Search This Blog

Powered by Blogger.

Khamr


※Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَ إِلَيْهِ . زَادَ جَعْفَرٌ فِى رِوَايَتِهِ : وَآكِلَ ثَمَنِهَا

“Allah melaknat khamr (minuman keras), peminumnya, penuangnya (penlayannya), penjualnya, pembelinya, pemerasnya (pabriknya), orang yang minta diperaskan (agen), pembawanya (distributor), dan orang yang dibawakan kepadanya.” Ja’far dalam riwayatnya menambahkan “Dan pemakan hasil penjualannya.” (Hadis Ibnu Umar dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 3674 —dishahihkan oleh Al-Albani—, Al-Hakim no. 7228, ia berkata sanadnya shahih, dan Al-Baihaqi no. 10828, lafal ini bagi Al-Baihaqi).

Padahal kita tahu, orang yang minum khamr itu hanya satu. Tapi semua yang menjadi perantara orang ini minum khamr, dilaknat oleh Allah Ta’ala. Dalam hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan 9 orang yang terkena laknat.

※ Ummu Salamah pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟

“Ya Rasulullah, apakah kita akan binasa sementara banyak orang shalih di tengah kita?”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

”Ya, jika maksiat merajalela.” (HR. Muslim 2880)

Jika zina dan maksiat merajalela maka ada ancamannya dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersebar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (An-Nur: 19).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” (HR. Al-Hakim , lihat juga Shahihut Targhib: 2401)

Larangan melindungi pelaku maksiat

Melindungi saja dilarang apalagi mendukung dan memfasilitasi. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا

“Dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku dosa/maksiat.” (HR. Muslim).

※ Dalam hadits Jabir disebutkan,
إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ
“Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung.” (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim no. 4132). Yang dimaksud shonam dalam hadits adalah patung yang memiliki bentuk tubuh.

Pada dasarnya ashnam itu adalah gambar patung, baik patung khayalan, burung, binatang ternak atau manusia.

Semua gambar makhluk yang bernyawa itu, haram untuk dijual dan hasil penjualannya juga haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para pelukis dan memberitahukan, mereka adalah manusia yang paling berat siksanya pada hari Kiamat nanti.

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525 dan ini adalah lafazhnya)

والله أعلم بالصواب ^^

Berenang ketika puasa, bolehkah?

❓ BERENANG KETIKA PUASA,BOLEHKAH?

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah. Berikut jawaban beliau,

"Tidak masalah orang yang berpuasa melakukan renang, dia boleh berenang sesuai yang dia inginkan, dan menenggelamkan badannya di air. Namun dia harus ekstra hati-hati jangan sampai ada air yang masuk ke perutnya, semampu yang dia lakukan. Berenang kadang membuat orang yang puasa lebih semangat dan membantu meringankannya untuk berpuasa. Dan setiap kegiatan yang membantu seseorang untuk semakin taat kepada Allah, hukumnya tidak terlarang. Karena kegiatan semacam ini meringankan beban ibadah bagi hamba dan memudahkannya untuk melakukan ibadah itu.

Kemudian beliau menyebutkan dalil yang mendukung keterangan di atas,

وقد قال الله تبارك وتعالى في معرض آيات الصوم: يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ، والنبي عليه الصلاة والسلام قال: “إن هذا الدين يسر، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه”، والله أعلم.

Allah berfirman ketika menjelaskan ayat-ayat tentang puasa,

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda,

إن هذا الدين يسر، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه

“Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorangpun yang mempersulit agama, kecuali dia akan terkalahkan (tidak mampu menjalankannya).”

[http://ar.islamway.net/fatwa/15929]

Allahu a’lam

Pertanyaan yang sama juga diajukan ke Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan,

"Tidak masalah orang yang puasa melakukan renang, karena renang semakna dengan mandi. Dan itu hukumnya boleh menurut pendapat mayoritas ulama. Imam Bukhari memberikan judul bab dalam shahihnya: Bab tentang mandinya orang puasa. Kemudian beliau sebutkan di bawah bab itu sejumlah riwayat dari para sahabat yang menunjukkan bolehnya renang bagi orang puasa dan tidak makruh.

(Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 126908)

Jika Dipastikan Akan Terminum Air, Dilarang Renang

Setiap orang yang puasa wajib, dia juga berkewajiban menjaga jangan sampai puasanya batal. Sehingga dia dilarang melakukan perbuatan yang bisa memicu batalnya puasanya.

Dalam Hasyiyah Al-Bajirami – ulama Syafiiyah – untuk Al-Minhaj, dinyatakan,

"Al-Azru’i mengatakan, Jika sudah menjadi hal biasa, ketika seseorang menyelam pasti akan ada air yang sampai ke perutnya, dan tidak memungkinkan baginnya untuk menghindari hal ini, maka haram baginya menyelam, dan puasanya bisa batal karena sebab menyelam. Dan ini jelas, jika dia masih memungkinkan untuk mandi dengan cara-cara lainnya."

(Hasyiyah Al-Bajirami ‘ala Al-Minhaj, 5/392).

Allahu a’lam

📝ustadz Ammi Nur Baits 
🌐www.konsultasisyariah.com

Tetap lemah lembut

💌 Tetap Lemah Lembut.

Ada yang sudah menyerah mengurus "kenakalan" anak..

Segala upaya dilakukan katanya..

Ada yang angkat tangan 'tuk mencoba bertahan dengan pasangan..

Semua cara telah dicoba ujarnya..

A. Semoga Ingat Atau Takut.

Allah ta'ala berfirman,

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,

mudah-mudahan ia ingat atau takut [QS. Thaha: 43-44]

B. Berhias Kelembutan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

“Sesungguhnya sifat lemah lembut, tidaklah berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.

وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

Dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari sesuatu melainkan akan menjadikan buruk..” [HR. Muslim: 2594]

Apa yang menghalangi kita untuk merangkul anak dengan kelembutan?

Apa yang menahan kita untuk tidak bertahan dalam berlemah-lembut dengan pasangan sembari terus mendoakan..?

Kita memang tidak sebaik Musa..

Namun mereka pun tidak sejahat Fir'aun..

-----------ooo-----------

WA: 081556600223

twitter: @sahabatilmu

telegram: @sahabat_ilmu

Keutamaan surah Al Kahfi

🌀HADITS-HADITS SHOHIH TENTANG KEUTAMAAN SURAT AL KAHFI…

Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya. Terlebih khusus pada hari dan malam Jumat. Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya. Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu alaihi wasallam.

Demikianlah keadaan umat Islam. Tidaklah mereka bersemangat mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta tidak jelas asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan amalan-amalan sunnah yang dijelaskan di dalam-hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi.

Hadits Pertama:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ »

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Shohih Al-Jami’ no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180no.736).

Hadits Kedua:

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.”

(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]

“…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”

(SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.

Hadits Ketiga:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;
“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA” (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.”

(Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651).
Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi.

Mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

📝Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Berjalan ke masjid

🌱BERJALAN KE MASJID…

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Dari Ubay bin Kaab berkata, Dulu ada seseorang yang tidak aku ketahui seorang pun yang jauh rumahnya dari masjid selain dia. Namun dia tidak pernah luput dari shalat. Kemudian ada yang berkata padanya atau aku sendiri yang berkata padanya, ‘Bagaimana kalau engkau membeli unta untuk dikendarai ketika gelap dan ketika tanah dalam keadaan panas’. Orang tadi lantas menjawab, ‘Aku tidaklah senang jika rumahku di samping masjid. Aku ingin dicatat bagiku langkah kakiku menuju masjid dan langkahku ketika pulang kembali ke keluargaku’. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah telah mencatat bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim no. 1546)

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa langkah kaki ketika pulang dari shalat akan diberi ganjaran sebagaimana perginya.

Masyaa Allah, inilah keutamaan melangkahkan kaki pergi dan pulang dari menunaikan shalat di masjid. Akankah kita masih melewatkannya? Orang yang tahu kalau berdagang di tempat lain akan mendapat keuntungan berlipat-lipat daripada berdagang di rumah, tentu akan melangkahkan kakinya ke tempat itu.

Semoga Allah memberi taufik kepada kita agar dapat merutinkan shalat fardhu berjamaah di masjid, khususnya kaum pria. Jangan lupa bersuci dahulu sebelum berangkat ke masjid.

(Alhikmahjkt)

📝Oleh Courtesy og Mutiara Risalah Islam
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Kisah sakaratul maut pemuda berbakti

🕗KISAH SAKARATUL MAUT PEMUDA BERBAKTI…

Ini adalah kisah sakaratul maut yang begitu berkesan dari seorang pemuda yang begitu berbakti pada orang tuanya. Yang begitu mengagumkan kita, ketika ia ingin dipanggil oleh bidadari surga menjelang kematiannya, ia pun masih meminta izin pada ibunya. Bagaimana baktinya yang luar biasa ?

Sebuah kisah yang menggugah hati setiap insan beriman, tentang balasan nan indah bagi seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Membuat iri siapa pun yang mendengarnya. Bergetarlah hati setiap orang beriman yang menyaksikannya.

Dalam salah satu khutbahnya,

Syaikh Muhammad Hassan menceritakan tentang keajaiban yang dialami seorang pemuda saat detik-detik sakaratul maut menjemputnya. Tidak asing lagi bagi siapa pun yang mengenalnya bahwa ia adalah potret pemuda masa kini yang amat cinta dan berbakti kepada ibundanya.

Di antara keajaiban yang sampai kepadaku pada Ramadhan kali ini adalah kisah tentang seorang anak muda di antara anak-anak muda kita. Sesosok pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya terbaring di atas kasur kematian pada usia keemasannya, yang belum genap tiga puluh tahun. Dalam kegentingan akhir hayatnya itu, tatkala detik-detik sakaratul maut menjemputnya, orang-orang yang ada di sekelilingnya terheran-heran saat mendengar ia mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat menakjubkan. Sungguh, sangat menakjubkan!

“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku harus izin dulu kepada ibuku!”

Masih saja pemuda tersebut mengulang-ulang kalimat yang sama. Hingga membuat mereka yang menyaksikan fenomena itu bergegas memanggil ibunya, yang sedari awal menyendiri dalam kamarnya, menangis, lantaran tak kuasa melihat sang buah hati menghadapi sakaratul maut. Tidak lain karena sang buah hati adalah sosok suri tauladan yang amat berbakti kepada ibunya. Mereka pun mengabarkan apa yang sedang terjadi dengan anaknya.

“Lihatlah anakmu, ia terus-menerus mengucapkan kalimat-kalimat yang aneh!“

Mendengar hal itu, sontak sang ibu yang cemas berlari menuju kamar anaknya. Didapatinya dahi sang anak mulai mengeluarkan buliran-buliran keringat bak mutiara. Dan ini adalah sebagian di antara tanda-tanda husnul khotimah, semoga Allah Ta’ala mewafatkan kita dalam keadaan beriman. Ia dengarkan sendiri kalimat yang terus diulang-ulang oleh buah hatinya.

“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku harus izin dulu kepada ibuku!”

Segera ia dekati buah hatinya. Dan Subhanallah, ia segera bertanya kepada anak kesayangannya :

“Wahai fulan, ini aku, ibumu. Wahai fulan, aku ibumu, Nak. Aku ibumu, anakku. Dengan siapa kau bicara?”

Ketika ajal yang kian dekat, di saat waktu yang demikian singkat itu, akhirnya sang pemuda shalih ini menceritakan peristiwa paling berkesan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya selama hidupnya. Ia pun menoleh kepada ibunya seraya berkata :

“Wahai ibuku, seorang gadis sangat cantik jelita, Ibu. Belum pernah aku melihat gadis secantik itu. Ia datang kemari. Sungguh aku melihatnya persis di hadapanku. Ia datang melamarku untuk dirinya, Ibu. Aku bilang kepadanya, tidak. Aku tidak bisa sampai aku minta izin dulu kepada ibuku.”

Maka sang ibu pun langsung menimpali : “Aku izinkan, anakku. Sungguh, dia adalah hurriyatun (bidadari) dari surga untukmu. Aku sudah izinkan, Nak.“

Sedemikian tinggi inikah derajatmu wahai pemuda? Hingga istrimu (di surga) datang kepadamu membawa kabar gembira, sementara dirimu masih ada di dunia ?

Janganlah kalian kaget. Tidak perlu kalian semua heran, karena dalam kondisi seperti ini, seorang mukmin akan diperlihatkan tempat tinggalnya di surga dan di neraka. Ia akan melihat tempatnya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan ia akan melihat para malaikat-Nya. Ia benar-benar melihat malaikat dengan mata kepalanya. Ia pun akan mendengar sebuah bisyarah (kabar gembira).

Dan Maha Benar Allah Ta’ala yang berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka beristiqomah dengannya, maka para Malaikat akan turun kepadanya seraya berkata : “Janganlah kalian takut”

Di mana kejadian itu ? Di atas kasur ketika mereka akan meninggal, menurut salah satu pendapat. Atau tatkala mereka keluar dari alam kubur, sebagaimana pendapat yang lain dari para ulama tafsir. “Janganlah kalian takut dan jangan pula bersedih. Berbahagialah kalian dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian.” [Qs.Fushilat : 30]

(Khutbah Syaikh Muhammad Hassan)

📝Oleh Courtesy of Mutiara Risalah Islam
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Belajar bersyukur dari pedagang rujak

✨ Belajar bersyukur dari pedagang rujak ✨

HARI ini hujan ☔ mulai jam 9⏰ pagi,seorang tukang rujak🍡 numpang berteduh di teras ruko.Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko.Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah🌽 tertata rapi.Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil.Rupanya sebuah alquran📕.

Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.Saya mulai risau karena sepi pembeli💴.Saya keluar sekadar memberikan air minum 💧kemasan dan beberapa butir kurma.Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

👤“Kalau musim ☔ hujan jualannya repot juga ya, Pak…?” Kataku sambil menatap gerobaknya lalu aku katakan lagi “Masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jwbnya.💖

👤“Aamiin,” kataku.“Kalau gak habis gimna, Pak?” tanyaku penuh iba…✨

"Ya..Kalau gak abis ya risiko,Bu..Kalau buah yang ga bisa bertahan sampai besok kayak semangka 🍉,melon 🍈 yang sudah kebuka ya saya kasih ke tetangga,toh mereka juga seneng 💝 dari pada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu🍋, mangga 🍏 yang masih bagus bisa disimpan.
Mudah-mudahan dengan memberi ke tetangga saya dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum

👤“Kalau hujan ☔ terus sampai sore⛅ gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Ya Alhamdulillah bu💖… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa✨ dan meminta sesuatu 💎 sama Allah. Kan kalau hujan ☔ waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

👤"Terus kalau gak dapet uang 💴 gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki💴, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri ❤ aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun sayaa jualan rujak 🍡 belum pernah sampai kelaparan.Pernah gak dapat uang 💴 sama sekali, tau tau tetangga ngirimin 💝 makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-Qur'annya 📕 ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung🌂 yang menempel di grobaknya

👤Saya terpana🌟…Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan ☔ datang, begitu khawatirnya rejeki materi 💵 tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan… Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab.

Kekayaan apa lawan katanya???

🌟 Kekayaan lawan katanya Kecukupan 🌟

Isilah titik-titik di bawah 👇ini dan mohon dijawab dengan jujur di dalam hati ❤ kita masing-masing ...

1⃣ Allah menciptakan tertawa  dan .....
2⃣ Allah itu mematikan dan .....
3⃣ Allah menciptakan laki-laki dan .....
4⃣ Allah memberikan kekayaan dan .....

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab:
1⃣ Menangis ... 
2⃣ Menghidupkan ... 
3⃣ Perempuan ...

Tapi bagaimana dengan no 4⃣ ...? Apakah Kemiskinan ...?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman 📕 Allah dalam surat An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ

"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An-Najm : 43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ

"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan." (QS. An-Najm : 44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ

"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. " (QS. An-Najm : 45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ

"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan." (QS. An-Najm : 48).

Ternyata jawaban kita benar✅ hanya pada no. 1⃣ - 3⃣... sedang jawaban untuk no. 4⃣ keliru. ❎
Jawaban Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an 📕 bukan Kemiskinan, tapi KECUKUPAN.

Subhanallah..💖
Sesungguhnya Allah Ta'ala hanya memberi Kekayaan dan Kecukupan kepada hamba-Nya.
Dan ternyata yang "menciptakan" Kemiskinan adalah diri kita sendiri.

Hal ini bisa karena ketidak adilan ekonomi💴, kemalasan💤, bisa juga
karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola piki r💬 kita sendiri.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur💖; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin.

Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati ❤ dan pikiran 💬 kita, berhenti mengeluh, berhenti mengatakan rejeki kecil, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu Bersyukur.💕

Selamat menjemput rejeki yang halal, biar semakin berkah...

Urgensi tauhid

💦Tauhid💦

➡ Definisi
Tauhid secara bahasa berarti pengesaan.Sedangkan secara istilah tauhid berarti mengesakan Allah SWT dalam rububiyah,nama-nama dan sifat-sifat serta dalam peribadatan kepada-Nya.Dengan kata lain,tauhid adalah iman kepada Allah tanpa diiringi oleh kesyirikan.Tauhid lawannya syirik(menyekutukan Allah seperti menyembah kepada selain Allah)

➡ Keagungan Tauhid

"Barang siapa yang menemui-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi,selama tidak berbuat syirik(artinya bertauhid) sedikitpun kepada-Ku,niscaya Aku akan menemuinya dengan ampunan sepenuh bumi pula."
(HR.Muslim no 2687)

➡ Pembagian Tauhid
Tauhid terbagi atas tiga bagian :
1⃣ Tauhid Rububiyah
2⃣ Tauhid Asma wa sifat
3⃣ Tauhid Uluhiyah

➡ Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah Subhana wa Ta'ala dalam rububiyahnya.Yaitu pengesaan dan pensucian Allah Subhana wa Ta'ala dalam kekuasaan dan perbuatan-perbuatan-Nya.Tiada syarik(sekutu) bagi-Nya.

"Ingatlah,menciptakan dan memerintah hanya hak Allah.Maha Suci Allah,Robb semesta alam."
(QS.Al-A'raaf : 54)
(QS.Al-An'am:1)
(QS.Al-Maidah:17)

➡ Tauhid Asma wa Sifat adalah mengesakan Allah Subhana wa Ta'ala (dalam hal nama-nama dan sifat-sifat),yaitu keyakinan yang pasti bahwa Allah Subhana wa Ta'ala mempunyai nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang agung serta sempurna, yang tidak diiringi oleh suatu kekurangan,kelemahan atau keburukan.

"Dialah Allah,tidak ada ilah(yang berhak disembah) melainkan Dia.Dia mempunyai nama-nama yang baik"
(QS.Thoha : 8)
(QS.Al-A'raaf:180)

Nama-nama Allah Subhana wa Ta'ala tidak kita ketahui bilangan atau banyaknya.Sebab selain nama-nama yang Allah Subhana wa Ta'ala ajarkan kepada hamba-hamba-Nya Allah pun memiliki nama-nama yang disembunyikan-Nya pada ilmu ghoib disisi-Nya.

"Ya Allah,aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki,yang mana Engkau itu namakan sendiri,atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu,atau Engkau sebutkan dalam Kitab-Mu,atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghoib di sisi-Mu."
(HR Ahmad no 3528)

➡Tauhid Uluhiyah adalah mempersembahkan seluruh peribadatan hanya kepada Allah Subhana wa Ta'ala.Dengan kata lain,adalah pengesaan Allah Subhana wa Ta'ala dalam peribadatan.Tauhid uluhiyah juga disebut tauhid 'ubudiyah.

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu,melainkan Kami wahyukan kepadanya :" Bahwasannya tidak ada ilah(yang hak) melainkan Aku,maka beribadahlah kalian hanya kepada-Ku.""
(QS.Al-Anbiya :25)
(QS.An-Nisa :36)
(QS.Al-Bayinah:5)

Keutamaan dzikir dan doa

🌻Keutamaan Dzikir dan Doa yang Berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah🍂

➡ Allah ta’ala berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku).” (Al-Baqarah: 152)

➡ Allah ta’ala juga berfirman,

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

“Dan bertasbihlah kepadNya di pagi dan petang” (Al-Ahzaab: 42)

➡ Allah ta’ala juga berfirman,

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (Al-Ahzaab: 35)

➡ Allah ta’ala juga berfirman,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu terma-suk orang-orang yang lalai.” (Al-A’raaf: 205)

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

”Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.”[1]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوْا بَلَى. قَالَ: ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى

“Maukah kamu, aku tunjukkan amalanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu (di medan jihad), lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu? Para sahabat: Mau (wahai Rasulullah). Beliau bersabda: Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi”.[2]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ، فَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

”Allah ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan pertolongan) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingat-nya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.[3]

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ اْلإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِيْ بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

✅ Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu’anhu, dia berkata: Bahwa ada seorang lelaki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam telah banyak bagiku, oleh karena itu beritahulah aku sesuatu buat pegangan. Beliau bersabda: Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah.”[4]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ؛ وَلَـكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak berkata: Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”[5]

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِيْ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: أَفَلاَ يَغْدُوْ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ، أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ

✅ Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam keluar, sedang kami di serambi masjid. Lalu beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak? Kami berkata: “Ya kami senang wahai Rasulullah. Lalu beliau bersabda: Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu me-mahami atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila memahami atau membaca) tiga ayat akan lebih baik daripada memperoleh tiga unta. Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat unta, dan demikian dari seluruh bilangan unta.”[6]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ

“Barangsiapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, pastilah dia mendapatkan hukuman dari Allah dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berdzikir kepada Allah, pastilah mendapatkan hukuman dari Allah.”[7]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيْهِ، وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

“Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada NabiNya, pastilah ia menjadi kekurangan dan penyesalan mereka, maka jika Allah menghendaki bisa menyiksa mereka dan jika menghendaki mengampuni mereka.”[8]

✅ Rasul shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

“Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat).”[9]

————————————

[1] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 11/208. Imam Muslim meriwayatkan dengan lafaz berikut:

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِيْ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِيْ لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk dzikir kepada Allah, laksana orang hidup dengan yang mati.” (Shahih Muslim 1/539)

[2] HR. At-Tirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245. Lihat pula Shahih Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/316.

[3] HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari.

[4] HR. At-Tirmidzi 5/458, Ibnu Majah 2/1246, lihat pula dalam Shahih At-Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.

[5] HR. At-Tirmidzi 5/175. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/9 dan Shahih Jaami’ush Shaghiir 5/340.

[6] HR. Muslim 1/553.

[7] HR. Abu Dawud 4/264; Shahihul Jaami’ 5/342.

[8] Shahih At-Tirmidzi 3/140.

[9] HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahihul Jami’ 5/176.

Sholat

❄Sholat❄

✏ Sholat adalah ibadah yang agung dan bentuk taqorrub (pendekatan diri) 💞 kepada Allah Subhana wa Ta'ala yang amat tinggi.
Sholat juga merupakan munajat 💖 seorang hamba kepada Allah Subhana wa Ta'ala. Di saat sholatlah hamba begitu dekat untuk bercakap-cakap dan berbicara kepada Allah Subhana wa Ta'ala. Rasulullah Sholallahu 'alaihi wa Salam bersabda :
ان احدكم اذا صلي يناجي ربه
"Saat salah seorang kalian sholat itulah,dia sedang bermunajat kepada Allah".
(HR.Bukhori)

✏ Keagungan Sholat dalam Islam
1⃣ Sholat adalah tiang agama islam
راس الامر الاسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الخهاد
"Pondasi agama adalah dua kalimat syahadat,tiangnya adalah sholat,dan puncak kesempurnaanya adalah jihad"
(HR.Tirmidzi)
2⃣ Sholat adalah pembersih manusia dari noda-noda dosa
مثل الصلوات الخمس كمثل نهر جار غمر علي باب احدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات
"Perumpamaan sholat lima waktu adalah laksana sungai yang mengalir deras di depan pintu salah seorang diantara kalian,lalu ia mandi dengannya setiap hari lima kali"
(HR.Muslim)
3⃣ Sholat adalah cahaya bagi pelakunya diakhirat
من حافظ عليها كانت له نور،وبرهانا،ونجاة يوم القيامة
"Barangsiapa yang menjaga sholatnya,maka sholatnya itu akan menjadi cahaya,bukti pembela dan penyelamat baginya pada hari kiamat."
(HR.Ahmad,Thobroni dan Ibnu Hibban)
4⃣ Sholat akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah Subhana wa Ta'ala
عليك بكثرة السجود،فانك لاتسجدلله سجدة الارفعك الله بهادرجة،وحط عنك بها خطيؤة
"Perbanyaklah sujud,karena sekali saja engkau sujud kepada Allah Subhana wa Ta'ala, niscaya Allah Subhana wa Ta'ala mengangkat derajat dan menghapus kesalahanmu dengan sebab itu."(HR.Muslim)

✏ Bahaya Meninggalkan Sholat
1⃣ Kesengsaraan dan Siksaan yang Pedih di Akhirat
Di akhirat nanti,para penghuni surga akan bertanya kepada para penghuni neraka
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَر(٤٢)قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّين(٤٣)َ َ
"Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka Saqor?" Mereka menjawab,"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat."
(QS.Al-Muddatstsir : 42-43)
2⃣ Bisa Membatalkan Keislamannya
ان بين الرجل وبين الكفر-اوالشرك-ترك الصلاة
"Sesungguhnya antara seseorang dengan kekufuran atay kesyirikan adalah meninggalkan sholat"
(HR.Muslim)
العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة،فمن تركها فقد كفر
"Perjanjian antara kita dan mereka adalah sholat Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir"
(HR.Tirmidzi)

Hakikat Iman

🌸 Iman 🌸

➡ Al-Iman secara bahasa berarti kepercayaan.Sedangkan secara istilah,iman adalah suatu keadaan yang didasarkan pada keyakinan dan mencakup segi-segi perkataan dan perbuatan.
Yaitu perkataan hati dan lisan,serta perbuatan hati dan anggota badan.Perkataan hati adalah ilmu yang diyakini.Perbuatan hati,seperti niat ikhlas,kecintaan kepada Allah Subhana wa Ta'ala takut kepada-Nya,tawakkal dan lainnya.Perkataan lisan seperti dua kalimat syahadat,tasbih dan istighfar,perbuatan anggota badan seperti sholat,haji dan lainnya.
Iman secara syar'i adalah membenarkan dan mengakui secara sempurna akan wujud kebenaran Allah Subhana wa Ta'ala dan Rububiyahnya,Uluhiyahnya, dan mengakui/mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah Subahna wa Ta'ala

➡ Apabila kata-kata "Iman" disebutkan secara mutlak,yaitu sendirian,tanpa digabungkan dengan kata-kata lainnya,seperti kata kata amal sesudahnya,maka yang dimaksud adalah arti "iman" yang sempurna,yang mencakup perkataan dan perbuatan (hati,anggota badan dan lisan) seperti yang telah dijelaskan.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُم

"Dan Allah tidak akan menyiakan-nyiakan iman kalian"
📕 (QS.Al-Baqoroh : 143)

Tafsir ayat diatas 👆🏻,bahwa "Ketika kiblat kaum Muslimin dirubah dari arah Baitul Maqdis ke arah Makkah (Ka'bah),mereka bertanya-tanya tentang status sholat mereka selama ini.Maka pertanyaan tersebut dijawab oleh ayat di atas.Al-Iman dalam ayat ini berarti Ash-Sholat.Sholat adalah suatu amal yang terdiri dari perbuatan dan perkataan hati,serta anggota badan dan lisan."
Imam al-Hulaini rahimahullah berkata :
"Para ahli tafsir telah ijma' bahwa yang dimaksud dengan ungkapan IMANAKUM pada ayat tersebut adalah sholat kalian yang berkiblat kearah Baitul Maqdis.Disini terbukti bahwa sholat dinamakan dengan iman.Jika demikian halnya,maka semua amal ketaatan adalah iman,karena tidak ada bedanya antara sholat dengan amal ibadah lainnya dalam penamaannya (sebagian bagian iman)."
📗 Dalam shohih Bukhori no 4020,Muslim no 23,Sunan Abu Dawud no 3692,Tirmidzi no 1525 dan Nasa'i no 4945 ada sebuah hadits yang diriwayatkam oleh Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu dari Rasulullah Shollahu 'alaihi wa Salam bahwa beliau bersabda kepada utusan Bani 'Abdul Qois :

آمُرُكُمْ بِأَرْبَعٍ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُعْطُوا مِنْ الْمَغَانِمِ الْخُمُسَ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ مَا انْتُبِذَ فِي الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّت

"Aku memerintahkan kalian untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa.Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah Yang Maha Esa?Yaitu syahdat La Ilaha Illallah,tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah,mendirikan shoalt,membayar zakat,puasa ramadhan dan membayar seperlima ghanimah (harta rampasan perang"

Dalam hadits diatas dengan tegas dijelaskan bahwa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan adalah iman atau bagian dari iman.Sudah tentu perkataan dan perbuatan badan tersebut harus disertai iman yang ada dalam hati,karena apabila tidak,maka keadaan seperti ini tidaklah dapat disebut sebagai iman.

📗 Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi ni 2539,Nasa'i no 4919,Ibnu Majah no 560,serta diriwayatkan pula oleh Bukhori no 8 dan Muslim no 50 dengan lafadz yang berbunyi :

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً أَفْضَلُهَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَوْضَعُهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَان

"Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang yang paling utama adalah persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari keimanan."

Ucapan "Laa Ilaha Illallah" adalah perkataan lisan,menyingkirkan ganguan adalah perbuatan anggota badan dan rasa malu adalah perbuatan hati.

➡ Apabila kata-kata "iman" tidak berdiri sendiri (yaitu digabungkan atau didahului oleh kata-kata "Islam" atau "amal sholeh"),maka yang dimaksud iman berati perkataan dan perbuatan hati saja,dan tidak mencakup perbuatan dan perkataan anggota badan.
Ketika Rasulullah Shollahu 'alaihi wa salam ditanya oleh malaikat jibril 'alaihi salam tentang arti Islam dan Iman,maka beliau menjawab bahwa arti Islam adalah rukun Islam yang lima (yaitu amal serta perkataan anggota tubuh dan lisan) dan arti iman adalah rukun iman yang enam (yaitu amal dan perkataan hati),yaitu :
1.Iman kepada Allah
2.Iman kepada para malaikat
3.Iman kepada kitab-kitab
4.Iman kepada para Rasul
5.Iman kepada hari akhir
6.Iman kepada Al-Qodar,baik dan buruknya dari Allah
Rasulullah Shollahu 'alaihi wa Salam bersabda:

الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

"Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah,malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya,para Rasul-Nya dan hari akhir,serta beriman kepada qodar (takdir) yang baik dan yang buruk."
📗(HR.Muslim,Abu Dawud dan Tirmidzi)

Karena iman mencakup perbuatan hati dan anggota bada serta perkataan hati dan lisan,maka imanpun bisa bertambah dengan ilmu (karena pada hakikatnya ilmulah materi yang dijadikan kepercayaan dalam hati) dan amal-amal sholeh,juga bisa berkurang dikarenakan perbuatan maksiat.

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

"Dan apabila diturunkan suatu surat,maka diantara mereka(orang-orang munafik) ada yang berkata : Siapakah diantara kalian yang bertambah imannya dengan (turunya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman,maka surat ini menambah imannya,sedang mereka merasa gembira."
📕(QS.At-Taubah : 124)

Kuat tapi lemah

⚠ Kuat Tapi Lemah...

💔 Berapa banyak orang yang kuat menempuh perjalanan jauh, tapi tak sanggup mengayunkan dua kaki ke masjid...

👉 Berapa banyak orang yang kuat mengangkat beban berat, tapi tak kuat mengangkat dua tangan seraya mengucapkan Allaahu Akbar...

⚠ Aneh Tapi Nyata...

💔 Mereka jarang datang ke masjid untuk sholat, tiba-tiba datang langsung di shaf depan untuk disholatkan...

⏰ Saat penyesalan tak lagi bermanfaat, mari ingatkan saudara kita untuk sholat sebelum terlambat...

📢 Kaum muslimin rahimakumullaah...

➡ Kewajiban sholat lima waktu adalah perkara yang disepakati oleh seluruh kaum muslimin, namun sangat disayangkan realitanya masih banyak kaum muslimin yang melalaikan kewajiban ini, bahkan meninggalkannya sama sekali.

👉 Dan tidaklah hal ini terjadi kecuali karena telah semakin jauhnya umat Islam dari tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bimbingan para ulama. Padahal seluruh ulama telah sepakat akan besarnya dosa meninggalkan sholat dan bahaya yang akan menimpa pelakunya di dunia dan akhirat.

➡ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

لا يختلف المسلمون أن ترك الصلاة المفروضة عمدا من اعظم الذنوب وأكبر الكبائر وأن اثمه ثم الله أعظم من إثم قتل النفس وأخذ الأموال ومن إثم الزنا والسرقة وشرب الخمر وأنه متعرض لعقوبة الله وسخطه وخزيه في الدنيا والآخرة.

🎯 “(Ulama) kaum muslimin tidak berbeda pendapat bahwa meninggalkan sholat wajib dengan sengaja termasuk dosa besar. Dosanya di sisi Allah lebih besar dari dosa membunuh jiwa, dosa mengambil harta orang (tanpa alasan yang benar), juga lebih besar dari dosa zina, pencurian dan minum khamar. Meninggalkan sholat juga mengundang hukuman dan kemarahan Allah serta kehinaan di dunia dan akhirat.” [Kitabus Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 29]

sholat taubat

❄💦Sholat Taubat❄💦

〰Pernah berbuat maksiat dan dosa ? Jika iya maka segeralah bertaubat

📚〰Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ

📗📙〰Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat. [HR At Tirmidzi, no.2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391]

♥ Taubat yg baik ialah tulus ikhlas semata mata karena mengharap kridhoan Allah ta'ala

♡~Menyesali dan bertertentu
tuk tidak mengulanginya

♡~Senantiasa memohon ampunan Allah 

♡~Mengganti kebiasan buruk dengan amal sholih dan ketaatan

📓📗Hadits dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, anjuran sholat taubat 

📚〰Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

🍂📗〰“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna,

📓🍃〰lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah,

📗〰maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. Ahmad 48, Abu Daud 1523, Turmudzi 408, dan dishahihkan al-Albani)

📓Adapun tatacara sholat taubat seperti biasa sholat umum nya, niat tempatnya didalam hati , tak pakai usholi tak apa..Allah maha melihat dan mendengar,

📙📗istighfar nya seperti biasa adapun bacaan nya yang mudah saja engkau baca tiada khusus ayat tertentu

📕 Allah ta’ala berfirman tentang ucapan Nabi Nuh 'alaihissalaam,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً

🌴 “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan melimpah, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12]

🌸smga bermanfaat🌸

🍃Jangan menunda kebaikan
🍃Jangan meremehkan dosa
🍃Betapa banyak orang yg telah mati ingin dihidupkan kembali hanya ingin beramal sholih yg dulu ia sia siakan

📝Buka terjemah Al Qur'an Surah Al Mukminun: ayat 99-100)

🍃Bertaubatlah🍃

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -