Nasihat dan Renungan untuk para LGBT
🚧 Nasihat dan Renungan untuk Para LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual & Transgender) 💔
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ
🌴 “Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [Al-A’raf: 84]
✅ Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah berkata,
وكانت فاحشتهم التي كانوا يأتونها، التي عاقبهم الله عليها، إتيان الذكور
🔥 “Kekejian yang mereka lakukan, yang menyebabkan Allah menghukum mereka adalah melakukan hubungan sesama lelaki.” [Tafsit Ath-Thobari, 12/547]
✅ Allah jalla wa 'ala juga berfirman,
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
🌴 “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” [Hud: 82-83]
✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وَقَوْلُهُ: {وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ} أَيْ: وَمَا هَذِهِ النِّقْمَةُ مِمَّنْ تَشَبَّه بِهِمْ فِي ظُلْمِهِمْ، بِبَعِيدٍ عَنْهُ
🔥 “Firman Allah ta’ala, 'Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim' maknanya: Tiadalah siksaan itu jauh dari orang-orang yang MENYERUPAI mereka dalam kezaliman mereka tersebut.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/342]
✅ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
ولما كانت مفسدة اللواط من أعظم المفاسد، كانت عقوبته في الدنيا والآخرة من أعظم العقوبات
🔥 "Ketika mafsadat perbuatan hubungan sejenis itu termasuk sebesar-besarnya mafsadat maka hukumannya di dunia dan akhirat juga termasuk sebesar-besarnya hukuman." [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 260]
➡ Apa Hukuman Bagi Mereka di Dunia yang Wajib Ditegakkan Pemerintah?
✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وَقَدْ وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ الْمَرْوِيِّ فِي السُّنَنِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ مَرْفُوعًا "مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ".
وَذَهَبَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ فِي قَوْلٍ عَنْهُ وَجَمَاعَةٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ إِلَى أَنَّ اللَّائِطَ يُقْتَلُ، سَوَاءٌ كَانَ مُحْصَنًا أَوْ غَيْرَ مُحْصَنٍ، عَمَلًا بِهَذَا الْحَدِيثِ.
وَذَهَبَ الْإِمَامُ أَبُو حَنِيفَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ إِلَى أَنَّهُ يُلْقَى مِنْ شَاهِقٍ، ويُتبَع بِالْحِجَارَةِ، كَمَا فُعِلَ اللَّهُ بِقَوْمِ لُوطٍ، وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ.
🔥 “Dan telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab Sunnah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda),
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
🌴 “Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya.”
🔥 Mazhab Al-Imam Asy-Syafi’i dalam satu pendapat yang diriwayatkan dari beliau dan sekelompok ulama (mazhab lainnya) bahwa pelaku hubungan sejenis harus dihukum mati (oleh Pemerintah), sama saja sudah pernah menikah atau belum, sebagai pengamalan terhadap hadits ini.
🔥 Adapun Mazhab Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah hukumannya adalah dilempar dari tempat yang tinggi lalu disusul dengan lemparan batu, sebagaimana yang Allah lakukan kepada kaum Luth. Wallaahu subhanahu wa ta’ala a’lam bish showaab.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/342]
➡ Bahkan hukuman mati terhadap pelaku hubungan sejenis adalah kesepakatan seluruh sahabat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وأما اللواط فمن العلماء من يقول : حده كحد الزنا ، وقد قيل دون ذلك . والصحيح الذي اتفقت عليه الصحابة : أن يقتل الاثنان الأعلى والأسفل . سواء كانا محصنين ، أو غير محصنين . فإن أهل السنن رووا عن ابن عباس رضي الله تعالى عنهما ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط ، فاقتلوا الفاعل والمفعول به)
🌴 "Adapun hubungan sejenis (homoseks) maka diantara para ulama ada yang berpendapat hukumannya sama dengan zina, ada juga yang berpendapat selain itu. Namun pendapat yang benar serta disepakati oleh para sahabat adalah hukuman mati bagi kedua pelakunya, sama saja apakah keduanya sudah menikah atau belum. Karena para penyusun kitab sunnah telah meriwayatlan dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعَمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
🔥 'Siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya'.” [As-Siyaasah Asy-Syar'iyyah, hal. 138]
✅ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وَأَطْبَقَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلِهِ، لَمْ يَخْتَلِفْ مِنْهُمْ فِيهِ رَجُلَانِ، وَإِنَّمَا اخْتَلَفَتْ أَقْوَالُهُمْ فِي صِفَةِ قَتْلِهِ، فَظَنَّ النَّاسُ أَنَّ ذَلِكَ اخْتِلَافًا مِنْهُمْ فِي قَتْلِهِ، فَحَكَاهَا مَسْأَلَةَ نِزَاعٍ بَيْنَ الصَّحَابَةِ، وَهِيَ بَيْنَهُمْ مَسْأَلَةُ إِجْمَاعٍ لَا مَسْأَلَةُ نِزَاعٍ.
🌴 “Para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menerapkan hukuman mati atas pelaku hubungan sejenis, tidak ada dua orang sahabat yang berbeda pendapat dalam permasalahan ini, hanya saja mereka berbeda pendapat tentang cara membunuhnya, lalu sebagian orang mengira bahwa para sahabat berbeda pendapat dalam permasalahan hukuman mati atas pelakunya, kemudian mereka menukilnya sebagai permasalahan khilaf di antara sahabat, padahal permasalahannya adalah ijma’ (kesepakatan) sahabat bukan permasalahan khilaf.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 170]
🚧 Maka jelaslah bahwa para sahabat, sebaik-baik generasi umat ini, pemimpin para wali Allah, yang dibina langsung oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, yang paling mengerti hukum-hukum Islam, seluruhnya sepakat bahwa perbuatan itu hukumnya haram dan pelakunya harus diberikan hukuman maksimal, yaitu hukuman mati. Akan tetapi yang berhak memberi hukuman adalah Pemerintah, bukan masyarakat.
➡ Apa Kewajiban Kita Apabila Sahabat Telah Sepakat?
✅ Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
🌿 “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisa: 115]
✅ Asy-Syaikh Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,
وقد استدل بهذه الآية الكريمة على أن إجماع هذه الأمة حجة وأنها معصومة من الخطأ. ووجه ذلك: أن الله توعد من خالف سبيل المؤمنين بالخذلان والنار، و {سبيل المؤمنين} مفرد مضاف يشمل سائر ما المؤمنون عليه من العقائد والأعمال. فإذا اتفقوا على إيجاب شيء أو استحبابه، أو تحريمه أو كراهته، أو إباحته – فهذا سبيلهم، فمن خالفهم في شيء من ذلك بعد انعقاد إجماعهم عليه، فقد اتبع غير سبيلهم.
🌿 “Dalam ayat yang mulia ini terdapat pendalilan bahwa ijma’ umat ini adalah hujjah, dan bahwa ia maksum (terjaga) dari kesalahan.
➡ Sisi pendalilannya: Bahwa Allah telah mengancam siapa yang menyelisihi jalan kaum mukminin dengan ancaman kehinaan dan neraka.
🌿 Dan jalan kaum mukminin dalam ayat ini dalam bentuk mufrod mudhof (satu kata yang disandarkan) sehingga maknanya mencakup seluruh keyakinan dan amalan kaum mukminin, apabila mereka telah sepakat untuk mewajibkan sesuatu, atau mensunnahkannya, atau mengharamkannya, atau memakruhkannya, atau membolehkannya maka itulah jalan mereka, barangsiapa menyelisihi satu perkara saja setelah terjadinya ijma’ maka ia telah mengikuti selain jalannya kaum mukminin.” [Taisirul Kaarimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal. 202]
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَجْمَعُ أُمَّتِى عَلَى ضَلاَلَةٍ
🌿 “Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan umatku bersepakat di atas kesesatan.” [HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami’: 1848, Mukhtashor Al-I’lam bi Akhiri Ahkamil Albani Al-Imam: 305]
✅ Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
إذا اجتمعوا أخذنا باجتماعهم ، وإن قال واحدهم ولم يخالفه غيره أخذنا بقوله ، فإن اختلفوا أخذنا بقول بعضهم ولم نخرج من أقاويلهم كلهم
🌿 “Apabila mereka (sahabat) bersepakat maka kita ambil kesepakatan mereka, dan jika salah seorang dari mereka berpendapat dan tidak diselisihi oleh yang lainnya maka kita ambil pendapatnya. Apabila mereka berbeda pendapat maka kita tetap mengambil pendapat sebagian dari mereka, dan kita tidak boleh keluar dari seluruh pendapat mereka.” [Al-Madkhal ila As-Sunan Al-Kubro lil Baihaqi: 21]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
══════ ❁✿❁ ══════
kalimat cinta bagi para pecinta Al-Quran
💕Kalimat Cinta Bagi Para Pecinta Al-Quran🎀
👆🏻 Cukuplah satu ayat yang terlupa dari hafalan yang ada sebagai teguran keras dari Allah pada diri seorang penghafal Al-Qur’an.
💌 Teringat akan perkataan ustadz bahwa Al-Qur’an itu suci dan hanya mau melekat di hati orang-orang yang suci (selalu berusaha menjaga kesucian diri dari dosa dan kesalahan).
📒 Al-Qur’an itu sensitif dan sangat cemburu ketika ia tak lagi jadi prioritas dan tidak dijaga dengan baik.
💾 Hafalan yang benar-benar lancar tanpa cacat akan sangat terasa nikmatnya ketika kegiatan muraja’ah atau mengulang hafalan.
❓❓Lalu bagaimana seandainya yang terlupa tidak hanya satu atau dua ayat, tapi satu atau dua juz bahkan lebih?
Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks.
💔 Cukuplah itu sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan perilaku kita, ada yang salah dari manajemen waktu dan kesibukan, ada malam yang mungkin sering terlewatkan dari kegiatan menjaga Al-Qur’an, ada hati yang sering terlenakan, frekuensi muraja’ah dan tilawah yang tak berimbang, dan mungkin ada dosa dan kesalahan yang dilakukan.
📜 Evaluasi diri dan segera lakukan perbaikan bagaimanapun caranya agar Allah mengembalikan lagi kepercayaanNya pada diri kita.
🔐 Karena menghafal adalah sebuah proses perjuangan, ia tidak mungkin bisa diperjuangkan dengan ala kadarnya.
Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan.
🌨 Ya Allah jika nanti telah habis masa kami di dunia ini, ingin rasanya diri ini engkau panggil dalam kondisi husnul khatimah, dengan simpanan ayat-ayat Al-Qur’an yang sempurna, teramalkan, lagi terjaga dengan baik.
Allohumm Aamiin..
Hukum shalat jamaah
🔷Hukum Shalat Jamaah🔶
Hukum shalat jamaah adalah wajib bagi setiap mu'min(laki-laki) ✅ dan tidak ada rukhshah (keringanan) untuk me-ninggalkannya kecuali karena udzur (syari)⛔.Banyak hadits yang menjelaskan tentang kewajiban shalat jama’ah, di antaranya:
▶ Dari Abū Hurayrah,ia berkata:
“Ada seorang buta menemui Nabi seraya berkata: Wahai Rasulullah, saya tidak mempunyai seorang penuntun yang dapat mengantarku ke masjid (untuk ber-jama’ah), kemudian dia memohon kepada Nabi untuk memberikan keringanan kepadanya agar diperbolehkan shalat di rumahnya,dan Nabipun memberikan keringanan kepadanya. Namun tatkala orang buta tersebut hendak pulang, tiba-tiba beliau memanggilnya seraya bersabda:
هل تسمع النداء فى الصلاة؟ قال: نعم، قال: فأجب
🌾 “Apakah engkau mendengar panggilan adzan shalat? Dia menjawab: Ya, maka beliaupun bersabda kepadanya: Kalau begitu, penuhilah panggilannya!”🌾
📕 (HR.Muslim)
▶ Rasulullah bersabda:
أثقل الصلاة له على المنافقين صلاة العشاء و صلاة الفجر و لو يعلمون ما فيها لأتوهما و لو حبوا، و لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ثم أنطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار
🌿 “Shalat yang paling berat 🌀 bagi orang-orang munafik adalah shalat ‘Isya dan Shubuh. Padahal kalau seandainya mereka mengetahui 💡(pahala) yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak sekalipun. Aku pernah bertekad untuk mendirikan shalat, kemudian kuperintahkan salah seorang untuk mengimami shalat tersebut, kemudian aku bersama yang lainnya keluar sambil membawa beberapa ikat kayu bakar untuk mendatangi kaum yang tidak hadir dalam shalat jamaah.Kemudian setelah itu, aku bakar 🔥 rumah-rumah 🏡 mereka dengan api (kayu) tersebut" 🌿
📕 (HR.Bukhori & Muslim)
▶ Rasulullah bersabda :
ما من ثلاثة فى قرية و لا بدو لا تقام فيها الصلاة إلا قد استحوذ عليهم الشيطان، فعليكم بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية
🌴 “Tidaklah tinggal tiga orang (atau lebih) pada suatu desa ataupun dusun 🏡 kemudian mereka tidak mendirikan shalat (jama’ah), kecuali syetan 🔥 telah ber-hasil menguasai mereka. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh kepada jama’ah, karena sesungguhnya serigala hanya akan memakan domba yang sendirian" 🌴
📕 (HR.Ahmad & Abu Dawud)
▶ Rasulullah bersabda:
من سمع النداء فلم يأته فلا صلاة له إلا من عذر
🌻 “Barangsiapa yang mendengar👂🏻 seruan adzan kemudian tidak memenuhinya ⛔ kecuali karena udzur, maka tidak ada shalat baginya” 🌻
📕 (HR.Abu Dawud & Ibnu Majah)
▶ Ibnu Mas'ūd berkata:
“Barangsiapa yang bergembira 💖 untuk berjumpa dengan Allah sebagai seorang muslim pada esok hari ⛅, maka hendaklah dia menjaga shalat (lima waktu)nya ketika terdengar seruan 📢 (adzan)nya.Sesungguhnya Allah telah mensyariat-kan kepada Nabi kalian sunnah al-huda dan termasuk di dalamnya adalah shalat. Apabila kalian shalat (jamaah) di rumah-rumah 🏡 kalian sebagaimana orang yang tidak mengikuti jamaah dan shalat di rumahnya, maka berarti kalian telah meninggalkan 🚧 sunnah Nabi kalian. Dan apabila kalian telah meninggalkan ❌ sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat❗. Dan kami telah melihat bahwa tidak ada yang menyelisihi shalat (jamaah) kecuali seorang munafik yang jelas kemunafikannya
Dalam riwayat lain disebutkan:
Sesungguhnya Rasulullah telah mengajarkan sunnah al-huda kepada kami, termasuk di dalamnya adalah shalat berjamaah di masjid yang dikumandang-kan adzan di dalamnya"
📕 (HR.Bukhori & Muslim)
👑 Keutamaan Shalat Jamaah❄
Shalat jamaah mempunyai banyak keutamaan dan pahala 🌼 sebagaimana yang dijelaskan dalam banyak hadits, di antaranya:
▶ Rasulullah bersabda:
صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع و عشرين درجة
🌹 “Shalat jama’ah lebih utama dua puluh tujuh derajat🔹 dibanding dengan shalat sendirian” 🌹
📕 (HR.Bukhari & Muslim)
▶ Rasulullah bersabda:
صلاة الرجل فى جماعة تزيد عن صلاته فى بيته، و صلاته فى سوقه بضعا و عشرين درجة، و ذلك أن أحدهم إذا توضأ فأحسن الوضوء لا ينهزه إلا الصلاة. لا يريد إلا الصلاة، فلم يخط خطوة إلا رفع له بها درجة و حط عنه خطيئة حتى يدخل المسجد، فإذا دخل المسجد كان فى الصلاة ما كانت الصلاة هي تحبسه و الملائكة يصلون على أحدكم ما دام فى مجلسه الذي صلى فيه يقولون: اللهم ارحمه اللهم اغفر له اللهم تب عليه، ما لم يؤذ فيه ما لم يحدث فيه
🌸 “Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih utama dan lebih banyak pahalanya dengan dua puluhan (25 atau 27) derajat dari pada shalat sendirian di rumah atau di pasar. Hal ini dikarenakan, apabila salah seorang di antara kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian pergi ke masjid dan tidak ada niatan lainnya kecuali untuk shalat dan tidak melangkahkan kakinya kecuali karenanya (shalat), maka akan ditinggikan derajatnya dan akan dihapuskan kesalahannya hingga dia masuk masjid hanya untuk dan hanya karena shalat. Dan para malaikat akan bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama masih berada di tempat (shalat)nya seraya mereka berkata: Ya Allah, sayangi dan ampunilah dia, asalkan dia tidak menyakiti orang lain dan tidak ber-hadats" 🌸
📕 (HR.Bukhari & Muslim)
💞 Kehadiran Wanita di Masjid dan Keutamaan Shalat diRumah Bagi Mereka 🌸
Kaum wanita 💐 diperbolehkan pergi ke masjid untuk menghadiri shalat jamaah dengan syarat ❗ menjauhi hal-hal yang dapat membangkitkan nafsu syahwat ❌ dan fitnah, seperti dengan memakai perhiasan 💍 atau wewangian💄
▶ Rasulullah bersabda:
لا تمنعوا إماء الله مساجد الله و ليخرخن تفلات
❄“Janganlah kalian melarang kaum wanita ke masjid apabila mereka tidak me-makai wewangian”❄
📕 (HR.Ahmad & Abu Dawud)
أيما امرأة أصابت بخورا فلا تشهد معنا العشاء الآخرة
💐“Wanita mana saja yang memakai wewangian, maka janganlah ikut menghadiri shalat ‘Isya berjama’ah bersama kami”💐
📕 (HR.Muslim)
أيما امرأة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد لم تقبل لها صلاة حتى تغتسل
🍂“Wanita mana saja yang memakai wewangian, kemudian pergi ke masjid, maka tidak akan diterima shalatnya hingga dia mandi (untuk menghilangkan we-wangiannya tersebut)”🍂
📕 (HR.Ibnu Majah)
لا تمنعوا نساءكم المساجد و بيوتهن خير لهن
🌻“Janganlah kalian melarang kaum wanita ke masjid, akan tetapi rumah mereka adalah lebih baik”🌻
📕 (HR.Ahmad & Abu Dawud)
صلاة المرأة فى بيتها أفضل من صلاتها فى حجرتها و صلاتها فى مخدعها أفضل من صلاتها فى بيتها
🍁“Shalat seorang wanita di kamarnya lebih utama dari pada shalatnya di rumah-nya, dan shalatnya di kamar pribadinya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnya”🍁
📕 (HR.Abu Dawud & Al Hakim)
خير مساجد النساء قعر بيوتهن
🌸“Sebaik-baik masjid bagi kaum wanita adalah kamar pribadinya”🌸
📕 (HR.Ahmad & Al Baihaqi)
Doa ketika azan dan sesudahnya
Bimbingan Doa dan Dzikir
📢 Doa ketika adzan dan sesudahnya 📢
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1. Do’a mendengar adzan:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
🌴 “Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca do’a ketika mendengar adzan:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
✅ “Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”
🌴 “Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan.”
✅ Maka ia (yang membacanya) berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari]
2. Disunnahkan menjawab adzan dan membaca shalawat sebelum membaca do’a di atas, berdasarkan hadits berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ : إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَة فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَة حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
🌴 “Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma bahwasannya beliau pernah mendengar Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Jika kalian mendengarkan adzan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan mu’adzin, kemudian bershalawatlah atasku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat atasku satu kali maka Allah ta’ala akan bershalawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah untukku kepada Allah, karena sesungguhnya wasilah itu adalah satu kedudukan (yang tinggi) di surga, yang tidak patut diberikan kecuali kepada seorang hamba Allah, dan aku berharap akulah hamba tersebut. Barangsiapa yang memohon wasilah untukku maka ia berhak mendapatkan syafa’atku.” [HR. Muslim]
3. Tentang keumuman sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ
🌴 “Jika kalian mendengarkan adzan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan mu’adzin.” [HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma]
✅ Keumuman hadits ini mencakup:
• Perintah menjawab adzan dan iqomah, karena iqomah juga dinamakan adzan (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 5/78 no. 19327, 6/92-93 no. 2801)
• Dalam menjawab azan hendaklah dijawab sesuai yang diucapkan oleh mu’adzin, termasuk menjawab, “Ash-Sholaatu khairun minan naum”, hendaklah dijawab seperti itu berdasarkan keumuman dalil tersebut.
• Kecuali lafaz hay’alataani (hayya ‘alas sholaah dan hayya ‘alal falaah) maka dijawab masing-masing dengan: Laa haula wa laa quwwata illa billaah, sebagaimana dalam hadits Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan Al-Imam Muslim rahimahullah.
• Keumuman hadits tersebut juga mencakup jawaban terhadap, “Qod qoomatis sholaah”, maka dijawab dengan ucapan yang semisal.
• Adapun jawaban dengan lafaz, “Aqoomaha wa adaamaha”, tidak disyari’atkan karena haditsnya dha’if (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 5/78 no. 19327, 6/92-93 no. 2801)
4. Tidak ada hadits shohih yang menerangkan adanya lafaz khusus untuk doa setelah iqomah, selain shalawat sebagaimana dalam hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma dan doa adzan sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma di atas (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 6/93 no. 2801).
📥 Tanya: Afwan. Mengucapkan sholawat itu setiap lafadz adzan atau hanya sebelum membaca doa setelah adzan?
📤 Jawab: Sholawat dibaca setelah adzan selesai, kemudian setelah itu membaca doa mendengar adzan (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 6/89-90/2801).
Hanya Islam
💐 Hanya Islam❗❗
▶ Islam 🍀 adalah satu-satunya agama yang diturunkan dan disyari`atkan Allah Subhana wa Ta'ala,serta satu-satunya agama yang diakui dan diterima-Nya.Allah Subhana wa Ta'ala tidak akan menerima agama selainnya ⛔,dari siapapun 👤,di manapun dan sampai kapanpun juga⏰.
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ
🌴 “Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam.” 🌴
📗 (QS. Ali `Imran : 19)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
🌴 “Barangsiapa menginginkan (menganut) agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." 🌴
📗 (QS. Ali `Imran : 85 )
▶ Islam 🌺 adalah satu-satunya ☝ agama yang dibawa oleh para rosul,sejak rosul pertama hingga rosul terakhir,Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wa Salam.
Islam 🌹 pun adalah agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa `Alayhimas Salam.Nabi Musa `Alayhi Salam bukanlah 🚫 pembawa agama Yahudi dan Nabi Isa `Alayhi Salām bukan pula pembawa agama Nashroni (Kristen) ❎.
Kedua agama tersebut 🚧, yaitu agama Yahudi dan Nashroni, bukanlah agama Alloh Subhana wa Ta'ala,tetapi merupakan agama bathil sebagai bentuk penyelewengan dari agama Islam,yang dihubungkan kepada kedua nabi tersebut,dari orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut mereka.
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
🌴 “Dan mereka berkata: Hendaklah kalian menjadi penganut agama Yahudi atau Nashroni, niscaya kalian mendapat petunjuk.Katakanlah: Tidak!Melainkan (kami mengikuti) agama Ibrohim yang lurus.Dan bukanlah dia (Ibro-him) dari golongan orang-orang musyrik.” 🌴
📗 (QS. al-Baqarah : 135)
أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
🌴 “Ataukah kalian (hai orang-orang Yahudi dan Nashroni) mengatakan bahwa Ibrohim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nashroni? Katakanlah: Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Alloh? Dan siapakah yang lebih zholim dari pada orang yang menyem-bunyikan syahadah dari Alloh yang ada padanya? Dan Alloh sekali-kali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.” 🌴
📗 (QS. al-Baqorah : 140)
🍃Rosulullah Sholallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda :
أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ وَاْلأَنْبِيَآءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِيْنُهُمْ وَاحِدٌ
🌴 “Saya adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam dan para nabi adalah saudara sebapak dari ibu yang berbeda-beda dan agama mereka adalah satu (yaitu Islam). 🌴
📕 (HR. Bukhari No. 2365 dan Muslim No. 3443)
▶ Agama Islam 🌻 terdiri dari aqidah dan syari'at.Aqidah Islam tetap sama pada setiap zaman ⏰,sedangkan syari'atnya,maka terkadang ada beberapa perbedaan dari satu nabi 👤 ke nabi lainnya.Semua itu adalah kehendak Allah Subhana wa Ta'ala yang sesuai dengan hikmah-Nya🌼.Setelah diutusnya Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi W Salam,tidak ❎ ada syari'at yang diterima Allah Subhana wa Ta'ala kecuali syari'at yang dibawanya ✅,dan tidak ada yang berhak dinamakan muslim kecuali orang yang mengakui kerasulannya dan mengikuti syari'atnya.
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا
🌴 “Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”🌴
📗 (QS. al-Maidah : 48 )
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
🌴 “Maka demi Robbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap semua perkara yang mereka perselisihkan,kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan,dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” 🌴
📗 (QS. an-Nisaa : 65)
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ (٨١) فَمَنْ تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون (٨٢)
🌴 “Dan (ingatlah), ketika Alloh mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang Rosul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan bersungguh-sungguh beriman kepadanya dan me-nolongnya". Alloh berfirman: "Apakah kalian mengakui dan menerima per-janjian-Ku terhadap yang demikian itu" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Alloh berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian".Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. 🌴
📗 (QS.Ali Imran : 81-82)
🍀 Rosululloh Shallallohu ‘alayhi wa Sallama bersabda :
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
🌴 “Demi Robb Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, siapa pun juga dari umat ini, baik Yahudi maupun Nashroni, yang mendengar tentang aku, kemudian mati dengan tidak mengimani apa-apa yang aku diutus dengannya, maka dia pasti termasuk penghuni neraka." 🌴
📕 (HR. Muslim No. 218 dan Ahmad No. 7856)
Mengenal dan mewaspadai penyimpangan syiah di Indonesia
Perbedaan ajaran Islam yang benar dengan ajaran Syiah yang mengaku islam tapi jauh dari islam.Diambil dari buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" karya Tim Penulis MUI Pusat
➡ Dalam Rukun Islam :
🔹Rukun Islam (yang benar)
1⃣ Syahadatain
2⃣ Shalat
3⃣ Puasa
4⃣ Zakat
5⃣ Haji
📌 Rukun Islam menurut Syiah
1⃣ Shalat
2⃣ Puasa
3⃣ Zakat
4⃣ Haji
5⃣ Wilayah (Kewalian)
➡ Dalam Hal Rukun Iman :
🔹Rukun Iman(yang benar)
1⃣ Iman kepada Allah
2⃣ Iman kepada MalaikatNya
3⃣ Iman kepada Kitab-KitabNya
4⃣ Iman kepada RasulNya
5⃣ Iman kepada Hari Akhir
6⃣ Iman kepada Qadla dan Qadar
📌 Rukun Iman menurut syiah
1⃣ Tauhid
2⃣ Nubuwah
3⃣ Imamah
4⃣ Al-'Adl
5⃣ Al-Maad
➡ Dalam hal khalifah(imam)
🔹 Menurut pandangan Islam yg benar para khilafah tidak ma'shum(tidak terjaga dari dosa),artinya pasti memiliki dosa,yang ma'shum hanya Nabi Muhammad SAW
📌 Menurut syiah,para imam ma'shum,artinya tidak pernah berbuat dosa dan suci.Bahkan menurut syiah para imam mengetahui hal yang ghoib dan bisa mengatur alam semesta
➡ Dalam pandangan terhadap Al-Qur'an
🔹Menurut pandangan islam yang benar Al-Qur'an akan tetap Orisinil hingga hari kiamat kelak karena Allah sendiri yang akan menjaganya.Lihat Surat Al-Hijr ayat 9
📌 Menurut Syiah Al-Qur'an yang sekarang sudah tidak orisinil lagi(sudah diubah) dan syiah mempunyai Al-Qur'an sendiri yang mereka sebut dengan Al-Qur'an Fathimah
➡ Dalam Hal Rujukan Hadits
🔹Rujukan Hadits antara lain Shohih Bukhori,Shohih Muslim,Sunan Abi Daud,Sunan At-Turmudzi,Sunan Ibnu Majah,Sunan An-Nasai dan kitab kitab yang lain yang dikarang oleh para 'Ulama Ahlus Sunnah
📌 Rujukan Hadits syiah yaitu Al-Kafii,Al-Istibshor,Man Laa,Yahdhuruhu Al Faqih,At-Tahtib.
Syiah banyak sekali memalsukan hadits-hadits Nabi yang palsu,mereka membuat-buat sendiri yang padahal Nabi Muhammad SAW tidak pernah bersabda seperti yg dikatakn Ulama Syiah
➡ Surga Neraka
🔹Surga diperuntukan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan RasulNya.Neraka diperuntukan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan RasulNya
📌 Menurut Syiah,Surga diperuntukan bagi orang-orang yang cinta kepada imam Ali.Neraka diperuntukan bagi orang-orang yang memusuhi Ali
➡ Hukum mengenai Nikah Mut'ah (Kawin Kontrak)
🔹 Hukum kawin kontrak dalam pandangan islam adalah Haram
📌 Menurut syiah,Nikah Mut'ah(kawin kontrak) itu Halal dan dianjurkan
➡ Hukum mengenai Khomr(Miras)
🔹 Khomr(miras) adalah Haram
📌 Sedangkan menurut Syiah,Khomr(Miras) adalah Suci
➡ Pandangan terhadap para Sahabat Nabi
🔹 Kita dilarang mencaci setiap Sahabat Nabi
📌 Syiah mencaci para Sahabat Nabi dan menganggap para Sahabat Nabi banyak yang murtad
➡ Shalat
🔹Meletakan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.Membaca Amiin pada sholat hukumnya Sunnah.Sholat Dhuha hukumnya Sunnah.
📌 Menurut syiah,meletakan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya membatalkan shalat.Membaca Amiin pada sholat membatalkan shalat. Sholat Dhuha menurut syiah tidak dibenarkan.
➡ Air
🔹 Air yang telah dipakai istinja(cebok) adalag najis
📌 Menurut Syiah,air yang telah dipakai istinja(cebok) adalah suci
➡ Pandangan terhadap Raj'ah(Reinkarnasi)
🔹 Dalam Aqidah Islam yang benar tidak ada Raj'ah
📌 Menurut Syiah, mereka meyakini raj'ah
Pendapat para ulama tentang syiah
Pendapat para 'Ulama tentang ajaran Syiah
Jawaban:
PENDAPAT IMAM MALIK:
روى الخلال عن أبي بكر المروذي قال: سمعت أبا عبد الله يقول: قال الإمام مالك: الذي يشتم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم - أو قال -: نصيب في الإسلام
[الخلال/ السنة: 2/557، قال محقق الرسالة: إسناده صحيح.].
Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marwazi, ia berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah berkata, ia berkata, Imam Malik berkata:
“Orang yang mencaci maki shahabat nabi, mereka tidak punya bagian dalam Islam/KAFIR”.
IMAM SYAFI’I.
وأخرج الهروي عن يوسف بن يحيي البويطي قال ( سألت الشافعي أأصلي خلف الرافضي ؟ قال : لا تصل خلف الرافضي ولا القدري ولا المرجئ . قلت : صفهم لنا , قال : من قال : الإيمان قول فهو مرجئ , ومن قال : إن أبابكر وعمر ليسا بإمامين فهو رافضي , ومن جعل المشيئة إلى نفسه فهو قدري
Al-Harawi meriwayatkan dari Yusuf bin Yahya al-Buwaithi, ia berkata, “Saya bertanya kepada Imam Syafi’i, ‘Apakah saya shalat di belakang syi’ah Rafidhah?”.
Imam Syafi’i menjawab, “Janganlah engkau shalat di belakang syi’ah rafidhah, qadariyah dan murji’ah”.
Al-Buwaithi: “Sebutkanlah ciri-ciri mereka”.
Imam Syafi’i: “Siapa yang mengatakan bahwa iman itu cukup ucapan saja, berarti dia murji’ah. Siapa yang mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan khalifah, maka ia syi’ah rafidhah. Siapa yang menyatakan bahwa kehendak itu hanya dirinya sendiri, berarti ia qadari”.
(sumber: Siyar A’lam an-Nubala’, Imam adz-Dzahabi, juz.X, hal.31).
PENDAPAT IMAM HANBALI:
"هم الذين يتبرؤون من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ويسبونهم، ويتنقصون ويكفرون الأئمة إلا أربعة: علي، وعمار، والمقداد، وسلمان، وليست الرافضة من الإسلام في شيء" [السنة للإمام أحمد: ص82، تصحيح الشيخ إسماعيل الأنصاري.].
Mereka yang mengkafirkan dan mencaci maki shahabat nabi, mencela dan mengkafirkan para imam, kecuali empat: Ali, Ammar, al-Miqdad dan Salman. Syi’ah Rafhidhah bukan Islam”. (sumber: as-Sunnah, hal.82).
PENDAPAT IMAM ABDURRAHMAN IBNU MAHDI:
قال عبد الرحمن بن مهدي: هما ملتان: الجهمية والرافضية [خلق أفعال العباد للبخاري: ص125
Al-Jahamiyyah dan Syi’ah Rafidhah adalah dua agama (Bukan Islam).
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad: hal.125).
PENDAPAT IMAM AL-BUKHARI:
قال - رحمه الله -: ما أبالي صليت خلف الجهمي والرافض، أم صليت خلف اليهود والنصارى، ولا يسلم عليهم ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم [الإمام البخاري/ خلق أفعال العباد: ص125.].
Imam al-Bukhari berkata:
“Saya tidak peduli apakah saya shalat di belakang penganut mazhab Jahamiyah atau Syi’ah Rafidhah, di belakang Yahudi dan Nasrani (Mereka KAFIR). Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak boleh bersaksi, tidak dimakan sembelihan mereka”.
(Sumber: Khalq Af’al al-’Ibad, hal.125).
IMAM AL-GHAZALI:
فلو صرح مصرح بكفر أبي بكر وعمر - رضي الله عنهما - فقد خالف الإجماع وخرقه، ورد ما جاء في حقهم من الوعد بالجنة والثناء عليهم والحكم بصحة دينهم وثبات يقينهم وتقدمهم على سائر الخلق في أخبار كثيرة.. ثم قال: "فقائل ذلك إن بلغته الأخبار واعتقد مع ذلك كفرهم فهو كافر.. بتكذيبه رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن كذبه بكلمة من أقاويله فهو كافر بالإجماع
“Jika seseorang secara jelas mengkafirkan Abu Bakar dan Umar, maka ia telah bertentangan dengan Ijma’ dan merusaknya. Menolak hak shahabat yaitu janji mendapat surga, pujian, kebenaran agama, kokoh keyakinan, didahulukan dari selua makhluk. Orang yang mengingkari semua itu, jika hadits telah sampai kepadanya, namun ia tetap kafir, MAKA IA KAFIR, karena ia telah mendustakan Rasulullah Saw. Siapa yang mendustakan Rasulullah Saw dengan satu kalimat, maka ia KAFIR menurut Ijma’”
(Sumber: Fadha’ih al-Bathiniyyah, 149).
PENDAPAT IMAM ABDUL QAHIR AL-BAGHDADI:
"وأما أهل الأهواء الجارودية الهاشمية والجهمية، والإمامية الذين أكفروا خيار الصحابة.. فإنا نكفرهم، ولا تجوز الصلاة عليهم عندنا ولا الصلاة خلفهم" [الفرق بين الفرق: ص357.].
“Adapun ahli hawa seperti kelompok al-Jarudiyah, al-Hasyimiyah, al-Jahamiyah dan Syi’ah Imamiyah yang telah mengkafirkan para shahabat, maka kami MENGKAFIRKAN mereka. Mereka tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh shalat di belakang mereka”.
(Sumber: al-Farq Bain al-Firaq: hal.357).
PENDAPAT IMAM IBNU HAZM:
وأما قولهم (يعني النصارى) في دعوى الروافض تبديل القرآن فإن الروافض ليسوا من المسلمين [يعني فلا حاجة في كلامهم على المسلمين، ولا على كتابهم.]، إنما هي فرقة حدث أولها بعد موت رسول الله صلى الله عليه وسلم بخمس وعشرين سنة. وهي طائفة تجري مجرى اليهود والنصارى في الكذب والكفر [الفصل: 2/213.].
“adapun pendapat mereka (Nasrani) sama seperti pendapat Syi’ah Rafidhah tentang pertukaran al-Qur’an. Sesungguhnya Syi’ah Rafidhah itu bukan kaum muslimin. Mereka adalah kelompok yang muncul setelah 25 tahun kematian Rasulullah Saw. Kelompok ini sama seperti Yahudi dan Nasrani dalam hal dusta dan KEKAFIRAN”.
(Sumber: al-Fishal, juz.II, hal.213).
PENDAPAT IMAM FAKHRUDIN AR-RAZI:
• الأشاعرة يكفرون الروافض من ثلاثة وجوه:
• أولها: أنهم كفروا سادات المسلمين، وكل من كفر مسلماً فهو كافر لقوله عليه السلام: "من قال لأخيه: يا كافر فقد باء بها أحدهما" [سيأتي تخريجه.] فإذن يجب تكفيرهم.
• وثانيها: أنهم كفروا قوماً نص الرسول عليه السلام بالثناء عليهم وتعظيم شأنهم، فيكون تكفيرهم تكذيباً للرسول عليه السلام.
• وثالثها: إجماع الأمة على تكفير من كفر سادات الصحابة [الرازي/ نهاية العقول، الورقة 212 (مخطوط).].
Ulama mazhab Asy’ari mengkafirkan Syi’ah Rafidhah
Dari tiga aspek:
Pertama, mereka mengkafirkan kaum muslimin. Siapa yang mengkafirkan kaum muslimin, maka ia kafir. Berdasarkan hadits. Maka mereka WAJIB DIKAFIRKAN.
Kedua, mereka mengkafirkan orang-orang yang dipuji nabi, berarti mereka mendustakan nabi.
Ketiga, Ijma’ untuk MENGKAFIRKAN orang yang telah mengkafirkan para shahabat nabi”.
(Sumber: Nihayat al-’Uqul: kertas: 212).
Apakah Syi’ah di Indonesia itu syi’ah rafidhah? Hingga fatwa-fatwa di atas berlaku bagi mereka?
Ya, karena mereka mencaci maki shahabat.
Apa buktinya?
Fakta, mereka menyatakan:
• Abu Bakar Munafiq
• Umar arogan.
• Utsman hedonis.
• Abu Bakar dan Umar adalah Iblis.
Dalam buku “KECUALI ALI”.
Penerbit al-Huda, Jakarta.
Cetakan Pertama: Juli 2009.
Mereka nyatakan:
• Aisyah biang fitnah.
• Aisyah licik dan pembohong.
• Abu Hurairah pemalsu hadits.
• Abu Hurairah Yahudi pura-pura masuk Islam.
Buku “ANTOLOGI ISLAM”.
Penerbit al-Huda Jakarta.
Cetakan pertama Januari 2005.
Mereka nyatakan:
• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “THE SHI’A”.
Penerbit Lentera Jakarta.
Cetakan pertama Maret 2008
Mereka nyatakan:
• Laknat Syi’ah terhadap Abu Bakar
• Abu Bakar dan Umar pelaku bid’ah.
Buku “40 MASALAH SYI’AH”.
Penulis :Emilia Renita.
Editor: Jalaluddin Rakhmat
Penerbit IJABI (Ikatan Jamaah Ahli Bait Indonesia)
Hal.194: Abu Bakr la
(laknatullah ‘alaihi: Allah melaknatnya).
Mereka nyatakan:
• Aisyah berdusta
• Manipulasi nama tempat dalam hadits.
Buku : Al-Mustafa Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi Saw.
Penulis: Jalaluddin Rakhmat.
Penerbit: Muthahhari Press
Cetakan Pertama Juni 2002
Yang mau share, silahkan
Doa setelah sholat fardhu sesuai Sunnah
🌺 Bimbingan Doa & Dzikir 🌺
🌸 Doa Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah 🌸
1⃣ Membaca :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Astaghfirullaåh. Allahumma antassalaam, wa mingkassalaam, tabarakta ya dzaljalaali wal ikraam.
(HR.Muslim I/414)
2⃣ Membaca :
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thayta, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzaljaddi min kaljaddu.
(HR Bukhori I/255 & Muslim I/414)
3⃣ Membaca :
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir. Laa hawla wa laa kuwwata illa billaah, laa ilaaha illallaah, walaa na’budu illaa iyyaahu, lahunni’matu walahul fadhlu walahuts tsanaaul hasanu, laa ilaaha illallaåh mukhlishiyna lahuddiyn walaw karihal kaafiruun.
(HR Muslim I/415)
4⃣ Membaca :
سُبْحَانَ اللهُ
Subhaanallaah (33x)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah (33x)
اَللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (33x)
Kemudian untuk melengkapinya menjadi seratus, ditambah dengan membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Keterangan: “Barangsiapa membaca kalimat tersebut setiap selesai shalat, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih di lautan.”
(HR.Muslim I/415)
5⃣ Membaca Surat Al-Ikhlas,Al Falaq dan An-Naas Setiap selesai sholat fardhu 1x,kecuali setelah sholat maghrib dan subuh 3x
(HR Abu Dawud III/86 dan An-Nasau III/68 Lihat pula Shahiih At-Tirmidzi II/8)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَد ٌ(١) للَّهُ الصَّمَدُ(٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤)
Qul huwallaahu ahad. Allaahusshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ(١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ(٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ(٣) وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ(٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد(٥)َ
Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqaba. Wamin syarrin naffaatsaati fii al'uqadi. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(١) مَلِكِ النَّاسِ(٢) إِلَهِ النَّاسِ(٣) مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(٥)مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ(٦)
Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wannaas.
6⃣ Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Sholat Wajib
(HR.An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wa Lailah(no 100) dan Ibnus Sunni (no 121))
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.
7⃣ Membaca 👇🏻 10x setiap sesudah shalat Maghrib dan Shubuh
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laa ilaaha illallaåh wahdahu laa syarikalah, lahul mulku, walahul hamdu, yuhyiy wa yumiytu wahuwa ‘ala kulli syay-in qådiir.
(HR Tirmidzi V/515 & Ahmad IV/227)
8⃣ Membaca 👇🏻 Setelah Sholat Shubuh :
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma inniy as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon toyyiban, wa’amalan mutaqobbalan.
(HR Ibnu Majah)
Ibadah
💐 Ibadah 💐
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah Subhana wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya saja.Dalam Islam,ibadah mencakup semua hal yang diridhai dan dicintai Allah Subhana wa Ta'ala, baik dalam amal perbuatan maupun perkataan, lahir maupun batin. Itulah arti dari al-ibadah. Maka, ibadah dalam Islam adalah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-Ku.”
(QS. adz-Dzaariyaat : 56)
Ibadah yang diterima disisi Allah Subhana wa Ta'ala harus terpenuhi dua syarat,yaitu niat yang ikhlas dan kesesuain dengan syariat.Sering diungkapkan dengan istilah Al-ikhlas dan Al-mutaba'ah.
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا
🌻 “(Allah) Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalannya.” [Al-Mulk: 2]
➡ Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa hakikat kehidupan dan kematian hanyalah ujian bagi setiap hamba agar berlomba-lomba melakukan amalan yang terbaik.
💐 Perhatikanlah dengan baik wahai saudaraku rahimakumullah: Amalan yang terbaik; dalam ayat ini Allah ta'ala tidak mengatakan: Amalan yang terbanyak, tetapi yang terbaik, karena banyak belum tentu baik. Lalu apa yang dimaksud amalan yang terbaik?
➡ Al-Imam Abu ‘Ali Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,
أخلصه وأصوبه. قالوا: يا أبا علي، ما أخلصه وأصوبه؟ قال: إن العمل إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل، وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل، حتى يكون خالصا صوابا، والخالص أن يكون لله، والصواب: أن يكون على السنة
🌻 “Amalan yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar”. Orang-orang bertanya, “Wahai Abu ‘Ali apakah yang dimaksud dengan paling ikhlas dan paling benar itu?” Beliau berkata,
🌻 “Sesungguhnya amalan jika telah ikhlas tetapi tidak benar maka tidak diterima (oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala). Demikian sebaliknya, jika amalan tersebut telah benar tetapi tidak ikhlas juga tidak akan diterima (oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala), sampai menjadi ikhlas dan benar.
🌻 Adapun amalan yang ikhlas adalah yang dilakukan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala dan amalan yang benar adalah yang dilakukan sesuai Sunnah (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).” [Iqtidho’ Shirothil Mustaqim, hal. 451-452]
➡ Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa syarat diterimanya ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah:
✅ Pertama: Ikhlas, yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan niat hanya karena-Nya semata.
Allah Subhana wa Ta'ala berfirman,
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚوَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَة
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat danmenunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus".(QS: Al-Bayyinah Ayat: 5)
✅ Kedua: Ittiba', yaitu mengikuti sunnah (petunjuk) Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.
Rasulullah Sholallahu 'alaihi wa salam bersabda,
من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد
"Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak sejalan dengan ajaran kami,maka amalnya tertolak"
(HR.Muslim no 1718)
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وهذان الأصلان جماع الدين: أن لا نعبد إلا الله، وأن نعبده بما شرع، لا نعبده بالبدع
🌻 “Keduanya merupakan dua pokok terkumpulnya agama, yaitu kita tidak boleh beribadah kecuali kepada Allah Ta’ala (tidak melakukan syirik) dan kita beribadah kepada-Nya dengan apa yang disyari’atkan oleh-Nya, tidak dengan bid’ah-bid’ah.” [Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, hal. 451]
➡ Oleh karena itu ulama seluruhnya sepakat (ijma’) bahwa, ibadah tidak akan benar tanpa memenuhi dua syarat ini (lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, hal. 115).
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم