kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 5)
Siapakah yang disalib???
Tatkala Allah mengutus Nabi Isa kepada bani Israil dengan bukti-bukti dan juga petunjuk, mulailah mereka iri dan dengki terhadap beliau karena kenabian dan mukjizat-mukjizat luar biasa yang Allah berikan kepada beliau. Karena dasar kedengkian itulah mereka mengingkari kenabian Isa ‘alaihissalam dan kemudian memusuhi serta menyakiti beliau.
Betapa besar permusuhan yang mereka sulutkan sehingga tidak membiarkan beliau ‘alaihissalam menetap di negeri bersama mereka. Bahkan beliau bersama ibunya selalu berkelana, berpindah-pindah tempat karena ulah orang-orang Yahudi tersebut.
Tidak sampai di sini. Karena kedengkian telah tertancap dan mendarah daging, mereka berusaha membuat makar untuk membunuh beliau dengan menghasut Raja Damaskus saat itu yang beragama penyembah bintang-bintang. Mereka membuat fitnah-fitnah serta tuduhan dusta tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, sehingga Raja yang mendengar hal itu menjadi marah dan memerintahkan perwakilannya di al-Quds/Yerussalem untuk menyalibnya.
Setelah menerima perintah dari raja, wakil raja yang berada di al-Quds itu langsung berangkat bersama sekelompok Yahudi menuju rumah yang sedang ditempati oleh Nabi Isa ‘alaihissalam dan kemudian mengepungnya.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Mereka telah merancang tipu muslihat, dan Allah juga membuat tipu muslihat (terhadap mereka). Sedangkan Allah adalah sebaik-baik perancang tipu muslihat.” (Ali ‘Imran: 54)
Dalam keadaan demikian, Nabi Isa‘alaihissalam menanyakan kepada murid-muridnya tentang siapa yang bersedia diserupakan wajahnya seperti wajah beliau. Dan beliau menjanjikan surga bagi siapa yang bersedia. Maka, salah seorang pemuda di antara mereka ada yang merespon beliau dengan jawaban, “Saya bersedia”. Kemudian Allah serupakan wajahnya dengan wajah Nabi Isa‘alaihissalam. Setelah itu, Nabi Isa tertidur dan diangkat Allah ke langit dari rumah tersebut dalam keadaan demikian. Tatkala para murid beliau keluar dari rumah itu, orang-orang Yahudi yang telah mengepung sejak sore menangkap dan menyalib lelaki tersebut. (lihat: tafsir ibnu katsir)
Setelah itu mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah membunuh Isa putra Maryam, yaitu utusan Allah” (An-Nisaa’: 157)
Namun, Allah membantah perkataan mereka ini pada ayat yang sama, “Dan mereka sama sekali tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Akan tetapi, (orang yang mereka salib itu) adalah yang diserupakan (wajahnya dengan Isa) untuk mereka.”
Dalam satu riwayat (di tafsir ath-thobari), disebutkan bahwa sebelum menangkap lelaki tersebut, mereka menghitung jumlah orang-orang yang keluar dari rumah itu karena mendengar bahwa Isa telah diangkat ke langit. Setelah dihitung, ternyata mereka mendapatkan ada satu orang yang kurang. Sehingga mereka ragu apakah yang mereka tangkap itu benar-benar Isa atau bukan?
Inilah mengapa Allah sebutkan di akhir ayat, “Dan sungguh, orang-orang yang berselisih padanya (urusan pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan. Mereka itu tidak memiliki ilmu yang pasti tentangnya. Dan mereka tidak membunuhnya dalam keadaan yakin (bahwa yang dibunuh itu benar-benar Isa).”(An-Nisaa’: 157)
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 6)
Bagaimana Beliau Turun??
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun di dekat ‘menara putih’ yang berada di bagian timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelupkan wars dan za’faran. Saat turun, beliau meletakkan kedua telapak tangannya di sayap dua malaikat. Ketika beliau menundukkan kepala, maka menetes-netes. Dan ketika beliau mengangkat (kepala)nya, maka akan bercucuran air yang sangat bening seperti mutiara. Tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma nafas beliau kecuali ia akan mati. Sedangkan nafas beliau itu menjangkau jarak yang sangat panjang, sejauh matanya memandang. (lihat Shahih muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan bahwa ketika turun, Nabi Isa ‘alaihissalam akan disambut oleh Imam Mahdi beserta kaum muslimin, dan kemudian sholat bersama mereka.
“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku ini yang selalu berperang menampakkan kebenaran sampai hari kiamat tiba. Maka turunlah Isa alaihissalam, dan pemimpin mereka (Imam Mahdi) akan berkata (kepadanya), ‘Kemarilah anda dan sholatlah bersama kami (maksudnya jadilah imam dalam sholat kami-red).’ Kemudian ia menjawab, ‘Tidak, sungguh sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai bentuk penghormatan Allah terhadap umat ini.’”(HR Muslim)
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah hikmah : Nabi Isa 'Alaihissalam (part 4)
Dakwah Nabi Isa ‘alaihissalam
Dakwah beliau tidak berbeda dengan dakwah para Nabi dan Rasul yang lain, yaitu mengajak manusia untuk beriman dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya saja, Nabi Isa ‘alaihissalam diutus khusus kepada Bani Israil. Berbeda dengan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diutus kepada semua makhluk, dari kalangan jin dan manusia.
“Dan (Allah jadikan Isa) sebagai Rasul (yang diutus) kepada Bani Israil (dan berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa ayat (mukjizat) dari Rabb-mu.”(Ali ‘Imran: 49)
“Dan (Isa) Al-Masih berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabb-ku dan juga Rabb kalian.
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah (dalam ibadahnya), maka Allah haramkan surga untuknya, dan tempat kembalinya ialah neraka. Dan orang-orang zalim itu tidak memiliki seorang penolong pun (yang akan menolongnya dari siksa api neraka).” (Al-Maaidah: 72)
“Sesungguhnya Allah itu Rabb-ku dan juga Rabb kalian, maka beribadahlah kepada-Nya. Inilah jalan yang lurus.” (Ali-‘Imran: 51)
Walau Allah telah menganugerahi banyak mukjizat yang menunjukkan kenabian beliau, dan membenarkan kerasulan beliau, hanya sebagian saja yang menyambut dan menerima dakwah beliau.
Mereka adalah al-hawariyyun yang menjadi pengikut dan penolong setia beliau.
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?”
Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.” Maka (dengan begitu), segolongan dari Bani Israil beriman (al-hawariyyun) dan segolongan lain kafir.” (Ash-Shaff: 14)
Wallahu a'lam
Bersambung..
http://telegram.me/kisah
Kisah hikmah: Nasi Isa 'Alaihissalam (part 3)
Mukjizat Yang Allah berikan kepada Beliau Ketika Bayi
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan dia (Isa) berbicara kepada manusia dalam buaian (ketika ia bayi) dan juga ketika sudah dewasa. Dan dia itu termasuk orang-orang yang saleh.”(Ali-‘Imran: 46)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ: عِيسَى
“tidak ada seorangpun yang berbicara sewaktu kecilnya kecuali tiga orang: (satu di antara mereka adalah) Isa ” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika menafsirkan surah Ali ‘Imran ayat 46, Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Ia (Isa bin Maryam) mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah semata tanpa kesyirikan pada saat ia masih kecil sebagai mukjizat dan tanda (kenabian), serta saat beliau sudah dewasa ketika Allah wahyukan kepadanya untuk melaksanakan urusan itu (dakwah).”
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 2)
Bagaimana Beliau Lahir?
Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam dilahirkan tanpa proses pernikahan ibunya Maryam dengan seorang lelaki. Artinya, beliau lahir tanpa ayah. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah ‘Azza wa Jalla.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia.” (Ali ‘Imron: 59)
Ketika Maryam bertanya dengan penuh rasa heran saat mendapat kabar gembira berupa seorang putra yang akan lahir dari perutnya tanpa ‘sentuhan’ seorang lelaki, Allah menjelaskan dan menegaskan kepadanya serta kepada kita semua,
كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Demikianlah Allah, yang menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Ia sudah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Ia hanya cukup mengatakan kepadanya, “jadilah kamu”, lalu jadilah ia.” (Ali’Imran: 47)
Proses penciptaan beliau adalah dengan ditiupkannya roh ke dalam rahim ibunya, Maryam. Kemudian Allah katakan kepadanya, “kun” (jadilah), sebagaimana yang Allah sebutkan pada ayat sebelumnya. Maka, seketika itu Maryam hamil sebagaimana wanita pada umumnya dan kemudian melahirkan Nabi Isa sebagai seorang anak manusia.
Sungguh, penciptaan ini merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Alquran,
وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ
“Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya sebagai tanda (kekuasaan kami), dan Kami lindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.” (Al-Mu’minun: 50)
Ayat-ayat yang menerangkan tentang proses kelahiran Nabi Isa ‘alaihissalam di atas merupakan bantahan tehadap tuduhan orang-orang Yahudi, yang menganggap Maryam ‘alaihassalam telah berzina. Padahal, Allah telah menegaskan tentang kesucian wanita ini dari perbuatan keji itu.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِن رُّوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ
“Dan (ingatlah) Maryam putri ‘Imran yang memelihara kemaluannya (dari perbuatan keji). Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan dia itu termasuk orang-orang yang taat.” (At-Tahriim: 12)
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan juga mengistimewakan kamu atas segala wanita di seluruh dunia.” (Ali ‘Imran: 42)
Wallahu a'lam
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Kisah hikmah: Nabi Isa 'Alaihissalam (part 1)
Siapakah beliau Nabi Isa 'Alaihissalam?
Beliau adalah seorang lelaki yang lahir dari rahim seorang perawan nan suci bernama Maryam. Ibunya merupakan anak perempuan dari seorang lelaki pilihan Allah bernama ‘Imran dari keturunan Bani Israil (anak-anak Nabi Ya’kub 'alaihissalam).
Keluarga Imran ini merupakan salah satu keluarga yang dipilih Allah mendapatkan keistimewaan dari-Nya berupa nikmat kenabian.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). Sebagiannya merupakan keturunan dari yang lainnya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”(Ali ‘Imran: 33-34)
Bersambung..
https://telegram.me/kisah
Jadilah Kunci Kebaikan dan Jangan Menjadi Kunci Keburukan"
"Jadilah Kunci Kebaikan dan Jangan Menjadi Kunci Keburukan"
- Anas bin Malik berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda :
إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
"Sesunggunya di antara manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejahatan. Dan di antara manusia itu juga ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kejahatan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan melalui tangan-Nya, dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan sebagai kunci-kunci pembuka kejahatan melalui tangannya" (HR Ibnu Majah. Dinyatakan Shohih oleh syaikh Al-Albani rahimahullah)
- Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam :
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنْ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
"Bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing tersebut. Allah pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur itu." (HR Muslim)
Catatan:
- Semoga dengan menyebarkan ilmu kepada orang lain kita dapat mengambil jalan sebagai pembuka kebaikan bagi orang lain.
- Jika sekiranya seorang pelacur diampuni oleh Allah karena memberi minum seekor anjing yang akan mati kehausan, maka bagaimana dengan orang yang menolong manusia yang lain dari kejahilan tentang agamanya ? Tentu ini lebih besar dan lebih utama.
- Ketahuilah bahwa rahmat Allah begitu luas kepada orang-orang yang beriman dan melakukan amal sholih. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً أُطْعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنْ الدُّنْيَا وَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَإِنَّ اللَّهَ يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ فِي الْآخِرَةِ وَيُعْقِبُهُ رِزْقًا فِي الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِهِ
"Orang kafir bila mengerjakan suatu kebaikan, dengan kebaikan itu ia diberi sesuap makanan dari dunia, sedangkan orang mu`min itu kebaikan-kebaikannya disimpan oleh Allah diakhirat dan ia diberi rizki di dunia karena ketaatannya." (HR Muslim)
- Wabillahi Taufiq -
-disarikan dari tausiyah ust. Junaid Ibrahim-
Malaikat penjaga manusia
![]() |
image from here |
Sumber: https://konsultasisyariah.com/27839-malaikat-penyelamat-manusia.html
Macam-macam kesombongan
![]() |
image from here |
Macam-macam Sombong
Allah berfirman,
Allah berfirman tentang kesombongan Iblis,
Sombong jenis ini, tidak sampai menyebabkan pelakunya keluar dari islam, meskipun bisa jadi, itu dosa besar. Seperti menghina orang lain atau merasa lebih berjasa dari pada orang lain.
Pada saat perang uhud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan sebuah pedang untuk para sahabatnya,
Kemudian Abu Dujanah bertanya, “Apa haknya Ya Rasulullah?”
- [1] Yang dimaksud sombong dalam hadis ini adalah sombong yang bertentangan dengan iman. Sehingga pelakunya tidak akan bisa masuk surga selamanya.
- [2] Bahwa makna hadis, ketika orang itu masuk surga, maka semua unsur kedzaliman akan dihilangkan dari hatinya. Hati mereka telah dibersihkan sebelum masuk surga.
Kedua pendapat di atas adalah keterangan al-Khithabi. - [3] Mereka tidak masuk surga secara langsung, tapi tertuda.
(Syarh Shahih Muslim, 2/91)
Sumber: https://konsultasisyariah.com/27772-makna-hadis-tentang-sombong.html
13 Adab dalam Berdoa
Pertama, Mencari Waktu yang Mustajab
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Di antara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, dan Tirmidzi)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklahberdoa.” (HR. Muslim)
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)
Dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)
Cara mengangkat tangan:
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)
Doa yang terbaik adalah doa yang ada dalam Alquran dan sunah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Ada yang mengatakan: maksudnya adalah berlebih-lebihan dalam membuat kalimat doa, dengan dipaksakan bersajak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Mislanya, orang berdoa: Yaa Allah, ampunilah hambu-MU, ampunilah hambu-MU…, ampunilah hambu-MU yang penuh dosa ini. ampunilah ya Allah…. Dia ulang-ulang permohonannya. Semacam ini menunjukkan kesungguhhannya dalam berdoa.
Ibn Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (HR. Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul husna).
Banyak mendekatkan diri kepada Allah merupakan sarana terbesar untuk mendapatkan cintanya Allah. Dengan dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, mencela manusia yang berdoa dengan doa yang buruk,
Makanan yang haram menjadi sebab tertolaknya doa.
Sumber: https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html
Nenek in memorian
Jangan letakkan hatimu pada dunia, sadarilah dunia itu hanya sementara, bersegeralah menyiapkan akhiratmu...
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, ia berkata
أخَذ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بمَنكِبي فقال : ( كُنْ في الدنيا كأنك غريبٌ أو عابرُ سبيلٍ ) . وكان ابنُ عُمرَ يقولُ : إذا أمسيْتَ فلا تنتَظِرِ الصباحَ، وإذا أصبحْتَ فلا تنتظِرِ المساءَ، وخُذْ من صحتِك لمرضِك، ومن حياتِك لموتِك
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam merangkul bahuku lalu bersabda: ‘Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau orang yang mampir di tengah perjalanannya’. Lalu Ibnu Umar mengatakan: ‘jika engkau ada di sore hari, maka jangan menunggu hingga pagi, jika engkau berada di pagi hari, maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, manfaatkan waktu hidupmu sebelum matimu"
(HR. Al Bukhari no. 6416)
-----
Setiap kematian adalah pelajaran bagi kehidupan. Betapa setiap makhluk telah ditetapkan batas kehidupanny. Betapa setiap nyawa tak akan bisa menolak tatkala diminta kembali pada-Nya...
"Telah berpulang nenek kami tercinta, Sinar binti Mantang, senin 25 Juli 2016 pukul 14.02 WITA"
Semoga Allah melapangkan kuburnya, meringankan hisabnya, mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan tempat di surga...
Kamu Islam apa sih?
Banyak yang kepo, "kamu Islam apa sih?"
Hehe....sejak kapan islam pake embel-embel ini itu. Islam is Islam. Not more.
I am not a good muslim yet. Saya penuh kekurangan di sana sini. Dari seluruh ilmu dien, saya baru belajar tak sampai seujung kukunya. But, i try to be better.
Dan kalau kamu tetap ngotot kepo, let i tell u.... saya hanya sedang belajar untuk menjalankan syariat agama saya sesuai tuntunan Al Qur'an dan sunnah sesuai pemahaman salafussholeh.
Saya nggak ikut aliran apa-apa, nggak ikut organisasi apa-apa.
😀
_______________________
📘Catatan Ustadz Najmi Umar Bakkar
* Salafi Bukanlah Sekte, Aliran, Partai atau Organisasi Massa *
��� Sebagian orang mengira Salafi adalah sebuah sekte, aliran dll sebagaimana :
✏ Jama’ah Tabligh
✏ Ahmadiyah
✏ Naqsabandiyah
✏ LDII dll
atau sebuah organisasi massa sebagaimana
✏ NU
✏ Muhammadiyah
✏ PERSIS
✏ Ikhwanul Muslimin
✏ Hizbut Tahrir dll
❗❗TANGGAPAN :
● Ini adalah salah kaprah...!
💺 Salafi bukanlah sekte, aliran, partai atau organisasi massa dll.
💺 Namun salafi adalah manhaj (metode beragama), yaitu berusaha mengikuti orang-orang terdahulu dalam cara beragama mereka yaitu Rasulullah, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dst dari para ulama yang telah mengikuti mereka dengan baik.
💺 Salafi suka menjelaskan bahwa cara beragama harus berdasarkan dalil-dalil yang shohih, ada contohnya atau pernah diamalkan atau dipahami oleh Rasul dan para sahabatnya, para tabi'in dan ulama-ulama yang mengikuti jejak mereka, karena cara seperti itulah yang diinginkan Allah dan Rasul-Nya dalam beragama.
💺 Sedangkan firqah-firqah lain umumnya beragama berdasarkan tradisi, budaya, adat atau kebiasaan masyarakat setempat atau dengan perasaan, akal-akalan atau tergantung kepada kepentingan partainya atau organisasinya yang tidak ada dalilnya atau menyelisihi Al-Qur'an, al-Hadits dan apa yang diamalkan dan dipahami oleh para sahabat Nabi dst.
💺 Salafi selalu menerangkan kepada ummat bahaya kesyirikan, macam-macamnya, menyeru untuk menjauhi syirik dan pelakunya, sehingga menjadi jelas dan terang antara syirik dan tauhid dan antara ahli syirik dan ahli tauhid.
💺 Salafi juga suka menerangkan kepada ummat bahaya-bahaya bid'ah, macam-macam bid'ah, siapa saja yang disebut ahli bid'ah. Menerangkan kepada umat pentingnya mempelajari dan mengamalkan sunnah sehingga menjadi jelas antara ahli bid'ah dan ahlussunnah.
💺 Sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia dimanapun dan kapanpun adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan mengikuti manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan.
Sebagian orang juga mengira dakwah Salafiyyah adalah gerakan yang dicetuskan dan didirikan oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab.
❗Ini pun kesalahan besar❗❗ !
💺 Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang hidup pada 3 abad yang lalu berdakwah dengan mengajak umat Islam khususnya di jazirah arab untuk kembali kepada cara beragama yang benar dengan mengikuti manhaj salaf.
💺 Tetapi penjajah Inggris dan kaum muslimin pada waktu itu yang masih terus bergelimang dengan kesyirikan dan kebid'ahan tidak menyukai bahkan mereka menentangnya. Lalu mereka pun menamakan para pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Wahabi.
💺 Ini kekeliruan besar. Karena al-Wahhab adalah salah satu dari asmaa-ul husna (nama-nama Allah yang baik). Dan Syaikh pun tidak pernah menamakan dirinya dan pengikutnya dengan Wahabi.
💺 Mereka sekedar mengajak ummat Islam kembali kepada kemurnian Islam. Dan sampai sekarang istilah Wahabi disandarkan kepada siapa saja yang mendakwahkan cara beragama yang benar atau sering disebut dengan istilah salafi.
Dijelaskan oleh Syaikh ‘Ubaid yang ringkasnya :
🍁 Dakwah salafiyyah tidak didirikan oleh seorang manusia pun.
🍁 Bukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bersama saudaranya Imam Muhammad Bin Su’ud
🍁 Tidak juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya
🍁 Bukan pula oleh Imam Mazhab yang empat
🍁 Bukan pula oleh salah seorang tabi’in, bukan pula oleh sahabat, bukan pula oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
🍁 Dan bukan didirikan oleh seorang Nabi pun, melainkan dakwah Salafiyah ini didirikan oleh Allah Ta’ala
➡ Karena para Nabi dan orang sesudah mereka menyampaikan syariat yang berasal dari Allah Ta’ala
➡ Oleh karena itu, tidak ada yang dapat dijadikan rujukan melainkan nash dan ijma' (Ushul Wa Qowaid Fii Manhajis Salaf)
🌷 Oleh karena itu, dalam dakwah Salafiyyah tidak ada :
□ Ketua umum Salafi
□ Salafi Cabang Jogja
□ Salafi Daerah
□ Tata tertib Salafi
□ AD ART Salafi
□ Alur Kaderisasi Salafi
□ Dan tidak ada muassis (tokoh pendiri) Salafi
□ Tidak ada pendiri Salafi melainkan Allah dan Rasul-Nya
□ Tidak ada AD-ART Salafi melainkan Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para Shahabat
Wallahul Muwaffiq (NUB)
Ten years with you...
Mudah-mudahan Allah memberkahi kalian dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan
KAIDAH USHUL FIQIH KE-18
📖 KAIDAH USHUL FIQIH KE-18 : HUKUM ITU MENGIKUTI ILLATNYA…
Kaidah ushul fiqih yang diambil dari kitab syarah Mandzumah ushul fiqih Syaikh Utsaimin, rohimahullah.
Kaidah Ke-18 :
Hukum itu mengikuti illatnya. Bila illat ada maka hukumpun ada, dan bila tidak ada maka hukum tidak ada.
Hukum dalam islam tidak lepas dari lima: wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.
Setiap hukum islam selalu mengandung illat. Illat adalah sifat yang tampak dan tetap seperti illat arak adalah memabukkan.
Hukum dilihat dari illatnya ada dua macam:
1. Hukum diketahui illatnya.
2. Hukum yang tidak diketahui illatnya.
Hukum yang diketahui illatnya ada dua macam:
1. Illat yang disebutkan oleh Nash. contohnya hadits ttg kucing:
إنها ليست بنجس إنما هي من الطوافين عليكم
Sesungguhnya kucing itu tidak najis, ia selalu berkeliling di antara kalian. (HR Abu Dawud).
Dalam hadits tersebut Nabi menyebutkan alasan ketidak najisan kucing yaitu suka berkeliling sehingga sulit dihindari.
2. Illat yang diketahui dengan cara istinbath.
Illat jenis ini ada yang menjadi ijma ulama seperti illat arakdalah memabukkan. Dan ada yang masih diperselisihkan, seperti illat emas dan perak ada yg mengatakan karena ditimbang. Ada yang mengatakan illatnya adalah tsaman (harga) dan inilah yang kuat.
Memahami illat suatu hukum sangat penting dan memudahkan kita untuk mengqiyaskan dengan perkara lain yang sama illatnya.
Seperti diqiyaskan kepada kucing semua binatang yang sulit untuk kita hindari.
Contoh lainnya adalah uang diqiyaskan kepada emas karena illatnya sama sama harga. Sehingga dalam zakat sama dengan emas dan juga terjadi padanya riba.
Apabila illatnya hilang, maka hilang pula hukumnya. Contohnya bila arak berubah menjadi cuka dengan sendirinya, dan tidak lagi memabukkan menjadi halal hukumnya karena illat memabukkan itu telah hilang.
dan sebagainya.
Adapun hukum yang tidak diketahui illatnya, seperti mengapa sholat shubuh dua rakaat, mengapa sholat dimulai dengan takbirotul ihram dan lain sebagainya.
maka seperti ini disebut dengan ibadah mahdlah yang tak bisa diqiyaskan karena tidak diketahui illatnya.
📝Oleh Ustadz Badru Salam, حفظه الله
---
♻ WAGroup Madinatulquran : http://goo.gl/79lAcJ
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
Merokok, tindakan intoleran yang dianggap lumrah
The old memories
Konon katanya live is must go on. Dan memang demikian adanya, selama kita masih bernafas, hidup selalu membawa kita melangkah maju, melewati detik demi detik yang akhirnya teronggok jauh di belakang. Menjadi setumpuk kenangan.
Konon katanya, banyak pula orang yang hidup dalam kenangan yang mungkin kisahnya belum dirasa usai. Maka, jadilah hidupnya maju mundur (nggak) cantik.
Konon katanya, kenangan itu serupa kotak pandora, terlarang untuk dibuka-buka jika tak ingin terkena bencana.
Pun demikian, bagiku kenangan adalah harta berharga.
Ia akan memantik api semangat yang kobarnya mulai meredup, karena bersamanyalah sumbu itu bermula.
Di lain waktu kenanganlah yang mengajariku untuk bersikap lebih baik dan bijak, jika tak ingin ia menjelma nyata sekali lagi.
Apa-apa yang telah berlalu, memang hanya meninggalkan jejak-jejak di belakang. Tapi, semua jejak kenangan itulah yang telah memahat sosok kita hari ini.
Tanpa kenangan, kita hari ini mungkin tak ubahnya robot, yang menjalani rutinitas tanpa rasa dan asa.
Semua kenangan mungkin tertinggal di belakang. Tapi, tahukah kamu ada kenangan yang terus membersamaimu hingga jauh ke masa depan. Ada kenangan yang terus menggandengmu hingga akhir zaman. Ada kenangan yang begitu berharga hingga ia terus terbawa, menggandeng mimpimu, memompa semangatmu, bahkan mengurai letihmu. Kenangan itu bertajuk cinta.
Maukah kau kuberitahu, tentang sebongkah kenangan bertajuk cinta???
Di tempat ini kisahnya bermula...
Mencintaimu, dicintai olehmu...
Menemukan cinta itu, hanya soal jalan yang belum bertemu saja. Don't think more lah (siap-siap ditimpuk jombloers ^_^)... yang penting usaha n doa jalan beriringan (ngomong emang gampang sih *_*).
Nah, kalau urusan menjaga cinta, musti ada usaha dan doa yang lebih...

Seorang kawan penulis mengatakan ada maqom berbeda antara mencintai dan dicintai. sampai tingkat tertentu aku menyetujui pernyataan tersebut. Mencintai identik dengan memberi. Adapun dicintai identik dengan menerima. Dalam kacamata subyektif memberi itu selalu lebih daripada menerima. Dalam konteks ini, orang yang mencintai memiliki maqom yang lebih tinggi ketimbang orang yang dicintai. Meski mencintai dan dicintai jelas memiliki maqom yang berbeda, tapi tidak menjadikan pihak yang mencintai menjadi lebih ketimbang pihak yang dicintai. Mencintai ataupun dicintai adalah proses hati yang muaranya sama, kebahagiaan.
Menjadi pihak yang dicintai, membuat kita berbesar hati menerima limpahan cinta bagaimanapun bentuknya, yang kita sukai ataupun tidak. Takarannya kurang atau berlebih. Menimbulkan bahagia atau justru menorehkan duka.
Pun, menjadi pihak yang mencintai, tanpa tahu harus melimpahkan cinta dengan cara yang bagaimana, mungkin membuat semua usaha mencintai menjadi sia-sia.
Anyway, dalam rangka menjaga cinta, baik sebagai pihak yang mencintai ataupun dicintai tetaplah membutuhkan komunikasi. Bahkan komunikasilah yang akhirnya bisa menjembatani urusan mencintai dan dicintai hingga menjadi maqom yang setara dan saling. Pada akhirnya, tak masalah engkau menjadi pihak yang lebih mencintai atau justru lebih dicintai, karena komunikasi akan terus menjaga komitmen cinta kalian. Dan ketimbang meributkan siapa yang lebih mencintai siapa, lebih baik bergandengan tangan untuk berbahagia bersama-sama.
Kalau kau belum menemukan jalan untuk bahagia, don't worry be happy... just be a kind person. You will never regret lah...^_^
-Catatan siang, 14 Juni 2016-