Search This Blog

Powered by Blogger.

Showing posts with label nasehat. Show all posts

Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain? Waspadai Virus Kesombongan, Ingat 2 Hal Ini!

Setiap kita mungkin pernah dihinggapi kesombongan meski kadarnya berbeda-beda. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan setiap muslim, bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya seberat debu.
Astaghfirullah, berat ya. Bagaimana jika kita suka dengan sepatu branded atau pakaian indah, apakah termasuk kesombongan?


Referensi pihak ketiga
Dulu, para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, ‘Sesungguhnya setiap orang suka memakai baju yang indah, dan alas kaki yang bagus apakah ini termasuk sombong?’.
Coba perhatikan jawaban Rasulullah, ‘Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain’.

Referensi pihak ketiga
Begitulah, kesombongan itu bukanlah dari tampilan fisik, tapi urusan hati. Orang yang merendahkan manusia lain, karena ia merasa lebih mulia, lebih baik dari orang lain.
Jika terbersit di hati kita yang demikian, Ingatlah pesan seorang ulama, yaitu Abdullah Al-Muzani rahimahullah, beliau berkata,
“Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah:
  1. Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal shalih dariku, maka ia lebih baik dariku’.
  2. Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, ‘Aku telah lebih dahulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku’.
Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat orang yang lebih tua atau yang lebih muda darimu.”
Masyaallah, mengingat 2 hal tersebut niscaya meruntuhkan kesombongan di dalam hati. Bahkan bisa jadi kita tersedu-sedu mengingat banyaknya kekurangan diri dan dosa yang terus bertambah.
Semoga kesadaran yang demikian membuat kita (khususnya saya pribadi) lebih bersemangat untuk memperbaiki diri. Insyaallah.
---
Sumber Referensi:
muslim.or.id
Tag : , ,

3 Nasehat Salman Al Farisi Ini 'Menampar' Manusia Yang Banyak Omong

Lisan adalah apa yang paling sering menjerumuskan kita pada kelalaian dan kesalahan. Yang setelah terucapkan, tak jarang kita menyesalinya dalam banyak cara. Maka tak heran, jika muncul pepatah bahwa diam adalah emas.
Adalah Salman al-Farisi radhiallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam yang terkenal sebagai ahli strategi di perang Khandak.
Suatu hari seorang lelaki mendatangi Salman al-Farisi radhiallahu ‘anhu untuk meminta Nasehat. Salman kemudian menjawab singkat dengan mengatakan, “Jangan berbicara!”
Lelaki itu menjawab, “Seseorang yang hidup di tengah-tengah manusia tidak mampu untuk tidak berbicara.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau berbicara, bicaralah dengan kebenaran, atau jika tidak diamlah.”
Lelaki itu mengangguk dan kemudian meminta tambahan nasihat lainnya. Salman kemudian berkata, “Jangan marah!”
Lelaki itu berkata, “Bagaimana jika seseorang berbuat sesuatu yang membuatku tidak bisa menahan diri?”
Maka Salman berkata, “Kalau engkau marah, tahanlah lisan dan tanganmu.”
Lelaki itu mengangguk dan kembali meminta tambahan nasihat. Salman kemudian berkata lagi, “Janganlah engkau bergaul dengan manusia!”
Si lelaki menjawab, “Orang yang hidup bersama manusia tidak bisa tidak bergaul dengan mereka.”
Maka Salman berkata, “Jika engkau bergaul dengan mereka, jujurlah dalam berucap dan tunaikanlah amanat.”
----
Tiga nasehat Salman Al Farisi ini sejatinya berlaku sepanjang masa, termasuk bagi kita semua generasi akhir zaman. Sungguh menjaga lisan dari berkata bohong, mencela, atau berlaku dzalim adalah perkara sukar kecuali bagi orang-orang yang memiliki kebeningan jiwa. Terutama di mana kemajuan teknologi membuat kita bebas terhubung dengan siapa saja, termasuk mengomentari segala sesuatu bahkan yang tidak kita ketahui, kecuali sedikit.
Semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya diri saya sendiri.
wallahu a'lam

----
Tanah Grogot, Masa Pandemi Covid-19, 14 Ramadhan 1441 H
Tag : ,

Jadi Istri Suka Ngambek? Hati-hati Jangan Ucapkan Kalimat Begini Ya, Ancamannya Neraka!

Islam adalah agama yang paripurna. Memberi pedoman dalam beragam lini kehidupan, termasuk urusan komunikasi suami istri.
Sebagai wanita, dengan tabiat dasar banyak mengikuti perasaan, maka banyak romantika yang bisa terjadi. Kita mungkin pernah mendengar atau bahkan berucap sendiri kalimat-kalimat semisal berikut ini:
“Abang TIDAK PERNAH sayang sama saya”
“Mas TIDAK PERNAH kasih saya hadiah”
“Akang TIDAK PERNAH cinta dan romantis sama aku”

Referensi pihak ketiga
Terdengar biasa ya? Namun ternyata memiliki konsekuensi berat yang berujung neraka. Kita mungkin sudah mengetahui bahwa kebanyakan muslimah masuk neraka bukan karena kurang ibadah namun karena mengingkari kebaikan suaminya.
Dari ustadz Raehanul Bahraen melalui laman Muslimafiyah.com dijelaskan bahwa kalimat-kalimat semisal di atas meski terkadang diucapkan dalam rangka ngambek, yang artinya hanya sekedar ingin mengajuk hati suami tetap saja tidak boleh diucapkan karena merupakan suatu bentuk pengingkaran terhadap kebaikan suami (tidak boleh berbohong meskipun bercanda).
Atau bisa jadi ucapan tersebut adalah ungkapan hati sebenarnya yang berangkat dari kurangnya rasa syukur di dalam hati atas kebaikan suaminya.

Referensi pihak ketiga
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya,
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat MAYORITAS penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!”
Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami.”  [HR. Bukhari dan Muslim]
Ustadz Raehanul Bahraen juga menjelaskan kalimat 'Tidak pernah Cinta' dengan perkataan Nabi, “Sekiranya kalian (suami) senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka SEPANJANG HIDUPNYA, lalu ia (istri) melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali TIDAK PERNAH melihat kebaikan pada dirimu”.
Sebagai istri mari kita ingat terdapat ancaman keras bagi wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya,
“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya." [HR. An-Nasa’iy, Ash-Shahihah 289]
Maka hendaknya kita menyadari bahwa tidak semua suami bisa romantis dengan kata-kata. Ada yang membuktikan cintanya dengan sikap, perhatian dan perlindungan juga kerja kerasnya menghidupi keluarga.
Sebaliknya, para suami perlu memahami tabiat wanita yang 'bengkok'. Maka perlu diluruskan dengan lemah lembut, karena jika terlalu keras akan mematahkannya dan jika dibiarkan niscaya ia akan selamanya bengkok.

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
muslimafiyah.com/mengingkari-kebaikan-suami-salah-satu-penyebab-terbanyak-wanita-masuk-neraka.html

Tag : , ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -