Search This Blog

Powered by Blogger.

Showing posts with label romansa kehidupan. Show all posts

Surat Untuk Anakku...

Dulu awalnya kupikir fase terberat menjadi seorang ibu adalah kepayahan selama 9 bulan mengandung dan bertaruh nyawa ketika melahirkan sang anak ke dunia. Tapi semua kepayahan dan rasa sakit tersebut seketika lenyap tatkala mendengar tangis nyaring manusia baru yang kemudian kau dekap erat seraya membisikkan panggilan penuh cinta, 'anakku... '


Waktu berlalu, menjalani hari dengan beragam peran seraya melihat anakmu bertumbuh, mengalami kurang tidur saat memastikannya tetap nyaman dan kenyang di malam hari, makan secepat yang kau bisa, mandi ala kadarnya, mengurangi waktu 'me time' dan menjadikannya pusat kehidupan. Namun, semua tergantikan hanya saat mendengar kata pertamanya yang memanggilmu 'umi... ' dan kata pertamanya pun menjelma celoteh panjang yang seketika mencerahkan setiap hari-harimu.

 
Saat kemudian anak-anakmu bertambah, siklus berulang, dan engkau harus memastikan tak ada anak yang kekurangan perhatian.
Lagi-lagi aku berpikir, duhai rupanya inikah fase  yang paling berat ketika menjadi orangtua.
Anak-anak bergantian meminta perhatian, keributan, tangisan, dan teriakan mulai mewarnai hari-hari. Namun, waktu tetap berjalan, semua keributan mulai mereda, satu demi satu anak-anak memasuki gerbang sekolah.

 
Kau mungkin berpikir, seorang ibu akan bisa bernafas lega dan sedikit bersantai melepas sang anak menjalani hari-hari berseragamnya.
Pada kenyataannya, seorang ibu tak pernah berpangku tangan, ia selalu memastikan anak-anaknya tak kelaparan, mengenakan pakaian yang wangi dan rapi, beribadah tepat waktu, belajar dengan benar, berkawan dengan tepat, dan seterusnya...

 
Maka ketika anak-anakmu mulai berganti seragam ke jenjang selanjutnya, tantangan demi tantangan baru terus muncul bergantian.
Moodynya anak remaja, pemberontakan yang menyesakkan dada,  ingin diakui dewasa, hingga urusan cita dan cinta.

 
Aku tahu, akan datang masa saat anak-anak sungguh-sungguh akan menjadi dewasa, bukan hanya usia yang bertambah tapi juga sikap hingga tutur kata.

 
Ada masa ketika kau harus bersikap keras, ada masa  ketika rasanya ingin menyerah, namun seorang ibu tak akan pernah meninggalkan anak-anaknya. Bahkan saat ia kecewa ia justru semakin memperbanyak menyebut sang anak dalam lantunan doa-doa.
---
Maka, anakku bertahanlah sebentar dengan protektifnya kami, orangtuamu. Sungguh usia kami tak akan lama lagi, karena sejatinya usia kita niscaya akan selalu berkurang detik demi detiknya. Di waktu yang tersisa entah seberapa ini, kami tetap ingin memberikan bekal yang terbaik untukmu.

 
Bersabarlah dengan perhatian kami yang mungkin terasa membebanimu, bersabarlah dengan kekhawatiran kami yang mungkin terasa memenjarakanmu.

 
Sungguh, belasan tahun yang berlalu ketika membesarkanmu adalah amanah besar yang kelak harus kami pertanggungjawabkan. Kami tak sempurna, bahkan masih tertatih untuk terus belajar menjadi orangtua.

 
Kita memang tak bisa memilih dilahirkan sebagai siapa, tapi kita bisa memilih untuk menjalani kehidupan seperti apa.
Karena sungguh fase terberat itu adalah kelak saat ternyata kita tak bisa berkumpul di Surga-Nya.

Tanah Grogot, 29 May 2022
----

Habiskan Uang Pacar Sebelum Menikah, Model Cantik Ini Tak Terima Suaminya Jatuh Miskin

Gaya hidup yang makin hedonis tentu merambah berbagai kalangan di dalam maupun di luar negeri. Cinta bahkan hanya menjadi perasaan semu, yang mudah sekali terbang saat tak lagi ada uang yang menyokong kisah cinta tersebut.
Setidaknya begitulah kisah cinta seorang model Jepang dengan pengusaha real estate ini.

Referensi pihak ketiga
Kato sari, model cantik asal Jepang resmi mengumumkan perceraiannya dengan sang suami. Pilunya, pernikahan mereka hanya berumur 1 minggu. Dan proses perceraiannya selesai dalam beberapa bulan kemudian.
Kato Sari tak menutupi alasannya menggugat cerai sang suami. Ia dengan lugas menjelaskan bahwa 3 bulan sebelum menikah ia telah menghabiskan sekitar 1 miliar yen atau sekitar Rp 124 miliar dari uang pacarnya.
Kato Sari menghabiskan uang tersebut untuk foya-foya. Ia membeli tas dan pakaian bermerek, mobil mewah, serta barang-barang yang masih banyak lagi. Ia juga menerima cincin pertunangan senilai 3 juta yen atau Rp 372 juta.
Namun, setelah pendaftaran pernikahan mereka, sang suami memintanya untuk berhenti berbelanja lagi. Suami Kato Sari mengatakan bahwa perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga ia tidak lagi memiliki uang untuk diberikan kepada Kato Sari.
Ia seketika marah.dan menyebut pernikahan itu seperti penipuan, ternyata ia tak lagi bisa berbelanja sepuasnya. Model berusia 29 tahun ini pun berterus terang bahwa ia tidak tertarik pada pria miskin dan memutuskan untuk menceraikan suaminya tidak lama setelah sang suami mengaku tak punya uang lagi.
“Kebahagiaan dapat dibeli dengan uang,” ujar Kato Sari.

Referensi pihak ketiga
Tentu saja kita bukan dalam ranah mengomentari cara hidup sang model cantik ini. Namun, kita sebagai pihak luar dapat merenungi banyak hal dan mengambilnya sebagai pelajaran hidup.
Jika sebagian orang, seperti Kato Sari berpikir bahwa kebahagiaan bisa dibeli dengan uang, maka dengan demikian hidup kita hanya akan terus berorientasi terhadap uang dan uang. Tak akan pernah ada habisnya, tak akan pernah ada puasnya, bahkan jika seluruh isi langit dan bumi diletakkan dalam pangkuan kita.
Uang, dan harta kekayaan hanyalah alat yang tentu saja bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bermanfaatkah ia atau justru akan berbalik melukai. Karena sejatinya kebahagiaan hanya bisa ditemukan oleh hati yang pandai bersyukur.
---
Sumber Referensi:
minews.id

Kesepian dan Merasa Hampa, Miliarder Jepang Cari Pasangan Hidup Untuk Diajak Kencan ke Bulan

Percayalah kekayaan yang banyak tidak serta merta membuatmu bahagia. Cara aneh yang mungkin dilakukan seseorang untuk 'menghamburkan' uangnya menunjukkan hal tersebut.
Mungkin anda pernah mendengar bagaimana seorang pria tajir sukses membuat heboh kalangan wanita saat ia membuka lowongan untuk mencari pacar yang bisa diajaknya kencan ke bulan.

Referensi pihak ketiga
Dialah Yusaku Maezawa, salah seorang miliarder Jepang yang menurut estimasi Forbes setidaknya memiliki kekayaan senilai US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.
Ia sukses menjadi sorotan publik Jepang usai mengumumkan pencariannya untuk seorang pacar yang bisa ia bawa ke bulan. Pada 2018, Yusaku Maezawa secara resmi sudah membeli semua kursi yang tersedia milik SpaceX untuk perjalanan ke bulan yang dijadwalkan berangkat pada 2023.
Tentu, Yusaku tak menginginkan sembarang wanita. Ia mensyaratkan pelamar haruslah seorang wanita lajang yang setidaknya berusia 20 tahun. Selain itu, pemohon juga harus positif dan memiliki kepribadian yang cerdas, menikmati hidup sepenuhnya, dan berharap untuk perdamaian dunia. Tak cukup itu, ia masih memiliki persyaratan lainnya yakni minat tulus untuk bepergian ke luar angkasa.
Layanan streaming AbemaTV yang bertanggung jawab atas proses aplikasi pencarian pacar yang disebut ‘Full Moon Lovers’ ini melaporkan bahwa pada Kamis 16 Januari 2020 telah menerima lebih dari 20 ribu aplikasi untuk menjadi pacar pengusaha fashion online itu.
Mencari teman kencan yang bisa diajak ke bulan, tentu bukan hal biasa. Yusaku sendiri mengakui hal itu bermula dari rasa sepi dan hampa yang makin menggelora menerpa jiwanya.
“Ketika perasaan kesepian dan kehampaan perlahan mulai menggelora pada saya, ada satu hal yang saya pikirkan: Terus mencintai seorang wanita. Dengan pasangan masa depan saya itu, saya ingin meneriakkan cinta kami dan kedamaian dunia dari luar angkasa,” kata Yusaku Maezawa.
Yusaku benar-benar berharap bisa menemukan pasangan hidupnya dan bepergian ke bulan bersama. Dengan bahasa sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa apa yang dicari Yusaku sebenarnya adalah: kebahagiaan.
Dan, percayakah sahabat bahwa sejatinya setiap kebahagiaan yang kita kejar di dunia ini hanyalah kebahagiaan semu ketika tak diiringi dengan keimanan kepada sang pencipta. Karena kebahagiaan sejati hanya tercapai ketika tujuan manusia diciptakan terpenuhi seutuhnya, 'beribadah kepadaNya'.
Jadi, sudahkah anda menemukan kebahagiaan anda?

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
minews.com

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -