Search This Blog

Powered by Blogger.

Bacaan tasyahud akhir

بِسْـمِ اللّهِ و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Bacaan tasyahud akhir (sebelum salam)

Bacaan ketika tasyahud akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”
Lalu ditambah dengan doa meminta perlindungan dari empat perkara.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: (1) siksa neraka jahannam, (2) siksa kubur, (3) penyimpangan ketika hidup dan mati, (4) kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim no. 588).

Do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan dalam riwayat lain,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588)

Setelah itu berdoa dengan doa apa saja yang diinginkan. Dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An Nasai no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dengan catatan, hendaklah dengan bahasa Arab atau yang lebih baik adalah dengan doa yang berasal dari Al Quran dan hadits. Doa yang berasal dari Al Quran dan hadits begitu banyak yang bisa diamalkan.

Alasan berdoanya dengan bahasa Arab dikatakan oleh salah seorang ulama Syafi’iyah, Muhammad bin Al Khotib Asy Syarbini rahimahullah,

فَإِنَّ الْخِلَافَ الْمَذْكُورَ مَحَلُّهُ فِي الْمَأْثُورِ .أَمَّا غَيْرُ الْمَأْثُورِ بِأَنْ اخْتَرَعَ دُعَاءً أَوْ ذِكْرًا بِالْعَجَمِيَّةِ فِي الصَّلَاةِ فَلَا يَجُوزُ كَمَا نَقَلَهُ الرَّافِعِيُّ عَنْ الْإِمَامِ تَصْرِيحًا فِي الْأُولَى ، وَاقْتَصَرَ عَلَيْهَا فِي الرَّوْضَةِ وَإِشْعَارًا فِي الثَّانِيَةِ ، وَتَبْطُلُ بِهِ صَلَاتُهُ .

“Perbedaan pendapat yang terjadi adalah pada doa ma’tsur. Adapun doa yang tidak ma’tsur (tidak berasal dalil dari Al Quran dan As Sunnah), maka tidak boleh doa atau dzikir tersebut dibuat-buat dengan selain bahasa Arab lalu dibaca di dalam shalat. Seperti itu tidak dibolehkan sebagaimana dinukilkan oleh Ar Rofi’i dari Imam Syafi’i sebagai penegasan dari yang pertama. Sedangkan dalam kitab Ar Roudhoh diringkas untuk yang kedua. Juga membaca doa seperti itu dengan selain bahasa Arab mengakibatkan shalatnya batal.” (Mughnil Muhtaj, 1: 273).

rumaysho.com

والله أعلم بالصواب ^^

Candu teknologi

❗ Candu Teknologi.

Teknologi itu membantu.. Bukan menjadi candu..

Namun yang terjadi.. Ternyata kerap melenakan, sulit kita melepaskan..

Bermula dari awal pagi, berlanjut siang hingga sore hari..

Seakan belum puas, malam hari pun tak lepas..

A. Pagi Dhuha.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Di pagi hari seluruh persendian kalian harus bersedekah.

فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ

Setiap bacaan tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (Laa ilaha illallah) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah.

Amar ma’ruf dan nahi mungkar juga sedekah..

وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Dan seluruhnya dapat digantikan dengan melaksanakan 2 raka’at shalat Dhuha..” (HR Muslim: 720)

B. Malam Canda.

Nabi shallallahu 'alahi wasallam bersabda, 

كُلُّ شَيْئٍ يَلْهُوْبِهِ ابْنُ آدَمَ فَهُوَ بَاطِلٌ إِلاَّ ثَلاَثًا: رَمْيُهُ عَنْ قَوْسِهِ، وَتَأْدِيْبُهُ فَرَسَهُ، وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ

“Segala sesuatu yang dijadikan permainan manusia adalah bathil kecuali pada tiga keadaan:

Memanah, berlatih kuda dan bercanda dengan keluarga..”

(Shahih, HR. an-Nasa'i: 2/74, Shahih al-Jami’ish Shaghir: 4532 al-Albani)

terutama suami istri yang saling berbagi canda..

Jangan sampai nikmat teknologi merenggut kehangatan rumah tangga..

Dan melalaikan ibadah kita..

@sahabatilmu

Persiapan Fase panjang

💌 Persiapan Fase Panjang.

Setiap manusia akan melalui empat fase alam:

1. Fase Pertama: Alam Rahim.

• Yaitu saat anak manusia mulai tumbuh.

• Tempatnya sangat sempit dan gelap.

• Usianya tidaklah panjang.

2. Fase Kedua: Kehidupan Dunia Saat Ini.

• Di fase ini anak manusia tumbuh dan hidup serta berbuat baik atau buruk untuk kehidupannya.

• Demikian pula ia mencari sebab untuk kehidupan yang bahagia atau sengsara kelak.

3. Fase Ketiga: Alam Barzakh.

• Yaitu alam yang luas dan lebih luas daripada alam dunia.

• Perbandingannya seperti alam rahim dan alam dunia ini.

4. Fase Keempat: Alam Akhirat Nan Kekal Abadi.

• Di alam akhirat hanya ada dua pilihan, antara Surga atau Neraka, antara bahagia atau nestapa.

• Setelah alam ini tiada alam lainnya lagi.

(ar-Ruh Ibnul Qayyim, hal: 116)

Saat ini kita berada di fase ke-dua..
Hendaklah tidak terlena..

Masanya tidaklah lama..
Sekadar ketentuan ajal yang telah digariskan..

Berbekallah.. Untuk menjalani dua fase lagi yang pasti dilalui..

Alamnya lebih luas, masanya sangatlah panjang..

Jangan tertipu dunia yang fana..
Baik sedih atau bahagianya..

@sahabatilmu

Berserupalah

💌 Berserupalah.

Manusia adalah makhluk peniru..

Lihatlah anak kecil, ia adalah peniru ulung siapapun disekitarnya..

Pandanglah para remaja, ia merupakan peniru handal apapun yang menjadi pujaan..

Tengoklah kaum dewasa, ia masih akan tetap meniru yang diyakini dengan penuh kesungguhan..

A. Bagian Kaum.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka..” (Shahih, HR. Ahmad 2/50, Abu Daud: 4031, Ash-Shahihah: 1/676 al-Albani)

Imam al-Munawi rahimahullah berkata,

“Dikatakan maknanya adalah:

Barangsiapa yang menyerupai orang-orang shalih, maka ia termasuk mengikuti mereka. Ia akan dimuliakan sebagaimana orang-orang shalih itu dimuliakan..

Demikian pula sebaliknya barangsiapa menyerupai orang kafir dan fasik…” (Faidhul Qadir: 6/104)

Maka bisa bermakna anjuran sekaligus ancaman..

Anjuran untuk meniru jalannya para sahabat dan orang shalih..

Ancaman agar kita tidak menyerupai orang fasik dan kafir..

B. Serupa Siapa?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

"Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang berserupa dengan selain kami.." (Hasan; HR. at-Tirmidzi: 2695)

Berserupa itu perlu..

yang menjadi perhatian adalah apa dan siapa yang kita tiru..?

@sahabatilmu

kemasyhurannya menggerogotinya

🍀KEMASYHURANNYA MENGGEROGOTINYA…

Kebanyakan manusia ingin :

Dikenal.. terkenal.. tersohor dan dikenang dalam sejarah…

Ingin namanya kelak ditulis dengan tinta emas dalam prasasti..

Ingin dipuji disetiap majlis..setiap pertemuan.
dihormati dan disanjung..

Entah siapakah status dia :
seorang pejabat..
seorang ustadz..
seorang yang punya pengaruh..
Atau bisa juga.. seorang ilmuwan..
seorang yang kaya harta..
Bahkan orang miskin tak punya apapun juga menginginkannya..
Itulah kenyataan..

TERKENALLLL
TERSOHOR..
DOMINAN..
PALING BERJASA..DLL

Sebenarnya ada disana ada hamba hamba Allah yang jauh lebih mulia dari mereka..

Walaupun mungkin ia hanya sekedar orang biasa..
tiada orang yang mengenalnya… ia termasuk hamba hamba Allah yang jauh lebih mulia dari mereka yang terkenal..
Ia adalah sebagaimana hadits berikut :
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, kaya hati, dan tersembunyi.” (HR Muslim)

Semoga dapat menjadi renungan hati

📝Oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Surat cinta tentang shalat

💚Surat Cinta Tentang Shalat"
---------------------------------------------
🌾Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

🌾Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

🌿Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

🌿Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

🍂Bayangkan ketika "adzan berkumandang," tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

🍂Bayangkan ketika kau "takbir," Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

🍂Bayangkanlah ketika "rukuk," Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.

🍂Bayangkan ketika "sujud," Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku mencintaimu wahai hambaKu."

🍂Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud," Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."

🍂Bayangkan ketika kau memberi "salam," Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

💕Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.

🌾Beruntunglah  orang-orang yang mengamalkannya.

Barakallahu fiikum, Wassalamualaikum

Maafkanlah aku ya Allah  yg tak pernah memperhatikan kesempurnaan sholatku
🍃🌾🌿🍂💕🍂🌿🌾🍃

Saat galau melanda

💭SAAT GALAU MELANDA…

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yg Engkau miliki, yg Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yg Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yg Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yg Engkau simpan dalam ilmu ghaib yg ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku”.

Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.”

Tiba-tiba ada yg bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”?

Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yg mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yg lain)”.

(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani)

📝Ustadz Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

MLM PERZINAHAN

MLM PERZINAHAN

Selama ini kita menengenal MLM bisnis, atau MLM Pahala dan yang lainnya. Ternyata MLM bisa juga terjadi pada perzinahan, akibat perzinahan yang dilakukan oleh dua sejoli yang tidak sah, maka perzinahan bisa merambat sampai anak cucu dan seterusnya jika tidak memperhatikan kaidah agama.

Kasusnya seperti ini:

Ketika kedua pasangan berzina kemudian menghasilkan anak wanita hasil zina, maka anak wanita tersebut bukanlah anak dari bapak biologisnya (bapak yang berzina). Walaupun kedua pasangan yang berzina tersebut akhirnya menikah.Seringnya  kedua pasangan zina terpaksa menikah atau dipaksa jika mereka tidak berniat menggugurkan kandungannya agar tidak menanggung malu.

Anak hasil zina tidak dinasabkan kepada bapaknya secara syar’i.

dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka. maka tidak dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya.”[HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,(artinya):

“Anak itu dinasabkan kepada suami yang sah sedangkan laki-laki yang berzina itu tidak dapat apa-apa”[HR Bukhari no 6760 dan Muslim no 1457 dari Aisyah]

Anak zina dinasabkan kepada Ibunya.. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,(artinya):

“Untuk keluarga ibunya yang masih ada, baik dia wanita merdeka maupun budak.”[HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no.1983]

Bapak biologis (yang berzina) tidak boleh menjadi wali bagi anak wanitanya (hasil zina)

Tidak boleh bagi bapak yang berzina menjadi wali bagi anak wanita hasil zina. Tidak boleh mengaku-ngaku bapak dan anak secara syariat. Karena ancamannya adalah pengharaman surga.

Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,(artinya):

“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.”[HR. Bukhari no. 6385]

Maka wali bagi anak wanita tersebut adalah pemerintah dalam hal ini di negara kita adalah KUA.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,(artinya):

“Penguasa adalah wali nikah bagi perempuan yang tidak memiliki wali nikah”[HR Abu Daud no 2083 dan dinilai shahih oleh al-Albani]

Maka jika sang bapak yang berzina nekat menjadi wali dan menikahkan anak wanita hasil zinanya, maka pernikahan tersebut tidak sah. Sang anak wanitapun tidak tahu jika pernikahannya tidak sah. dan jika mereka berhubungan badan maka statusnya adalah perzinahan, jika lahir anak lagi, terutama anak wanita, maka statusnya anak zina juga. Begitu seterusnya jika bapaknya nekat menjadi wali menikahkan anak perempuanya, mirip seperti MLM.

Maka solusinya bisa:

1.sang bapak dan ibu yang dahulunya berzina menjelaskan baik-baik kepada anak wanitanya. Memang berat tetapi itulah hasil dosa yang memang ia harus tanggung agar selamat siksa akhirat.

2.sang bapak mengatur cara agar ketika anak wanitanya menikah ia terkesan pergi ke suatu tempat karena ada urusan, sehingga bisa mewakilkan wali kepada pemerintah yaitu KUA.

Demianlah betapa bahaya dosa berzina yang kita telah sama-sama ketahui. Semoga Allah menjaga kita. Amin

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

KISAH CERDIKNYA SEORANG PEMUDA YANG IKHLAS…

KISAH CERDIKNYA SEORANG PEMUDA YANG IKHLAS…

📌Yang menyaksikan kisah nyata ini berkata :

Suatu hari aku di Mekah, di salah satu supermarket. Setelah aku selesai memilih barang-barang yang hendak aku beli dan aku masukan ke dalam kereta barang maka akupun menuju tempat salah satu kashir untuk antri membayar.

Didepanku ada seorang wanita bersama dua putri kecilnya dan dibelakang mereka ada seorang pemuda yang persis di hadapanku di posisi antrian.

Aku perhatikan ternyata setelah menghitung lalu sang kashir mengatakan, “Totalnya 145 real”. Lalu sang wanitapun memasukan tangannya ke tas kecil utk mencari-cari uang, ternyata ia hanya mendapatkan pecahan 50 real dan beberapa lembar pecahan sepuluhan real. Aku juga melihat kedua putrinya juga sibuk mengumpulkan uang pecahan real miliki mereka berdua hingga akhirnya terkumpulah uang mereka 125 real.

Maka nampaklah ibu mereka berdua kebingungan dan mulailah sang ibu mengembalikan sebagian barang-barang yang telah dibelinya. Salah seorang putrinya berkata, “Bu.., yang ini kami tidak jadi beli, tidak penting bu..”.

Tiba-tiba aku melihat sang pemuda yang berdiri persis di belakang mereka melemparkan selembar uang 50 real di samping sang wanita dengan sembunyi-sembunyi dan cepat.

Lalu sang pemuda tersebut segera berbicara kepada sang wanita dengan penuh kesopanan dan ketenangan seraya berkata, “Ukhti, perhatikan, mungkin uang 50 real ini jatuh dari tas kecilmu…”.

Lalu sang pemuda menunduk dan mengambil uang 50 realan tersebut dari lantai lalu ia berikan kepada sang wanita.

Sang wanitapun berterima kasih kepadanya lalu melanjutkan pembayaran barang ke kashir, kemudian wanita itupun pergi.

Setelah sang pemuda menyelesaikan pembayaran barang belanjaannya di kashir iapun segera pergi tanpa melirik ke belakang seakan-akan ia kabur melarikan diri. Akupun segera menyusulnya lalu aku berkata, “Akhi…sebentar dulu…, aku ingin berbicara denganmu sebentar”.

Lalu aku bertanya kepadanya, “Demi Allah, bagaimana kau punya ide yang cepat dan cemerlang seperti tadi ?”

Tentunya pada mulanya sang pemuda berusaha mengingkari apa yang telah ia lakukan, akan tetapi setelah aku kabarkan kepadanya bahwa aku telah menyaksikan semuanya dan aku menenangkannya serta menjelaskan bahwasanya aku bukanlah penduduk Mekah, aku hanya menunaikan ibadah umroh dan aku akan segera kembali ke negeriku dan kemungkinan besar aku tidak akan melihatnya lagi.

Lalu iapun berkata, “Saudaraku, demi Allah aku tadi bingung juga, apa yang harus aku lakukan, selama dua menit tatkala sang wanita dan kedua putrinya berusaha mengumpulkan uang mereka untuk membayar kashir…, akan tetapi Robmu Allah Subhaanahu wa ta’aala telah mengilhamkan kepadaku apa yang telah aku lakukan tadi, agar aku tidak menjadikan sang wanita malu dihadapan kedua putrinya…

Demi Allah, saya mohon agar engkau tidak bertanya-tanya lagi dan biarkan aku pergi”.

Aku berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, aku berharap engkau termasuk dari orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (٥) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (٦) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (٧)

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (QS Al-Lail 5-7)

Lalu sang pemuda itupun menangis, lalu meminta izin kepadaku dan berjalan menuju mobilnya sambil menutup wajahnya.


Ustaz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Pengumuman : Konten copas !!!

Gambar dari sini
Pengumuman: Blog ini mengandung konten Copas untuk label Thalabul Ilmi, Ponpes MadinatulQuran, serta Mutiara Islam.


 Awalnya, gegara kapasitas handphone yang overload. Aku mulai memindahkan file-file kajian di grup-grup WA, Telegram, maupun BBM yang kuikuti. Dulu-dulu aku memindahkannya ke folder khusus di laptop.  Karena satu dan lain hal, folder tersebut terserang virus. Maka akupun berinisiatif memindahkannya ke blog pribadi. Ya, ke blog ini...

Hasilnya, aku bahkan sempat dimintai bukti "bukan robot" oleh satpam blogger. Gara-garanya postinganku dalam sehari konon katanya banyak banget. ya gimana nggak banyak, lah wong kontennya konten copas. Copy paste dari materi-materi di grup.

Anyway, busway, aku tak bermaksud melanggar hak cipta. Insyaallah niatnya semata menyebarkan ilmu, sekaligus mengamankan data-data. Jikalau ada satu, dua, tiga, atau banyak postingan yang lalai menyantumkan sumber asli, maka itu murni kelalaian saya pribadi. Mohon dimaafkeun ya!!

Happy reading, Wish that contens usefull ^_^

Salam,















Sarah Amijaya
Tag : ,

MARYAM TELADAN BAGI MUSLIMAH

MARYAM TELADAN BAGI MUSLIMAH

Maryam adalah wanita terbaik sepanjang masa. Wanita terbaik dalam kurun sejarah wanita, dari Hawa hingga kelak yang terakhir, entah siapa. Banyak kaum hawa mencari idola dan suri teladan. Namun mereka tidak tahu siapa kiranya yang pantas diteladani. Yang lain, ada yang punya idola, tapi terkadang hanya latah dan salah langkah. Apakah wanita muslimah tahu tentang Maryam? Tahukah wanita muslimah bahwa Allah telah memujinya sebagai wanita dalam peradaban manusia? Allah berifman,
Maryam Teladan Bagi Muslimah
gambar dari sini

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Ali Imran: 42).

Dialah pemuka kaum wanita di surga. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah bersabda,(artinya):

“Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah , Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.” (HR. Hakim 4853).

Maryam, ayahnya adalah Imran, laki-laki shaleh dari Bani Israil. Ibunya adalah wanita shalehah yang telah menyerahkan putrinya yang masih dalam kandungan untuk berkhdimat kepada Allah.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ´Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35).

Dan putranya adalah seorang rasul dari kalangan ulul azmi, Isa bin Maryam .

Masa Kecilnya

Imran ayah Maryam wafat saat anaknya ini masih dalam kandungan ibunya. Atau ia wafat bersamaan dengan kelahiran putrinya (Fabihudahum Iqtadih oleh Syaikh Utsman al-Khomis, Hal: 442). Ibu Maryam berdoa agar anaknya tidak diganggu oleh setan. Sehingga saat Maryam dilahirkan, setan tidak diperkenankan untuk mengganggunya. Nabi bersabda,(artinya):

“Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya.” (HR. Bukhari 4548 dan Muslim 2366).

Lahirlah Maryam dalam keadaan yatim. Namun karena keberkahan dari keshalehan kedua orang tuanya, banyak ahli ibadah di Baitul Maqdis yang hendak mengasuhnya. Kemudian Rasulullah Zakariya yang menjadi pengasuh Maryam. Karena kedekatan hubungan famili.

Wanita Shalehah Yang Menjauhi Gangguan Laki-Laki

Allah memuji Maryam dengan wanita yang benar. Allah Ta’ala berfirman,

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar…” (QS. Al-Maidah: 75).

Maryam sangat menjaga kesucian dirinya. Ia tidak sembarangan berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Ia tidak menggoda laki-laki dan juga menjauhi godaan mereka. Apakah wanita tergoda dengan laki-laki? Ya, karena secara naluri, wanita pun memiliki ketertarikan kepada laki-laki. Dan wanita yang baik adalah yang menjaga diri untuk membuat laki-laki tergoda dan menjaga diri dari godaan laki-laki.

Pernah suatu ketika Jibril datang kepada Maryam. Datang dalam fisik laki-laki yang sempurna. Namun Maryam tetap menjaga dirinya. Allah Ta’ala berfirman,

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا. قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam: 17-18).

Melihat laki-laki yang sangat sempurna ketampanannya, Maryam tidak terkecoh dengan merendahkan dirinya mencoba menarik perhatian laki-laki tersebut. Ia malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki tersebut menjauh. Hingga akhirnya Jibril mengatakan,

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam: 19).

Barulah Maryam tahu bahwa laki-laki tersebut tidak bermaksud menggoda dan mengganggunya. Dan ia juga bisa menjaga diri darinya. Ternyata ia adalah malaikat yang Allah utus untuk menemuinya.

Pelajaran:

Hendaknya wanita muslimah menjadikan Maryam sebagai salah satu teladannya. Janganlah menjadikan orang-orang yang di bawah beliau sebagai teladan. Apalagi dari kalangan non Islam. Agama kita yang mulia banyak melahirkan sosok-sosok wanita tangguh. Mereka hebat dalam menjalani kehidupan dunia, memiliki cita-cita tinggi di akhirat, dan taat kepada Rabb mereka, Allah .

Sudah seharusnya wanita muslimah menjaga diri dari laki-laki. Karena itulah kemuliaan. Jangan tertipu dengan ungkapan bahwa kehebatan wanita itu karena mampu menaklukkan laki-laki dengan rayuan. Parameter wanita muslimah bukanlah Cleopatra yang mampu menaklukkan para pembesar dunia dengan tipu dayanya.

Contohlah Maryam. Terutama di zaman interaksi laki-laki dan perempuan hampir tak ada batas. Maryam yang sudah Allah sebut langsung sebagai wanita yang terpilih, wanita baik-baik, wanita yang disucikan, namun masih enggan berdekatan dengan laki-laki karena takut tergoda. Ia takut kalau berdekatannya dengan laki-laki akan menimbulkan sesuatu yang Allah haramkan.

Lalu bagaimana dengan wanita muslimah sekarang? Wanita muslimah saat ini, bukanlah termasuk yang disucikan oleh Allah. Semestinya lebih pintar menjaga diri mereka. Wahai saudara muslimah, mintalah taufik dan pertolongan kepada Allah. Mintalah kepada-Nya penjagaan. Penjagaan kesucian diri dan kehormatan sebagai seorang muslimah.

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)

Artikel www.KisahMuslim.com

Aisyah binti Abu Bakar

Aisyah binti Abu Bakar

Salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling dikenal oleh umatnya adalah Aisyah radhiallahu ‘anha. Ummul mukminin Aisyah memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ummahatul mukminin yang lain. Di antaranya, dialah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah turunkan wahyu dari atas langit ketujuh untuk membela kehormatannya. Bukan satu atau dua ayat, tapi Allah firmankan 10 ayat (QS. An-Nur: 11-20) yang membela kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha dan terus-menerus dibaca hingga hari kiamat. Menodai kehormatan Aisyah sama saja mengingkari Alquran. Oleh karena itu, para ulama memvonis kafir orang-orang yang merendahkan kehormatan Aisyah radhiallahu ‘anha.

Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha dilahirkan pada tahun ke-7 sebelum hijrah. Ia adalah seorang wanita Quraisy putri dari laki-laki yang paling mulia setelah para nabi dan rasul, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu dan ibunya adalah Ummu Ruman radhiallahu ‘anha.

Sebelum menikahi Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya 3 malam berturut-turut dalam mimpinya dan mimpi Nabi adalah wahyu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan mimpinya,

“Aku melihatmu (Aisyah) dalam mimpiku selama tiga malam. Malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih. Malaikat itu berkata, ‘Ini adalah istrimu’. Lalu kusingkapkan penutup wajahmu, ternyata itu adalah dirimu. Aku bergumam, ‘Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjadikannya nyata’. (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, Nabi menikahi Aisyah adalah perintah dari Allah Ta’ala.

Aisyah dinikahi Rasulullah saat berusia 9 (terhitung sejak Rasulullah bercampur dengan Aisyah) tahun dan rumah tangga yang suci ini berlangsung selama 9 tahun pula. Aisyah menuturkan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga bersamaku (menggauliku) saat aku berusia 9 tahun.” (Muttafaq’ alaihi).

Umur Aisyah yang sangat dini menjadi polemik di masa kini. Karena orang-orang sekarang menimbang masa lalu dengan kaca mata masa kini. Padahal tidak ada satu pun orang-orang kafir Quraisy, Abu Jahal dkk., mencela pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna Aisyah. Kita ketahui orang-orang kafir Quraisy mengerahkan segala cara untuk menjatuhkan kedudukan Rasulullah, hingga fitnah yang di luar nalar pun akan mereka lakukan demi rusaknya imge Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah manusia. Mereka menyebut beliau pendusta dan tukang sihir setelah mereka sendiri menggelarinya al-amin. Artinya, nalar Abu Jahal dkk. tidak terpikir untuk mencela Rasulullah yang menikahi Aisyah yang masih sangat muda.

Salah satu hikmah dari pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Aisyah radhiallahu ‘anha adalah menghapus anggapan orang-orang terdahulu yang menjadi norma yang berlaku di antara mereka yaitu ketika seseorang sudah bersahabat dekat, maka status mereka layaknya saudara kandung dan berlaku hukum-hukum saudara kandung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sahabat dekat. Ketika Rasulullah hendak menikahi Aisyah, Abu Bakar sempat mempertanyakannya, karena ia merasa apakah yang demikian dihalalkan.

Dari Aurah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada Abu Bakar untuk melamar Aisyah. Lalu Abu Bakar berkata, ‘Sesungguhnya aku ini saudaramu’. Nabi menjawab, ‘Iya, engkau saudaraku dalam agama Allah dan Kitab-Nya dan ia (anak perempuanmu) itu halal bagiku’.” (HR. Bukhari).

Rasulullah hendak memutus kesalahpahaman ini dan mengajarkan hukum yang benar yang berlaku hingga hari kiamat kelak.

Saat ibunda Aisyah radhiallahu ‘anhu berusia 18 tahun, di pangkuannya, sang suami tercinta wafat meninggalkannya untuk selamanya. Dan saat berusia 65 tahun ia pun baru menyusul sang kekasih pujaan hati. Dengan demikian, selama 47 tahun Aisyah hidup sendiri tanpa suami.

Hafshah binti Umar bin al-Khattab.

Hafshah binti Umar bin al-Khattab.

Wanita Quraisy berikutnya yang merupakan ibu dari orang-orang yang beriman adalah Hafshah putri dari Umar al-faruq. Hafshah dilahirkan pada tahun ke-18 sebelum hijrah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Hafshah adalah istri dari pahlawan Perang Badar, Khunais bin Khudzafah as-Sahmi radhiallahu ‘anhu. Bersama Khunais, Hafshah mengalami dua kali hijrah, ke Habasyah lalu ke Madinah. Khunais radhiallahu ‘anhu wafat karena luka yang ia derita saat Perang Badar.
image from here

Setelah Khunais radhiallahu ‘anhu wafat, Umar berusaha mencarikan laki-laki terbaik untuk menjadi suami putrinya ini. Ia mendatangi Abu Bakar dan Utsman, namun keduanya bukanlah jodoh bagi anak perempuannya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminang Hafshah. Betapa bahagianya Umar, selain menjadi sahabat Rasulullah, ia pun mendapatkan kehormatan dengan memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi yang mulia.

Pernikahan Hafshah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadi pada tahun ke-3 H. saat itu usia Hafshah adalah 21 tahun. Ia hidup bersama Rasulullah, membangun keluarga selama 8 tahun. Saat usianya menginjak 29 tahun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Dan Hafshah wafat pada usia 63 tahun tahun 45 H, pada masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiallahu 

Teguhlah, jangan goyah

🍀TEGUHLAH, JANGAN GOYAH…

Syeikh Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berpesan:

Teguhlah, jangan goyah dengan banyaknya serangan yang diarahkan kepadamu, atau banyaknya celaan atas pendapatmu.

Selama kamu di atas kebenaran, maka teguhlah, karena kebenaran itu tidak mungkin tersingkir.

Setelah itu, belalah dirimu jika posisimu lemah, karena tidak ada keadaan yang lebih rendah dari tindakan membela diri. Adapun jika posisimu kuat, maka seranglah. Dan hari-hari itu akan terus berputar.

Tapi yang paling penting, jika posisimu lemah, kamu harus teguh, dan jangan katakan: “manusia, semuanya menyelisihi pendapat itu”. Akan tetapi, teguhlah, karena Allah pasti akan menolong agamaNya, kitabNya, dan RasulNya di semua zaman.

Dan memang harus ada gangguan, lihatlah Imam Ahmad, dia diseret di pasar dengan hewan bagal, dan dicambuki, tapi dia tetap sabar dan teguh.

Dan lihatlah Syeikhul Islam, dia diarak di atas gerobak dan dijebloskan dalam penjara, tapi dia tetap teguh.

Selamanya tidaklah mungkin bumi bertabur banyak mawar dan bunga, bagi orang yang berpegang teguh kepada sunnah. Siapa yang menginginkan hal itu, berarti dia telah menginginkan kemustahilan.

[Syarah Annuniyyah, Syeikh Al-Utsaimin 3/270]

📝Oleh Ustadz Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
.

Kaya, tapi zuhud. Miskin, tapi gila harta

🌴KAYA, TAPI ZUHUD… MISKIN, TAPI GILA HARTA… MUNGKINKAH…?

Itu sangat mungkin… bagaimana bisa demikian? Mari simak pemaparan Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- berikut ini :

“Ketika harta berada di tanganmu, bukan di hatimu, dia tidak akan membahayakanmu, walaupun jumlahnya banyak.

Sebaliknya, ketika harta itu di hatimu, dia akan membahayakanmu, walaupun harta itu tidak ada sedikitpun di tanganmu.

Imam Ahmad pernah ditanya: ‘Bisakah seseorang menjadi zuhud, padahal dia memiliki seribu dinar?’. Beliau menjawab: ‘Ya, (bisa saja), asalkan dia tidak senang bila harta itu bertambah, dan dia tidak sedih bila harta itu berkurang’.

Oleh karenanya para sahabat menjadi orang yang paling zuhud terhadap harta yang ada di tangan mereka.

Sufyan Ats-Tsauri juga pernah ditanya: ‘Bisakah orang yang kaya menjadi zuhud?’. Beliau menjawab: ‘Ya (bisa saja), yaitu jika saat hartanya bertambah dia bersyukur, dan saat hartanya berkurang dia juga bersyukur, dan bersabar'”.

[Sumber: Madarijus Salikin 1/463].

📝Oleh Ustadz Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id

Jagalah masa mudamu!

🌿IBROH : JAGA MASA MUDAMU…

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengatakan:

“Siapa yang membiasakan anggota tubuhnya melakukan amal sholeh diwaktu mudanya, maka Allah akan menjaganya agar tetap kuat hingga masa tuanya.”

Catatan:

Al-Hafidz Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan, “Sebagain salaf ada yang hidup hingga melewati usia  100 tahun. Namun mereka masih menikmati kekuatan fisik dan ketajaman berfikir. Suatu ketika salah seorang dari mereka melakukan lompatan yang tinggi. Orang-orang yang melihatnya merasa keheranan. Kok bisa..?
Dia menjawab, “Sewaktu kecil, kami menjaga organ tubuh kami dari kemaksiatan, maka Allah menjaganya hingga kami memasuki usia senja.

Hal senada juga dikisahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Katsir di dalam Al-Bidayah Wa An-Nihayah, tentang Abu At-Thayyib At-Thabary, salah seorang ahli fiqih bermadzhab Syafi’i. Suatu ketika Abu Thoyyib menaiki sebuah bahtera, hingga saat bahtera mendekati dermaga, ia melompat dengan lompatan yang tidak mampu dilakukan oleh anak muda. Orang-orang yang melihatnya merasa takjub, “Apa ini wahai Abu Thoyyib..?”
Abu Thoyyib menjawab, ”
Organ tubuh ini kami jaga sewaktu  muda, sehingga kami mendapatkan manfaatnya dimasa tua”

Semoga Allah menjaga masa muda kita agar tetap dalam ketaatan kepada-Nya.

Amiin

_____________
Madinah 11-05-1437 H
📝Oleh Ustadz ACT El-Gharantaly, حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id

Meski aku bukan mereka

🍀MESKI AKU BUKAN MEREKA…

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:

“Bila engkau mendapati bahwa dirimu mencintai orang-orang sholeh, merasa tentram berada disamping mereka, maka ketahuilah, itu adalah pertanda keimananmu”.

Catatan:

Memang.. Aku bukan mereka..
Aku hanya seonggok daging yang seringkali terjatuh..
Hanya si pandir yang seringkali pongah..
Namun sebuah harap terus terucap..
Semoga rasa cinta pada mereka membawaku kedalam kafilah sholihin. .
Seindah harapan Imam Syafi’i dalam sajak-sajak indahnya:

أُحِبُّ الصَّـالِحِينَ وَلَسْتُ مِنْـهُم #ْ  لَعَلِّي أَنْ أَنَـالَ بِـهِـمْ شَـفَاعَــــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ بِضَـاعَتُـهُ الْمَعَـاصِي # وَإِنْ كُـنَّـا سَـوَاءً فِي الْبِـضَـاعَـــهْ
وَأَكْرَهُ مَنْ يُضِـيعُ الْعُمْرَ لَـهْـواً # وَلَوْ كُـنْـتُ امْرَءاً جَـمَّ الإِضَـاعَـــهْ

Artinya :

“Aku mencintai orang-orang sholeh meskipun aku bukan termasuk di antara mereka.

Semoga bersama mereka, kelak aku bisa mendapatkan syafa’at.”

Aku membenci para pelaku maksiat, meskipun aku tak berbeda dengan mereka.”

Dan aku membenci orang yang membuang-buang usianya dalam kesia-siaan, walaupun aku sendiri adalah orang yang banyak menyia-nyiakan usia.”

Semoga. ..

____________
Madinah 15-05-1437 H
📝OLeh Ustadz ACT El-Gharantaly , حفظه الله تعالى
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id

Wahai suami, cintailah istrimu

💞 Keluarga Sakinah

WAHAI SUAMI..CINTAILAH ISTRIMU...💖

▪DR. 'Aid Al Qarny menggambarkan tentang sosok istrinya 💘 :

🌸 Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur💤, aku berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya 🌺 sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku : Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya.🍃

🌸 Dia tinggalkan rumah orang tuanya 🏡. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang 🌼 di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu dan rela mengandung keturunannya. Ketaatannya melebihi ketaatan pada orang tuanya.🍀

🌸 Dari sinilah muncul pertanyaan di dalam diriku..??

🔹 Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan🔥, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya🏡, kemudian datang kepadanya🌷...??

🔸Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya☘, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya🍂..??

🔹Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki 🌼 menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya💞..??

🔸Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki 🍃 menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, sedangkan ia tidak mengajak keluar dan juga tidak menemani💐..??

🔹Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur💤, sementara di dalam hatinya 💖 ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air 💦mata tertahan..??

🔸Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki 🌸 pergi begitu saja,  sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi..??🌷

🔸Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggung jawab ✨ dari istri dan anak-anaknya, padahal ia akan mempertanggung jawabkan di akhirat nanti atas apa yang ia lakukan terhadap keluarganya..??🍂

🔊 Padahal Rosululloh shollollohu 'alaihi wasallam bersabda kepada para suami :

خَيْرُكُمْ خُيْرُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

☘ " Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya " ☘
📗 (HR.Bukhori)

💙 Maksud "yang paling baik bagi keluarganya" 🌺 dari hadits diatas adalah yang paling lemah lembut dan mulia akhlaknya terhadap keluarganya💞

✏ (Kitab Kemesraan Nabi Bersama Istri-Istrinya)

Semoga nasehat ulama diatas bisa menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi semua suami (rijal) dalam memperlakukan istri dan keluarganya...Raihlah ridho Alloh dan amal sholih dengan menshare tulisan ini kepada saudara kita sehingga bisa bermanfaat untuk kita semua. Aamiin Ya Robb.
Barokallohu fikum.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
═════ ❁✿❁ ═════
🌼 Mutiara Islam 🌼
Pin : 57515698
WA : 085691711455

Ada saatnya menolak perintah suami

💌Ada Saatnya Menolak Perintah Suami

Jika dalam hal yang disyari’atkan dan yang mubah kita wajib mematuhi suami, maka lain halnya jika suami menyuruh kepada istri untuk melakukan kemaksiatan dan menerjang aturan-aturan Allah. Untuk yang satu ini kita tidak boleh mematuhinya meskipun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kalau sekiranya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kita tidak boleh tunduk pada suami yang memerintah kepada kemaksiatan meskipun hati kita begitu cinta dan sayangnya kepada suami. Jika kewajiban patuh pada suami sangatlah besar, maka apalagi kewajiban mematuhi Allah, tentu lebih besar lagi. Allahlah yang menciptakan kita dan suami kita, kemudian mengikat tali cinta diantara sang istri dan suaminya. Namun perlu diketahui, bukan berarti kita harus marah-marah dan bersikap keras kepada suami jika ia memerintahkan suatu kemaksiatan kepada kita, tetapi cobalah untuk menasehatinya dan berbicara dengan lemah lembut, siapa tahu suami tidak sadar akan kesalahannya atau sedang perlu dinasehati, karena perkataan yang baik adalah sedekah.

Saudariku, berikut ini beberapa contoh perintah suami yang tidak boleh kita taati karena bertentangan dengan perintah Allah:

1. Menyuruh Kepada Kesyirikan

Tidak layak bagi kita untuk menaati suami yang memerintah untuk melakukan kesyirikan seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan jimat pada anaknya, ngalap berkah di kuburan, bermain zodiak, dan lain-lain. Ketahuilah saudariku, syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik merupakan kezholiman yang paling besar (lihat QS Luqman: 13). Bagaimana bisa seorang hamba menyekutukan Allah sedang Allah-lah yang telah menciptakan dan memberi berbagai nikmat kepadanya? Sungguh merupakan sebuah penghianatan yang sangat besar!

2. Menyuruh Melakukan Kebid’ahan

Nujuh bulan (mitoni – bahasa jawa) adalah acara yang banyak dilakukan oleh masyarakat ketika calon ibu genap tujuh bulan mengandung si bayi. Ini adalah salah satu dari sekian banyak amalan yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walaupun begitu banyak masyarakat yang mengiranya sebagai ibadah sehingga merekapun bersemangat mengerjakannya. Ketahuilah wahai saudariku muslimah, jika seseorang melakukan suatu amalan yang ditujukan untuk ibadah padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyontohkannya, maka amalan ini adalah amalan yang akan mendatangkan dosa jika dikerjakan. Ketika sang suami menyuruh istrinya melakukan amalan semacam ini, maka istri harus menolak dengan halus serta menasehati suaminya.

3. Memerintah untuk Melepas Jilbab

Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya, maka hal ini tidak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, hal ini tentu tidak boleh dipatuhi. Bekerja diperbolehkan bagi muslimah (jika dibutuhkan) dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) dan kemaksiatan, tidak khawatir timbulnya fitnah, serta tidak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami dan mendidik anak-anak. Dan tetap berada di rumahnya adalah lebih utama bagi wanita (Lihat QS Al-Ahzab: 33). Allah telah memerintahkan muslimah berjilbab sebagaimana dalam QS Al-Ahzab: 59. Perintah Allah tidaklah pantas untuk dilanggar, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta.

4. Mendatangi Istri Ketika Haidh atau dari Dubur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “…dan persetubuhan salah seorang kalian (dengan istrinya) adalah sedekah.” (HR. Muslim)

Begitu luasnya rahmat Allah hingga menjadikan hubungan suami istri sebagai sebuah sedekah. Berhubungan suami istri boleh dilakukan dengan cara dan bentuk apapun. Walaupun begitu, Islam pun memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi, yaitu suami tidak boleh mendatangi istrinya dari arah dubur, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“(Boleh) dari arah depan atau arah belakang, asalkan di farji (kemaluan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika suami mengajak istri bersetubuh lewat dubur, hendaknya sang istri menolak dan menasehatinya dengan cara yang hikmah. Termasuk hal yang juga tidak diperbolehkan dalam berhubungan suami istri adalah bersetubuh ketika istri sedang haid. Maka perintah mengajak kepada hal ini pun harus kita langgar. Hal ini senada dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang menjima’ istrinya yang sedang dalam keadaan haid atau menjima’ duburnya, maka sesungguhnya ia telah kufur kepada Muhammad.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

📝Ummu Aiman
📖Muraja'ah Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc
🌍muslimah.or.id

Syukurnya anggota badan

🌀SYUKURNYA ANGGOTA BADAN…

Seseorang bertanya kepada Abu Hazim,

(1) “Apakah syukurnya dua mata itu, wahai Abu Hazim?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat kebaikan sebarkanlah, dan jika kamu melihat keburukan tutupilah!” Orang itu bertanya lagi,

(2) “Bagaimana syukurnya dua telinga?” Abu Hazim menjawab, “Jika kamu mendengar kebaikan maka peliharalah dan jika kamu mendengar keburukan maka cegahlah!” Orang itu bertanya lagi, “

(3) “Bagaimana syukurnya dua tangan?” Abu Hazim menjawab, “Jangan kamu gunakan ia untuk mengambil barang yang bukan haknya! Juga penuhilah hak Allah yang ada pada keduanya!” Orang itu bertanya lagi,”

(4) “Lalu bagaimana syukurnya perut?” Abu Hazim menjawab, “Hendaknya makanan ada di bagian bawah, sedangkan yang atas dipenuhi dengan ilmu!”.Orang itu bertanya lagi,”

(5) “Bagaimana syukurnya kemaluan?” Ia menjawab dengan membaca firman Allah Subhaanahu wa ta’ala: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka mereka tidaklah tercela. Dan barangsiapa mencari selain itu semua, merekalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5-7). Orang itu bertanya lagi,”

(6) “Bagaimana syukurnya dua kaki?” Ia menjawab, “Jika kamu melihat seorang yang shalih meninggal, segera teladani amalannya. Dan jika mayat itu orang yang tidak baik, segera jauhi amal-amal yang dia kerjakan, kamu bersyukur kepada Allah!

Sesungguhnya orang yang hanya bersyukur dengan lisannya itu seperti orang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak terlindungi dari panas, dingin, salju dan hujan.”

(Tazkiyatun Nufus, 117-118)

📝Oleh Courtesy of Mutiara Risalah Islam]
---
♻ WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
🌐 www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
📌 Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
📌 Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
📌 Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
📱Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Sholawat Nariyah

❗Inilah Hebatnya Sholawat Nariyah !!
(JANGAN DIAMALKAN)

Tidak asing lagi di telinga kita sholawat berikut ini.

اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك

Artinya :

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat wajahnya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Hebat kan?!

Kehebatan Lafadz tersebut adalah:

تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم

Rincian:

(تنحل به العقد)

: Segala ikatan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتنفرج به الكرب)

: Segala bencana bisa lenyap dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتقضى به الحوائج)

: Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتنال به الرغائب وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم )

: dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat wajahnya yang mulia hujanpun turun.

Empat kalimat di atas merupakan pujian yang menuhankan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh  اَللّهُ سُبْحانَه وتَعالَى dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa-doa dengan segala macam permintaan,hanyalah  اَللّهُ سُبْحانَه وتَعالَى!!

Sebenarnya siapa tuhan kalian wahai kaumku?!

📝Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid

Menghadiri undangan walimah non muslim

Berkaitan dengan undangan walimah orang non muslim
, mayoritas ulama berpendapat tidak wajibnya menghadiri undangan mereka. Namun mereka berselisih pendapat apakah dianjurkan ataukah dimakruhkan. Dalam hal ini ada dua pendapat.

Dalam Nihayatul Muhtaj (kitab Fiqh Madzhab Syafi’i) disebutkan: “Tidak wajib menghadiri undangan orang kafir, tetapi dianjurkan jika ada harapan masuk Islam, kerabat dekat, atau tetangga.”  (Nihayah Al Muhtaj ila Syarh Al Minhaj, 21:356). Sedangkan dalam madzhab Hambali ada dua pendapat. Sebagian menyatakan boleh dan tidak makruh, sebagian lain menyatakan makruh.

Abu Daud mengatakan, “Imam Ahmad ditanya: “Apakah undangan orang kafir dihadiri?” Beliau menjawab: “Ya.” Zhahir perkataan Imam Ahmad ini menunjukkan bahwa beliau membolehkan dan tidak memakruhkannya. Bahkan kata Syaikhul Islam, perkataan Imam Ahmad ini bisa dipahami bahwa mendatangi undangan orang kafir hukumnya wajib. Karena sikap Imam Ahmad yang meng-iya-kan pertanyaan mungkin untuk dimaknai: “Ya, sebagaimana undangan orang muslim, yang statusnya wajib dipenuhi.” Sementara Az Zarkasyi berpendapat terlarangnya menghadiri walimah orang kafir. Beliau berdalil dengan terlarangnya memberikan salam dan mengunjungi orang kafir. (Al Inshaf, 13:146).
 Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -