Search This Blog

Powered by Blogger.

Showing posts with label #30haribercerita. Show all posts

Biar tekor asal kesohor

Pernahkah anda mendengar teori Maslow? konon katanya tingkat tertinggi dari kebutuhan hidup manusia, adalah aktualisasi diri. Artinya, berdasarkan teori ini manusia perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya sebelum naik ke tingkat selanjutnya dan selanjutnya lagi.
Kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan kemudian barulah aktualisasi diri.
.
Benar tidaknya teori tersebut, mungkin masih menjadi perbincangan hingga hari ini, namun di zaman now  kebutuhan aktualisasi diri rupanya setara kebutuhan dasar manusia.
orang-orang butuh sekali menunjukkan "who am i", mereka butuh diakui, butuh merasa dibutuhkan oleh orang lain (beeing needs). Jadi tak peduli kau cukup makan atau tidak, yang penting eksis dulu. Tak peduli seberapa banyak hutang, yang penting mewah dulu, tak masalah tekor yang penting kesohor.
Kau butuh menjadi jagoan, bahkan jika itu sekedar drama satu babak.
see? .
Bahkan orang awam bisa menyimpulkan, bahwa ini adalah gejala penyakit mental.
Dalam tataran personal, maka hal ini menjadi lebih sederhana, karna akibat dan tanggung jawab tak akan menyambar kemana-mana, selain berpulang ke diri pribadi.
Sialnya (upsss) urusan ini bisa jadi bukan hanya urusan personal tapi merambah ke segala instansi bermacam rupa.
.
How? saat kau dipimpin oleh manusia bergejala serupa.
.
Finally, aku teringat tulisan dr. Raehanul Bahraen " Hiduplah sesuai kemampuan jangan sesuai kemauan!" .
. .
catatan dini hari untuk @30haribercerita #30haribercerita
#30hbc1803

Pro konta AAC 2

Finally, AAC 2 difilmkan. sebagai book lovers saya tidak berekpektasi tinggi pada film-film yang diangkat dari buku, sungguh mematikan imajinasi hahaha.
.
but anyway, saya mengikuti review2 para pecinta film yang sebagian kecewa dengan sosok superman ala Fahri.
.
Bagi saya pribadi, hal ini menunjukkan betapa jauhnya umat islam dengan ajarannya sendiri.
Ketika tokoh serupa Fahri dianggap superman, manusia halu, setengah dewa, etc. Lantas bagaimana tanggapan kita ketika membaca shirah nabi, shirah shahabat, kisah para tabi'in dan tabi'ut ???
.
Sekitar Februari 2016 saya menyelesaikan membaca AAC 2 dan mereviewnya di blog saya :
Fahri, prototype muslim sejati
.
Di sana saya menuliskan:
"Kalu dulu aku agak apatis,  lantaran menganggap Fahri itu tokoh yang "malaikat" banget. Sekarang aku bersyukur, meski tokoh imajinatif,  tapi Fahri berhasil menjadi role model muslim yang menjadi rahmatan lil alamin. Fahri-Aisha-Sabina ini bukan tokoh-tokoh serupa malaikat,  tapi mereka prototype dari akhlak seorang muslim sejati. .

Dan aku sangat sepakat dengan pandangan Kang Abik yang tertuang apik dalam buku ini,  seseorang yang beragama dengan sereligius-relegiusnya akan mampu menciptakan kedamaian di muka bumi ini. Dan seorang muslim yang mendalami ajaran agamanya akan menjelma menjadi manusia yang penyayang,  semakin ia memahami islam,  maka semakin penyayang ia, bukannya menjadi teroris ( i told before that terrorists are not muslim) "
_________
.
Sebuah film memang tidak dapat mempresentasikan segala hal yang tertuang di dalam buku, bahkan jika film tersebut terlihat sangat lost logic, mengapa tidak menahan diri dari mencaci dan mencoba mengambil remahan-remahan hikmah yang pastinya tetap termuat di sana.
Sayang waktu nontonnya, jika endingnya hanya untuk menghujat.
sesungguhnya setiap detik kita akan dimintai pertanggungjawaban. Maka berusahalah agar setiap hal yang kita lakukan bermanfaat, jika ia tak bisa menambah pahala maka minimal tidak menuai dosa.
.
Catatan pagi untuk @30haribercerita #30hbc1801 #30haribercerita

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -