Search This Blog

Powered by Blogger.

Pasangan Sederhana Yang Diremehkan Universitas Harvard, Ternyata

Pasangan itu tampak sederhana. Gaun lusuh membungkus tubuh sang wanita, sementara pasangannya lelaki sederhana yang mengenakan jas usang. Dengan canggung mereka memasuki kawasan universitas Harvard. Tak tanggung-tanggung yang ingin mereka temui adalah sang rektor.
Karena tak memiliki janji temu, sang sekretaris mengabaikan mereka. Hingga berjam-jam kemudian si sekretaris akhirnya menyerah dan masuk menemui sang rektor.
"Temuilah mereka barang sebentar, Tuan. Dengan begitu mereka akan pergi" bujuknya dengan takut-takut. Sekretaris itu tahu, sang rektor tentulah merasa kesal harus menemui pasangan lusuh yang tak mungkin berkepentingan dengan universitas sekelas Harvard.
Rektor, dengan wajah sombong, berjalan tegap menemui pasangan yang sudah menunggunya sedari tadi. Kepada rektor, wanita bergaun lusuh menjelaskan bahwa dulu mereka memiliki seorang putra yang berkuliah di Harvard, sayangnya di tahun pertama perkuliahannya ia meninggal dalam sebuah kecelakaan. Pasangan itu berniat membuat sebuah kenang-kenangan di kampus Harvard untuk anak mereka.
Sayangnya rektor tidak bersimpati sama sekali, "jika semua mahasiswa yang bersekolah disini dan meninggal dibuatkan kenangan, maka kampus ini akan berubah jadi kuburan" ujarnya dengan ketus.
"Kami ingin membangun sebuah gedung" terang pria berjas usang.
Rektor memandang mereka berdua dengan pandangan meremehkan "Sebuah gedung? Tahukah kalian berapa biaya membangun sebuah gedung? Kami memiliki gedung senilai tujuh setengah juta dollar di Harvard."
Wanita itu terdiam. Rektor merasa menang dan berniat pergi, namun sebelumnya ia mendengar bisikan si wanita kepada suaminya "Jika biayanya hanya sedemikian, lebih baik kita mulai membangun Universitas kita sendiri". Sang suami menyetujuinya. Dan pasangan itu berlalu meninggalkan rektor yang bingung sekaligus takjub.
Pasangan bergaun lusuh dan berjas usang itu adalah Mr. dan Mrs. Leland Stanford. Keluar dari Harvard mereka menuju California. Di sana mereka mendirikan Universitas Stanford sebagai sebuah kenang-kenangan untuk anak lelaki mereka.

Referensi pihak ketiga
------
Penampilan seringkali tidak menunjukkan identitas asli seseorang. Seringkali kita terjebak memperlakukan orang lain dengan tidak pantas tersebab penampilan luar mereka. Seyogyanya setiap orang, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya tetap berhak menerima perlakuan baik dari kita sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain.
Pada akhirnya penilaian dan perlakuan kita terhadap seseorang tidak mempengaruhi mereka, melainkan justru menunjukkan kualitas diri kita yang sebenarnya


Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga
Sumber Referensi:
Koin Emas di Tepi Jalan karya Mario Seto Terbitan New Diglossia 2011

Pemilik Doa Mustajab Yang Tak Ingin Dikenali Manusia

Pernah dikisahkan dari Muhammad bin Al Munkadir, seorang imam dan ulama besar di kalangan para tabi'in. Peristiwa ini terjadi saat Madinah mengalami musim kemarau yang panjang. Peduduk Madinah telah berduyun-duyun melakukan shalat istisqa' saat itu, namun hujan belum jua turun.

Referensi pihak ketiga
Suatu malam, Muhammad bin Al Munkadir berdiam diri di masjid Rasulullah seusai mendirikan sholat Isya. Ia berlindung di balik salah satu tiang di sana sehingga terlindung dari pandangan orang-orang. Saat itu tiba-tiba datang seorang laki-laki berkulit hitam datang memasuki masjid dan segera menuju salah satu tiang lain di sana.
Lelaki itu lantas sholat dua rakaat dan kemudian berdoa seraya berkata "Wahai Rabbku, penduduk kota Nabi-Mu telah keluar untuk meminta hujan namun Engkau belum menurunkan hujan kepada mereka. Kini aku bersumpah atas nama-Mu supaya Engkau menurunkan hujan kepada mereka." 
Sungguh diluar dugaan, belum lagi lelaki itu menurunkan tangannya gemuruh petir terdengar dan disusul hujan deras yang seketika membasahi tanah-tanah Madinah.
Lelaki itu seketika memanjatkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan berkata "Siapa saya dan apa kedudukan saya sehingga doa saya bisa terkabul. Namun aku berlindung kepada-Mu ya Allah dengan memuji-Mu dan berlindung dengan kemuliaan-Mu."
Lelaki itu kembali berdiri dan melaksanakan sholat hingga menjelang subuh dan kemudian mengikuti jamaah sholat subuh.
Ibnul Mukandir yang penasaran siapa sosok itu segera mengikutinya seusai sholat subuh, Namun sayangnya ia kehilangan jejak lelaki itu.

Referensi pihak ketiga
Keesokan malam, Ibnul Mukandir kembali mendapati lelaki itu datang dan sholat sepanjang malam hingga menjelang subuh. Hari itu Ibnul Mukandir berhasil mengikuti lelaki hitam itu hingga sampai ke sebuah rumah yang dikenalinya di Madinah.
Ibnul Mukandir kembali ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha, dan kemudian memutuskan mendatangi lelaki itu di rumahnya.
Lelaki itu ternyata seorang tukang sepatu. Dan begitu melihat Ibnul Mukandir, ia pun mengenali sang ulama dan segera menyambutnya, "Wahai Abu Abdillah (Ibnul Munkadir) selamat datang. Apakah engkau ada keperluan denganku? Apakah anda ingin aku buatkan sepatu?"
Ibnul Mukandir bertanya, "Bukankah engkau yang menjadi temanku pada malam pertama itu?"
Mendengar pertanyaan itu, rona lelaki yang tadi ramah itu mendadak berubah. Ia menjadi marah dan kemudian berteriak keras, "Ibnul Munkadir, apa urusan anda dengan peristiwa itu?!" 
Ibnul Mukandir segera pamit pulang. Dan pada malam harinya ia kembali menunggu lelaki itu di masjid Rasulullah, namun hingga subuh lelaki itu sama sekali tak menampakkan dirinya. Hal ini membuat Ibnul Mukandir begitu menyesal, "Innalillah, apa yang telah kuperbuat terhadap orang itu."
Selewat waktu dhuha, Ibnul Mukandir bergegas menuju rumah tukang sepatu itu. Dan ia hanya mendapati rumah yang sudah kosong seolah tak pernah dihuni. Seorang tetangga kemudian bertanya, "Wahai Abu Abdillah, apa yang terjadi antara anda dengan orang itu kemarin? Tatkala engkau keluar dari rumahnya kemarin, dia pun segera membentangkan kainnya di tengah ruangan rumah. Dia tidaklah membiarkan selembar kulit atau cetakan sepatu di rumahnya melainkan ia letakkan pada kain tersebut. Kemudian dia membawa kain itu dan keluar dari rumah sehingga kami pun tidak tahu lagi kemana dia pergi." 
Mengetahuinya, Ibnul Mukandir mendatangi setiap rumah di Madinah yang diketahuinya, namun ia tak jua berhasil menemukan si tukang sepatu tersebut.

Referensi pihak ketiga
Sahabat, demikianlah sebuah kisah tentang seorang tukang sepatu yang memiliki doa yang mustajab. Kisah ini mencerminkan ketawadhuan dan keikhlasannya yang tak ingin amal-amalnya diketahui oleh orang lain.
Padahal kebanyakan kita hari ini, kerap berlomba-lomba mempublikasikan kehidupan pribadi melalui unggahan-unggahan di medsos, bahkan hal-hal privat terkait amal ibadah yang tentu saja berpotensi besar menimbulkan ujub dan riya'. Sementara orang-orang shalih zaman dulu begitu khawatir jika ada yang mengetahui amalnya.
Dari kisah ini kitapun mengambil hikmah, bahwa ada orang-orang yang dianggap sepele di mata manusia namun ternyata memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah Ta'ala.
"Terkadang seseorang yang rambutnya berdebu dan terusir di depan pintu namun seandainya ia bersumpah dengan nama Allah, maka Allah akan mengabulkannya."
Semoga kita mengambil pelajaran.
---
Sumber Referensi:
atsar.id/2019/02/kisah-doa-si-tukang-sepatu.html

Waduh! Dianggap Terlalu Tampan, Pemuda Ini Langsung Ditolak Calon Mertua, Ternyata

Ternyata menjadi tampan tidak selalu mejadi anugerah. Begitulah yang dialami pemuda tampan asal Tahiland ini.
Beberapa waktu lalu, sebuah sayembara pencarian calon mantu yang diinisiasi oleh juragan durian di Thailand, Anont Rotthong, membuat heboh. Tak tanggung-tanggung lebih 10 ribu pemuda berbondong-bondong menanggapi sayembara tersebut. Bagaimana tidak, sang juragan menjanjikan uang tunai sekitar Rp 4,4 Miliyar, mobil, rumah serta bisnis duriannya.
Pada akhirnya, ia membatalkan sayembara tersebut secara sepihak karena kewalahan menghadapi ribuan pemuda yang bersiap mempersunting putrinya,

Referensi pihak ketiga
Di antara ribuan pemuda, tersebutlah pemuda tampan ini, Premyosapon Khongsai (28). Pemuda ini sangat berhasrat mengikuti sayembara, ia bahkan mendapat banyak dukungan dari keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekatnya.
Untuk menarik perhatian sang calon mertua, pemuda ini mengunggah sebuah status berisi permohonan agar dirinya diterima oleh Anont,
Aku sangat tertarik. Aku 28 tahun. Keluargaku juga petani durian. Kami punya 300 pohon durian di sana, Aku sudah biasa berada di terik matahri dan kehujanan. Aku bisa mengemudikan truk besar sampai traktor, Tolong terima aku jadi mantumu, ayah Anont, terima kasih," tulis Khongsai, yang juga menyertakan fotonya.
Meski tampak ideal, dan unggahannya menjadi viral, pemuda tampan ini ternyata tak beruntung. Anont justru langsung menolaknya dengan alasan yang mengejutkan yakni karena Khongsai dianggap punya wajah terlalu tampan.
Wajah tampan yang dimiliki pemuda ini membuat Anont merasa khawatir untuk menerimanya sebagai mantu. Ia tak sennag jika mengetahui menantunya dikejar-kejar banyak wanita dan kelak membuat putrinya patah hati.

Referensi pihak ketiga
Sahabat, demikianlah jodoh, ia sungguh tak memandang rupa dan harta. Tak peduli apa yang kau miliki jika memang ia tak ditetapkan bagimu, maka ia tak akan menjadi milikmu.
---
Sumber Referensi:
today.line.me

Masyaallah, Inilah Amalan Remeh yang Berujung Surga

Dari sahabat Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki yang tengah menikmati kenikmatan di surga disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”
Kisah sahih di atas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab “Al-Adzan“.
Dalam kisah di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan seseorang yang sedang berjalan di suatu jalan, kemudian menjumpai sebuah pohon yang memiliki banyak duri dan menghalangi jalan kaum muslimin sehingga dapat mengganggu orang-orang yang melewatinya. Kemudian, ia bertekad kuat untuk memotong dan membuangnya dengan tujuan menghilangkan gangguan dari jalan kaum muslimin. Dengan sebab itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan memasukkan ia ke dalam surga-Nya. Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya sedang menikmati kenikmatan di surga disebabkan amalannya tersebut.
Perhatikanlah, laki-laki tersebut telah beramal dengan amalan yang terlihat remeh tetapi ia diganjar dengan balasan yang teramat besar. Hal itu tidaklah lepas dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang maha luas.
Hal lain yang bisa kita pelajari adalah, jika menyingkirkan gangguan di jalan adalah hal remeh yang ternyata berpahala besar bahkan bisa mejadi wasilah rahmat Allah hingga berujung surga, maka menyebabkan gangguan di jalan seperti membuang sampah di jalan yang kita lewati atau enggan menyingkirkan gangguan di jalan yang kita temui bisa saja berakibat dosa dan mencelakakan kita di akhirat kelak.
Jangan meremehkan hal-hal remeh, entah itu perbuatan baik yang terlihat sepele atau perbuatan buruk yang rasa-rasanya tak merugikan banyak orang.
Sungguh, kelak akan datang hari penghisaban dengan hakim Maha Adil yang tak menyisakan satupun perbuatan kita bahkan yang sebesar butiran debu. 
subhanallah...
Semoga kita semakin awas, dan tidak melewatkan kesempatan berbuat kebaikan meski hal yang terlihat remeh sekalipun.

Sumber Gambar: facebook.com/majelis.quran/photos/a.410230757491.188337.237627477491/10155140070602492/?type=3&theater

Sumber Gambar: salamdakwah.com/artikel/3492-keutamaan-menyingkirkan-gangguan-dari-jalan
Sumber Referensi:
Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf, Sholahuddin Abu Faiz bin Mudasim, Pustaka Al Furqon.

Andai Saja Waktu Itu Bisa Dijual dan Dibeli, Sungguh Akan Kubeli Waktu Mereka...

Pernahkah anda merasa begitu sibuk, hingga 24 jam dalam sehari tidaklah mencukupi untuk menyelesaikan semua urusan anda? Di lain sisi anda menemukan banyak orang yang bersantai-santai atau bahkan menyia-nyiakan waktu mereka. Tentu kita merasa gemas dan mungkin berpikir seandainya bisa membeli saja waktu mereka yang tersia-sia tersebut.
Syaikh Ali Thantawi dalam kitab beliau “Dzikrayaat” mengisahkan tentang seorang ulama besar bernama Jamaludin Al-Qasimi.
Suatu ketika beliau ini melewati sekumpulan anak muda yang sibuk berfoya-foya dan menghabiskan waktu mereka dalam maksiat. Melihat keadaan seperti itu, Syaikh Jamaludin Al-Qasimi lantas berkata,
Andai saja waktu itu bisa dijual dan dibeli, sungguh akan kubeli waktu mereka...”
Ucapan tersebut terlontar karena beliau menyayangkan waktu yang berlalu tanpa kebermanfaatan. Beliau menghabiskan 50 tahun usianya dan telah menulis sekitar 80 kitab, di antaranya adalah Mahaasinut Ta’wiil, kitab tafsir setebal tujuh belas jilid. Beliau mengisi hari-harinya dengan mengajarkan ilmu dan menulis buku.
Anda bisa bayangkan, dalam setahun berapa buku yang beliau tulis. Inilah Syaikh Jamaluddin Al-Qasimi. Salah satu ulama yang demikian menghargai waktu. Sungguh beliau memiliki umur yang diberkahi, kehidupan yang bermanfaat, dan ilmu yang diajarkan sehingga menjadi amal jariyah yang insyaallah pahalanya masih terus mengalir hingga saat ini. Masyaallah, Semoga Allah merahmati beliau.
Betapa meruginya orang yang menyia-nyiakan waktu. Bagaimanapun kita memohon dan berusaha sesungguhnya waktu tak mungkin kembali. Semoga waktu kita terhabiskan dalam kebermanfaatan dan keberkahan.
Mari tanyakan pada diri kita, kita pergunakan untuk apa waktu hidup yang kita miliki!

Sumber Gambar: zilbest.com/featured/karena-kita-akan-selalu-diburu-oleh-waktu/

Sumber Gambar: farahazzahra1903.blogspot.com/2016/02/gunakan-waktu-sebaik-mungkin-waktu.html
Sumber Referensi: muslimah.or.id
Tag : ,

Terharu, 2 Anak Lusuh Beli Makan di KFC Gorontalo, Begini Sikap Pelayannya

Hati nurani adalah apa yang seharusnya dimiliki setiap manusia. Karena hanya dengan hati kita akan bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan bahagia.

Referensi pihak ketiga
Hari itu, dua orang anak dengan pakaian lusuh dan kotor, memasuki KFC Gorontalo tanpa mengenakan alas kaki. Di tangan mereka terdapat uang sejumlah Rp 18 ribu. Mereka berharap bisa menyatap sepotong ayam dan nasi.
Seorang pengguna facebook, Aurora Makawimbang Lie yang kebetulan ada di sana, bertanya-tanya di dalam hati, akankah para pelayan mengusir kedua anak tersebut?
Pada kenyataannya, ia dibuat tercengang, takjub, sekaligus terharu. Kedua anak itu tetap dilayani dengan baik. Aurora bahkan memotret bagaimana kedua anak dengan pakaian lusuh dan kotor itu menikmati makanannya dengan sangat lahap, bahkan disajikan lengkap dengan minuman, meskipun uang mereka hanya Rp 18 ribu saja.
"Mantap kebaikkan karyawan KFC Gorontalo, sungguh mulia hati mereka. Memberi makan dan ijin bagi anak-anak membutuhkan. Mereka datang ke kasir KFC ingin makan KFC dengan uang di tangan 18rb dan ingin makan ayam dan nasi.
Tanpa alas kaki dan baju sangat kotor. Saya kira pihak KFC akan usir tapi mereka melayani dengan ramah dan senyuman ke dua anak itu, serta memberi 2 paket KFC untuk mereka makan. Malah pegawai KFC itu ambil kan lagi sambal," Begitu unggahan Aurora pada laman facebooknya.

Referensi pihak ketiga
Sahabat, bukankah hati nurani akan melahirkan kebaikan dan kasih sayang pada sesama? Dan, begitulah bagaimana dunia ini selalu bertahan dengan segala kerusakan dan keburukan yang terus terjadi setiap harinya.
Ya, karena di sana, selalu masih ada orang-orang berhati baik yang peduli dengan sesamanya.
Mari ambil bagian dalam kebaikan, sekecil apapun itu!
Stay positif all ^_^
---
Sumber Referensi:
Today.line.me

Awas! Jangan Sampai Tertular Si Gober Bebek...

Dunia ini menampilkan semua sisi secara bersebrangan. Seringnya pula dalam kapasitas ekstrim.
Tentu anda pernah melihat orang yang menghabiskan hartanya untuk bergaya hidup mewah, berfoya-foya, membeli barang-barang terbaru dan bermerk meski tidak membutuhkannya. Bahkan ada yang sanggup berhutang demi gaya hidup prestisius.
Di lain sisi, anda pasti juga pernah menemui orang yang pelit, sangat pelit, hingga super duper pelit. Hingga pada derajat pelit pada dirinya sendiri.
Ada? Banyak.

Referensi pihak ketiga
Ada orang yang memiliki banyak uang dan mampu membeli kebutuhannya, tapi ia pelit, takut hartanya berkurang.
Anda mungkin teringat satu sosok fiksi yang terkenal di zamannya bahkan hingga kini, Ebenezer Scrooge, atau lebih dikenal sebagai Paman Gober. Dia orang yang serakah dan berhati dingin, hal yang paling dibencinya adalah memberi. Dia mencintai uangnya lebih dari dirinya sendiri. Meski uangnya segudang lebih, ia memilih makanan termurah, mengambil koran bekas, dan hal-hal semisal.

Referensi pihak ketiga

Ternyata sifat tokoh fiksi yang terkenal di kota bebek ini juga merupakan kenyataan di dunia yang kita tempati saat ini. Manusia-manusia pelit semakin banyak. Ia mampu membeli baju yang bagus -bukan berarti mahal-, tapi ia tidak beli karena takut hartanya berkurang. Padahal adalah salah satu bentuk kesyukuran menggunakan pakaian yang pantas sesuai kemampuan. Seseorang yang sakit, memilih tidak berobat karena takut membayar mahal. Padahal ia memiliki cukup uang.

Referensi pihak ketiga
Tanpa disadari, kita terjerembab pada puncaknya penyakit hati yaitu kikir/bakhil.
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata:
“Derajat pelit yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri padahal ia sedang membutuhkan, betapa banyak manusia yang menahan hartanya (tidak keluar), semisal ketika sakit dan tidak berobat. Ia sedang berhajat terhadap sesuatu tetapi ia tahan karena pelit.”
Bahkan terhadap keluarga yang ia cintai, terhadap anak-anak dan istrinya ia juga pelit, padahal mereka sedang membutuhkan
Semoga kita dijauhkan dari sifat kikir terhadap orang lain terlebih-lebih terhadap diri sendiri dan keluarga.

Referensi pihak ketiga
Sumber referensi: Muslimafiyah.com

Tag : ,

Percayalah, Ada Cinta di Balik Ujian!

Ujian kehidupan hanya diberikan kepada orang-orang terpilih. Yakni orang-orang yang dicintai oleh Allah Ta'ala. Semakin engkau dicintai-Nya maka semakin berat ujiannya.
Mengapa demikian?
Karena Ujian tersebut dimaksudkan untuk mengangkat derajat orang tersebut, membersihkan dosa-dosanya, dan menambah kebaikannya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan menjadi contoh golongan orang-orang yang bersabar.

Referensi pihak ketiga
Karenanya orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan Rasul, kemudian orang-orang shalih, kemudian orang-orang yang semisal mereka dan yang semisalnya lagi.
Jadi, jika kita ditimpa suatu musibah atau hal tak menyenangkan lainnya, tentu kita harus berkaca apakah hal tersebut merupakan ujian yang menjadi tanda bahwa kita adalah bagian dari orang-oarng yang dicintai oleh Allah Ta'ala, ataukah hal tersebut merupakan azab atas dosa-dosa kita selama ini.


Referensi pihak ketiga
Syuraih Al- Qodhi, salah seorang tabi'ien yang terkenal dengan ketawadhuannya, ketika ditimpa musibah yang datang silih berganti justru memanjatkan banyak pujian kepada Allah Ta'ala.

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ
Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ
(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا
(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ
(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي
(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qodhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).
---

Sumber referensi : Muslim.or.id
Tag : ,

Kita Hanyalah Orang Asing

Pernahkah merasa kehidupan sehari-hari yang kita jalani seolah mimpi?
Rasanya baru kemarin, kita berlari-lari, terjatuh, dan menangis di pangkuan ibu, namun saat ini ternyata kita telah menjadi sosok dewasa dengan rambut yang berwarna dua. Sebagian orang-orang yang kita kenal bahkan sudah tiada.
Begitulah waktu berjalan dengan cepat, tanpa istirahat atau menoleh ke belakang. Sementara kita masih disibukkan dengan segala macam urusan dunia, berlomba-lomba membangun rumah-rumah mewah, bekerja keras meraih jabatan tinggi, hingga tak jarang saling iri dan benci.
Waktu kita terbatas, namun impian kita di dunia kian meluas. Kita lupa bahwa kita sedang dalam perjalanan. Menuju rumah kita yang sesungguhnya, surga.
Ibnu Qoyyim rohimahulloh ketika menyebutkan bahwa kerinduan, kecintaan dan harapan seorang muslim kepada surga adalah karena surga merupakan tempat tinggalnya semula.
Saat ini seorang muslim tengah menjadi tawanan musuh-musuhnya dan diusir dari negeri asalnya karena iblis telah menawan bapak kita, Adam ‘alaihissalam dan dia melihat, apakah dia akan dikembalikan ke tempat asalnya atau tidak.
Dunia ini hanyalah tempat perbekalan bukan untuk menetap selamanya, karena sesungguhnya aku dan kamu, kita hanyalah orang asing di dunia yang fana ini.

Referensi pihak ketiga
Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.

Referensi pihak ketiga
Selayaknya orang asing, kita tak perlu terlalu disibukkan dengan dunia. Ambillah bagian dari dunia ini secukupnya saja.
Nah, sudah berbekal apa saja kita?

Referensi pihak ketiga
Referensi: Muslim.or.id
Tag : ,

Masyaa Allah! Inilah 4 Doa Seharga 4 Dirham yang Diijabah Allah

Seorang pemabuk mengundang kawan-kawannya ke rumah. Setelah kawan-kawannya tiba, si pemabuk memanggil pembantunya, lalu ia menyerahkan empat dirham dan menyuruhnya membeli buah-buahan.
Di tengah perjalanan, si pembantu melewati ulama zuhud yang terkenal, yaitu Manshur bin Ammar. Beliau berkata barang siapa memberinya empat dirham maka ia akan mendoakan empat hal kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Tanpa pikir panjang, si pembantu menyerahkan 4 dirham uang dari tuannya.
“Doa apa yang Anda inginkan?” tanya Manshur bin Ammar.
Lalu ia menjawab, “Pertama, saya mempunyai majikan yang bengis. Saya ingin dapat terlepas darinya. Kedua, saya ingin Allah menggantikan empat dirham untukku. Ketiga, saya ingin Allah menerima taubat majikan saya. Keempat, saya ingin Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan ampunan untukku, untuk majikanku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sana.”
Kemudian Manshur pun mendoakannya.
Pembantu itu pun kembali kepada majikannya yang pemabuk. Yang sudah menunggunya dengan marah, “Mengapa kamu terlambat dan mana buahnya?” hardik sang majikan.
Lantas si pembantu menceritakan bahwa ia telah bertemu sang ahli zuhud bernama Manshur bin Ammar, dan ia telah memberikan empat dirham kepadanya sebagai imbalan empat doa.
Perlahan, amarah si majikan surut, dan justru bertanya “Apa yang engkau mohonkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?”
Ia menjawab, “Saya mohon untuk diriku agar saya dibebaskan dari perbudakan.” Lantas majikannya berkata, “Sungguh, saya telah memerdekakanmu. Kamu sekarang merdeka karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa doamu yang kedua?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan empat dirham buatku.”
Majikannya berkata, “Bagimu empat dirham. Apa doamu yang ketiga?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubatmu.”
Lantas si majikan menundukkan kepalanya, menangis, dan menyingkirkan gelas-gelas arak dengan kedua tangannya dan memecahkannya. Lalu ia berkata, “Saya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya tidak akan mengulanginya lagi selamanya. Lalu apa doamu yang keempat?”
Ia menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ampunan untukku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sini.”
Sang majikan berkata, “Yang ini bukan wewenangku. Ini adalah wewenang Dzat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ketika sang majikan tidur pada malam harinya, ia mendengar suara yang mengatakan, “Engkau telah melakukan apa yang menjadi wewenangmu. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan kepadamu, si pelayan, Manshur bin Ammar, dan semua orang-orang yang hadir.”
Masyaallah... Semoga kita bisa memetik hikmah dari kisah tersebut.
----
Sumber Referensi:
  1. Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1
  2. Kisahmuslim.com/3258-balasan-kebaikan-adalah-kebaikan.html

Sumber Gambar: helalsiteler.com/107343-duduk-manis-di-majelis-mabuk-mabukan.html

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -