Search This Blog

Powered by Blogger.

Ingin Masuk Surga dan Terhindar Dari Neraka? Mintalah Hal Ini Minimal 3 Kali!

Sebagai hamba, kita membutuhkan banyak ikhtiar untuk mendapatkan ridho Allah ta'ala hingga selamat dari azab neraka. Kita tak pernah tahu entah amal yang mana yang akan menyampaikan kita ke pintu surga.

Referensi pihak ketiga

Salah satu amalan yang bisa kita lakukan adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berikut ini. sebuah amalan yang mudah dilakukan namun memerlukan keyakinan yang kuat.

Ustadz Ammi Nur Baits melalui laman konsultasisyariah.com menjelaskan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata:

”Siapa yang meminta surga 3 kali, maka surga akan berkata: ’Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam surga.’

Dan siapa yang memohon perlindungan dari neraka 3 kali, maka neraka akan berkata: ’Ya Allah, lindungilah dia dari neraka.” 

Lebih lanjut Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa dalam riwayat ini tidak disebutkan sebuah teks doa khusus, sehingga kita bisa meminta surga dengan kalimat permohonan apapun. Termasuk dengan bahasa yang kita pahami, semisal 'Ya Allah, aku memohon surga', atau 'Ya Allah, lindungilah aku dari neraka'.

Kita bisa pula membacanya kapanpun dan dimanapun, khususnya di waktu-waktu mustajab. Adapun batasan angka, yakni 3 kali maknanya untuk mendapatkan keutamaan itu, kita baca minimal sebanyak 3 kali, dan maksimal tanpa hitungan.

Semoga kita bisa mengamalkannya dan memperbanyak doa ini dalam keseharian kita.

Referensi pihak ketiga


Sumber Referensi:

konsultasisyariah.com

Tag : , ,

Ketika Nasehat Justru Semakin Mengeraskan Hati

Disadari atau tidak, kematian seseorang tentunya semakin dekat dari waktu ke waktu. Dan seringnya bagaimana seseorang menjemput ajalnya adalah sebagaimana ia menjalani hari-harinya.

Referensi pihak ketiga

Tersebutlah seorang pemuda muslim yang kesehariannya sangat jauh dari agama. Sehari-harinya pemuda ini bergaul bebas dan meniru semua perilaku kebarat-baratan yang menurutnya keren meski banyak melanggar rambu-rambu syariat.

Nasihat keluarga, kerabat, dan kawan-kawan tak bisa mengubah tabiatnya. Hatinya justru semakin keras, Ia bahkan semakin bersikap keterlaluan dan menghina agamanya sendiri.

Suatu hari ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, tentu sembari memutar lagu-lagu barat sebagai teman perjalanan. Qodarullah, sang pemuda mengalami kecelakaan lalu lintas, orang-orang yang berkerumun menyangka ia sudah meninggal dunia.

Seorang yang shaleh yang juga berada di tempat kejadian datang mendekat dan menyadari bahwa pemuda itu sedang diambang maut. Ia berpikir untuk mentalqinnya dengan ucapan 'La ilaaha illallaah', karena barangsiapa yang akhir ucapannya di kehidupan dunia ini adalah laa ilaaha illallaah, maka ia akan masuk surga.

Ia pun mendekat dan berkata, “Hai saudaraku! Ucapkanlah laa ilaaha illallaah!”

Namun pemuda itu dengan sisa nafas terakhirnya justru mengucapkan kalimat yang mengerikan, kalimat yang biasa ia ucapkan sehari-hari tatkala orang-orang menasehatinya dalam kebaikan.

Beginilah ucapannya, “Aku tidak akan pernah melakukan shalat dan tidak akan pernah berpuasa. Sungguh terlaknat agamamu”.

Naudzubillah min dzalik.

Ya, pemuda ini jika dinasehati keluarga atau sahabatnya untuk melaksanakan sholat, puasa, dan bertaubat kepada Allah, niscaya ia membalas dengan mencela dan mengejek agama.


Bagi saya pribadi, kisah ini memberi banyak pengajaran,  untuk berhati-hati dengan lisan dan apa yang kita ucapkan. Jangan sampai lisan kita terbiasa dengan kalimat-kalimat buruk yang kelak di akhirat akan sangat kita sesali.

Sungguh saat ruh telah berpisah dari raga, maka tak lagi sebuah penyesalan berguna.

Semoga kita mengambil pelajaran dan semoga Allah tunjukkankan kita pada jalan yang lurus.

---

Sumber referensi:

Kisahislam.net

Ulama Yang Mengelus Singa dan Esensi Pamer

Sudah mahsyur bahwa banyak para ulama tabi'in dan ulama-ulama setelahnya dikaruniai karomah yang dengannya maka semakin kuat keimanannya kepada Allah Ta'ala. 

Tentu jauh berbeda dengan para wali-wali syetan yang bersekutu dengan jin untuk kemudian memperdaya manusia lainnya.

Referensi pihak ketiga

Salah satu kisah masyhur adalah ulama yang bisa menundukkan singa. Seperti halnya maula Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, Safinah radhiallahu 'anhu yang juga mampu menundukkan singa.

Dikisahkan Sufyan Ats-Tsauri dalam perjalanan haji bersama Syaiban Ar-Ra'i. Di sebuah jalan mereka dihadang oleh seekor singa yang besar. 

Manusiawi jika timbul rasa gentar melihat binatang buas tersebut. Sufyan berkata kepada Syaiban “Tidakkah kamu melihat binatang buas ini? Dia telah menghadang kita!’

Syaiban kemudian menjawab, "Jangan takut, wahai Sufyan!’ 

Lalu, ia memanggil singa itu dan memegang ekornya. Kemudian, singa itu menggerak-gerakkan ekornya seperti anjing. Syaiban memegang telinga singa tersebut lalu mengelus-elusnya.

Saat itu Sufyan sontak berkata, ‘Untuk apa kamu pamer semacam ini?’

Syaiban menjawab, ‘Wahai Sufyan, pamer mana yang kamu pertanyakan? Kalau bukan karena aku benci pamer, tentu aku tidak akan membawa bekal perjalananku ini ke Mekkah kecuali di atas punggung singa ini.’”


Sahabat, orang-orang shalih yang diberi kelebihan niscaya tak suka menunjukkan kelebihannya kecuali seperlunya dan sesuai kebutuhan. 

Semoga kita bisa mengambil ibroh dari kisah singkat ini, bahwa apapun kelebihan yang kita miliki tak selayaknya dipamerkan kepada orang lain. Karena tidaklah Allah menganugerahkannya kepada kita kecuali untuk menambah keimanan dan ketawadhuan kita sebagai hamba.

Semoga menginspirasi!

---

Sumber Referensi:

99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan ke-5, Shafar 1430/2009.

Tag : ,

Umar keheranan, Para peminta-minta sama sekali tak terlihat di saat panceklik. Ternyata

Sejatinya pemimpin bukanlah raja yang harus dilayani dan dituruti membabi buta. Esensi seorang pemimpin justru adalah pelayan rakyat. Dan seorang pemimpin kelak akan menghadapi hisab yang berat atas semua yang dipimpinnya.

Mari sedikit merenung dari kisah indah yang tercatat dalam sejarah.

Referensi pihak ketiga

Pada akhir 18 H, di masa kekhalifahan Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu terjadilah musibah paceklik.

Kekeringan melanda seluruh bumi Hijaz, hingga rakyat mulai merasakan sangat kelaparan. Kota Hijaz benar-benar kerontang hingga penduduk banyak yang mengungsi ke Madinah dan mereka tidak lagi memiliki bahan makanan sedikitpun.

Umar mendengar perihal tersebut, beliau radhiallahu 'anhu segera membagi-bagikan makanan dan uang dari baitul mal hingga gudang makanan dan baitul mal kosong total.

Umar bahkan tak menyisakan makanan layak bagi dirinya sendiri. Ia menolak memakan daging dan susu. Sebagai gantinya beliau hanya makan roti dan minyak sehingga kulitnya berubah menjadi hitam dan kurus. Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Akulah sejelek-jelek kepala negara apabila aku kenyang sementara rakyatku kelaparan.”

Setiap hari Umar Radhiyallahu ‘anhu mengontrol rakyatnya di Madinah dan menemukan bahwa tidak seorangpun yang tertawa, ataupun berbincang-bincang di rumah sebagaimana biasanya. Anehnya lagi Umar Radhiyallahu ‘anhu tidak pula menemukan orang yang meminta-minta.

Beliau mencari tahu apa yang terjadi, seseorang berkata kepadanya: “Mereka pernah meminta tetapi tidak ada yang dapat diberikan, akhirnya mereka tidak lagi meminta. Sementara mereka benar-benar dalam keadaan yang menyedihkan dan sangat memprihatinkan, sehingga mereka tidak lagi bisa berbincang-bincang ataupun tertawa.”

Subhanallah, kondisi rakyat saat itu sungguh memprihatinkan.

Akhirnya Umar Radhiyallahu ‘anhu mengirim surat kepada Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu di Bashrah dan ‘Amru bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhu di Mesir yang isinya: “Bantulah umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam! Mereka hampir binasa.”

Kedua gubernur ini segera mengirimkan bantuan ke Madinah dalam jumlah besar, terdiri dari makanan dan bahan pokok berupa gandum. Begitulah mereka bertahan selama 9 bulan, sebelum kondisi berangsur-angsur kembali normal.

Pada Umar, harusnya setiap pemimpin belajar agar selalu ada bersama rakyatnya dalam kondisi apapun juga. Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa kesulitan bisa teratasi jika kaum muslimin saling tolong menolong satu sama lain.

Mari kita memulainya dari lingkungan sekitar kita, semoga tak ada lagi tetangga kita yang merasakan kelaparan.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:

almanhaj.or.id

Tag : ,

Tangisan Umar Saat Mendengar Alasan Seorang Wanita Memaksa Menyapih Anaknya

Kita sudah tak asing dengan perhatian Umar bin Khattab saat menjabat sebagai khalifah, bahkan termasuk pada para bayi.

Referensi pihak ketiga

Dikisahkan, suatu malam sebagaimana kebiasaannya, Umar senantiasa berjaga mencari tahu kondisi rakyatnya. 

Malam itu ia mendengar tangisan seorang bayi. Umar Radhiyallahu ‘anhu pun segera menuju suara tangisan itu dan berkata kepada ibunya: “Takutlah engkau kepada Allah Azza wa jalla dan berbuat baiklah dalam merawat anakmu”.

Namun, Umar masih jua mendengar tangisan bayi itu hingga penghujung malam, Umar Radhiyallahu ‘anhu segera mendatangi bayi itu dan berkata kepada ibunya: “Celakalah engkau, sesungguhnya engkau adalah ibu yang buruk, kenapa aku masih mendengar anakmu menangis sepanjang malam?”

Wanita itu menjawab: “Hai tuan, sesungguhnya aku berusaha menyapihnya dan memalingkan perhatiannya untuk menyusu tetapi dia masih tetap ingin menyusu.” 

Umar Radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Kenapa engkau akan menyapihnya?”

Wanita itu menjawab: “Karena Umar Radhiyallahu ‘anhu hanya memberikan jatah makan untuk anak-anak yang telah disapih saja”.

Umar terhenyak, dan menyadari bahwa usia bayi itu baru beberapa bulan saja. Maka ketika mengimami shalat subuh, bacaan Umar Radhiyallahu ‘anhu nyaris tidak terdengar jelas oleh para makmum disebabkan tangisnya.

Umar berkata pada dirinya, “Celakalah engkau hai Umar Radhiyallahu ‘anhu , berapa banyak bayi-bayi kaum Muslimin yang telah engkau bunuh”.

Setelah itu ia menyuruh salah seorang pegawainya untuk mengumumkan, “Janganlah kalian terlalu cepat menyapih anak-anak kalian, sebab kami akan memberikan jatah bagi setiap bayi yang lahir dalam Islam”.

Umar memberlakukan aturan ini di seluruh daerah kekuasaannya.

Masyaallah...

Bagaimana kita tidak rindu dengan pemimpin seperti beliau radhiallahu 'anhu?

---

Sumber Referensi:

almanhaj.or.id

Tag : ,

Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain? Waspadai Virus Kesombongan, Ingat 2 Hal Ini!

Setiap kita mungkin pernah dihinggapi kesombongan meski kadarnya berbeda-beda. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan setiap muslim, bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya seberat debu.
Astaghfirullah, berat ya. Bagaimana jika kita suka dengan sepatu branded atau pakaian indah, apakah termasuk kesombongan?


Referensi pihak ketiga
Dulu, para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, ‘Sesungguhnya setiap orang suka memakai baju yang indah, dan alas kaki yang bagus apakah ini termasuk sombong?’.
Coba perhatikan jawaban Rasulullah, ‘Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain’.

Referensi pihak ketiga
Begitulah, kesombongan itu bukanlah dari tampilan fisik, tapi urusan hati. Orang yang merendahkan manusia lain, karena ia merasa lebih mulia, lebih baik dari orang lain.
Jika terbersit di hati kita yang demikian, Ingatlah pesan seorang ulama, yaitu Abdullah Al-Muzani rahimahullah, beliau berkata,
“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah:
  1. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal shalih dariku, maka ia lebih baik dariku’.
  2. Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Aku telah lebih dahulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku’.
Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat orang yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.”
Masyaallah, mengingat 2 hal tersebut niscaya meruntuhkan kesombongan di dalam hati. Bahkan bisa jadi kita tersedu-sedu mengingat banyaknya kekurangan diri dan dosa yang terus bertambah.
Semoga kesadaran yang demikian membuat kita (khususnya saya pribadi) lebih bersemangat untuk memperbaiki diri. Insyaallah.
---
Sumber Referensi:
muslim.or.id
Tag : , ,

3 Nasehat Salman Al Farisi Ini 'Menampar' Manusia Yang Banyak Omong

Lisan adalah apa yang paling sering menjerumuskan kita pada kelalaian dan kesalahan. Yang setelah terucapkan, tak jarang kita menyesalinya dalam banyak cara. Maka tak heran, jika muncul pepatah bahwa diam adalah emas.
Adalah Salman al-Farisi radhiallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang terkenal sebagai ahli strategi di perang Khandak.
Suatu hari seorang lelaki mendatangi Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu untuk meminta Nasehat. Salman kemudian menjawab singkat dengan mengatakan, “Jangan berbicara!”
Lelaki itu menjawab, “Seseorang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mampu untuk tidak berbicara.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau berbicara, bicaralah dengan kebenaran, atau jika tidak diamlah.”
Lelaki itu mengangguk dan kemudian meminta tambahan nasihat lainnya. Salman kemudian berkata, “Jangan marah!”
Lelaki itu berkata, “Bagaimana jika seseorang berbuat sesuatu yang membuatku tidak bisa menahan diri?”
Maka Salman berkata, “Kalau engkau marah, tahanlah lisan dan tanganmu.”
Lelaki itu mengangguk dan kembali meminta tambahan nasihat. Salman kemudian berkata lagi, “Janganlah engkau bergaul dengan manusia!”
Si lelaki menjawab, “Orang yang hidup bersama manusia tidak bisa tidak bergaul dengan mereka.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau bergaul dengan mereka, jujurlah dalam berucap dan tunaikanlah amanat.”
----
Tiga nasehat Salman Al Farisi ini sejatinya berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita semua generasi akhir zaman. Sungguh menjaga lisan dari berkata bohong, mencela, atau berlaku dzalim adalah perkara sukar kecuali bagi orang-orang yang memiliki kebeningan jiwa. Terutama di mana kemajuan teknologi membuat kita bebas terhubung dengan siapa saja, termasuk mengomentari segala sesuatu bahkan yang tidak kita ketahui, kecuali sedikit.
Semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya diri saya sendiri.
wallahu a'lam

----
Tanah Grogot, Masa Pandemi Covid-19, 14 Ramadhan 1441 H
Tag : ,

Amalannya Biasa Saja, Tapi Dikabarkan Nabi Sebagai Penghuni Surga. Ternyata

Sebagai muslim sudah menjadi bagian aqidah kita untuk menyakini apa-apa yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, karena segala perkataan beliau adalah bersumber dari wahyu.

Referensi pihak ketiga
Salah satunya ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepada sahabat-sahabatnya, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.’
Mengikuti perkataan Nabi lewatlah sorang laki-laki dari Anshar di hadapan mereka dengan bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.
Selama 3 hari berturut-turut Nabi mengabarkan hal serupa, dan selalu lelaki Anshor itu lewat dengan keadaannya sebagaimana pertama dilihat para sahabat lainnya.

Referensi pihak ketiga
Adalah Abdullah bin Amr bin Ash yang kemudian merasa penasaran dan kemudian mengikuti lelaki Anshar tersebut, penghuni surga yang masih berjalan di bumi. Abdullah mengemukakan sebuah alasan agar diizinkan bermalam 3 malam di rumah lelaki Anshor tersebut, dan lelaki itu pun mempersilahkannya.
Selama tiga hari tiga malam menginap, Abdullah bin Amr bin Ash merasa bingung apa keutamaan lelaki ini, sampai Nabi mengabarkannya sebagai penghuni surga. Padahal selama masa itu ia tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.
Abdullah hampir meremehkan amal lelaki Anshor itu karena merasa tak ada yang istimewa, akhirnya ia menceritakan dengan jujur tujuannya menginap di rumah lelaki tersebut setelah menceritakan perkataan Nabi.
"Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’
Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’
Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

kisah ini mengajari kita sebuah amalan penghantar ke surga, terlihat sepele namun sedikit yang mampu mengamalkannya, memiliki hati yang jernih, yang tak pernah iri ataupun hasad kepada sesama muslim lainnya.
Meski tak mampu menyamainya, semoga kisah ini cukup menginspirasi agar kita mulai membenahi hati.
Semoga bermanfaat!

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
kisahmuslim.com/440-menjadi-penghuni-surga-karena-tidak-hasad.html

Sedekah 1 kg Tepung, Aktor Ini Diremehkan. Saat Lihat Isinya Orang-orang Miskin Menangis



Di masa senang, apalagi di masa sulit seperti saat ini selalu ada orang-orang 'bermental miskin' hingga bantuan dan sedekah tepat sasaran agak sukar dilakukan. Banyak masyarakat yang 'gelap mata' dengan beragam bantuan hingga dengan segala daya upaya berusaha mendapatkan bantuan tersebut bahkan jika terpaksa harus mengaku miskin atau memalsukan data, hingga terkadang orang yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bagian.

Referensi pihak ketiga
Baru-baru ini Amir Khan mendadak jadi perbincangan hangat publik. Aktor 55 tahun ini disinyalir merupakan aktor dibalik sedekah tepung yang fenomenal.
Disebutkan bahwa Ia mengirimkan truk berisi tepung dengan kemasan 1 kg ke pinggiran New Delhi dan mengijinkan setiap warga yang membutuhkan untuk mengambilnya. Khususnya warga miskin yang terdampak Lockdown di masa pandemi Covid-19.
Namun tampaknya, 1 kg tepung bukanlah bantuan yang diminati masyarakat luas, apalah arti sekilo tepung pikir kebanyakan orang. Maka begitulah, bantuan itu sepi peminat.
Yang datang, hanya masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang tahu benar betapa berartinya sekilo tepung. Orang-orang yang benar-benar tidak mampu tetap menghargai sekilo tepung itu karena mereka memang membutuhkannya untuk membuat makanan.
Dan bisa dibayangkan betapa terkejutnya mereka ketika tiba di rumah dengan bantuan sekilo tepung tersebut. Ternyata donasi tersebut bukanlah sekedar 1 kg tepung biasa. Di dalamnya, disisipkan uang tunai sebesar 16.000 Rupee yang setara sekitar 3 juta rupiah.
Masyaallah.
Amir Khan, belakangan mengkonfirmasi bahwa dia bukanlah sosok yang berada di belakang bantuan luar biasa tersebut. Meski sampai saat ini tidak diketahui siapa donatur tersebut, namun ia telah melakukan aksi mulia nan cerdas dengan memahami psikologis kebutuhan manusia, begitulah caranya memastikan agar bantuannya sampai ke tangan yang tepat, mereka yang benar-benar membutuhkan bukan yang sekedar merasa membutuhkan.
Di beragam situasi selalu ada hikmah terselip. Termasuk di masa-masa sulit seperti saat ini. Dimana hampir seluruh dunia merasakan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Namun, kebaikan selalu punya tempat, dan kisah ini adalah salah satunya.
Semoga menginspirasi!
---
Sumber Referensi:
intipseleb.com

Dinyatakan Sembuh, Walikota Bogor Unggah Gambar Tenaga Medis Yang Dijepretnya Diam-diam. Begini Pesannya!

Sebagaimana kita ketahui Wali Kota Bogor, Bima Arya, merupakan salah satu pejabat yang dinyatakan positif tertular virus Covid-19. Setelah menjalani masa karantina di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor selama 22 hari, pada Ahad (12/04) kemarin Bima akhirnya diizinkan pulang namun tetap harus menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan team medis.

Referensi pihak ketiga
Uniknya, sang wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto ternyata merekam beberapa momen selama berada di RSUD kota Bogor. Dan kini ia membagikan foto-foto tersebut di akun instagramnya @bimaaryasugiarto.
Dalam beberapa foto yang diunggahnya itu terlihat tim medis sedang duduk sedangkan di depannya ada alas. Di foto lain, petugas medis terlihat sedang sujud. Ya, itulah foto-foto para tenaga medis yang tetap melaksanakan sholat di tengah-tengah kesibukan merawat pasien Corona, dan tentu saja mereka semua masih mengenakan APD lengkap yang panas dan tak nyaman. Pada foto lain terlihat pula petugas kesehatan yang sedang beristirahat.
Sungguh foto-foto itu membuat haru.
"... di balik pintu kamar saya curi-curi foto team medis yang sedang sholat dan istirahat. Semoga Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa memberikan pahala yang berlimpah dan kesehatan kepada seluruh team medis di manapun berada. Sehat dan semangat!"  tulis Bima Arya.
Bersama itu pula, Bima Arya membagi pengalamannya untuk warga Kota Bogor dan Indonesia. Dia menyebut, warga harus mengatasi rasa bosan diam di rumah. Langkah ini lebih penting karena menjalani perawatan di rumah sakit akan membuat pasien selalu ingat rumah.
"Untuk kamu yang hari ini bosan diam di rumah, ingin keluar rumah, percayalah, kalau kamu terkena Covid 19 dan harus di rawat di rumah sakit, yang kamu rindukan dan mimpikan hanya satu: kembali ke rumah," kata Bima.

Referensi pihak ketiga
Sebagai manusia, terkadang kita meremehkan sesuatu, entah itu penyakit atau kesulitan yang menimpa orang lain sampai kemudian kita merasakannya sendiri. Demikianlah sebagian masyarakat kita saat ini memposisikan diri, memandang remeh, menganggap sepele ganasnya virus ini dan perjuangan para tenaga medis.
Semoga unggahan pak wali kota ini bisa membuka mata dan hati kita.
---
Sumber Referensi:
www.liputan6.com
Tag : ,

Dapat Bantuan Beras Karena Imbas Corona, Warga Padang Malah Tolak Rame-rame. Alasannya Menampar

Di tengah masa-masa sulit saat ini beberapa daerah sudah menerima bantuan yang disalurkan pemerintah berupa bahan pangan. Perhatian pemerintah ini tentu disambut gembira oleh masyarakat.
Namun, ada yang berbeda di Sumatera Barat. Bukan satu dua, tapi ratusan warga Agam diketahui mengembalikan beras bantuan yang mereka terima.
Aksi pengembalian beras bantuan di tengah pandemi virus corona oleh warga Agam, Sumatera Barat ini seketika menjadi sorotan. Ada apakah?

Referensi pihak ketiga
Aksi yang menjadi sorotan ini terjadi di kecamatan Malalak. Di sana masing-masing kepala keluarga dengan kriteria yang telah ditentukan berhak mendapat bantuan berupa 10 kg beras.
Alih-alih dengan bahagia menerima bantuan tersebut, ratusan warga justru dengan sukarela mengembalikan beras bantuan yang mereka terima. Tentu bukan karena ada persoalan atau bentuk protes warga kepada pemerintah, sebaliknya ada alasan mulia dari aksi pengembalian bantuan tersebut.
Ya, warga kecamatan Malalak, kabupaten Agam merasa bahwa mereka masih berkecukupan sehingga merasa tidak berhak mendapatkan bantuan tersebut. Mereka memilih mengembalikan bantuan beras tersebut sehingga bisa disalurkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
"Ada sekitar 130 kepala keluarga yang mengembalikan beras 10 kilogram ke kecamatan. Mereka ingin berbagi," kata Camat Malalak Riki Eka Putra saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).
Menurut Camat setempat, tercatat ada 1,3 ton beras yang terkumpul kembali dan selanjutnya akan disalurkan kepada mereka yang memang membutuhkan.

Referensi pihak ketiga
Inisiatif warga Agam untuk mengembalikan beras tersebut sangat pantas diapresiasi. bagaimanapun kita tak menutup mata bahwa di banyak daerah lain kita melihat orang-orang yang sengaja memalsukan data agar bisa memperoleh bantuan pemerintah dan mengabaikan orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.
Semoga kebaikan warga Agam ini bisa menyentuh hati kita. Jika semua orang berjiwa seperti mereka maka tak ada lagi yang namanya bantuan salah sasaran.
---
Sumber Referensi:
Kompas.com

Jadi Istri Suka Ngambek? Hati-hati Jangan Ucapkan Kalimat Begini Ya, Ancamannya Neraka!

Islam adalah agama yang paripurna. Memberi pedoman dalam beragam lini kehidupan, termasuk urusan komunikasi suami istri.
Sebagai wanita, dengan tabiat dasar banyak mengikuti perasaan, maka banyak romantika yang bisa terjadi. Kita mungkin pernah mendengar atau bahkan berucap sendiri kalimat-kalimat semisal berikut ini:
“Abang TIDAK PERNAH sayang sama saya”
“Mas TIDAK PERNAH kasih saya hadiah”
“Akang TIDAK PERNAH cinta dan romantis sama aku”

Referensi pihak ketiga
Terdengar biasa ya? Namun ternyata memiliki konsekuensi berat yang berujung neraka. Kita mungkin sudah mengetahui bahwa kebanyakan muslimah masuk neraka bukan karena kurang ibadah namun karena mengingkari kebaikan suaminya.
Dari ustadz Raehanul Bahraen melalui laman Muslimafiyah.com dijelaskan bahwa kalimat-kalimat semisal di atas meski terkadang diucapkan dalam rangka ngambek, yang artinya hanya sekedar ingin mengajuk hati suami tetap saja tidak boleh diucapkan karena merupakan suatu bentuk pengingkaran terhadap kebaikan suami (tidak boleh berbohong meskipun bercanda).
Atau bisa jadi ucapan tersebut adalah ungkapan hati sebenarnya yang berangkat dari kurangnya rasa syukur di dalam hati atas kebaikan suaminya.

Referensi pihak ketiga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya,
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat MAYORITAS penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!”
Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami.”  [HR. Bukhari dan Muslim]
Ustadz Raehanul Bahraen juga menjelaskan kalimat 'Tidak pernah Cinta' dengan perkataan Nabi, “Sekiranya kalian (suami) senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka SEPANJANG HIDUPNYA, lalu ia (istri) melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali TIDAK PERNAH melihat kebaikan pada dirimu”.
Sebagai istri mari kita ingat terdapat ancaman keras bagi wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya,
“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya." [HR. An-Nasa’iy, Ash-Shahihah 289]
Maka hendaknya kita menyadari bahwa tidak semua suami bisa romantis dengan kata-kata. Ada yang membuktikan cintanya dengan sikap, perhatian dan perlindungan juga kerja kerasnya menghidupi keluarga.
Sebaliknya, para suami perlu memahami tabiat wanita yang 'bengkok'. Maka perlu diluruskan dengan lemah lembut, karena jika terlalu keras akan mematahkannya dan jika dibiarkan niscaya ia akan selamanya bengkok.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
muslimafiyah.com/mengingkari-kebaikan-suami-salah-satu-penyebab-terbanyak-wanita-masuk-neraka.html

Tag : , ,

Kisah Mencekam Dari Perawat Italia, Mau Indonesia Begini?

Corona menciptakan beragam kisah, pilu, haru sekaligus penuh hikmah. Kisah berikut semoga membuka mata hati kita yang selama ini masih meremehkan virus Covid-19.

Referensi pihak ketiga
Adalah Paolo Miranda, seorang perawat di rumah sakit di Cremona, kota kecil di wilayah Lombardy, Italia. Rumah sakit ini merupakan pusat perawatan pasien wabah virus corona.
Puluhan ribu orang telah terinfeksi virus itu dan ratusan di antaranya meninggal setiap hari. Berada di pusat wabah, Paolo bersama rekan-rekannya bekerja shif selama 12 jam tanpa henti selama sebulan terakhir.
"Kami adalah profesional, tetapi kami kelelahan. Saat ini, kami merasa seperti berada di parit dan kami semua takut," kata Paolo Miranda seperti diberitakan BBC, Selasa (24/3/2020).
Paolo yang kebetulan suka mengambil foto, memutuskan untuk mendokumentasikan situasi suram di dalam unit perawatan intensif. Ia berkata tak akan pernah bisa melupakan apa yang terjadi, dan baginya gambar akan menceritakan lebih banyak ketimbang kata-kata.
Ia ingin menunjukkan pada dunia, kekuatan rekan-rekannya, para awak medis yang menjadi garda terdepan perang melawan pandemik Covid-19, sekaligus kerapuhan mereka sebagai manusia biasa dengan beragam tekanan dan juga tanggung jawab.

Referensi pihak ketiga
Italia melaporkan lebih 5 ribu kematian selama sebulan terakhir. Dan ini merupakan kematian tertinggi di dunia akibat serangan virus Corona. Maka bayangkan saja 'kegilaan' apa yang dirasakan para pejuang di garda depan.
"Suatu hari, tiba-tiba salah seorang kolega saya mulai berteriak dan melompat-lompat di koridor. Dia telah diuji virus corona, dia baru tahu bahwa dia tidak terinfeksi. Dia biasanya sangat tenang, tetapi dia takut, dan tidak bisa menahan rasa lega. Dia hanya manusia," kisah Paolo.
Para perawat ini merasakan jatuh bangun, hancur, putus asa, bahkan menangis karena tak berdaya menyaksikan pasien yang tak terselamatkan. Namun, mereka saling menguatkan, "Kami akan bercanda, membuat mereka tersenyum, dan bahkan tertawa - kalau tidak, kami akan kehilangan akal sehat."

Referensi pihak ketiga
Sembilan tahun menjadi perawat, tentunya Paolo telah terbiasa melihat banyak kematian. Namun wabah Corona menciptakan kengerian yang tak terlukiskan. Selama pandemi ini, ia melihat begitu banyak orang mati sendirian.
Jika biasanya, kematian pasien dikelilingi oleh orang-orang tercinta, maka berbeda dengan pasien Corona. Kematian mereka kematian yang sepi, tak ada sanak keluarga, kerabat, dan sahabat. Bahkan bagi mereka tak bisa dilangsungkan pemakaman yang layak. Semuanya dilarang demi menghindari penularan virus corona.
"Kami merawat semua orang ini dengan virus yang pada dasarnya membuat mereka ditelantarkan. Mati sendirian adalah hal yang sangat buruk, saya tidak berharap itu terjadi pada siapa pun." dengan pilu Paolo mengisahkan.
Hingga kini, pasien masih terus bertambah setiap hari. Rumah sakit kewalahan, tak ada ranjang yang cukup, awak medis semakin terbatas dan nyaris mencapai batasnya, mereka kelehan, sangat. Situasinya masih belum membaik hingga saat ini.
"Saya tidak melihat 'cahaya di ujung terowongan' untuk saat ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya hanya berharap ini berakhir." Ungkap Paolo.

Referensi pihak ketiga
Kondisi Italia bisa saja menjadi kondisi Indonesia beberapa waktu ke depan. Mari jaga diri kita, keluarga kita, bangsa kita. Tetaplah di dalam rumah, karena jika wabah makin meluas, Indonesia akan mengalami kondisi yang mungkin jauh lebih buruk dari kondisi Italia saat ini.
Semoga Allah menurunkan rahmat dan pertolonganNya bagi kita semua.

Referensi pihak ketiga
Sumber Referensi:
Bbc.com

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -