Search This Blog

Powered by Blogger.

Andai Saja Waktu Itu Bisa Dijual dan Dibeli, Sungguh Akan Kubeli Waktu Mereka...

Pernahkah anda merasa begitu sibuk, hingga 24 jam dalam sehari tidaklah mencukupi untuk menyelesaikan semua urusan anda? Di lain sisi anda menemukan banyak orang yang bersantai-santai atau bahkan menyia-nyiakan waktu mereka. Tentu kita merasa gemas dan mungkin berpikir seandainya bisa membeli saja waktu mereka yang tersia-sia tersebut.
Syaikh Ali Thantawi dalam kitab beliau “Dzikrayaat” mengisahkan tentang seorang ulama besar bernama Jamaludin Al-Qasimi.
Suatu ketika beliau ini melewati sekumpulan anak muda yang sibuk berfoya-foya dan menghabiskan waktu mereka dalam maksiat. Melihat keadaan seperti itu, Syaikh Jamaludin Al-Qasimi lantas berkata,
Andai saja waktu itu bisa dijual dan dibeli, sungguh akan kubeli waktu mereka...”
Ucapan tersebut terlontar karena beliau menyayangkan waktu yang berlalu tanpa kebermanfaatan. Beliau menghabiskan 50 tahun usianya dan telah menulis sekitar 80 kitab, di antaranya adalah Mahaasinut Ta’wiil, kitab tafsir setebal tujuh belas jilid. Beliau mengisi hari-harinya dengan mengajarkan ilmu dan menulis buku.
Anda bisa bayangkan, dalam setahun berapa buku yang beliau tulis. Inilah Syaikh Jamaluddin Al-Qasimi. Salah satu ulama yang demikian menghargai waktu. Sungguh beliau memiliki umur yang diberkahi, kehidupan yang bermanfaat, dan ilmu yang diajarkan sehingga menjadi amal jariyah yang insyaallah pahalanya masih terus mengalir hingga saat ini. Masyaallah, Semoga Allah merahmati beliau.
Betapa meruginya orang yang menyia-nyiakan waktu. Bagaimanapun kita memohon dan berusaha sesungguhnya waktu tak mungkin kembali. Semoga waktu kita terhabiskan dalam kebermanfaatan dan keberkahan.
Mari tanyakan pada diri kita, kita pergunakan untuk apa waktu hidup yang kita miliki!

Sumber Gambar: zilbest.com/featured/karena-kita-akan-selalu-diburu-oleh-waktu/

Sumber Gambar: farahazzahra1903.blogspot.com/2016/02/gunakan-waktu-sebaik-mungkin-waktu.html
Sumber Referensi: muslimah.or.id
Tag : ,

Terharu, 2 Anak Lusuh Beli Makan di KFC Gorontalo, Begini Sikap Pelayannya

Hati nurani adalah apa yang seharusnya dimiliki setiap manusia. Karena hanya dengan hati kita akan bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan bahagia.

Referensi pihak ketiga
Hari itu, dua orang anak dengan pakaian lusuh dan kotor, memasuki KFC Gorontalo tanpa mengenakan alas kaki. Di tangan mereka terdapat uang sejumlah Rp 18 ribu. Mereka berharap bisa menyatap sepotong ayam dan nasi.
Seorang pengguna facebook, Aurora Makawimbang Lie yang kebetulan ada di sana, bertanya-tanya di dalam hati, akankah para pelayan mengusir kedua anak tersebut?
Pada kenyataannya, ia dibuat tercengang, takjub, sekaligus terharu. Kedua anak itu tetap dilayani dengan baik. Aurora bahkan memotret bagaimana kedua anak dengan pakaian lusuh dan kotor itu menikmati makanannya dengan sangat lahap, bahkan disajikan lengkap dengan minuman, meskipun uang mereka hanya Rp 18 ribu saja.
"Mantap kebaikkan karyawan KFC Gorontalo, sungguh mulia hati mereka. Memberi makan dan ijin bagi anak-anak membutuhkan. Mereka datang ke kasir KFC ingin makan KFC dengan uang di tangan 18rb dan ingin makan ayam dan nasi.
Tanpa alas kaki dan baju sangat kotor. Saya kira pihak KFC akan usir tapi mereka melayani dengan ramah dan senyuman ke dua anak itu, serta memberi 2 paket KFC untuk mereka makan. Malah pegawai KFC itu ambil kan lagi sambal," Begitu unggahan Aurora pada laman facebooknya.

Referensi pihak ketiga
Sahabat, bukankah hati nurani akan melahirkan kebaikan dan kasih sayang pada sesama? Dan, begitulah bagaimana dunia ini selalu bertahan dengan segala kerusakan dan keburukan yang terus terjadi setiap harinya.
Ya, karena di sana, selalu masih ada orang-orang berhati baik yang peduli dengan sesamanya.
Mari ambil bagian dalam kebaikan, sekecil apapun itu!
Stay positif all ^_^
---
Sumber Referensi:
Today.line.me

Awas! Jangan Sampai Tertular Si Gober Bebek...

Dunia ini menampilkan semua sisi secara bersebrangan. Seringnya pula dalam kapasitas ekstrim.
Tentu anda pernah melihat orang yang menghabiskan hartanya untuk bergaya hidup mewah, berfoya-foya, membeli barang-barang terbaru dan bermerk meski tidak membutuhkannya. Bahkan ada yang sanggup berhutang demi gaya hidup prestisius.
Di lain sisi, anda pasti juga pernah menemui orang yang pelit, sangat pelit, hingga super duper pelit. Hingga pada derajat pelit pada dirinya sendiri.
Ada? Banyak.

Referensi pihak ketiga
Ada orang yang memiliki banyak uang dan mampu membeli kebutuhannya, tapi ia pelit, takut hartanya berkurang.
Anda mungkin teringat satu sosok fiksi yang terkenal di zamannya bahkan hingga kini, Ebenezer Scrooge, atau lebih dikenal sebagai Paman Gober. Dia orang yang serakah dan berhati dingin, hal yang paling dibencinya adalah memberi. Dia mencintai uangnya lebih dari dirinya sendiri. Meski uangnya segudang lebih, ia memilih makanan termurah, mengambil koran bekas, dan hal-hal semisal.

Referensi pihak ketiga

Ternyata sifat tokoh fiksi yang terkenal di kota bebek ini juga merupakan kenyataan di dunia yang kita tempati saat ini. Manusia-manusia pelit semakin banyak. Ia mampu membeli baju yang bagus -bukan berarti mahal-, tapi ia tidak beli karena takut hartanya berkurang. Padahal adalah salah satu bentuk kesyukuran menggunakan pakaian yang pantas sesuai kemampuan. Seseorang yang sakit, memilih tidak berobat karena takut membayar mahal. Padahal ia memiliki cukup uang.

Referensi pihak ketiga
Tanpa disadari, kita terjerembab pada puncaknya penyakit hati yaitu kikir/bakhil.
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata:
“Derajat pelit yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri padahal ia sedang membutuhkan, betapa banyak manusia yang menahan hartanya (tidak keluar), semisal ketika sakit dan tidak berobat. Ia sedang berhajat terhadap sesuatu tetapi ia tahan karena pelit.”
Bahkan terhadap keluarga yang ia cintai, terhadap anak-anak dan istrinya ia juga pelit, padahal mereka sedang membutuhkan
Semoga kita dijauhkan dari sifat kikir terhadap orang lain terlebih-lebih terhadap diri sendiri dan keluarga.

Referensi pihak ketiga
Sumber referensi: Muslimafiyah.com

Tag : ,

Percayalah, Ada Cinta di Balik Ujian!

Ujian kehidupan hanya diberikan kepada orang-orang terpilih. Yakni orang-orang yang dicintai oleh Allah Ta'ala. Semakin engkau dicintai-Nya maka semakin berat ujiannya.
Mengapa demikian?
Karena Ujian tersebut dimaksudkan untuk mengangkat derajat orang tersebut, membersihkan dosa-dosanya, dan menambah kebaikannya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan menjadi contoh golongan orang-orang yang bersabar.

Referensi pihak ketiga
Karenanya orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan Rasul, kemudian orang-orang shalih, kemudian orang-orang yang semisal mereka dan yang semisalnya lagi.
Jadi, jika kita ditimpa suatu musibah atau hal tak menyenangkan lainnya, tentu kita harus berkaca apakah hal tersebut merupakan ujian yang menjadi tanda bahwa kita adalah bagian dari orang-oarng yang dicintai oleh Allah Ta'ala, ataukah hal tersebut merupakan azab atas dosa-dosa kita selama ini.


Referensi pihak ketiga
Syuraih Al- Qodhi, salah seorang tabi'ien yang terkenal dengan ketawadhuannya, ketika ditimpa musibah yang datang silih berganti justru memanjatkan banyak pujian kepada Allah Ta'ala.

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ
Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ
(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا
(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ
(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي
(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).
---

Sumber referensi : Muslim.or.id
Tag : ,

Kita Hanyalah Orang Asing

Pernahkah merasa kehidupan sehari-hari yang kita jalani seolah mimpi?
Rasanya baru kemarin, kita berlari-lari, terjatuh, dan menangis di pangkuan ibu, namun saat ini ternyata kita telah menjadi sosok dewasa dengan rambut yang berwarna dua. Sebagian orang-orang yang kita kenal bahkan sudah tiada.
Begitulah waktu berjalan dengan cepat, tanpa istirahat atau menoleh ke belakang. Sementara kita masih disibukkan dengan segala macam urusan dunia, berlomba-lomba membangun rumah-rumah mewah, bekerja keras meraih jabatan tinggi, hingga tak jarang saling iri dan benci.
Waktu kita terbatas, namun impian kita di dunia kian meluas. Kita lupa bahwa kita sedang dalam perjalanan. Menuju rumah kita yang sesungguhnya, surga.
Ibnu Qoyyim rohimahulloh ketika menyebutkan bahwa kerinduan, kecintaan dan harapan seorang muslim kepada surga adalah karena surga merupakan tempat tinggalnya semula.
Saat ini seorang muslim tengah menjadi tawanan musuh-musuhnya dan diusir dari negeri asalnya karena iblis telah menawan bapak kita, Adam ‘alaihissalam dan dia melihat, apakah dia akan dikembalikan ke tempat asalnya atau tidak.
Dunia ini hanyalah tempat perbekalan bukan untuk menetap selamanya, karena sesungguhnya aku dan kamu, kita hanyalah orang asing di dunia yang fana ini.

Referensi pihak ketiga
Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.

Referensi pihak ketiga
Selayaknya orang asing, kita tak perlu terlalu disibukkan dengan dunia. Ambillah bagian dari dunia ini secukupnya saja.
Nah, sudah berbekal apa saja kita?

Referensi pihak ketiga
Referensi: Muslim.or.id
Tag : ,

Masyaa Allah! Inilah 4 Doa Seharga 4 Dirham yang Diijabah Allah

Seorang pemabuk mengundang kawan-kawannya ke rumah. Setelah kawan-kawannya tiba, si pemabuk memanggil pembantunya, lalu ia menyerahkan empat dirham dan menyuruhnya membeli buah-buahan.
Di tengah perjalanan, si pembantu melewati ulama zuhud yang terkenal, yaitu Manshur bin Ammar. Beliau berkata barang siapa memberinya empat dirham maka ia akan mendoakan empat hal kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Tanpa pikir panjang, si pembantu menyerahkan 4 dirham uang dari tuannya.
“Doa apa yang Anda inginkan?” tanya Manshur bin Ammar.
Lalu ia menjawab, “Pertama, saya mempunyai majikan yang bengis. Saya ingin dapat terlepas darinya. Kedua, saya ingin Allah menggantikan empat dirham untukku. Ketiga, saya ingin Allah menerima taubat majikan saya. Keempat, saya ingin Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan ampunan untukku, untuk majikanku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sana.”
Kemudian Manshur pun mendoakannya.
Pembantu itu pun kembali kepada majikannya yang pemabuk. Yang sudah menunggunya dengan marah, “Mengapa kamu terlambat dan mana buahnya?” hardik sang majikan.
Lantas si pembantu menceritakan bahwa ia telah bertemu sang ahli zuhud bernama Manshur bin Ammar, dan ia telah memberikan empat dirham kepadanya sebagai imbalan empat doa.
Perlahan, amarah si majikan surut, dan justru bertanya “Apa yang engkau mohonkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?”
Ia menjawab, “Saya mohon untuk diriku agar saya dibebaskan dari perbudakan.” Lantas majikannya berkata, “Sungguh, saya telah memerdekakanmu. Kamu sekarang merdeka karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa doamu yang kedua?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan empat dirham buatku.”
Majikannya berkata, “Bagimu empat dirham. Apa doamu yang ketiga?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubatmu.”
Lantas si majikan menundukkan kepalanya, menangis, dan menyingkirkan gelas-gelas arak dengan kedua tangannya dan memecahkannya. Lalu ia berkata, “Saya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya tidak akan mengulanginya lagi selamanya. Lalu apa doamu yang keempat?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ampunan untukku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sini.”
Sang majikan berkata, “Yang ini bukan wewenangku. Ini adalah wewenang Dzat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ketika sang majikan tidur pada malam harinya, ia mendengar suara yang mengatakan, “Engkau telah melakukan apa yang menjadi wewenangmu. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan kepadamu, si pelayan, Manshur bin Ammar, dan semua orang-orang yang hadir.”
Masyaallah... Semoga kita bisa memetik hikmah dari kisah tersebut.
----
Sumber Referensi:
  1. Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1
  2. Kisahmuslim.com/3258-balasan-kebaikan-adalah-kebaikan.html

Sumber Gambar: helalsiteler.com/107343-duduk-manis-di-majelis-mabuk-mabukan.html

Seorang Pemuda Datang Melamar Anak Gadisnya, Sikap Ulama Besar Ini Sungguh Tak Terduga, Masyaa Allah!

Pemuda itu masih berstatus mahasiswa, ketika memberanikan diri mendatangi ulama besar di negeri Arab saat itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin.
“Wahai Syaikh, apakah Anda mempunyai anak perempuan?” tanya sang pemuda.
Mendengar pertanyaan itu, mimik sang Syaikh berubah "Ada apa wahai akhi?" tanya beliau.
Pemuda itu menjawab, “Kalau ada, saya berniat meminangnya, bolehkah saya meminangnya?”
Menurut anda apa yang akan dilakukan sang Syaikh? Apakah ia akan bertanya siapa ayah ibumu? Berapa hafalan hadistmu? Atau bekerja dimanakah Engkau?
Tidak sahabat, pada kenyataannya Syaikh 'Utsaimin hanya berkata “Tunggulah kabar dariku, Insya Allah akan aku telepon…”
Satu hari berlalu, satu pekan berlalu, sang pemuda menunggu telepon dalam kegelisahan. Sempat terpikir di benaknya untuk menghubungi sang Syaikh untuk menanyakan kabar pinangannya. Namun, karena disuruh menunggu ia menyabar-nyabarkan hatinya dan melewati hari-hari dengan tetap berfokus pada kegiatannya semula sebagai mahasiswa.
Sebulan berlalu, pihak asrama menyampaikan pesan kepada sang Pemuda bahwa Syaikh 'Utsaimin menelponnya. Sang Pemuda kebingungan dan bertanya-tanya untuk apa sang Syaikh menghubunginya. Sebulan tanpa kabar, ia mengira pinangannya telah ditolak secara halus.
Akhirnya ia melepon Syaikh ‘Utsaimin, dan bertanya, “Ada apa Syaikh?”
“Aku ingin melanjutkan pembicaraan kita waktu itu akhi?”
“Pembicaraan yang mana, Syaikh?”
“Pembicaraan tentang pinangan terhadap putriku. Akhi, silahkan kamu lanjutkan prosesnya..."
Jawaban Syaikh 'Utsaimin membuat pemuda itu sangat terkejut, dengan terbata-bata ia menjawab "Baik Syaikh, aku akan menghubungi orangtuaku terlebih dahulu..."
“Silahkan akhi, saya tunggu kedatangan kalian…”
Tahukah Sahabat, apa yang dilakukan Syaikh 'Utsaimin selama satu bulan sejak lamaran sang pemuda?

Referensi pihak ketiga
Masyaallah, rupanya Syaikh turun tangan sendiri demi menyelidiki sang pemuda yang telah meminang putrinya. Bagaimana kesehariannya, bagaimana pergaulannya, prestasinya di kampus, latar belakang keluarganya, dan setelah mengetahui secara pasti mengenai hal ikhwal sang pemuda barulah beliau menyampaikan pinangan tersebut kepada keluarganya.
Pemuda ini adalah Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih yang saat ini menjadi salah satu ulama yang dikenal di negeri Arab.

Referensi pihak ketiga
Sungguh, beginilah adab Ulama yang patut dicontoh para wali seorang wanita. Jangan bermudah-mudah menerima lamaran lelaki hanya dengan melihat penampilannya belaka.
Sudah menjadi kewajiban seorang wali untuk memilihkan pasangan yang baik bagi putri-putri mereka, dan tidak percaya begitu saja pada pilihan anak-anak sebelum memastikan sendiri akhlak dan keadaan sang calon menantu.
Karena menikah juga berarti memindahkan tanggung jawab atas seorang wanita dari ayah kepada suaminya, maka wajib bagi para ayah untuk memilihkan pemuda terbaik yang kelak bertanggung jawab atas dunia akhirat anak-anak perempuannya.
----

Kisah Ini sudah tayang di UCNews denga judul: 

Masyaallah! Seorang Pemuda Melamar Anak Gadisnya, Ini yang Dilakukan Sang Ulama


Selalu Ada Pengorbanan di Balik Kesuksesan, Beginilah Yang Bisa Dilakukan Seorang Saudara!

Sahabat, pernahkah anda membayangkan usaha dan pengorbanan bagaimana yang dilakukan seseorang yang berasal dari keluarga tak berpunya untuk meraih impiannya? Di balik kesuksesan seseorang, selalu ada kisah mengharukan. Entah perjuangan yang begitu berat, jatuh bangun kehidupan, hingga pengorbanan orang-orang terkasih, temasuk pengorbanan saudara.
Saudara, adalah mereka yang kita kerap bertengkar dengannya, namun mereka jualah yang sanggup mengorbankan dirinya untuk membela dan mendukung kita. 

Kisah berikut, mungkin akan memberi gambaran utuh bagaimana seorang saudara sanggup berkorban untuk saudaranya yang lain.
Adik beradik Durer, tumbuh dalam kondisi tanpa harapan. Mereka delapan belas bersaudara. Orang tua mereka hanyalah pekerja kasar di penambangan sekitar. Jangankan untuk merajut cita, urusan makan saja mereka kekurangan. Namun dua anak tertua di keluarga Durer ini, memiliki bakat dan cita-cita di bidang seni.
Keduanya membuat kesepakatan, untuk bergantian membiayai pendidikan satu sama lain. Merekapun melempar koin untuk menentukan pemilik kesempatan pertama. Pihak yang kalah akan bekerja di tambang , upah yang diterima akan dipergunakan untuk membiayai saudaranya bersekolah. Kemudian, saudara yang telah menyelesaikan pendidikan, kelak akan gantian membiayai saudaranya tersebut. Demikianlah mereka membuat kesepakatan agar bisa saling mendukung cita-cita mereka bersama.

Sumber Referensi: luzdelaluna.net/brother-quotes/
Singkat cerita, saudara yang memenangkan kesempatan pertama, Albercht Durer, telah menyelesaikan pendidikannya dengan sangat baik. Karya-karyanya menimbulkan sensasi, melampaui ekspektasi para professornya. Sketsa, ukiran kayu, pahatan, dan lukisan karyanya sungguh luar biasa.
Albercht kembali menemui saudaranya yang telah bekerja di tambang berbahaya untuk membiayai sekolahnya selama 4 tahun. Ia bermaksud memenuhi janjinya. "Wahai saudaraku, sekarang aku sudah berhasil. Sesungguhnya sekaranglah giliranmu. Aku akan mendukungmu"
Namun, yang ditemui Albercht adalah senyum sedih saudaranya "Tidak Albercht, sudah terlambat bagiku kini. Lihatlah yang dilakukan tambang-tambang itu pada tanganku! Setiap jari-jariku telah terpukul minimal sekali, dan atritis telah menyerang tangan kananku, aku bahkan tak sanggup menganggat gelas, bagaimana mungkin aku bisa membuat garis-garis halus di atas kanvas?"
Saudaranya bersedih, tapi tanpa penyesalan. Kesuksesan Albercht adalah kesuksesannya. Pengorbanannya dan kesungguhan Albercht dalam belajar membuahkan hasil, mereka mengangkat kehidupan keluarga mereka.
Bukan hanya itu, ratusan tahun berlalu, Albercht Durer menghasilkan ratusan karya yang tersebar di berbagai museum besar di seluruh dunia. Dan satu karya masterpiecenya mungkin juga anda kenali "The Praying Hands".
Sebuah karya lukis yang dibuat Albercht Durer dengan sepenuh hati untuk mengabadikan pengorbanan saudaranya.

Sumber Gambar: voaindonesia.com/a/hari-ini-dalam-foto-26-juni-2015/2838826/p1.html
Sumber Referensi:
  1. Buku Koin Emas Di Tepi Jalan karya Mario Seto terbitan New Diglossia 2011
  2. Opini Pribadi
Artikel ini pertama kali terbit di UC News  dengan judul:

Mengharukan! Pengorbanan Seorang Saudara: Kuabadikan Tangan yang Kau Korbankan

Astaghfirullah! 10 Orang Ini Bahkan Tak Bisa Mencium Wangi Surga, Jangan-jangan Mereka Adalah Kita...

Sebagai seorang muslim, tentu kita memiliki cita-cita tertinggi untuk kelak kekal di dalam surga yang kenikmatannya sungguh sangat luar biasa. Ada yang bersungguh-sungguh dan segenap jiwa raga dalam meraihnya, ada pula yang setengah-setengah, bahkan cenderung bermalas-malasan dan acuh tak acuh. Tapi, bisa dipastikan setiap muslim bagaimanapun kondisi keimanannya tentu merindukan surga, yang wanginya bisa tercium dari jarak 70 tahun perjalanan.
Jika surga adalah impian tertinggi setiap muslim, maka tentu kita perlu mewaspadai hal-hal yang bisa menghambat impian tersebut. Tahukah sahabat, ada beberapa orang yang bahkan terhalang dari mencium baunya surga.
Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc dalam tulisannya di laman Bimbinganislam.com menyebutkan setidaknya terdapat 10 orang yang tidak bisa mencium wanginya surga.
Siapa sajakah mereka?

Referensi pihak ketiga

1. Orang yang sombong

“Tidak akan masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya ada setitik kesombongan.” HR. Muslim, no. 275

2. Orang yang mencari ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.”(HR. Ibnu Majah dishahihkan Al-Albany)

3. Menisbatkan nasab bukan kepada ayahnya

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad dishahihkan Al-Albany di Sohihul Jami’5988)

4. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

"Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim, 2128)
Nabi bersabda: “Perempuan yang memakai baju tetapi telanjang, dan dia memandang lelaki lain, dan membuatkan lelaki-lelaki lain terpandang kepadanya, maka perempuan ini tidak akan cium bau surga. Sedangkan bau surga sudah pun boleh dibau dari jarak 500 tahun perjalanan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Referensi pihak ketiga

5. Orang yang menyemir rambutnya, dengan warna hitam

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud dishahihkan Al-Albany)

6. Wanita yang minta cerai dari suaminya tanpa alasan

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (Abu Daud dishahihkan Al-Albany, 1187)

7. Orang yang membunuh kafir mu’ahad, dan kafir dzimmy

“Barangsiapa membunuh orang kafir mu’ahad, maka dia tidak akan mencium bau wangi surga” (HR. Bukhari, 3166)
Sabda Rasulullah, “Barangsiapa membunuh kafir zimmi maka tidak akan mencium baunya surga. Sesungguhnya baunya surga itu bisa dicium sejauh perjalanan 40 tahun” (Hadist Riwayat Imam Ahmad disohihkan Al-Albany di At-Tarhib, 2452)

8. Orang-orang yang mendurhakai kedua ibu bapanya, wanita yang berpenampilan menyerupai laki-laki dan dayyuts.

Nabi bersabda: Tiga manusia tidak akan masuk syurga, yaitu orang yang mendurhakai kedua-dua ibu bapanya, perempuan yang menyerupai dan lelaki dan dayyuts (lelaki yang tidak menjaga maruah istrinya)” (HR As-Suyuthi disohihkan Al-Albany di Sohih Al-Jami’, 3542).
Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk syurga orang yang durhaka kepada kedua ibu bapanya, orang yang ketagihan minuman keras dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya” (HR Al-Nasai’ disohihkan Al-Albany di Sohih Al-Jamai’, 3542)

9. Orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan dan laki-laki yang memanjangkan pakaiannya melebihi mata kaki.

Dari Al-Zuhri, Rasulullah bersabda : “Tidak akan masuk syurga bagi yang memutuskan silaturahim”. (HR Muslim).
Sabda Rasulullah, “Baunya surga dapat dicium sejauh perjalanan 1000 tahun. Demi Allah tidak akan menciumnya seseorang yang mendurhaka kepada ibu bapaknya dan orang yang memutuskan tali persaudaraan, orang tua yang berzina, dan orang yang memanjangkan pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong” (HR At-Tabrani 6/18, bersrendiri periwayatannya Ahmad bin Muhammad bin Thorif)

10. Pemimpin-pemimpin yang berkhianat kepada rakyat.

Dari Hasan meriwayatkan bahwa Ubaidallah bin Ziad ketika tiba ajalnya berkata :“Aku ceritakan padamu sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah . Baginda bersabda: “Mana-mana pemimpin yang dipilih oleh Allah untuk menjaga rakyatnya, tetapi tidak memberi teladan yang baik kepada mereka melainkan tidak mencium bau syurga” (HR Bukhari,7150)

Referensi pihak ketiga
Nah, Sahabat semoga penjelasan Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc ini bisa menambah ilmu dan pemahaman kita. Dengan memahami dan merenunginya semoga menghindarkan kita dari sikap yang demikian.
Sungguh kenikmatan surga adalah kenikmatan luar biasa yang tak pernah bisa kita bayangkan. Maka, tentu jalan untuk meraihnya dipenuhi onak duri yang menjadi ujian keimanan setiap kita.
Semoga kecintaan kita terhadap Allah dan Rasul-Nya semakin menguat dan menjadi asbab curahan rahmat dan kemudahan dari Allah Ta'ala dalam menempuh jalan berliku menuju surga-Nya.
----
Sumber Referensi:
bimbinganislam.com/orang-orang-yang-tidak-bisa-mencium-bau-surga/
Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -