Search This Blog

Powered by Blogger.

Showing posts with label Rupa-rupa. Show all posts

Biar tekor asal kesohor

Pernahkah anda mendengar teori Maslow? konon katanya tingkat tertinggi dari kebutuhan hidup manusia, adalah aktualisasi diri. Artinya, berdasarkan teori ini manusia perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya sebelum naik ke tingkat selanjutnya dan selanjutnya lagi.
Kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan kemudian barulah aktualisasi diri.
.
Benar tidaknya teori tersebut, mungkin masih menjadi perbincangan hingga hari ini, namun di zaman now  kebutuhan aktualisasi diri rupanya setara kebutuhan dasar manusia.
orang-orang butuh sekali menunjukkan "who am i", mereka butuh diakui, butuh merasa dibutuhkan oleh orang lain (beeing needs). Jadi tak peduli kau cukup makan atau tidak, yang penting eksis dulu. Tak peduli seberapa banyak hutang, yang penting mewah dulu, tak masalah tekor yang penting kesohor.
Kau butuh menjadi jagoan, bahkan jika itu sekedar drama satu babak.
see? .
Bahkan orang awam bisa menyimpulkan, bahwa ini adalah gejala penyakit mental.
Dalam tataran personal, maka hal ini menjadi lebih sederhana, karna akibat dan tanggung jawab tak akan menyambar kemana-mana, selain berpulang ke diri pribadi.
Sialnya (upsss) urusan ini bisa jadi bukan hanya urusan personal tapi merambah ke segala instansi bermacam rupa.
.
How? saat kau dipimpin oleh manusia bergejala serupa.
.
Finally, aku teringat tulisan dr. Raehanul Bahraen " Hiduplah sesuai kemampuan jangan sesuai kemauan!" .
. .
catatan dini hari untuk @30haribercerita #30haribercerita
#30hbc1803

Nail art alami

"ummi, ini nail art ya?" tanya Amma sambil menunjuk inai ditanganku yang warnanya sisa separuh. "seperti bendera merah putih" katanya lagi.

"ehm,  ummi kaget ni kaka tau soal nail art     segala. Apa sih itu???" tanyaku padanya.

"yee ummi,  itu loh seni menghias kuku dari Jepang." jelasnya dengan gaya sok tau.

"kaka tau dari mana???" tanyaku penasaran.Meski sudah menduga. Beberapa waktu lalu ia meminta izin untuk mendownload game nail art.

"yaa dari game lah..." katanya sesuai dugaanku.

"jadi,  gimana bikin bendera merah putih di kuku ummi itu??" tanyanya penasaran.

Ummi pun menatap kuku-kuku di tangan sambil tersenyum.
"ini mah nail art alami kak. Cukup pakai inai biarkan beberapa minggu. jadi deh kayak bendera. "

"huuuu....itu sih bukan nail art mi,  tapi inai ummi perlu ditambahin." katanya dengan gaya menyebalkan.

Btw,  bicara soal inai. Inai merupakan salah satu pewarna alami yang banyak manfaatnya. selain mempercantik kuku,  inai juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kuku. Dan tentu saja karena sifatnya yang meresap,  inai aman digunakan ketika berwudhu,  ia tidak menghalangi meresapnya air wudhu ke kulit.

Belakangan inai tidak hanya digunakan di kuku,  tapi juga menjadi bahan untuk menghias kulit. Henna art. Bisa dibilang menyerupai tatoo non permanen. Tidak hanya digunakan di pernikahan,  henna sudah mulai sering digunakan sebagai perhiasan sehari-hari kaum wanita.

Nah,  kalau soal nail art, mungkin bisa dicoba dimasa-masa haid jadi tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Tips menghadapi batuk pilek

Gambar dari sini
Musim Penghujan bukan hanya musimnya kodok bersuka cita, tapi juga identik dengan musimnya batuk pilek. Bagi orang tua yang memiliki anak kecil, kondisi ini pasti sedikit merepotkan.

Begitu pun saya, memiliki tiga orang anak dengan rentang usia 8 tahun, 5 tahun, serta 2,5 tahun membuat saya harus ekstra waspada tatkala musim batuk pilek melanda. Terlebih ketiga anak saya memiliki bakat asma, yang cenderung kumat saat musim tak bersahabat.

Menghadapi pergantian musim, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan demi meminimalisir batuk pilek menimpa anggota keluarga kita.

1. Bawang merah
Bawang merah sebagai salah satu rempah-rempah ternama tentu tidak asing bagi kita. Baunya yang khas ternyata memiliki  fungsi sebagai katalis untuk mengeluarkan cairan dan membersihkan hidung ketika flu. Caranya sangat mudah, bagi dua sesiung bawang merah, letakkan di bawah hidung  dan hiruplah aromanya sekitar 5 menit.

Bawang merah juga bisa menetralisir virus di udara, caranya iris-iris beberapa siung bawang merah letakkan di sebuah mangkok bersih, lalu letakkan di pojok ruangan. Gantilah irisan bawang merah tadi setiap 3 hari sekali. Hal ini juga sangat efektif untuk mencegah penularan virus flu pada anggota Keluarga lain.

2.Terapi uap
Ketika terserang flu, anda juga bisa mencoba cara ini. Ambil sebaskom air panas, campurkan minyak kayu putih, jahe, kunyit, dan rempah lainnya. Tempatkan wajah anda di atas baskom tersebut agar uap panas terhirup. Jangan terapkan cara ini pada anak yang masih terlalu kecil, karena bisa saja tanpa sengaja ia justru menumpahkan air panasnya.

3.Madu dan Jeruk Nipis
Ramuan ini sangat bermanfaat untuk melegakan batuk pilek pada anak-anak. Cara membuatnya juga mudah. Campurkan 3 sampai 4 sendok madu kedalam segelas air hangat campurkan dengan sedikit perasan jeruk nipis. Atau bisa juga dicampurkan pada teh hangat atau juice buah.

4.Meningkatkan imunitas 
Menngkatkan imunitas adalah cara tertepat untuk melawan virus. bisa dengan memperbanyak minum air putih, Mengkonsumsi makanan bergizi, memperbanyak asupan buah dan sayur, dan mengurangi makanan-makanan mengandung gula serta berpengawet.

Selamat mencoba!!!



Cantik dengan madu

Semua orang,  khususnya wanita pasti mendambakan kulit cantik dan sehat. Maka tak heran jika produsen produk kecantikan berlomba-lomba memasarkan produknya bahkan dengan iming-iming cantik secara instan.

Tentu kita mahfum,  tidak sedikit dari produk kecantikan tersebut yang mengandung zat kimia berbahaya. Padahal di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa menunjang kecantikan kulit dan wajah. Memang sih,  perlu sedikit usaha dalam mengolahnya,  tapi sebandinglah dengan hasil jangka panjangnya. Ingat ya, produk-produk yang menjanjikan hasil instan itu jelas bahayanya!!!

Salah satu bahan alami yang familiar digunakan sebagai perawatan kecantikan kulit dan wajah adalah madu.

Siapa tak kenal madu, salah satu produk alam yang kaya manfaat,  tidak hanya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh,  ternyata madu juga berkhasiat untuk merawat kecantikan kulit dan wajah.
Madu bisa dipakai langsung sebagai masker alami,  bisa pula dimix and match dengan bahan lainnya sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.

Berikut adalah beberapa resep mix and match madu sebagai perawatan kecantikan yang sudah pernah saya coba:

1. Madu

Madu efektif untuk menghentikan peradangan jerawat. Cukup oleskan madu pada jerawat, diamkan 15 menit dan bilas dengan air hangat.

2. Madu dan Jeruk Nipis
Perpaduan Madu dan Jeruk Nipis efektif untuk melembabkan serta mencerahkan kulit wajah. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Siapkan satu sendok madu, campurkan dengan perasaan jeruk nipis (resep aslinya menyebutkan satu buah jeruk nipis, tapi saya sendiri menggunakan hanyanya seiris kecil) oleskan pada wajah, tunggu hingga kering danbilas dengan air hangat.

3.Madu dan susu
Saya sangat suka efek wajah pasca menggunakan campuran madu dan susu sebagai masker, wajah jadi terasa kenyal dan lembab. Susu yang saya gunakan adalah susu bubuk instan, cukup sesendok. Larutkan dengan sedikit air agar menyerupai pasta, lalu campurkan dengan sesendok madu. Oleskan ke wajah dan bilas air hangat ketika masker mengering.

4. Madu dan Tomat
Campuran Madu dan tomat ini sangat bermanfaat untuk jenis kulit berminyak.  Pure tomat itu daging tomat yang dihaluskan, campurkan dengan sesendok madu, aduk rata. Oleskan diwajah sampai kering. Bilas dengan air hangat.

5. Madu dan minyak Zaitun
Campurkan satu sendok mdu dengan satu sendok minyak zaitun, aduk rata. oleskan di wajah hingga sekitar 15 menit. Bilas dengan air hangat. Jika digunakan rutin ramuan ini efektif untuk mencerahkan wajah dan mengecilkan pori-pori kulit.

6. Madu dan buah
Madu juga sangat baik digunakan sebagai masker dengan menambahkan buah-buahan yang sesuai.
Campuran buah yang biasa saya kombinasikan dengan madu adalah pisang, pepaya, dan alpukat. Masker Madu dan pisang yang dihaluskan sangat bermanfaat untuk mengangkat sel-sel kulit mati, mengencangkan dan juga menghaluskan wajah. Masker Madu dan pepaya yang dihaluskan juga sangat efektif untuk mencerahkan kulit. Masker Madu dan alpukat efektif untuk melembabkan kuit yang cenderung kering.

Dan masih banyak lagi mix and match masker alami berbahan madu.
Sebenarnya kulit saya cenderung normal, jadi menggunakan mix and match beragam bahan alami so far is so good ^_^

Dari hasil googling, saya menemukan cara tepat untuk menggunakan masker. Kalau kamu malas googling berikut saya bagi tipsnya:

Sebelum menggunakan masker alami, cuci bersih muka menggunakan cleanser atau sabun muka yang biasa kamu gunakan, keringkan dengan handuk lembut, jangan digosok tapi ditepuk-tepuk lembut. Setelahnya siapkan mangkuk yang diisi air panas, uapkan wajah menggunakan air tersebut sekitar 5 menit, ini efektif untuk membuka pori-pori wajah. Jika berkeringat, keringkan wajah dengan tisu atau handuk lembut, kemudian apply masker di seluruh wajah, hindari bagian mata dan bibir. Setelah masker kering, cuci bersih dengan air hangat. setelahnya gosok lembut wajah dengan es batu, ini berguna untuk menutup kembali pori-pori wajah, atau bisa juga mencuci muka saja dengan air es. 

Menggunakan Masker alami memang tidak memberikan efek instan, namun dengan penggunaan rutin dan telaten, insyaallah kulit sehat dan cantik secara alami bisa kita miliki.

Mau mencoba???


Mahmud Abas, krisis pede di tengah lautan fasilitas.

Sok sibuk di dunia nyata,  membuatku terkaget-kaget ketika mendapati newsfeed di akun jejaring sosialku ramai menggosipkan si Mahmud Abas.

Asli berasa kudet sekali, karena sepanjang ingatanku tak ada 'seleb' (baik dari kalangan politikus,  entertainment,  hingga seleb fesbukiyun) yang bertajuk Mahmud Abas,  kalau Farhat Abas sih saya tau @_@

Ditambah lagi diberitakan sepak terjang si Mahmud Abas ini luar biasa aktif. Di mana ada perang  antar ibu,  entah itu masalah full mom vs working momhomemade Mpasi vs instan made food, Asi vs suforlahiran normal vs caesar,  pro kontra imunisasi,  sampai soal dukun apa dokter,  si Mahmud Abas ini senantiasa di sebut-sebut.

Sempat terpikir,  jangan-jangan si Mahmud Abas ini rekannya si Yugo the negotiator, yang kerjaannya negosiasi pelepasan sandera dalam kasus-kasus penculikan. yah paling tidak in my small mind,  aku berpikir si Mahmud Abas ini memang saudaraan juga sama pengacara seleb FA itu,  trus doi lagi kerja sosial buat mediasi ibu-ibu yang sibuk war ini itu.

Lain waktu,  aku berpikir lagi Mahmud Abas ini bisa jadi serikat baru entah dengan misi apa. Karena tak sedikit kawan-kawan di jejaring sosialku yang mengklaim dirinya sebagai golongan Mahmud Abas. Nah loh???

Tawananku yang cerdas...

image from: klik di sini
“Kaka udah sholat ashar belum???” demikian pertanyaan rutin saya kepada si sulung setiap saya pulang kantor di sore hari.

Meski ia hampir selalu menjawab sudah, entah mengapa saya masih terus menanyakan pertanyaan yang sama di setiap harinya.

Beberapa hari yang lalu, mendapati pertanyaan yang sama ia menjawab “Sudaaaah ummiiiii, biasanya juga sudahkan??? Kenapa sih tiap pulang nanya gitu, nggak percaya banget sama anaknya. Coba sih mi, nanya yang lain gitu.” Dia menjawab dengan nada yang sedikit terdengar bete.

“Hahaha…bukan nggak percaya sayang, hanya memastikan. Siapa tau kaka keasyikan main trus lupa sholat. Kan ummi cuman ngingetin. ”

“Yaela mi, masa sih Amma sampe lupa sholat cuman gara-gara main.” Jawabnya dengan gaya yang nggak pernah lupa sholat -padahal kalau hari minggu terkadang umminya harus jejeritan buat ngingetin sholat-

Jujur saja, mendengar protesnya hari itu saya jadi mengkaji ulang sikap saya terhadapnya, sulung saya, yang kurang beberapa bulan lagi akan berusia 9 tahun. Kadang saya lupa waktu dan terus menganggapnya anak kecil, sehingga bersikap over  protectif dan menjaganya seolah bayi yang baru belajar merangkak.

Saya juga jadi memikirkan kata-katanya, memangnya ibu-ibu pada umumnya nanya apa sih ketika pulang kantor???

Lagian pertanyaan rutin saya itu hanya turunan dari metoda pendidikan yang kami  -aku dan suamiku- terapkan kepada anak-anak kami kok. 

Merujuk metoda pendidikan yang dijabarkan shahabat Ali bin abi thalib radiyallahu anha, usia 9 tahun itu masuk kategori 7 tahun kedua (usia 7-14 tahun) dimana anak dididik seolah tawanan.

Tawanan????

Ya, tawanan. Dalam Islam kedudukan tawanan itu tetap terhormat loh. Ia mendapatkan haknya secara proporsional, tapi juga dikenai berbagai larangan serta kewajiban. Di usia inilah anak belajar kedisiplinan. Waktunya mereka mengetahui hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah Ta’ala. Kewajiban sholat, berpuasa Ramadhan, menjaga pergaulan, batasan aurot, dan semisal, seyogyanya di ajarkan di usia ini.

Konon katanya, di usia ini anak sudah paham arti tanggung jawab dan konsekuensi tentang suatu hal. Hal-hal yang kita disiplinkan di masa-masa ini, itulah yang akan menjadi kecenderungan mereka kelak dewasa. Jadi, hingga usianya 14 tahun sepertinya pertanyaan uminya belum akan berganti tuh ^_^

Dalam kasus Amma, Alhamdulillah, selama kolokannya tidak kumat, ia cenderung memahami itu semua dengan baik. Ia sudah paham mengenai konsep halal-haram, wajib-sunnah-haram-makruh, dan lainnya. Nah dalam kasus kolokannya kumat, seperti anak-anak lainnya ia akan bersikap pura-pura tidak tahu, sekali-kali minta dipaksa untuk melakukan kewajiban rutinnya, dan kadang kala dengan sengaja atau tidak ia mengabaikan hal-hal tersebut.

Terlebih, didukung minat bacanya yang nyaris menyaingi umminya ini, nalarnya kadang memproses premis-premis yang membuatnya menang ketika bernegosiasi dengan aturan yang diterapkan umminya. 

Seperti suatu malam, tiba-tiba ia bertanya “Ummi, ummi pilih mana anak yang berguna di dunia apa di akhirat?” 

Saya jelas waspada, mengingat track recordnya selama ini. Maka saya pun menjawab “berguna dunia akhiratlah.”

“iyalah, tapi lebihnya yang mana? Lebih berguna di dunia apa di akhirat???” tanyanya lagi dengan nada yang lebih mendesak.

“Yaaa, di akhiratlah….”

 Ini jawaban ummi belum selesai, ia langsung memotong dengan sangat cepat dan fasih:
“Naaah….itu makanya. Amma ini insyaallah berguna loh di akhirat. Amma akan doain ummi, trus insyaallah juga bisa bawa ummi dan keluarga kita ke syurga, amma kan menghafal Qur’an. Makanya kalu kadang Amma malas bantuin kerjaan rumah itu nggak seberapalah ya. Kan itu cuman urusan dunia.”

Ckckckck…..alangkah cerdas tawananku yang satu ini...*_*

Ok, whateverlah nak. Yang pasti teruslah bertumbuh menjadi gadis sholehah….!!!


Putri api versus putri gentong

"Ummi ayo cerita lagi...", desak putri keduaku sesaat sebelum ia bersiap memejam mata.

" okeeh....cerita apa kita malam ini?" Aku menjawab dengan semangat yang masih full charged.

"Itu loh mi, lanjutan Putri api dan putri gentong...." jawabnya semangat. Sayangnya, jawaban penuh semangat itu dibalas dengan kebengongan si emak "cerita apaan tuh?" 

"yaaah...ummi payah deh,  yang ceritakan ummi,  masa lupa? padahal ceritanya seru tau." 

wew,  si putri dah cemberut aja,  sementara emaknya  garuk-garuk kepala yang mendadak jadi gatal.

Melihat tingkat kemajuan bibir mungilnya,  sepertinya ingat tidak ingat, itu kisah musti berlanjut.

Syukurlah,  si kakak yang sedari tadi cuek bebek mendadak bersuara,  "itu loh mi,  cerita putri-putrian,  yang menyindir kita-kita ini. putri api tuh si rofi yang selalu kepanasan dan marah-marah.kalu putri gentong itu ya siapa lagi anak ummi yang gendut kalu bukan Amma. trus,  putri api itu minta air sama putri gentong biar apinya padam, putri gentong mau ngasih tapi ada syaratnya gitu. makanya ummi itu kalu lagi cerita jangan pake ngantuk,  aneeeeeh tau ceritanya. ngaco gitu."

Ngik...ngook.....

Si emak nyaris ketawa ngakak,  itu kalimat panjang gitu,  diucapinnya dengan nada super lempeng dah. Matanya juga nggak beranjak dari lembaran-lembaran di tangannya.

Anyway,  ternyata emak-emak yang lagi ngantuk itu daya imajinasinya jadi keren gitu yak??? xixixi

Stop Komen...

Di sebuah grup, saya berkomentar:  "soal ekspresi keberislaman seseorang selama masing-masing punya hujjah sesuai Alqur'an Sunnah, yuk ah nggak usah saling mengomentari terlebih dengan komentar yang bertanda kutip."

Komentar saya tersebut terlontar lantaran si empunya grup memosting sebuah wacana terkait "hijrah"nya seorang artis berinisial TW. Sebagian postingannya begini:

kiki emoticon"Omong-omong soal hijrah, memang bisa dalam berbagai macam bentuk. Tetapi melihat hijrah ala TW saya malah merasa aneh. Kenapa? Karena hijrah yang hakiki itu soal akhlakul karimah (perilaku yang baik) dan hati (kejernihan jiwa). Ilustrasinya begini, laki-laki bisa saja memakai jubah sebagaimana orang Arab dengan maksud meneladani Nabi Saw, tetapi di saat yang sama Abu Jahal yang jahat pun juga memakai jubah. Jadi memakai jubah, berjenggot dan lainnya bisa berpotensi baik dan buruk.

Perhatikan kata-katamu !!!


Pagi ini, seorang kawan mengupdate status dengan kalimat yang wow, cetar, membadai (ahahai ini mah lebay). Kira-kira begini bunyinya : "Dulu aku R2, sekarang aku R1 (ini doaku)".

Oh ya, kalau kalian nggak tau R itu apa, sini deh aku bisikin. "R itu maksudnya Ratu". Ratu? Ya, Ratu. Ratu di mana? Ratu di hati suami dong. Nah kalau menilik angka di belakangnya 1, 2, dan seterusnya, mahfum dong, itu maksudnya ratu pertama, ratu kedua, dan seterusnya. Dengan kata lain istri pertama, istri kedua, dan seterusnya. Ahahai nggak usah shocklah, kawanku ini memang pelaku Ta'adud alias poligami kok.

Nah, kembali menyoal statusnya dengan kalimat yang demikian. Bermunculan komentar-komentar yang nggak kalah wow. Beberapa komentarnya kira-kira begini:
- "R2 memang kejam"
- "Aku menyimpulkan mba bukan madu yang baik karena ingin merebut posisi R1."
- "Anda mendoakan R1 anda berpisah dengan suami? atau mendoakan ia meninggal dunia?"
-dll

Aku sendiri memilih tak berkomentar, meski hatiku tersengat gatal-gatal ^_^. Ia yang kutahu tak demikian. Ia yang kutahu wanita sholehah, insyaa Allah.

Belakangan ia muncul dan merasa takjub akan banyaknya komentar di statusnya tersebut. Ia pun menjelaskan maksud statusnya. Dulu ia R2, sekarang ia sudah menjadi R1, dan doanya adalah agar ia bisa segera memiliki madu lagi. Ia pun menyatakan keheranannya, mengapa begitu banyak yang salah paham membaca statusnya. (Kamu, ya...kamu yang baca tulisanku ini, ngerti nggak maksud status temenku itu?xixixi)

Ahahai, sampai kemudian, status tersebut dihapus, aku menahan diri untuk tak berkomentar (secara komentarku juga nggak penting gitu loh^_^).  Intinya aku menulis ini sekedar reminder, terutama untuk diriku sendiri, bahwa sebuah maksud yang sama, disampaikan secara berbeda, bisa lewat tulisan, bisa melalui lisan, cenderung mengalami pergeseran makna yang signifikan ketika kita tidak memilih kata-kata kita dengan tepat. Bahasa tulisan, cenderung memiliki dampak ambigu ketika kita keliru meramu kalimat.

Nah, akhirnya waktu lima belas menitku usai, must back to jungle deh ^_^



*Edisi kangen ngisi blog ^_^

Mendadak sinetron...

Aku jarang menonton, sesekalinya menonton pun  menonton kartun, karena kebetulan mendampingi anak-anak yang memang punya waktu menonton.

Tiba-tiba beberapa waktu lalu, TV menyala di waktu yang tidak disepakati. Bisa jadi kerjaan si sulung atau bisa jadi ulah si nomer dua. Meski kemudian kedua-duanya justru sibuk membongkar mainan dan mewarnai ini itu.

Alhasil aku yang berniat mematikan TV justru terkesima dengan salah satu sinetron di salah satu stasiun TV swasta tersebut. Meski melihatnya sebentar, aku merasa ada yang berbeda dari sinetron tersebut. Akhirnya di waktu luang aku mensearchnya di Youtube.

Ah ya, pada akhirnya aku tau sinetron ini beda karena karakternya tidak terlalu hitam putih. Karakternya manusiawi. Tokoh baik bisa saja merasa kesal dan berbuat salah. Tokoh jahat ternyata masih punya hati dan nurani. Sinetron yang konon sudah 300 episod ini memang menyoal cinta-cintaannya anak muda tapi melihat beberapa scene aku sih tertarik.....wkwkwkwk.

Lepas dari aku yang mendadak penasaran dengan kelanjutan kisahnya, sinetron ini bukan jenis yang "mendidik" sih, tapi bisa dibilang udah gak drama bangetlah, pesan moril soal persahabatan, ketulusan, dan arti cintanya cukup tersampaikan. Tetep, aku tidak merekomendasikannya untuk ditonton wkwkwk.....

#catatangakpentingemakrempong *_*
Tag : ,

Lawan lemak dengan lemak!



Sejauh ini, aku tak pernah bermasalah dengan berat badan. Meski sebagai busui, pola makanku bisa dibilang maksimal. Aku juga tak menerapkan pola diet tertentu atau berpantang makan apapun. Selama halal dan thoyyib ya hayuk aja ^_^.

Mungkin ada kebiasaan yang belakangan baru kuketahui sebagai alasan kuat kenapa overweight tak menyerangku. Jadi, entah sejak kapan aku rutin mengkonsumsi minyak zaitun. Ya diminum begitu saja sesendok atau dua sendok setiap harinya. Aku juga suka ngemil dark chocholate. Dan sering mengkonsumsi alpukat sebagai juice kesukaan.

Beberapa waktu lalu, di salah satu stasiun TV swasta aku menyimak info kesehatan dengan tajuk “lawan lemak dengan lemak”. Jadi dijelaskan ada beberapa makanan yang mengandung lemak tinggi, tapi lemak yang dikandungnya adalah jenis lemak baik. Mengkonsumsinya secara rutin berpotensi besar menghilangkan lemak-lemak jahat ditubuh, terutama timbunan lemak di sekitar perut.

Ternyata 4 bahan makanan yang katanya mengandung lemak baik tingkat tinggi itu gak jauh-jauh dari cemilan keseharianku. Dan, anda yang ingin mencobanya sila mulai menjadikan makanan-makanan berikut sebagai cemilan harian:

Kacang almond
Dark chocholate

Alpukat

 
minyak zaitun










Tag : ,

Kenapa harus menjulurkan lidah saat periksa?




Ternyata benar punya anak yang terus bertumbuh itu menuntut kerja keras orang tua untuk semakin giat belajar.

Gara-gara sakit dan harus diperiksa dokter, Amma tiba-tiba bertanya “Mi, kenapa sih harus menjulurkan lidah saat periksa?”

Unguisasi kotaku


Hmmmm...jadi ingat, sekitar 3,5 tahun lalu waktu aku pulang ke kotaku, Tanah Grogot, sekarang Tana Paser. Ada yang berbeda menyambutku ketika memasuki wilayah ini. Apa pasal? Nuansa hijau yang dulu familiar sekarang tergantikan dengan ungu. Ya Ungu,  U-N-G-U, warna ngejreng yang  disebut-sebut juga sebagai warna janda itu. Saat itu mungkin hanya beberapa ruas jalan yang nuansanya ungu-putih begini.
Kebayang gak, kalu sepanjang jalan pemandangannya kek gini huehuehue...

Tapi, sekarang jangan  ditanya. Dari tugu masuk, rumah sakit, gedung-gedung pemerintahan, trotoar, sampai tiang lampu, huaaaa............
Gedung Pemkab Paser
Gambar dari www.antaranews.com

Bahkan sebuah telaga buatan di komplek Rumah Sakit pun dinamai dengan telaga ungu (syukurlah airnya gak berwarna ungu, fyiuuuuh....)

Telaga ungu


Telaga ungu dan kompleks Rumah Sakit

Belum lagi segala hotel atau sekolah-sekolah yang sekarang juga mulai terunguisasi. Bahkan mobil dinas untuk kecamatan-kecamatan, warnanya juga...UNGU.


Dulu....ada tuh gedung MTQ serba guna, warnanya senada dengan masjid Agung, HIJAU....iya Hijau yang menyejukkan pandangan itu. Tapi sekarang liat saja penampakannya:

tampak luar

tampak dalam


padahal dulunya begini:


Sepertinya gak kurang deh, semua itu. Baru-baru ini ada juga tuh usaha untuk mengunguisasi Masjid Agung di kotaku:


Syukurnya, berkat keberatan warga, unguisasi Masjid ini dibatalkan dan bagian yang sudah sempat terunguisasi itu sudah kembali menjadi HIJAU.....Alhamdulillah ^_^ 





Masjid Agung Nurul Falah



Meski kabar-kabarinya sih unguisasi mungkin masih akan terus berlanjut, yang pasti aku bersyukur kantor tempatku bekerja adalah Kementerian pusat yang itu berarti kantor kami akan terhindar dari unguisasi gedung pemerintahan daerah. Gak kebayang deh kerja di lingkungan yang serba ungu, bisa tuing-tuing berat aku ^_^.

Dan, sejujurnya aku bertanya-tanya loh. ada apa sih dibalik unguisasi kota ini. 

Ada yang bilang itu karena ungu adalah warna favorit bapak Bupati. Haaa....gak segitunya juga kali.

Ada lagi yang bilang unguisasi itu terjadi sejak istri beliau meninggal, hmmm...rasanya gak tepat juga deh. Istri beliau baru tahun kemarin meninggal sementara unguisasi udah sejak taon kapan gitu.

Ada juga yang bilang ungu itu warna perpaduan semua partai. Hmmm emang kuning, biru, hijau, merah dijadiin satu berubah jadi ungu gitu?????

Yaa.....bagiku misteri unguisasi ini belum terjawab. Mungkin kamu tau????? 




Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -