Posted by : Sara Amijaya Tuesday 14 April 2020

Di tengah masa-masa sulit saat ini beberapa daerah sudah menerima bantuan yang disalurkan pemerintah berupa bahan pangan. Perhatian pemerintah ini tentu disambut gembira oleh masyarakat.
Namun, ada yang berbeda di Sumatera Barat. Bukan satu dua, tapi ratusan warga Agam diketahui mengembalikan beras bantuan yang mereka terima.
Aksi pengembalian beras bantuan di tengah pandemi virus corona oleh warga Agam, Sumatera Barat ini seketika menjadi sorotan. Ada apakah?

Referensi pihak ketiga
Aksi yang menjadi sorotan ini terjadi di kecamatan Malalak. Di sana masing-masing kepala keluarga dengan kriteria yang telah ditentukan berhak mendapat bantuan berupa 10 kg beras.
Alih-alih dengan bahagia menerima bantuan tersebut, ratusan warga justru dengan sukarela mengembalikan beras bantuan yang mereka terima. Tentu bukan karena ada persoalan atau bentuk protes warga kepada pemerintah, sebaliknya ada alasan mulia dari aksi pengembalian bantuan tersebut.
Ya, warga kecamatan Malalak, kabupaten Agam merasa bahwa mereka masih berkecukupan sehingga merasa tidak berhak mendapatkan bantuan tersebut. Mereka memilih mengembalikan bantuan beras tersebut sehingga bisa disalurkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
"Ada sekitar 130 kepala keluarga yang mengembalikan beras 10 kilogram ke kecamatan. Mereka ingin berbagi," kata Camat Malalak Riki Eka Putra saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).
Menurut Camat setempat, tercatat ada 1,3 ton beras yang terkumpul kembali dan selanjutnya akan disalurkan kepada mereka yang memang membutuhkan.

Referensi pihak ketiga
Inisiatif warga Agam untuk mengembalikan beras tersebut sangat pantas diapresiasi. bagaimanapun kita tak menutup mata bahwa di banyak daerah lain kita melihat orang-orang yang sengaja memalsukan data agar bisa memperoleh bantuan pemerintah dan mengabaikan orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.
Semoga kebaikan warga Agam ini bisa menyentuh hati kita. Jika semua orang berjiwa seperti mereka maka tak ada lagi yang namanya bantuan salah sasaran.
---
Sumber Referensi:
Kompas.com

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -