Posted by : Sara Amijaya Thursday, 18 April 2019

"Males banget liat pengemis apa peminta-minta gitu, banyak tukang tipu. Kadang orang tua gitu emang sengaja dipekerjakan anak-anaknya biar dapat duit banyak..."

Seorang kawan mengomentari ajakan berdonasi yang dishare di salah  satu WAG yang kuikuti. Ajakan donasi itu disertai fhoto seorang kakek tua yang tampak meringkuk di persimpangan jalan dengan sebuah kaleng kecil dihadapannya.


Jangan ditanya, bagaimana akhirnya suasana WAG menjadi panas. Ada yang  menyebutnya tak punya hati dan mungkin ada pula yang diam-diam menyumpahi, aduhai...



Gambar hanya ilustrasi


Banyaknya orang yang menjadikan meminta-minta sebagai mata pencaharian ternyata berimbas besar. Tak jarang prasangka buruk menari-nari mendahului hati nurani. Pun demikian orang-orang 'bodoh' masih banyak. Salah satunya Salsa (bukan nama sebenarnya).

sore itu rumahnya diketuk, seorang wanita muda menggendong balita yang belum genap berumur 2 tahun menunggu di depan pintu. Dengan bingung Salsa menatap mereka, sungguh ia merasa tak kenal ataupun pernah melihat mereka, namun begitu senyumnya terkembang dan bertanya, "Ada apa mba?"

Wanita itu bicara dengan cepat, setengah gugup di awal, "Rumahku di sana mba (sambil menunjuk perumahan tak jauh dari rumah Salsa), aku mau beli susu buat anakku, tapi uangku kurang. Suamiku baru datang lusa. Boleh aku pinjam dulu, Rp50.000 aja mba? Nanti suamiku datang, aku kembalikan."

Salsa tak banyak tanya, tak jua mengamati seksama, ia hanya berkata, "tunggu sebentar!". Dan kembali dengan selembar Rp50.000 di tangan. Menyerahkannya dan dengan cepat berkata, "bawa saja, tidak usah dikembalikan!"



Apakah kalian merasa heran?


Meski seorang ASN, Salsa bukan orang kaya, ia dan suaminya masih mengontrak. Mereka pun memiliki 3 anak usia sekolah dengan kebutuhan tidak sedikit.

Tapi, Salsa memilih berbagi tanpa prasangka. Ia bahkan tak memberinya sebagai utang, karena khawatir wanita itu kesulitan menepati janjinya, dan kelak di akhirat tak bisa masuk surga karena masih tergantung dengan utang-utangnya.



Menjadi penuh prasangka ataupun menjadi 'bodoh' seperti Salsa adalah sebuah pilihan untuk meraih bahagia.

Ya, bahagia!

Terkadang kita tertipu, mengira harta adalah sumber kebahagiaan. Nyatanya berapa banyak orang kaya yang justru terpuruk dan berakhir bunuh diri. Mungkin mereka lupa, bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang bisa kita dapatkan dengan memuaskan 'perut' sendiri, tapi bahagia sejati adalah dengan menerbitkan senyum di wajah orang-orang yang kesusahan lagi membutuhkan.

Jika anda tak mau mengambil resiko dengan berdonasi pada 'pengemis abal-abal', maka banyak sekali pilihan tempat donasi terpercaya lagi amanah. Salah satunya adalah Dompet Dhuafa, sebuah lembaga filantropi yang mengumpulkan Zakat, infaq, sedekah, dan wakaf kaum muslimin untuk kemudian menyalurkannya kepada kaum yang membutuhkan dengan cara membangun.

Dompet Dhuafa bukan sekedar memberi ikan, namun memberi kail. Melalui program pemberdayaan umat, Dompet Dhuafa memiliki cara tersendiri untuk memberantas kemiskinan dan merambah berbagai bidang, di antaranya:

  • Kesehatan
Dompet Dhuafa mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi dengan sangat baik.
  • Ekonomi
Dompet Dhuafa mengadakan berbagai program pemberdayaan, untuk menciptakan entrepreneur dan lapangan kerja baru.

  • Pengembangan Sosial
Dompet Dhuafa menggandeng para relawan mengunjungi dan membantu para korban daerah tertimpa musibah di berbagai pelosok negeri
  • Pendidikan
Dompet Dhuafa  memberikan program pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang tidak mampu




Jadi, jangan biarkan prasangka membunuh hati nurani kita. Salurkan Infaq, sedekah, dan zakat kita baik secara langsung maupun melalui lembaga terpercaya. Karena berbagi adalah kunci bahagia yang paling sederhana.

Jangan takut berbagi, dan mari berbahagia!
______


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Duh, aku juga kadang mikir kayak temen Mbak yang di WAG itu. Makanya lebih suka berdonasi online ke lembaga2 kayak Dompet Dhuafa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak masalah mbak, semua orang bebas memilih cara berbuat baik. Yang penting mah niatnya. makasih udah berkunjung yaaa...

      Delete

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -