Bacaan tasyahud akhir
بِسْـمِ اللّهِ و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Bacaan tasyahud akhir (sebelum salam)
Bacaan ketika tasyahud akhir
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”
Lalu ditambah dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: (1) siksa neraka jahannam, (2) siksa kubur, (3) penyimpangan ketika hidup dan mati, (4) kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim no. 588).
Do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan dalam riwayat lain,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588)
Setelah itu berdoa dengan doa apa saja yang diinginkan. Dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ
“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An Nasai no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dengan catatan, hendaklah dengan bahasa Arab atau yang lebih baik adalah dengan doa yang berasal dari Al Quran dan hadits. Doa yang berasal dari Al Quran dan hadits begitu banyak yang bisa diamalkan.
Alasan berdoanya dengan bahasa Arab dikatakan oleh salah seorang ulama Syafi’iyah, Muhammad bin Al Khotib Asy Syarbini rahimahullah,
فَإِنَّ الْخِلَافَ الْمَذْكُورَ مَحَلُّهُ فِي الْمَأْثُورِ .أَمَّا غَيْرُ الْمَأْثُورِ بِأَنْ اخْتَرَعَ دُعَاءً أَوْ ذِكْرًا بِالْعَجَمِيَّةِ فِي الصَّلَاةِ فَلَا يَجُوزُ كَمَا نَقَلَهُ الرَّافِعِيُّ عَنْ الْإِمَامِ تَصْرِيحًا فِي الْأُولَى ، وَاقْتَصَرَ عَلَيْهَا فِي الرَّوْضَةِ وَإِشْعَارًا فِي الثَّانِيَةِ ، وَتَبْطُلُ بِهِ صَلَاتُهُ .
“Perbedaan pendapat yang terjadi adalah pada doa ma’tsur. Adapun doa yang tidak ma’tsur (tidak berasal dalil dari Al Quran dan As Sunnah), maka tidak boleh doa atau dzikir tersebut dibuat-buat dengan selain bahasa Arab lalu dibaca di dalam shalat. Seperti itu tidak dibolehkan sebagaimana dinukilkan oleh Ar Rofi’i dari Imam Syafi’i sebagai penegasan dari yang pertama. Sedangkan dalam kitab Ar Roudhoh diringkas untuk yang kedua. Juga membaca doa seperti itu dengan selain bahasa Arab mengakibatkan shalatnya batal.” (Mughnil Muhtaj, 1: 273).
rumaysho.com
والله أعلم بالصواب ^^
Candu teknologi
❗ Candu Teknologi.
Teknologi itu membantu.. Bukan menjadi candu..
Namun yang terjadi.. Ternyata kerap melenakan, sulit kita melepaskan..
Bermula dari awal pagi, berlanjut siang hingga sore hari..
Seakan belum puas, malam hari pun tak lepas..
A. Pagi Dhuha.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
“Di pagi hari seluruh persendian kalian harus bersedekah.
فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ
Setiap bacaan tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (Laa ilaha illallah) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah.
Amar ma’ruf dan nahi mungkar juga sedekah..
وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Dan seluruhnya dapat digantikan dengan melaksanakan 2 raka’at shalat Dhuha..” (HR Muslim: 720)
B. Malam Canda.
Nabi shallallahu 'alahi wasallam bersabda,
كُلُّ شَيْئٍ يَلْهُوْبِهِ ابْنُ آدَمَ فَهُوَ بَاطِلٌ إِلاَّ ثَلاَثًا: رَمْيُهُ عَنْ قَوْسِهِ، وَتَأْدِيْبُهُ فَرَسَهُ، وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ
“Segala sesuatu yang dijadikan permainan manusia adalah bathil kecuali pada tiga keadaan:
Memanah, berlatih kuda dan bercanda dengan keluarga..”
(Shahih, HR. an-Nasa'i: 2/74, Shahih al-Jami’ish Shaghir: 4532 al-Albani)
terutama suami istri yang saling berbagi canda..
Jangan sampai nikmat teknologi merenggut kehangatan rumah tangga..
Dan melalaikan ibadah kita..
@sahabatilmu
Persiapan Fase panjang
💌 Persiapan Fase Panjang.
Setiap manusia akan melalui empat fase alam:
1. Fase Pertama: Alam Rahim.
• Yaitu saat anak manusia mulai tumbuh.
• Tempatnya sangat sempit dan gelap.
• Usianya tidaklah panjang.
2. Fase Kedua: Kehidupan Dunia Saat Ini.
• Di fase ini anak manusia tumbuh dan hidup serta berbuat baik atau buruk untuk kehidupannya.
• Demikian pula ia mencari sebab untuk kehidupan yang bahagia atau sengsara kelak.
3. Fase Ketiga: Alam Barzakh.
• Yaitu alam yang luas dan lebih luas daripada alam dunia.
• Perbandingannya seperti alam rahim dan alam dunia ini.
4. Fase Keempat: Alam Akhirat Nan Kekal Abadi.
• Di alam akhirat hanya ada dua pilihan, antara Surga atau Neraka, antara bahagia atau nestapa.
• Setelah alam ini tiada alam lainnya lagi.
(ar-Ruh Ibnul Qayyim, hal: 116)
Saat ini kita berada di fase ke-dua..
Hendaklah tidak terlena..
Masanya tidaklah lama..
Sekadar ketentuan ajal yang telah digariskan..
Berbekallah.. Untuk menjalani dua fase lagi yang pasti dilalui..
Alamnya lebih luas, masanya sangatlah panjang..
Jangan tertipu dunia yang fana..
Baik sedih atau bahagianya..
@sahabatilmu
Berserupalah
💌 Berserupalah.
Manusia adalah makhluk peniru..
Lihatlah anak kecil, ia adalah peniru ulung siapapun disekitarnya..
Pandanglah para remaja, ia merupakan peniru handal apapun yang menjadi pujaan..
Tengoklah kaum dewasa, ia masih akan tetap meniru yang diyakini dengan penuh kesungguhan..
A. Bagian Kaum.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka..” (Shahih, HR. Ahmad 2/50, Abu Daud: 4031, Ash-Shahihah: 1/676 al-Albani)
Imam al-Munawi rahimahullah berkata,
“Dikatakan maknanya adalah:
Barangsiapa yang menyerupai orang-orang shalih, maka ia termasuk mengikuti mereka. Ia akan dimuliakan sebagaimana orang-orang shalih itu dimuliakan..
Demikian pula sebaliknya barangsiapa menyerupai orang kafir dan fasik…” (Faidhul Qadir: 6/104)
Maka bisa bermakna anjuran sekaligus ancaman..
Anjuran untuk meniru jalannya para sahabat dan orang shalih..
Ancaman agar kita tidak menyerupai orang fasik dan kafir..
B. Serupa Siapa?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
"Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang berserupa dengan selain kami.." (Hasan; HR. at-Tirmidzi: 2695)
Berserupa itu perlu..
yang menjadi perhatian adalah apa dan siapa yang kita tiru..?
@sahabatilmu
kemasyhurannya menggerogotinya
🍀KEMASYHURANNYA MENGGEROGOTINYA…
Kebanyakan manusia ingin :
Dikenal.. terkenal.. tersohor dan dikenang dalam sejarah…
Ingin namanya kelak ditulis dengan tinta emas dalam prasasti..
Ingin dipuji disetiap majlis..setiap pertemuan.
dihormati dan disanjung..
Entah siapakah status dia :
seorang pejabat..
seorang ustadz..
seorang yang punya pengaruh..
Atau bisa juga.. seorang ilmuwan..
seorang yang kaya harta..
Bahkan orang miskin tak punya apapun juga menginginkannya..
Itulah kenyataan..
TERKENALLLL
TERSOHOR..
DOMINAN..
PALING BERJASA..DLL
Sebenarnya ada disana ada hamba hamba Allah yang jauh lebih mulia dari mereka..
Walaupun mungkin ia hanya sekedar orang biasa..
tiada orang yang mengenalnya… ia termasuk hamba hamba Allah yang jauh lebih mulia dari mereka yang terkenal..
Ia adalah sebagaimana hadits berikut :
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, kaya hati, dan tersembunyi.” (HR Muslim)
Semoga dapat menjadi renungan hati
📝Oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek : 710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000
Surat cinta tentang shalat
💚Surat Cinta Tentang Shalat"
---------------------------------------------
🌾Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
🌾Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.
🌿Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.
🌿Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.
🌿Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.
🌿Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
🍂Bayangkan ketika "adzan berkumandang," tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.
🍂Bayangkan ketika kau "takbir," Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.
🍂Bayangkanlah ketika "rukuk," Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.
🍂Bayangkan ketika "sujud," Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku mencintaimu wahai hambaKu."
🍂Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud," Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."
🍂Bayangkan ketika kau memberi "salam," Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.
💕Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.
🌾Beruntunglah orang-orang yang mengamalkannya.
Barakallahu fiikum, Wassalamualaikum
Maafkanlah aku ya Allah yg tak pernah memperhatikan kesempurnaan sholatku
🍃🌾🌿🍂💕🍂🌿🌾🍃
Saat galau melanda
💭SAAT GALAU MELANDA…
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ
“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yg Engkau miliki, yg Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yg Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yg Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yg Engkau simpan dalam ilmu ghaib yg ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku”.
Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.”
Tiba-tiba ada yg bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”?
Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yg mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yg lain)”.
(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani)
📝Ustadz Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى
MLM PERZINAHAN
KISAH CERDIKNYA SEORANG PEMUDA YANG IKHLAS…
Pengumuman : Konten copas !!!
![]() |
| Gambar dari sini |
Awalnya, gegara kapasitas handphone yang overload. Aku mulai memindahkan file-file kajian di grup-grup WA, Telegram, maupun BBM yang kuikuti. Dulu-dulu aku memindahkannya ke folder khusus di laptop. Karena satu dan lain hal, folder tersebut terserang virus. Maka akupun berinisiatif memindahkannya ke blog pribadi. Ya, ke blog ini...
Hasilnya, aku bahkan sempat dimintai bukti "bukan robot" oleh satpam blogger. Gara-garanya postinganku dalam sehari konon katanya banyak banget. ya gimana nggak banyak, lah wong kontennya konten copas. Copy paste dari materi-materi di grup.
Anyway, busway, aku tak bermaksud melanggar hak cipta. Insyaallah niatnya semata menyebarkan ilmu, sekaligus mengamankan data-data. Jikalau ada satu, dua, tiga, atau banyak postingan yang lalai menyantumkan sumber asli, maka itu murni kelalaian saya pribadi. Mohon dimaafkeun ya!!
Happy reading, Wish that contens usefull ^_^
Salam,
Sarah Amijaya
MARYAM TELADAN BAGI MUSLIMAH
| gambar dari sini |
Aisyah binti Abu Bakar
Salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang
paling dikenal oleh umatnya adalah Aisyah radhiallahu ‘anha. Ummul mukminin
Aisyah memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ummahatul mukminin
yang lain. Di antaranya, dialah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam yang Allah turunkan wahyu dari atas langit ketujuh untuk membela
kehormatannya. Bukan satu atau dua ayat, tapi Allah firmankan 10 ayat (QS.
An-Nur: 11-20) yang membela kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha dan
terus-menerus dibaca hingga hari kiamat. Menodai kehormatan Aisyah sama saja
mengingkari Alquran. Oleh karena itu, para ulama memvonis kafir orang-orang
yang merendahkan kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha.Hafshah binti Umar bin al-Khattab.
![]() |
| image from here |
Teguhlah, jangan goyah
🍀TEGUHLAH, JANGAN GOYAH…
Syeikh Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berpesan:
Teguhlah, jangan goyah dengan banyaknya serangan yang diarahkan kepadamu, atau banyaknya celaan atas pendapatmu.
Selama kamu di atas kebenaran, maka teguhlah, karena kebenaran itu tidak mungkin tersingkir.
Setelah itu, belalah dirimu jika posisimu lemah, karena tidak ada keadaan yang lebih rendah dari tindakan membela diri. Adapun jika posisimu kuat, maka seranglah. Dan hari-hari itu akan terus berputar.
Tapi yang paling penting, jika posisimu lemah, kamu harus teguh, dan jangan katakan: “manusia, semuanya menyelisihi pendapat itu”. Akan tetapi, teguhlah, karena Allah pasti akan menolong agamaNya, kitabNya, dan RasulNya di semua zaman.
Dan memang harus ada gangguan, lihatlah Imam Ahmad, dia diseret di pasar dengan hewan bagal, dan dicambuki, tapi dia tetap sabar dan teguh.
Dan lihatlah Syeikhul Islam, dia diarak di atas gerobak dan dijebloskan dalam penjara, tapi dia tetap teguh.
Selamanya tidaklah mungkin bumi bertabur banyak mawar dan bunga, bagi orang yang berpegang teguh kepada sunnah. Siapa yang menginginkan hal itu, berarti dia telah menginginkan kemustahilan.
[Syarah Annuniyyah, Syeikh Al-Utsaimin 3/270]
📝Oleh Ustadz Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
.
Kaya, tapi zuhud. Miskin, tapi gila harta
🌴KAYA, TAPI ZUHUD… MISKIN, TAPI GILA HARTA… MUNGKINKAH…?
Itu sangat mungkin… bagaimana bisa demikian? Mari simak pemaparan Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berikut ini :
“Ketika harta berada di tanganmu, bukan di hatimu, dia tidak akan membahayakanmu, walaupun jumlahnya banyak.
Sebaliknya, ketika harta itu di hatimu, dia akan membahayakanmu, walaupun harta itu tidak ada sedikitpun di tanganmu.
Imam Ahmad pernah ditanya: ‘Bisakah seseorang menjadi zuhud, padahal dia memiliki seribu dinar?’. Beliau menjawab: ‘Ya, (bisa saja), asalkan dia tidak senang bila harta itu bertambah, dan dia tidak sedih bila harta itu berkurang’.
Oleh karenanya para sahabat menjadi orang yang paling zuhud terhadap harta yang ada di tangan mereka.
Sufyan Ats-Tsauri juga pernah ditanya: ‘Bisakah orang yang kaya menjadi zuhud?’. Beliau menjawab: ‘Ya (bisa saja), yaitu jika saat hartanya bertambah dia bersyukur, dan saat hartanya berkurang dia juga bersyukur, dan bersabar'”.
[Sumber: Madarijus Salikin 1/463].
📝Oleh Ustadz Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
Jagalah masa mudamu!
🌿IBROH : JAGA MASA MUDAMU…
Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengatakan:
“Siapa yang membiasakan anggota tubuhnya melakukan amal sholeh diwaktu mudanya, maka Allah akan menjaganya agar tetap kuat hingga masa tuanya.”
Catatan:
Al-Hafidz Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan, “Sebagain salaf ada yang hidup hingga melewati usia 100 tahun. Namun mereka masih menikmati kekuatan fisik dan ketajaman berfikir. Suatu ketika salah seorang dari mereka melakukan lompatan yang tinggi. Orang-orang yang melihatnya merasa keheranan. Kok bisa..?
Dia menjawab, “Sewaktu kecil, kami menjaga organ tubuh kami dari kemaksiatan, maka Allah menjaganya hingga kami memasuki usia senja.
Hal senada juga dikisahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Katsir di dalam Al-Bidayah Wa An-Nihayah, tentang Abu At-Thayyib At-Thabary, salah seorang ahli fiqih bermadzhab Syafi’i. Suatu ketika Abu Thoyyib menaiki sebuah bahtera, hingga saat bahtera mendekati dermaga, ia melompat dengan lompatan yang tidak mampu dilakukan oleh anak muda. Orang-orang yang melihatnya merasa takjub, “Apa ini wahai Abu Thoyyib..?”
Abu Thoyyib menjawab, ”
Organ tubuh ini kami jaga sewaktu muda, sehingga kami mendapatkan manfaatnya dimasa tua”
Semoga Allah menjaga masa muda kita agar tetap dalam ketaatan kepada-Nya.
Amiin
_____________
Madinah 11-05-1437 H
📝Oleh Ustadz ACT El-Gharantaly, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
Meski aku bukan mereka
🍀MESKI AKU BUKAN MEREKA…
Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:
“Bila engkau mendapati bahwa dirimu mencintai orang-orang sholeh, merasa tentram berada disamping mereka, maka ketahuilah, itu adalah pertanda keimananmu”.
Catatan:
Memang.. Aku bukan mereka..
Aku hanya seonggok daging yang seringkali terjatuh..
Hanya si pandir yang seringkali pongah..
Namun sebuah harap terus terucap..
Semoga rasa cinta pada mereka membawaku kedalam kafilah sholihin. .
Seindah harapan Imam Syafi’i dalam sajak-sajak indahnya:
أُحِبُّ الصَّـالِحِينَ وَلَسْتُ مِنْـهُم #ْ لَعَلِّي أَنْ أَنَـالَ بِـهِـمْ شَـفَاعَــــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ بِضَـاعَتُـهُ الْمَعَـاصِي # وَإِنْ كُـنَّـا سَـوَاءً فِي الْبِـضَـاعَـــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ يُضِـيعُ الْعُمْرَ لَـهْـواً # وَلَوْ كُـنْـتُ امْرَءاً جَـمَّ الإِضَـاعَـــهْ
Artinya :
“Aku mencintai orang-orang sholeh meskipun aku bukan termasuk di antara mereka.
Semoga bersama mereka, kelak aku bisa mendapatkan syafa’at.”
Aku membenci para pelaku maksiat, meskipun aku tak berbeda dengan mereka.”
Dan aku membenci orang yang membuang-buang usianya dalam kesia-siaan, walaupun aku sendiri adalah orang yang banyak menyia-nyiakan usia.”
Semoga. ..
____________
Madinah 15-05-1437 H
📝OLeh Ustadz ACT El-Gharantaly , حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
Wahai suami, cintailah istrimu
💞 Keluarga Sakinah
WAHAI SUAMI..CINTAILAH ISTRIMU...💖
▪DR. 'Aid Al Qarny menggambarkan tentang sosok istrinya 💘 :
🌸 Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur💤, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya 🌺 sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku : Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya.🍃
🌸 Dia tinggalkan rumah orang tuanya 🏡. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang 🌼 di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu dan rela mengandung keturunannya. Ketaatannya melebihi ketaatan pada orang tuanya.🍀
🌸 Dari sinilah muncul pertanyaan di dalam diriku..??
🔹 Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan🔥, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya🏡, kemudian datang kepadanya🌷...??
🔸Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya☘, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya🍂..??
🔹Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki 🌼 menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya💞..??
🔸Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki 🍃 menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, sedangkan ia tidak mengajak keluar dan juga tidak menemani💐..??
🔹Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur💤, sementara di dalam hatinya 💖 ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air 💦mata tertahan..??
🔸Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki 🌸 pergi begitu saja, sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi..??🌷
🔸Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggung jawab ✨ dari istri dan anak-anaknya, padahal ia akan mempertanggung jawabkan di akhirat nanti atas apa yang ia lakukan terhadap keluarganya..??🍂
🔊 Padahal Rosululloh shollollohu 'alaihi wasallam bersabda kepada para suami :
خَيْرُكُمْ خُيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
☘ " Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya " ☘
📗 (HR.Bukhori)
💙 Maksud "yang paling baik bagi keluarganya" 🌺 dari hadits diatas adalah yang paling lemah lembut dan mulia akhlaknya terhadap keluarganya💞
✏ (Kitab Kemesraan Nabi Bersama Istri-Istrinya)
Semoga nasehat ulama diatas bisa menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi semua suami (rijal) dalam memperlakukan istri dan keluarganya...Raihlah ridho Alloh dan amal sholih dengan menshare tulisan ini kepada saudara kita sehingga bisa bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Ya Robb.
Barokallohu fikum.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
═════ ❁✿❁ ═════
🌼 Mutiara Islam 🌼
Pin : 57515698
WA : 085691711455
Ada saatnya menolak perintah suami
💌Ada Saatnya Menolak Perintah Suami
Jika dalam hal yang disyari’atkan dan yang mubah kita wajib mematuhi suami, maka lain halnya jika suami menyuruh kepada istri untuk melakukan kemaksiatan dan menerjang aturan-aturan Allah. Untuk yang satu ini kita tidak boleh mematuhinya meskipun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kalau sekiranya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Kita tidak boleh tunduk pada suami yang memerintah kepada kemaksiatan meskipun hati kita begitu cinta dan sayangnya kepada suami. Jika kewajiban patuh pada suami sangatlah besar, maka apalagi kewajiban mematuhi Allah, tentu lebih besar lagi. Allahlah yang menciptakan kita dan suami kita, kemudian mengikat tali cinta diantara sang istri dan suaminya. Namun perlu diketahui, bukan berarti kita harus marah-marah dan bersikap keras kepada suami jika ia memerintahkan suatu kemaksiatan kepada kita, tetapi cobalah untuk menasehatinya dan berbicara dengan lemah lembut, siapa tahu suami tidak sadar akan kesalahannya atau sedang perlu dinasehati, karena perkataan yang baik adalah sedekah.
Saudariku, berikut ini beberapa contoh perintah suami yang tidak boleh kita taati karena bertentangan dengan perintah Allah:
1. Menyuruh Kepada Kesyirikan
Tidak layak bagi kita untuk menaati suami yang memerintah untuk melakukan kesyirikan seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan jimat pada anaknya, ngalap berkah di kuburan, bermain zodiak, dan lain-lain. Ketahuilah saudariku, syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik merupakan kezholiman yang paling besar (lihat QS Luqman: 13). Bagaimana bisa seorang hamba menyekutukan Allah sedang Allah-lah yang telah menciptakan dan memberi berbagai nikmat kepadanya? Sungguh merupakan sebuah penghianatan yang sangat besar!
2. Menyuruh Melakukan Kebid’ahan
Nujuh bulan (mitoni – bahasa jawa) adalah acara yang banyak dilakukan oleh masyarakat ketika calon ibu genap tujuh bulan mengandung si bayi. Ini adalah salah satu dari sekian banyak amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walaupun begitu banyak masyarakat yang mengiranya sebagai ibadah sehingga merekapun bersemangat mengerjakannya. Ketahuilah wahai saudariku muslimah, jika seseorang melakukan suatu amalan yang ditujukan untuk ibadah padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyontohkannya, maka amalan ini adalah amalan yang akan mendatangkan dosa jika dikerjakan. Ketika sang suami menyuruh istrinya melakukan amalan semacam ini, maka istri harus menolak dengan halus serta menasehati suaminya.
3. Memerintah untuk Melepas Jilbab
Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya, maka hal ini tidak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, hal ini tentu tidak boleh dipatuhi. Bekerja diperbolehkan bagi muslimah (jika dibutuhkan) dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) dan kemaksiatan, tidak khawatir timbulnya fitnah, serta tidak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami dan mendidik anak-anak. Dan tetap berada di rumahnya adalah lebih utama bagi wanita (Lihat QS Al-Ahzab: 33). Allah telah memerintahkan muslimah berjilbab sebagaimana dalam QS Al-Ahzab: 59. Perintah Allah tidaklah pantas untuk dilanggar, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta.
4. Mendatangi Istri Ketika Haidh atau dari Dubur
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “…dan persetubuhan salah seorang kalian (dengan istrinya) adalah sedekah.” (HR. Muslim)
Begitu luasnya rahmat Allah hingga menjadikan hubungan suami istri sebagai sebuah sedekah. Berhubungan suami istri boleh dilakukan dengan cara dan bentuk apapun. Walaupun begitu, Islam pun memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi, yaitu suami tidak boleh mendatangi istrinya dari arah dubur, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“(Boleh) dari arah depan atau arah belakang, asalkan di farji (kemaluan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka ketika suami mengajak istri bersetubuh lewat dubur, hendaknya sang istri menolak dan menasehatinya dengan cara yang hikmah. Termasuk hal yang juga tidak diperbolehkan dalam berhubungan suami istri adalah bersetubuh ketika istri sedang haid. Maka perintah mengajak kepada hal ini pun harus kita langgar. Hal ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang menjima’ istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’ duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
📝Ummu Aiman
📖Muraja'ah Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc
🌍muslimah.or.id
Syukurnya anggota badan
🌀SYUKURNYA ANGGOTA BADAN…
Seseorang bertanya kepada Abu Hazim,
(1) “Apakah syukurnya dua mata itu, wahai Abu Hazim?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat kebaikan sebarkanlah, dan jika kamu melihat keburukan tutupilah!” Orang itu bertanya lagi,
(2) “Bagaimana syukurnya dua telinga?” Abu Hazim menjawab, “Jika kamu mendengar kebaikan maka peliharalah dan jika kamu mendengar keburukan maka cegahlah!” Orang itu bertanya lagi, “
(3) “Bagaimana syukurnya dua tangan?” Abu Hazim menjawab, “Jangan kamu gunakan ia untuk mengambil barang yang bukan haknya! Juga penuhilah hak Allah yang ada pada keduanya!” Orang itu bertanya lagi,”
(4) “Lalu bagaimana syukurnya perut?” Abu Hazim menjawab, “Hendaknya makanan ada di bagian bawah, sedangkan yang atas dipenuhi dengan ilmu!”.Orang itu bertanya lagi,”
(5) “Bagaimana syukurnya kemaluan?” Ia menjawab dengan membaca firman Allah Subhaanahu wa ta’ala: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka mereka tidaklah tercela. Dan barangsiapa mencari selain itu semua, merekalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5-7). Orang itu bertanya lagi,”
(6) “Bagaimana syukurnya dua kaki?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat seorang yang shalih meninggal, segera teladani amalannya. Dan jika mayat itu orang yang tidak baik, segera jauhi amal-amal yang dia kerjakan, kamu bersyukur kepada Allah!
Sesungguhnya orang yang hanya bersyukur dengan lisannya itu seperti orang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak terlindungi dari panas, dingin, salju dan hujan.”
(Tazkiyatun Nufus, 117-118)
📝Oleh Courtesy of Mutiara Risalah Islam]
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek : 710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000
Sholawat Nariyah
❗Inilah Hebatnya Sholawat Nariyah !!
(JANGAN DIAMALKAN)
Tidak asing lagi di telinga kita sholawat berikut ini.
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat wajahnya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.
Hebat kan?!
Kehebatan Lafadz tersebut adalah:
تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم
Rincian:
(تنحل به العقد)
: Segala ikatan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنفرج به الكرب)
: Segala bencana bisa lenyap dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتقضى به الحوائج)
: Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم )
: dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat wajahnya yang mulia hujanpun turun.
Empat kalimat di atas merupakan pujian yang menuhankan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh اَللّهُ سُبْحانَه وتَعالَى dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa-doa dengan segala macam permintaan,hanyalah اَللّهُ سُبْحانَه وتَعالَى!!
Sebenarnya siapa tuhan kalian wahai kaumku?!
📝Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid
Menghadiri undangan walimah non muslim
, mayoritas ulama berpendapat tidak wajibnya menghadiri undangan mereka. Namun mereka berselisih pendapat apakah dianjurkan ataukah dimakruhkan. Dalam hal ini ada dua pendapat.
Dalam Nihayatul Muhtaj (kitab Fiqh Madzhab Syafi’i) disebutkan: “Tidak wajib menghadiri undangan orang kafir, tetapi dianjurkan jika ada harapan masuk Islam, kerabat dekat, atau tetangga.” (Nihayah Al Muhtaj ila Syarh Al Minhaj, 21:356). Sedangkan dalam madzhab Hambali ada dua pendapat. Sebagian menyatakan boleh dan tidak makruh, sebagian lain menyatakan makruh.Abu Daud mengatakan, “Imam Ahmad ditanya: “Apakah undangan orang kafir dihadiri?” Beliau menjawab: “Ya.” Zhahir perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan bahwa beliau membolehkan dan tidak memakruhkannya. Bahkan kata Syaikhul Islam, perkataan Imam Ahmad ini bisa dipahami bahwa mendatangi undangan orang kafir hukumnya wajib. Karena sikap Imam Ahmad yang meng-iya-kan pertanyaan mungkin untuk dimaknai: “Ya, sebagaimana undangan orang muslim, yang statusnya wajib dipenuhi.” Sementara Az Zarkasyi berpendapat terlarangnya menghadiri walimah orang kafir. Beliau berdalil dengan terlarangnya memberikan salam dan mengunjungi orang kafir. (Al Inshaf, 13:146).
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

