Lelaki itu mengangguk dan kembali meminta tambahan nasihat. Salman kemudian berkata lagi, “Janganlah engkau bergaul dengan manusia!”
Si lelaki menjawab, “Orang yang hidup bersama manusia tidak bisa tidak bergaul dengan mereka.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau bergaul dengan mereka, jujurlah dalam berucap dan tunaikanlah amanat.”
----
Tiga nasehat Salman Al Farisi ini sejatinya berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita semua generasi akhir zaman. Sungguh menjaga lisan dari berkata bohong, mencela, atau berlaku dzalim adalah perkara sukar kecuali bagi orang-orang yang memiliki kebeningan jiwa. Terutama di mana kemajuan teknologi membuat kita bebas terhubung dengan siapa saja, termasuk mengomentari segala sesuatu bahkan yang tidak kita ketahui, kecuali sedikit.
Semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya diri saya sendiri.
wallahu a'lam

----
Tanah Grogot, Masa Pandemi Covid-19, 14 Ramadhan 1441 H
Tag : ,

Amalannya Biasa Saja, Tapi Dikabarkan Nabi Sebagai Penghuni Surga. Ternyata

Sebagai muslim sudah menjadi bagian aqidah kita untuk menyakini apa-apa yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, karena segala perkataan beliau adalah bersumber dari wahyu.

Referensi pihak ketiga
Salah satunya ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepada sahabat-sahabatnya, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’
Mengikuti perkataan Nabi lewatlah sorang laki-laki dari Anshar di hadapan mereka dengan bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.
Selama 3 hari berturut-turut Nabi mengabarkan hal serupa, dan selalu lelaki Anshor itu lewat dengan keadaannya sebagaimana pertama dilihat para sahabat lainnya.

Referensi pihak ketiga
Adalah Abdullah bin Amr bin Ash yang kemudian merasa penasaran dan kemudian mengikuti lelaki Anshar tersebut, penghuni surga yang masih berjalan di bumi. Abdullah mengemukakan sebuah alasan agar diizinkan bermalam 3 malam di rumah lelaki Anshor tersebut, dan lelaki itu pun mempersilahkannya.
Selama tiga hari tiga malam menginap, Abdullah bin Amr bin Ash merasa bingung apa keutamaan lelaki ini, sampai Nabi mengabarkannya sebagai penghuni surga. Padahal selama masa itu ia tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.
Abdullah hampir meremehkan amal lelaki Anshor itu karena merasa tak ada yang istimewa, akhirnya ia menceritakan dengan jujur tujuannya menginap di rumah lelaki tersebut setelah menceritakan perkataan Nabi.
"Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’
Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’
Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

kisah ini mengajari kita sebuah amalan penghantar ke surga, terlihat sepele namun sedikit yang mampu mengamalkannya, memiliki hati yang jernih, yang tak pernah iri ataupun hasad kepada sesama muslim lainnya.
Meski tak mampu menyamainya, semoga kisah ini cukup menginspirasi agar kita mulai membenahi hati.
Semoga bermanfaat!

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
kisahmuslim.com/440-menjadi-penghuni-surga-karena-tidak-hasad.html

Sedekah 1 kg Tepung, Aktor Ini Diremehkan. Saat Lihat Isinya Orang-orang Miskin Menangis



Di masa senang, apalagi di masa sulit seperti saat ini selalu ada orang-orang 'bermental miskin' hingga bantuan dan sedekah tepat sasaran agak sukar dilakukan. Banyak masyarakat yang 'gelap mata' dengan beragam bantuan hingga dengan segala daya upaya berusaha mendapatkan bantuan tersebut bahkan jika terpaksa harus mengaku miskin atau memalsukan data, hingga terkadang orang yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bagian.

Referensi pihak ketiga
Baru-baru ini Amir Khan mendadak jadi perbincangan hangat publik. Aktor 55 tahun ini disinyalir merupakan aktor dibalik sedekah tepung yang fenomenal.
Disebutkan bahwa Ia mengirimkan truk berisi tepung dengan kemasan 1 kg ke pinggiran New Delhi dan mengijinkan setiap warga yang membutuhkan untuk mengambilnya. Khususnya warga miskin yang terdampak Lockdown di masa pandemi Covid-19.
Namun tampaknya, 1 kg tepung bukanlah bantuan yang diminati masyarakat luas, apalah arti sekilo tepung pikir kebanyakan orang. Maka begitulah, bantuan itu sepi peminat.
Yang datang, hanya masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang tahu benar betapa berartinya sekilo tepung. Orang-orang yang benar-benar tidak mampu tetap menghargai sekilo tepung itu karena mereka memang membutuhkannya untuk membuat makanan.
Dan bisa dibayangkan betapa terkejutnya mereka ketika tiba di rumah dengan bantuan sekilo tepung tersebut. Ternyata donasi tersebut bukanlah sekedar 1 kg tepung biasa. Di dalamnya, disisipkan uang tunai sebesar 16.000 Rupee yang setara sekitar 3 juta rupiah.
Masyaallah.
Amir Khan, belakangan mengkonfirmasi bahwa dia bukanlah sosok yang berada di belakang bantuan luar biasa tersebut. Meski sampai saat ini tidak diketahui siapa donatur tersebut, namun ia telah melakukan aksi mulia nan cerdas dengan memahami psikologis kebutuhan manusia, begitulah caranya memastikan agar bantuannya sampai ke tangan yang tepat, mereka yang benar-benar membutuhkan bukan yang sekedar merasa membutuhkan.
Di beragam situasi selalu ada hikmah terselip. Termasuk di masa-masa sulit seperti saat ini. Dimana hampir seluruh dunia merasakan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Namun, kebaikan selalu punya tempat, dan kisah ini adalah salah satunya.
Semoga menginspirasi!
---
Sumber Referensi:
intipseleb.com

Dinyatakan Sembuh, Walikota Bogor Unggah Gambar Tenaga Medis Yang Dijepretnya Diam-diam. Begini Pesannya!

Sebagaimana kita ketahui Wali Kota Bogor, Bima Arya, merupakan salah satu pejabat yang dinyatakan positif tertular virus Covid-19. Setelah menjalani masa karantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor selama 22 hari, pada Ahad (12/04) kemarin Bima akhirnya diizinkan pulang namun tetap harus menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan team medis.

Referensi pihak ketiga
Uniknya, sang wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto ternyata merekam beberapa momen selama berada di RSUD kota Bogor. Dan kini ia membagikan foto-foto tersebut di akun instagramnya @bimaaryasugiarto.
Dalam beberapa foto yang diunggahnya itu terlihat tim medis sedang duduk sedangkan di depannya ada alas. Di foto lain, petugas medis terlihat sedang sujud. Ya, itulah foto-foto para tenaga medis yang tetap melaksanakan sholat di tengah-tengah kesibukan merawat pasien Corona, dan tentu saja mereka semua masih mengenakan APD lengkap yang panas dan tak nyaman. Pada foto lain terlihat pula petugas kesehatan yang sedang beristirahat.
Sungguh foto-foto itu membuat haru.
"... di balik pintu kamar saya curi-curi foto team medis yang sedang sholat dan istirahat. Semoga Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa memberikan pahala yang berlimpah dan kesehatan kepada seluruh team medis di manapun berada. Sehat dan semangat!"  tulis Bima Arya.
Bersama itu pula, Bima Arya membagi pengalamannya untuk warga Kota Bogor dan Indonesia. Dia menyebut, warga harus mengatasi rasa bosan diam di rumah. Langkah ini lebih penting karena menjalani perawatan di rumah sakit akan membuat pasien selalu ingat rumah.
"Untuk kamu yang hari ini bosan diam di rumah, ingin keluar rumah, percayalah, kalau kamu terkena Covid 19 dan harus di rawat di rumah sakit, yang kamu rindukan dan mimpikan hanya satu: kembali ke rumah," kata Bima.

Referensi pihak ketiga
Sebagai manusia, terkadang kita meremehkan sesuatu, entah itu penyakit atau kesulitan yang menimpa orang lain sampai kemudian kita merasakannya sendiri. Demikianlah sebagian masyarakat kita saat ini memposisikan diri, memandang remeh, menganggap sepele ganasnya virus ini dan perjuangan para tenaga medis.
Semoga unggahan pak wali kota ini bisa membuka mata dan hati kita.
---
Sumber Referensi:
www.liputan6.com
Tag : ,

Dapat Bantuan Beras Karena Imbas Corona, Warga Padang Malah Tolak Rame-rame. Alasannya Menampar

Di tengah masa-masa sulit saat ini beberapa daerah sudah menerima bantuan yang disalurkan pemerintah berupa bahan pangan. Perhatian pemerintah ini tentu disambut gembira oleh masyarakat.
Namun, ada yang berbeda di Sumatera Barat. Bukan satu dua, tapi ratusan warga Agam diketahui mengembalikan beras bantuan yang mereka terima.
Aksi pengembalian beras bantuan di tengah pandemi virus corona oleh warga Agam, Sumatera Barat ini seketika menjadi sorotan. Ada apakah?

Referensi pihak ketiga
Aksi yang menjadi sorotan ini terjadi di kecamatan Malalak. Di sana masing-masing kepala keluarga dengan kriteria yang telah ditentukan berhak mendapat bantuan berupa 10 kg beras.
Alih-alih dengan bahagia menerima bantuan tersebut, ratusan warga justru dengan sukarela mengembalikan beras bantuan yang mereka terima. Tentu bukan karena ada persoalan atau bentuk protes warga kepada pemerintah, sebaliknya ada alasan mulia dari aksi pengembalian bantuan tersebut.
Ya, warga kecamatan Malalak, kabupaten Agam merasa bahwa mereka masih berkecukupan sehingga merasa tidak berhak mendapatkan bantuan tersebut. Mereka memilih mengembalikan bantuan beras tersebut sehingga bisa disalurkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
"Ada sekitar 130 kepala keluarga yang mengembalikan beras 10 kilogram ke kecamatan. Mereka ingin berbagi," kata Camat Malalak Riki Eka Putra saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).
Menurut Camat setempat, tercatat ada 1,3 ton beras yang terkumpul kembali dan selanjutnya akan disalurkan kepada mereka yang memang membutuhkan.

Referensi pihak ketiga
Inisiatif warga Agam untuk mengembalikan beras tersebut sangat pantas diapresiasi. bagaimanapun kita tak menutup mata bahwa di banyak daerah lain kita melihat orang-orang yang sengaja memalsukan data agar bisa memperoleh bantuan pemerintah dan mengabaikan orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.
Semoga kebaikan warga Agam ini bisa menyentuh hati kita. Jika semua orang berjiwa seperti mereka maka tak ada lagi yang namanya bantuan salah sasaran.
---
Sumber Referensi:
Kompas.com

Jadi Istri Suka Ngambek? Hati-hati Jangan Ucapkan Kalimat Begini Ya, Ancamannya Neraka!

Islam adalah agama yang paripurna. Memberi pedoman dalam beragam lini kehidupan, termasuk urusan komunikasi suami istri.
Sebagai wanita, dengan tabiat dasar banyak mengikuti perasaan, maka banyak romantika yang bisa terjadi. Kita mungkin pernah mendengar atau bahkan berucap sendiri kalimat-kalimat semisal berikut ini:
“Abang TIDAK PERNAH sayang sama saya”
“Mas TIDAK PERNAH kasih saya hadiah”
“Akang TIDAK PERNAH cinta dan romantis sama aku”

Referensi pihak ketiga
Terdengar biasa ya? Namun ternyata memiliki konsekuensi berat yang berujung neraka. Kita mungkin sudah mengetahui bahwa kebanyakan muslimah masuk neraka bukan karena kurang ibadah namun karena mengingkari kebaikan suaminya.
Dari ustadz Raehanul Bahraen melalui laman Muslimafiyah.com dijelaskan bahwa kalimat-kalimat semisal di atas meski terkadang diucapkan dalam rangka ngambek, yang artinya hanya sekedar ingin mengajuk hati suami tetap saja tidak boleh diucapkan karena merupakan suatu bentuk pengingkaran terhadap kebaikan suami (tidak boleh berbohong meskipun bercanda).
Atau bisa jadi ucapan tersebut adalah ungkapan hati sebenarnya yang berangkat dari kurangnya rasa syukur di dalam hati atas kebaikan suaminya.

Referensi pihak ketiga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya,
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat MAYORITAS penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!”
Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami.”  [HR. Bukhari dan Muslim]
Ustadz Raehanul Bahraen juga menjelaskan kalimat 'Tidak pernah Cinta' dengan perkataan Nabi, “Sekiranya kalian (suami) senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka SEPANJANG HIDUPNYA, lalu ia (istri) melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali TIDAK PERNAH melihat kebaikan pada dirimu”.
Sebagai istri mari kita ingat terdapat ancaman keras bagi wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya,
“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya." [HR. An-Nasa’iy, Ash-Shahihah 289]
Maka hendaknya kita menyadari bahwa tidak semua suami bisa romantis dengan kata-kata. Ada yang membuktikan cintanya dengan sikap, perhatian dan perlindungan juga kerja kerasnya menghidupi keluarga.
Sebaliknya, para suami perlu memahami tabiat wanita yang 'bengkok'. Maka perlu diluruskan dengan lemah lembut, karena jika terlalu keras akan mematahkannya dan jika dibiarkan niscaya ia akan selamanya bengkok.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
muslimafiyah.com/mengingkari-kebaikan-suami-salah-satu-penyebab-terbanyak-wanita-masuk-neraka.html

Tag : , ,

Kisah Mencekam Dari Perawat Italia, Mau Indonesia Begini?

Corona menciptakan beragam kisah, pilu, haru sekaligus penuh hikmah. Kisah berikut semoga membuka mata hati kita yang selama ini masih meremehkan virus Covid-19.

Referensi pihak ketiga
Adalah Paolo Miranda, seorang perawat di rumah sakit di Cremona, kota kecil di wilayah Lombardy, Italia. Rumah sakit ini merupakan pusat perawatan pasien wabah virus corona.
Puluhan ribu orang telah terinfeksi virus itu dan ratusan di antaranya meninggal setiap hari. Berada di pusat wabah, Paolo bersama rekan-rekannya bekerja shif selama 12 jam tanpa henti selama sebulan terakhir.
"Kami adalah profesional, tetapi kami kelelahan. Saat ini, kami merasa seperti berada di parit dan kami semua takut," kata Paolo Miranda seperti diberitakan BBC, Selasa (24/3/2020).
Paolo yang kebetulan suka mengambil foto, memutuskan untuk mendokumentasikan situasi suram di dalam unit perawatan intensif. Ia berkata tak akan pernah bisa melupakan apa yang terjadi, dan baginya gambar akan menceritakan lebih banyak ketimbang kata-kata.
Ia ingin menunjukkan pada dunia, kekuatan rekan-rekannya, para awak medis yang menjadi garda terdepan perang melawan pandemik Covid-19, sekaligus kerapuhan mereka sebagai manusia biasa dengan beragam tekanan dan juga tanggung jawab.

Referensi pihak ketiga
Italia melaporkan lebih 5 ribu kematian selama sebulan terakhir. Dan ini merupakan kematian tertinggi di dunia akibat serangan virus Corona. Maka bayangkan saja 'kegilaan' apa yang dirasakan para pejuang di garda depan.
"Suatu hari, tiba-tiba salah seorang kolega saya mulai berteriak dan melompat-lompat di koridor. Dia telah diuji virus corona, dia baru tahu bahwa dia tidak terinfeksi. Dia biasanya sangat tenang, tetapi dia takut, dan tidak bisa menahan rasa lega. Dia hanya manusia," kisah Paolo.
Para perawat ini merasakan jatuh bangun, hancur, putus asa, bahkan menangis karena tak berdaya menyaksikan pasien yang tak terselamatkan. Namun, mereka saling menguatkan, "Kami akan bercanda, membuat mereka tersenyum, dan bahkan tertawa - kalau tidak, kami akan kehilangan akal sehat."

Referensi pihak ketiga
Sembilan tahun menjadi perawat, tentunya Paolo telah terbiasa melihat banyak kematian. Namun wabah Corona menciptakan kengerian yang tak terlukiskan. Selama pandemi ini, ia melihat begitu banyak orang mati sendirian.
Jika biasanya, kematian pasien dikelilingi oleh orang-orang tercinta, maka berbeda dengan pasien Corona. Kematian mereka kematian yang sepi, tak ada sanak keluarga, kerabat, dan sahabat. Bahkan bagi mereka tak bisa dilangsungkan pemakaman yang layak. Semuanya dilarang demi menghindari penularan virus corona.
"Kami merawat semua orang ini dengan virus yang pada dasarnya membuat mereka ditelantarkan. Mati sendirian adalah hal yang sangat buruk, saya tidak berharap itu terjadi pada siapa pun." dengan pilu Paolo mengisahkan.
Hingga kini, pasien masih terus bertambah setiap hari. Rumah sakit kewalahan, tak ada ranjang yang cukup, awak medis semakin terbatas dan nyaris mencapai batasnya, mereka kelehan, sangat. Situasinya masih belum membaik hingga saat ini.
"Saya tidak melihat 'cahaya di ujung terowongan' untuk saat ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya hanya berharap ini berakhir." Ungkap Paolo.

Referensi pihak ketiga
Kondisi Italia bisa saja menjadi kondisi Indonesia beberapa waktu ke depan. Mari jaga diri kita, keluarga kita, bangsa kita. Tetaplah di dalam rumah, karena jika wabah makin meluas, Indonesia akan mengalami kondisi yang mungkin jauh lebih buruk dari kondisi Italia saat ini.
Semoga Allah menurunkan rahmat dan pertolonganNya bagi kita semua.

Referensi pihak ketiga
Sumber Referensi:
Bbc.com

Nggak Panikan Juga Nggak Ngeyelan, Wanita Ini Justru Lakukan Aksi Haru Hadapi Wabah COVID-19

Indonesia membuat rekor dengan angka kematian akibat pandemi Corona yang terus meroket menjadi tertinggi di wilayah Asia. Sejak kasus positif pertama dinyatakan pemerintah, hingga kini per 20 Maret 2020 melansir CNNindonesia tercatat 369 kasus positif, 17 pasien sembuh, dan 32 meninggal dunia.
Bahkan menghadapi pandemi global, masyarakat Indonesia masih jua saling serang di jagat maya. Kubu panikan yang membabi buta menshare segala macam info terkait Corona tanpa awas mana fakta mana hoaks, sebaliknya kubu ngeyelan terus mendengungkan 'jangan takut Corona..." dengan tawakkal salah kaprah sehingga mengabaikan anjuran social distancing.
Sementara itu para awak medis berjibaku di garis depan untuk merawat para pasien, meninggalkan keluarga bahkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri.

Referensi pihak ketiga
Namun, dalam suasana demikian selalu ada orang-orang yang memiliki nurani bersih yang mampu melakukan 'sesuatu'.
Dari akun @jingga1507 terdapat unggahan gambar roti dan susu. Dalam cuitannya akun tersebut mengatakan makanan itu hendak ia berikan kepada tenaga medis di salah satu rumah sakit Jakarta. 
Selain menyiapkan roti dan susu, ia juga memberikan pisang serta telur rebus sebagai dukungan terhadap tim medis yang telah bekerja merawat pasien di rumah sakit.

Referensi pihak ketiga
Aksi ini hanya sebagian dari bentuk dukungan nyata bagi para staf medis yang bekerja di garis depan dalam menghadapi wabah virus COVID-19 saat ini. Setiap kita bisa mengambil bagian untuk memerangi wabah ini bersama-sama sesuai kapasitas kita masing-masing. Kita bisa melihat contoh nyata di sekitar kita. Ada yang membagikan masker gratis, menggalang dana, hingga membagikan sanitizer gratis.
Hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah dengan mematuhi anjuran pemerintah baik dalam hal pencegahan penularan dengan rajin mencuci tangan maupun anjuran untuk tetap di rumah dan sesedikit mungkin berinteraksi dengan orang lain.
Nah, tidak sulitkan ambil bagian dalam perang menghadapi pandemi ini?
Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala, sungguh pandemi ini sejatinya memberikan banyak hikmah bagi kita yang mau mengambil pelajaran.
----
Sumber Referensi:
CNNindonesia.com

Tag : ,

Takut Dimarahi Ibu, Anak Ini Pilih Pura-pura Diculik. Kurang kasih Sayang?

Tak bisa disangkal bahwa setiap orangtua sudah seharusnya memenuhi kebutuhan anak, bukan hanya soal materi tapi yang juga tak kalah penting adalah soal pendidikan, perhatian, dan kasih sayang.
Sebuah peristiwa viral dari Kabupaten Pangkep menghiasi berita beberapa hari terakhir. Seorang siswi SMP berusia 12 tahun, SR mengaku telah diculik. Ia ditemukan di gudang beras milik tantenya dengan keadaan tangan terikat. Saat ditangani kepolisian, ditemukan kejanggalan atas cerita siswi tersebut, hingga penelusuran polisi mengungkap fakta sebenarnya.

SR, tidak benar-benar diculik. Pada awalnya, gadis ini ketakutan setelah menghilangkan sandal milik ibunya. Terlebih adiknya menakut-nakuti akan kemarahan sang ibu, dan sang kakak menyuruhnya pergi dari rumah.
Diselimuti rasa frustasi, SR rupanya juga memendam kekesalan karena tak kunjung dibelikan sepatu oleh orangtuanya. SR pun menjadi nekat ia lari bersembunyi di gudang milik tantenya setelah sebelumnya menenggak 2 tablet Paracetamol, Asam Fenamat, dan Antalgin. Walhasil gadis belia itu jatuh tertidur di dalam gudang beras tersebut.
Saat terbangun, ia mendengar huru-hara keluarga yang panik mencarinya. Pikiran polosnya yang terkontaminasi banyak tayangan FTV dan sinetron tontonannya sehari-hari segera mencetuskan ide khas sinetron, pura-pura diculik. SR lalu mengambil seutas tali dan mengikat tangannya seakan-akan dia diculik. Akhirnya, ia ditemukan tetangga dan mengaku diculik, dibawa pergi melalui mobil Toyota Avanza.

Bagi saya pribadi, kisah ini selayaknya menjadi pelajaran bagi orangtua manapun agar lebih memperhatikan asupan informasi dan tayangan yang menjadi konsumsi anak-anak. Kita telah melihat bagaimana tayangan-tayangan tak mendidik tak mengajari anak-anak kita cara bertanggung jawab dan meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan, namun justru mendramatisasi kondisi untuk menuai simpati.
Sungguh layak jadi renungan bagi setiap orangtua!
----
Sumber Referensi:
kompas.com
Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -