Astagfirullah! Begini Akibatnya Jika Mati Masih Membawa Hutang
Referensi pihak ketiga
Referensi pihak ketiga
Referensi pihak ketigaSubhanallah! Inilah 2 waktu Mustajab Untuk Berdoa Khusus di Hari Jum'at
- 1. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at
Ternyata Inilah Perjalanan Terberat Bagi Para Pria, Bahkan yang Mengaku Tangguh Sekalipun
- Rumaysho.com/947-pemimpin-wanita-menurut-kaca-mata-islam.html
- rumaysho.com/3412-renungan-untuk-rajin-shalat-berjama-ah-di-masjid.html
Bercerminlah!!!
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.”
(Adabul Mufrad no. 592, shahih)
- Muslimafiyah.com/gunakan-cermin-bukan-teropong.html
- rumaysho.com/1201-sibuk-memikirkan-aib-sendiri.html
Mintalah Segala Hal Pada Tuhanmu, Bahkan Perkara Tali Sandalmu yang Putus!
Doa, ikhtiar yang sering dilupakan manusia
Hadist Shahih tentang Doa (image: Pixabay)“Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”
“Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah dosa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memuutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara, baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya” HR. Ahmad
Hadist Shahih tentang berdoa (Image:Pixabay)When Your daughter being teens
Seorang kawan menghubungiku,
"Mbak, putriku minta izin pacaran"
Ia mendadak diliputi rasa panik, gelisah, was-was, dan segala macam perasaan tak karuan.
.
Menjadi single parents membuatnya bekerja extra, baik sebagai ibu maupun sebagai ayah. Ia telah melewati kesulitan berkali lipat dibandingkan orang tua yang memiliki patner. Ia bekerja sendiri menghidupi dirinya dan anak-anaknya, hingga ia tak cukup siap dengan segala problematika anak yang beranjak dewasa.
.
Bahkan bagi pasutri harmonis, urusan mendidik anak tetaplah PR besar. Terlebih dengan dunia yang semakin uzur, urusan pendidikan anak menjadi semakin kompleks. Jika dulu kita cukup mewanti-wantinya soal hubungan dengan lawan jenis, saat ini kita wajib pula membekalinya dengan urusan sesama jenis. .
Back to my friends, menurutku ketika seorang anak masih mengkomunikasikan segala sesuatu kepada orangtuanya, itu adalah salah satu parameter keberhasilan pendidikan anak. Usia remaja yang jika merujuk pola pendidikan ali bin abi thalib radiyallahu anhu (14 tahun ke atas) adalah masa dimana kita menjadikan anak-anak selayaknya sahabat. Sehingga ia bisa bebas curhat, dan bertanya segala macam hal kepada orangtuanya, alih-alih curhat g jelas kemana-mana atau mencari tahu sendiri hal-hal yang tak diketahuinya dengan cara yang keliru.
Termasuk meminta izin untuk pacaran, (hei zaman sekarang, dimana anak-anak mulai durhaka kepada orangtuanya dengan mengatasnamakan HAM, berapa banyak sih anak-anak yang masih melakukannya).
.
Pada kawan tersebut, aku hanya bisa menyarankannya untuk mengajak putrinya berdialog, menimbang baik dan buruk dan memilah-milah hal yang terbaik bagi masa depannya.
.
Aku pribadi memilih pendidikan dini bagi putra putriku. Mengenalkan mereka pada standar baik buruk dalam timbangan pahala dan dosa, di mana setiap usaha tersebut diiringi dengan segala macam doa, karena sejatinya doa adalah
ikhtiar paripurna.
Hingga kelak jika tiba masanya, aku berharap tak pernah mendengar mereka meminta izin pacaran melainkan izin untuk menggenapkan separuh dien saja 😊
.
.
@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc1802
Tolerasi itu bukan menjadi bunglon
TOLERANSI ITU BUKAN MENJADI BUNGLON
.
Sebagai insan beragama, tanpa diminta kita pasti bersedia menerima keragaman. Yang mana hal tersebut tidak berarti kita menggadaikan keyakinan dan prinsip yang kita anut. .
Menerima keragaman (baca: toleransi) berarti membiarkan dan menghormati hal-hal berbeda di luar keyakinan dan prinsip-prinsip kita dalam legitimasi yang diatur oleh hukum agama maupun hukum negara tanpa mengganggunya, mengomentarinya, mencaci-maki, atau membully baik verbal maupun non verbal.
.
Saling menghormati pilihan fiqh khilafiyah, itu toleransi.
.
Meyakini bahwa agama yang dianutnyalah yang benar, namun menjaga kerukunan dan menghormati peribadatan agama lainnya, itu toleransi.
.
Tidak saling mengejek, mencaci, dan membully pilihan orang lain, itu toleransi.
.
Bersatu-padu menjaga keutuhan NKRI, itu toleransi.
.
Tapi,
Mendukung komunisme, liberalisme, atheisme, sinkretisme, LGBT-isme (*eh), itu INtoleransi.
.
Mengikuti dan berpartisipasi dalam berbagai ritual agama lain, itu toleransi SALAH KAPRAH.
.
pembiaran ataupun ketidakpedulian terhadap kejahatan, ketidakadilan, dan penindasan terhadap mereka yang berbeda, itu toleransi KEBABLASAN
.
Anyway, menjadi toleran tidak berarti menjadi bunglon.
Sebagai umat beragama kita punya standar baik buruk yang sudah jelas. Semuanya, ada di kitab suci masing-masing.
.
Jika kau masih bingung mana hitam, mana putih,
mungkin itu kode keras,
kau perlu ke dokter mata 😂
.
catatan sore @30haribercerita
#30hbc1804
#30haribercerita
Biar tekor asal kesohor
Pernahkah anda mendengar teori Maslow? konon katanya tingkat tertinggi dari kebutuhan hidup manusia, adalah aktualisasi diri. Artinya, berdasarkan teori ini manusia perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya sebelum naik ke tingkat selanjutnya dan selanjutnya lagi.
Kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang, penghargaan, dan kemudian barulah aktualisasi diri.
.
Benar tidaknya teori tersebut, mungkin masih menjadi perbincangan hingga hari ini, namun di zaman now kebutuhan aktualisasi diri rupanya setara kebutuhan dasar manusia.
orang-orang butuh sekali menunjukkan "who am i", mereka butuh diakui, butuh merasa dibutuhkan oleh orang lain (beeing needs). Jadi tak peduli kau cukup makan atau tidak, yang penting eksis dulu. Tak peduli seberapa banyak hutang, yang penting mewah dulu, tak masalah tekor yang penting kesohor.
Kau butuh menjadi jagoan, bahkan jika itu sekedar drama satu babak.
see? .
Bahkan orang awam bisa menyimpulkan, bahwa ini adalah gejala penyakit mental.
Dalam tataran personal, maka hal ini menjadi lebih sederhana, karna akibat dan tanggung jawab tak akan menyambar kemana-mana, selain berpulang ke diri pribadi.
Sialnya (upsss) urusan ini bisa jadi bukan hanya urusan personal tapi merambah ke segala instansi bermacam rupa.
.
How? saat kau dipimpin oleh manusia bergejala serupa.
.
Finally, aku teringat tulisan dr. Raehanul Bahraen " Hiduplah sesuai kemampuan jangan sesuai kemauan!" .
. .
catatan dini hari untuk @30haribercerita #30haribercerita
#30hbc1803
Pro konta AAC 2
Finally, AAC 2 difilmkan. sebagai book lovers saya tidak berekpektasi tinggi pada film-film yang diangkat dari buku, sungguh mematikan imajinasi hahaha.
.
but anyway, saya mengikuti review2 para pecinta film yang sebagian kecewa dengan sosok superman ala Fahri.
.
Bagi saya pribadi, hal ini menunjukkan betapa jauhnya umat islam dengan ajarannya sendiri.
Ketika tokoh serupa Fahri dianggap superman, manusia halu, setengah dewa, etc. Lantas bagaimana tanggapan kita ketika membaca shirah nabi, shirah shahabat, kisah para tabi'in dan tabi'ut ???
.
Sekitar Februari 2016 saya menyelesaikan membaca AAC 2 dan mereviewnya di blog saya :
Fahri, prototype muslim sejati
.
Di sana saya menuliskan:
"Kalu dulu aku agak apatis, lantaran menganggap Fahri itu tokoh yang "malaikat" banget. Sekarang aku bersyukur, meski tokoh imajinatif, tapi Fahri berhasil menjadi role model muslim yang menjadi rahmatan lil alamin. Fahri-Aisha-Sabina ini bukan tokoh-tokoh serupa malaikat, tapi mereka prototype dari akhlak seorang muslim sejati. .
Dan aku sangat sepakat dengan pandangan Kang Abik yang tertuang apik dalam buku ini, seseorang yang beragama dengan sereligius-relegiusnya akan mampu menciptakan kedamaian di muka bumi ini. Dan seorang muslim yang mendalami ajaran agamanya akan menjelma menjadi manusia yang penyayang, semakin ia memahami islam, maka semakin penyayang ia, bukannya menjadi teroris ( i told before that terrorists are not muslim) "
_________
.
Sebuah film memang tidak dapat mempresentasikan segala hal yang tertuang di dalam buku, bahkan jika film tersebut terlihat sangat lost logic, mengapa tidak menahan diri dari mencaci dan mencoba mengambil remahan-remahan hikmah yang pastinya tetap termuat di sana.
Sayang waktu nontonnya, jika endingnya hanya untuk menghujat.
sesungguhnya setiap detik kita akan dimintai pertanggungjawaban. Maka berusahalah agar setiap hal yang kita lakukan bermanfaat, jika ia tak bisa menambah pahala maka minimal tidak menuai dosa.
.
Catatan pagi untuk @30haribercerita #30hbc1801 #30haribercerita
Jangan Latah!
"Si A lepas hijab loooh..."
"akhwat B yang itu, murtad loh, doi nikah sama si D"
"Si Z makin modis aja, Hijabnya dah kek butik berjalan"
---------------
Kabar-kabar serupa berseliweran di beranda Medsosku juga di puluhan WAG yang kuikuti.
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Sesungguhnya berpalingnya hati dari kebaikan adalah sebuah musibah.
Ucapkan saja kalimat istirja, sertakan dengan doa agar kita dan saudara2 kita senantiasa diberi hidayah dan keistiqomahan. Kemudian tahanlah lisan dan tangan kita untuk berkomentar lebih jauh, terlebih komentar justifikasi seolah kita makhluk paling suci tak berdosa.
Melepas hijab, tentu bukan hal terpuji yang patut diapresiasi, terlebih perkara murtad, yang merupakan pengkhianatan besar terhadap KeEsaan Allah, Tuhan Sang Pencipta. Tapi tetap tidak menjadikannya patut dicela dan dihujat berbusa-busa.
Adalah benar, bahwa amar ma'ruf dan nahi mungkar merupakan karakter seorang yang beriman. Di mana terdapat tiga tingkatan dalam mengingkari kemungkaran yang kita temui.
Dengan tangan, dengan lisan, dan dengan hati.
Tingkatan pertama dan kedua hanya wajib bagi mereka yang mampu melakukannya. Seperti penguasa dengan bawahannya, atau seorang suami terhadap istri, anak, dan keluarganya. Yang mana perlu diluruskan bahwa mengingkari dengan tangan tidaklah berarti dengan senjata dan atau kekerasan.
Dan selemah-lemahnya bentuk pengingkaran terhadap kemungkaran adalah mengingkarinya dengan hati. Tingkatan ini adalah wajib bagi setiap muslim, karena pengingkaran dengan hati seyogyanya mampu dilakukan oleh semua muslim.
Kembali kepada berita yang berseliweran tadi, tidak ikut berkomentar tidak berarti kita tak peduli, atau mendukung semua hal-hal tersebut. Mungkin kita memilih mengambil ibroh.
Atas apa yang kita berdiri tegak hari ini, tidaklah menjamin akhir kehidupan kita. Kita tak pernah tahu dalam kondisi bagaimanakah kita berakhir.
----------
Antara sindiran dan celaan
ANTARA SINDIRAN DAN CELAAN
by: Sarah Amijaya
WARNING :TULISAN INI MENGANDUNG CURCOL!!!
"Sudah sering disindir, kok nggak paham-paham ya... "
"sengaja disindir, biar merasa"
_____
Sering nggak denger kalimat serupa?
Kalau sering, bisa jadi sindiran tersebut ditujukan padamu, hehehe.
Penting loh untuk membedakan antara sindiran dan celaan.
Kenapa penting? karena keduanya amat sangat jauh berbeda. Meski untuk membedakannya perlu kecermatan tingkat tinggi sih.
Kalau kamu sedang dalam kondisi sensi, panik, bete tingkat tinggi, pusing, migrain, atau semisal, sindiran rasa kelapa muda juga berasa celaan kebun binatang sih.
Sebut saja perbedaan utamanya meliputi niat, kondisi, cara berpikir dan cara pandang seseorang.
Sindiran itu tergantung niat dan kondisi. Niat seseorang menyindir orang lain bisa jadi baik. Misalnya untuk meluruskan akhlaknya.
Pada seseorang yang berkarakter "saya selalu benar", egois, mudah emosi, pemarah, pemberang, susah menerima nasihat, dan yang semisal, mengingatkan secara terang-terangan sama saja mengajaknya duel di ring tinju.
Maka menyindir bisa jadi cara efektif untuk mengingatkannya, tentu dengan bahasa yang baik dan tidak menyakiti hati seseorang.
Kondisi si penyindir juga penting.
Misal kamu sendiri tipe yang nggak bisa menyensor kata-kata, tidak bisa membedakan nasihat atau mencela, baiknya abaikan pilihan sindir menyindir ini. Apalagi kalau yang menyindir tak lebih baik dari yang disindir, alias punya karakter sebelas duabelas, adanya makin panjang dan runyam urusan.
iya toh?
Sindiran juga terkait pola pikir serta cara pandang.
Meski niatnya baik untuk menasehati, tapi jika tidak punya kesamaan pola pikir dan cara pandang, maka sindiran akan berubah menjadi celaan, yang mana kita semua mengetahui bahwa celaan adalah sebuab hal yang buruk.
Misalkan, seseorang yang menyindir orang lain untuk memendekkan jilbabnya
"oh please, kalau jilbab selutut pake mukena aja sekalian"
"hellow, ini kantor keles, sok alimnya pas pengajian aja yee"
Nah, bayangkan materi sindirannya aja udah bisa diperkarakan panjang lebar.
pihak penyindir merasa lingkungan kantor/instansi pemerintahan hanya layak menggunakan jilbab seukuran 115x115, kalau kamu pake jilbab seukuran 150x150 sama dengan bikin kumuh, melanggar peraturan dan kamu boleh memilih untuk berhenti (yeah, pemikiran seseorang memang menunjukkan bagaimana pemahamannya)
apakah sindiran ini efektif? Jawabannya jelas, BIG NO.
karena pihak yang disindir dan menyindir sudah punya cara pandang dan pola pikir yang berbeda.
Bagaimanapun, memakai jilbab bukan sekedar trend fashion, yang bisa dipendekkan, dipanjangkan, atau justru dilepas sesuai situasi kondisi.
Panjang pendeknya jilbab, longgar ketatnya pakaian memang tidak menjadi patokan seberapa baik akhlakmu, tapi jelas sudah menunjukkan cara pandang yang berbeda dalam memahami syariat yang sama. Syariat berhijab.
Tidak perlu saling klaim pemahaman siapa yang lebih tepat, mari sama-sama belajar, dan saling menghormati dalam proses belajar tersebut. that simple!
Jika dikaitkan dengan peraturan instansi yang notabene aturan buatan manusia, masa iya pantas dibandingkan dengan aturan Sang Pencipta alam semesta???
Think big, think more, be smart please...
Ups, curcol detected 😬
Mungkin lebih tepat jika saya berkata:
"duhai cantik, ulurkanlah jilbabmu, lebarkanlah bajumu, karena tubuhmu begitu berharga😘😘😘"
_please, tersindirlaaaahhhh 😀
Sekali lagi, bedakan antara sindiran dengan celaan.
Seringkali kita tergelincir ke dalam suatu keributan karena salah mendefinisikan suatu permasalahan.
Namun juga jangan lupa, bila kita menasihati dengan bahasa tidak terbuka (sindiran) itu dengan tujuan atau maksud yang hina yaitu;
agar kekurangannya terbuka,
ingin membalas dendam dan kedengkian yang tinggi terhadap orang yang kita sindir,
atau dengan menyebut nama seseorang yang kita maksud.
Maka hal yang seperti inilah yang tidak dibolehkan agama.
Sebagaimana Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..”
(QS al-Hujurat 11).
Makanya agar kehidupan kita lebih tenang dan nyaman marilah kita saling menjaga lisan dengan sebaik mungkin, serta saling memahami posisi masing-masing sesama kita.
________
Ref :materi bimbingan islam ust. Rosyid Abu Rosyidah
PS: ini tulisan super ringan, yang ditulis menjelang tidur.
Jika anda membaca dengan ekspektasi tinggi maafkeunlah!
Jika anda membaca kemudian merasa sedikit sakit hati maafkeunlah!
just wanna say, i'am proud being muslimah.
when u disturb my principle that just mean one thing : War begin!
Jangan lupa untuk bahagia!
happiness is simple thing.even when you walk alone,
this world still beautiful to alive.
a brown trail, green plants, n blue sky.
it is enough, isn't it?
#bluesky #happiness #live
"Hampir lupa rasanya bahagia", tulisan tersebut keterangan capture fhoto yang diunggah seorang kawan di salah satu laman medsosnya. Aku mengenalnya sejak masih berseragam putih abu. Mengikuti dengan tidak itens perjalanan naik turun hidupnya. lost contact beberapa lama, dan kini kembali bersua.
Jika kau tanya bagaimana penampilannya? aku akan jawab dengan satu kata. "keren". Bahkan dengan semua kemelut hidupnya. Oh hei, aku tidak menulis untuk mengisahkan perjalanan hidupnya, aku menulis sebagai dokumentasi, karena bisa jadi suatu saat aku yang merasa hampir lupa rasanya bahagia. Oh Nooo..... i wish its never be.
Bahagia, kata sederhana yang semua orang ingin mencecapinya. Bahagia, sebuah pencapaian yang tidak semua orang bisa meraihnya. Terlebih dengan definisi bahagia yang memiliki banyak varian.
Meski kebanyakan kebahagiaan yang berhasil terdefinisi tersebut, hanyalah kebahagiaan semu.
let's i tell u...
Pernah melihat anak-anak yang berlarian dengan kondisi dekil, tidak beralas kaki, bahkan sebagian pakaian mereka koyak, anehnya mereka tertawa dengan teman-temannya?
Tidakkah tawa mereka kau sebut bahagia?
Kau mungkin bisa menemui pasangan manula yang duduk bercengkrama di teras rumah mereka, saling memandang dengan penuh kasih, berbicara teduh, ditengah celoteh anak cucu yang terdengar gaduh.
tidakkah kau pikir, mereka bahagia?
Di sekitarmu, mungkin pula terdapat seorang tetangga, dengan rumah mewahnya yang dikelilingi pagar tinggi. Selain lampu-lampunya yang benderang kau mungkin akan mengiranya istana tanpa penghuni. Tetap saja, mereka mungkin bahagia, dengan caranya sendiri. Hei, mereka kayakan? mungkin bahagianya tak selevel denganmu, sehingga kau tak pernah melihat atau mendengar tawa mereka.
Amatullah talk
Amatullah(A): Sholat, mandi, jangan gangguin adek-adek (miriplah dengan jawaban rofi, tapi memang sih kakak ama super jailnya)
(A): kaka berantem sama duo adek ituh
(A): ya, setinggi amalah (haish, ketahuan deh, emaknya bentar lagi kebalap tingginya)
(A): baca
(A): semuanya (hahaha...kan nggak boleh pilih-pilih makan kak yaa?)
(A): air putih
(A): ke surga
(A): drakor (haish, si kaka jujur amat)
(A): bukan musik mi, itu murottalkan?
(A): dirumah ya ngurus anak-anak, kalau dikantor nggak tau deh (xixixixi)
(A): hijau apa biru
(A): tidak bisa digambarkan deh
me:Do you think you could live without me?
(A):oooh tidaaaak (screaming)
=============
Sometimes, child make you angry, make you confused or feel like crazy, but honestly they love u much as you love them.
Thanks for being my lovely daughter Amatullah, wish Allah always bless u ^_^
Rafi talk
Rafifah(R): Sholat, mandi, sekolah (banyak euy)
(R): ofi sholat
(R): ofi g sholat
(R): g tau, tinggi pokokny
(R): masak (sepertiny ini harapan dia, emaknya jarang masak euy)
(R): bawang (haaa? ini sih karena emaknye selalu pake bawang disetiap masakan dan dia paling tidak suka bawang
(R): air putih
(R): g kemana-mana (dia tau banget emaknya g hobby jalan)
(R): kajian (hehe syukur deh dia kagak liat emaknya mantengin drakor)
(R): g ada (good job girl)
(R): g tau
(R): biru
(R): sebesar-besarnya apa yang paling besar (apa tuh?)
me:Do you think you could live without me?
(R):nggak dijawab, mata berkaca-kaca dan langsung meluk emaknya.
=============
Sometimes, child make you angry, make you confused or feel like crazy, but honestly they love u much as you love them.
Thanks for being my lovely daughter Rafifah, wish Allah always bless u ^_^

