Search This Blog

Powered by Blogger.

Archive for 2021

Jangan Mencela, Bahkan Pada Orang Yang Pantas Dicela!

 JANGAN MENCELA, BAHKAN PADA ORANG YANG PANTAS DICELA!

Ditengah kecamuk ujian demi ujian yang semakin merata di pelosok negri, tak salah jika kita berharap bahwa pemimpin mampu benar-benar bertindak menjadi pengayom masyarakat.
Namun, saat kenyataan tak semanis janji-janji tak semestinya kita kecewa membabi buta hingga latah mencela.



Sejarah mencatat Al Hajjaj bin Yusuf pernah berkuasa dengan kejam. Ia disebut-sebut bertanggung jawab atas tumpahnya darah ribuan jiwa.
Namun, saat Muhammad bin Sirin (salah satu ulama tabi'in) mendengar seseorang mencela al-Hajjaj bin Yusuf, ia mengingatkannya dengan berkata:
“Di akhirat nanti, dosa terkecil yang pernah kau lakukan lebih berat bagimu dari dosa terbesarnya al-Hajjaj. Ketahuilah bahwa Allah itu Maha Bijaksana dan Maha Adil. Kalau Allah menyiksa al-Hajjaj atas kezalimannya terhadap orang lain, pasti Allah juga akan mengadzab seseorang yang menzalimi al-Hajjaj. Karena itu, jangan sibukkan dirimu dengan mencela seorang pun.”

Pemimpin zalim akan dihisab sebagaimana kita akan dihisab.
Pemimpin zalim akan mempertanggungjawabkan kezalimannya, sebagaimana kita juga akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan kita, termasuk celaan-celaan yang kita lontarkan bahkan saat kita dizalimi.

Normatifnya orang beriman tentu meyakini Kemahaadilan Allah Ta'ala.
Namun, hawa nafsu kerap sukar dikalahkan hingga kita bisa saja terjerumus pada kesalahan-kesalahan berulang, termasuk urusan cela mencela, baik itu pemimpin ataukah sesama rakyat jelata.
Allahu musta'an

#Catatan ini kutuliskan terutama sebagai pengingat bagi diriku sendiri.

Apa Yang Kau Pikirkan Setiap Melihat Matahari Terbit di Pagi Hari?

 APA YANG KAU PIKIRKAN SETIAP MELIHAT MATAHARI TERBIT DI PAGI HARI?

Matahari yang terbit setiap pagi adalah matahari yang sama, namun selalu memberi rasa dan panorama berbeda. Entah kenapa.



Aku kerap teringat bagaimana matahari meminta izin kepada Allah Ta'ala untuk terbit dari Timur setiap harinya. Sampai kemudian akan tiba suatu waktu, dimana Allah memerintahkan Matahari untuk terbit dari tempat tenggelamnya.
Dan, matahari pun terbit dari Barat.

Saat itu, kiamat benar-benar di depan mata.
Manusia yang belum beriman berbondong-bondong menyatakan keimanan karena akhirnya meyakini datangnya kiamat.
Manusia beriman yang sebelumnya menyia-nyiakan amal shalih seketika bertaubat dan bergegas beramal.
Lantas, apakah keimanan dan taubat mereka saat itu diterima?

Sayangnya, tidak.
Keimanan dan taubat tidak lagi berguna karena dilakukan di saat terpaksa.
Kecuali, bagi orang-orang beriman yang sebelum matahari terbit dari Barat memang telah beriman dan beramal shalih.

Bagiku, dalam setiap pesonanya, matahari yang terbit dari Timur selalu mengingatkan untuk segera mentaubati dosa-dosa, karena siapa yang bisa menjamin esok hari ia masih terbit dari tempat yang sama.
Bagaimana denganmu?

Kemarahanmu, Karakter Aslimu?

 

Kata orang jika ingin melihat karakter asli seseorang lihatlah sikapnya ketika marah.
Jika kemarahan menghilangkan adabnya, maka demikianlah karakter aslinya.
Benarkah demikian?



Pada dasarnya marah adalah tabiat manusiawi, sehingga tidak terlarang, bahkan ada marah yang bernilai ibadah, yakni marah karena Allah.
Pun demikian kemampuan mengendalikan amarah nyatanya adalah perkara berat sehingga tak heran memiliki keutamaannya sendiri.
Nabi sholallahu 'alaihi wasallam pun mengatakan "Orang hebat bukanlah orang yang selalu menang dalam pertarungan. Orang hebat adalah orang yang bisa mengendalikan diri ketika marah. "
Nabi juga mengabarkan bagaimana Allah Ta'ala kelak akan membanggakan orang-orang yang berusaha menahan amarahnya padahal dia mampu meluapkannya, di hadapan seluruh makhluk.
MasyaAllah, siapa tak ingin menjadi orang yang dibanggakan Allah Ta'ala?

Namun, seringnya kemarahan membuat kita lupa diri sehingga lupa dengan semua teori yang kita ketahui. Bahkan pada doa pendek yang sangat tidak asing kita dengar:
"A'uudzu billahiminassyaithanirrajiim"
-Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk-
Inilah doa yang diajarkan Nabi sholallahu 'alaihi wasallam untuk menghilangkan rasa marah dalam diri kita.

Maka bagaimana saya tak salut, pada orang-orang yang ketika ia marah, ia menahan lisan dan tangannya dengan kuat.
MasyaAllah...
Semoga Allah Ta'ala mudahkan kita semua untuk mengendalikan diri, sehingga kita tak menyesali hal-hal yang kita ucap dan lakukan dalam kemarahan.

------- Tanah Grogot, 05 Januari 2021

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -