Search This Blog

Powered by Blogger.

Kisah Mencekam Dari Perawat Italia, Mau Indonesia Begini?

Corona menciptakan beragam kisah, pilu, haru sekaligus penuh hikmah. Kisah berikut semoga membuka mata hati kita yang selama ini masih meremehkan virus Covid-19.

Referensi pihak ketiga
Adalah Paolo Miranda, seorang perawat di rumah sakit di Cremona, kota kecil di wilayah Lombardy, Italia. Rumah sakit ini merupakan pusat perawatan pasien wabah virus corona.
Puluhan ribu orang telah terinfeksi virus itu dan ratusan di antaranya meninggal setiap hari. Berada di pusat wabah, Paolo bersama rekan-rekannya bekerja shif selama 12 jam tanpa henti selama sebulan terakhir.
"Kami adalah profesional, tetapi kami kelelahan. Saat ini, kami merasa seperti berada di parit dan kami semua takut," kata Paolo Miranda seperti diberitakan BBC, Selasa (24/3/2020).
Paolo yang kebetulan suka mengambil foto, memutuskan untuk mendokumentasikan situasi suram di dalam unit perawatan intensif. Ia berkata tak akan pernah bisa melupakan apa yang terjadi, dan baginya gambar akan menceritakan lebih banyak ketimbang kata-kata.
Ia ingin menunjukkan pada dunia, kekuatan rekan-rekannya, para awak medis yang menjadi garda terdepan perang melawan pandemik Covid-19, sekaligus kerapuhan mereka sebagai manusia biasa dengan beragam tekanan dan juga tanggung jawab.

Referensi pihak ketiga
Italia melaporkan lebih 5 ribu kematian selama sebulan terakhir. Dan ini merupakan kematian tertinggi di dunia akibat serangan virus Corona. Maka bayangkan saja 'kegilaan' apa yang dirasakan para pejuang di garda depan.
"Suatu hari, tiba-tiba salah seorang kolega saya mulai berteriak dan melompat-lompat di koridor. Dia telah diuji virus corona, dia baru tahu bahwa dia tidak terinfeksi. Dia biasanya sangat tenang, tetapi dia takut, dan tidak bisa menahan rasa lega. Dia hanya manusia," kisah Paolo.
Para perawat ini merasakan jatuh bangun, hancur, putus asa, bahkan menangis karena tak berdaya menyaksikan pasien yang tak terselamatkan. Namun, mereka saling menguatkan, "Kami akan bercanda, membuat mereka tersenyum, dan bahkan tertawa - kalau tidak, kami akan kehilangan akal sehat."

Referensi pihak ketiga
Sembilan tahun menjadi perawat, tentunya Paolo telah terbiasa melihat banyak kematian. Namun wabah Corona menciptakan kengerian yang tak terlukiskan. Selama pandemi ini, ia melihat begitu banyak orang mati sendirian.
Jika biasanya, kematian pasien dikelilingi oleh orang-orang tercinta, maka berbeda dengan pasien Corona. Kematian mereka kematian yang sepi, tak ada sanak keluarga, kerabat, dan sahabat. Bahkan bagi mereka tak bisa dilangsungkan pemakaman yang layak. Semuanya dilarang demi menghindari penularan virus corona.
"Kami merawat semua orang ini dengan virus yang pada dasarnya membuat mereka ditelantarkan. Mati sendirian adalah hal yang sangat buruk, saya tidak berharap itu terjadi pada siapa pun." dengan pilu Paolo mengisahkan.
Hingga kini, pasien masih terus bertambah setiap hari. Rumah sakit kewalahan, tak ada ranjang yang cukup, awak medis semakin terbatas dan nyaris mencapai batasnya, mereka kelehan, sangat. Situasinya masih belum membaik hingga saat ini.
"Saya tidak melihat 'cahaya di ujung terowongan' untuk saat ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, saya hanya berharap ini berakhir." Ungkap Paolo.

Referensi pihak ketiga
Kondisi Italia bisa saja menjadi kondisi Indonesia beberapa waktu ke depan. Mari jaga diri kita, keluarga kita, bangsa kita. Tetaplah di dalam rumah, karena jika wabah makin meluas, Indonesia akan mengalami kondisi yang mungkin jauh lebih buruk dari kondisi Italia saat ini.
Semoga Allah menurunkan rahmat dan pertolonganNya bagi kita semua.

Referensi pihak ketiga
Sumber Referensi:
Bbc.com

Nggak Panikan Juga Nggak Ngeyelan, Wanita Ini Justru Lakukan Aksi Haru Hadapi Wabah COVID-19

Indonesia membuat rekor dengan angka kematian akibat pandemi Corona yang terus meroket menjadi tertinggi di wilayah Asia. Sejak kasus positif pertama dinyatakan pemerintah, hingga kini per 20 Maret 2020 melansir CNNindonesia tercatat 369 kasus positif, 17 pasien sembuh, dan 32 meninggal dunia.
Bahkan menghadapi pandemi global, masyarakat Indonesia masih jua saling serang di jagat maya. Kubu panikan yang membabi buta menshare segala macam info terkait Corona tanpa awas mana fakta mana hoaks, sebaliknya kubu ngeyelan terus mendengungkan 'jangan takut Corona..." dengan tawakkal salah kaprah sehingga mengabaikan anjuran social distancing.
Sementara itu para awak medis berjibaku di garis depan untuk merawat para pasien, meninggalkan keluarga bahkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri.

Referensi pihak ketiga
Namun, dalam suasana demikian selalu ada orang-orang yang memiliki nurani bersih yang mampu melakukan 'sesuatu'.
Dari akun @jingga1507 terdapat unggahan gambar roti dan susu. Dalam cuitannya akun tersebut mengatakan makanan itu hendak ia berikan kepada tenaga medis di salah satu rumah sakit Jakarta. 
Selain menyiapkan roti dan susu, ia juga memberikan pisang serta telur rebus sebagai dukungan terhadap tim medis yang telah bekerja merawat pasien di rumah sakit.

Referensi pihak ketiga
Aksi ini hanya sebagian dari bentuk dukungan nyata bagi para staf medis yang bekerja di garis depan dalam menghadapi wabah virus COVID-19 saat ini. Setiap kita bisa mengambil bagian untuk memerangi wabah ini bersama-sama sesuai kapasitas kita masing-masing. Kita bisa melihat contoh nyata di sekitar kita. Ada yang membagikan masker gratis, menggalang dana, hingga membagikan sanitizer gratis.
Hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah dengan mematuhi anjuran pemerintah baik dalam hal pencegahan penularan dengan rajin mencuci tangan maupun anjuran untuk tetap di rumah dan sesedikit mungkin berinteraksi dengan orang lain.
Nah, tidak sulitkan ambil bagian dalam perang menghadapi pandemi ini?
Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala, sungguh pandemi ini sejatinya memberikan banyak hikmah bagi kita yang mau mengambil pelajaran.
----
Sumber Referensi:
CNNindonesia.com

Tag : ,

Takut Dimarahi Ibu, Anak Ini Pilih Pura-pura Diculik. Kurang kasih Sayang?

Tak bisa disangkal bahwa setiap orangtua sudah seharusnya memenuhi kebutuhan anak, bukan hanya soal materi tapi yang juga tak kalah penting adalah soal pendidikan, perhatian, dan kasih sayang.
Sebuah peristiwa viral dari Kabupaten Pangkep menghiasi berita beberapa hari terakhir. Seorang siswi SMP berusia 12 tahun, SR mengaku telah diculik. Ia ditemukan di gudang beras milik tantenya dengan keadaan tangan terikat. Saat ditangani kepolisian, ditemukan kejanggalan atas cerita siswi tersebut, hingga penelusuran polisi mengungkap fakta sebenarnya.

SR, tidak benar-benar diculik. Pada awalnya, gadis ini ketakutan setelah menghilangkan sandal milik ibunya. Terlebih adiknya menakut-nakuti akan kemarahan sang ibu, dan sang kakak menyuruhnya pergi dari rumah.
Diselimuti rasa frustasi, SR rupanya juga memendam kekesalan karena tak kunjung dibelikan sepatu oleh orangtuanya. SR pun menjadi nekat ia lari bersembunyi di gudang milik tantenya setelah sebelumnya menenggak 2 tablet Paracetamol, Asam Fenamat, dan Antalgin. Walhasil gadis belia itu jatuh tertidur di dalam gudang beras tersebut.
Saat terbangun, ia mendengar huru-hara keluarga yang panik mencarinya. Pikiran polosnya yang terkontaminasi banyak tayangan FTV dan sinetron tontonannya sehari-hari segera mencetuskan ide khas sinetron, pura-pura diculik. SR lalu mengambil seutas tali dan mengikat tangannya seakan-akan dia diculik. Akhirnya, ia ditemukan tetangga dan mengaku diculik, dibawa pergi melalui mobil Toyota Avanza.

Bagi saya pribadi, kisah ini selayaknya menjadi pelajaran bagi orangtua manapun agar lebih memperhatikan asupan informasi dan tayangan yang menjadi konsumsi anak-anak. Kita telah melihat bagaimana tayangan-tayangan tak mendidik tak mengajari anak-anak kita cara bertanggung jawab dan meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan, namun justru mendramatisasi kondisi untuk menuai simpati.
Sungguh layak jadi renungan bagi setiap orangtua!
----
Sumber Referensi:
kompas.com
Tag : ,

Usulan Fatwa Si Kaya Harus Nikahi Si Miskin Hebohkan Netizen, MUI Tanggapi Sebagai Candaan Belaka

Di era pemerintahan ini kita bisa melihat banyak gebrakan ide yang diwacanakan oleh para pejabat pemerintah dan sukses menuai pro kontra di masyarakat. Seperti baru-baru ini sebuah usulan fatwa kembali menyedot perhatian publik Indonesia.
Kali ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang menyampaikan usulan kepada Menteri Agama ,Fachrul Razi, agar menerbitkan fatwa tentang pernikahan lintas ekonomi.

Referensi pihak ketiga
Sang menteri, Muhadjir, mengatakan bahwa kadang-kadang ajaran agama disalahtafsirkan, seperti anjuran untuk mencari jodoh yang sekufu' atau setara. Dampaknya orang-orang saling mencari dalam tataran ekonomi yang sejajar.
“Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia.”
Pemikiran inilah yang mendasari usulan fatwa yang disampaikannya kepada menteri agama, “Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin."
Hal ini disampaikan Muhadjir dalam sambutannya di Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.
Usulan ini sebenarnya merupakan solusi yang coba ditawarkan sang menteri untuk memangkas angka kemiskinan di Indonesia yang makin meningkat tahun ke tahun.
Tentu bisa dibayangkan bagaimana reaksi netizen. Pro kontra itu pasti. Namun tak sedikit yang merasa 'gerah' lantaran berpikir bagaimana pemerintah mulai ikut campur terlalu jauh dalam urusan personal masyarakatnya.
Menikah bukan hanya soal tatanan masyarakat namun juga soal hati yang kecondongannya tak bisa dipaksakan kemana-mana. Bahkan tanpa usulan fatwa ini sebenarnya tak sedikit pernikahan lintas ekonomi terjadi, dimana pasangan berbeda status sosial menikah dan menemukan kebahagiannya.
Dan tentu kita juga bisa menemukan banyak kasus gold digger (penggali emas) istilah yang disematkan pada orang-orang yang hanya memanfaatkan pasangannya demi materi.
Tak heran jika MUI sendiri menanggapi usulan tersebut sebagai bentuk candaan belaka. "Usul itu anggap aja lucu-lucuan," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam, kepada wartawan, Kamis (20/1/2020) malam.
Saya pribadi berpikir, bahwa pemerintah perlu langkah nyata untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Entah dengan perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kesempatan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, peningkatan keterampilan individu, dan yang utama tentu saja pembenahan tauhid setiap muslim Indonesia. Karena tauhid yang benar akan meringankan setiap urusan dunia setiap hamba, tak masalah miskin atau kaya harta, karena iman akan mengantarkan setiap muslim kepada kebahagiaan sejati, insyaallah.
---
Sumber Referensi:
Detik.com


Datang Kondangan Dengan Amplop Kosong, Isi Pesannya Justru Menohok

Ada petuah bijak yang menyebutkan 'jika ingin mengenal pribadi asli seseorang maka bepergianlah bersamanya atau pinjamilah ia uang'. Petuah ini telah dibuktikan oleh banyak orang. Dan hasilnya terkadang sungguh di luar bayangan.
Khususnya masalah utang piutang, sudah mahfum banyak orang yang begitu memelas ketika datang meminjam uang, namun alangkah 'songong' ketika ditagih membayar.

Referensi pihak ketiga
Pada akhirnya, banyak orang yang memilih mengikhlaskan uang yang dihutangi atau berpikir menagihnya kelak di akhirat saja. Tapi tentu saja ada pula orang-orang yang punya cara unik untuk menagih utang yang tak kunjung dibayar.
Misalnya seperti kisah satu ini yang cukup viral di kalangan warganet.

Referensi pihak ketiga
Adalah Rudi Tobing, seorang netizen yang tampaknya juga mengalami kesulitan menagih utang pada temannya sendiri. Akhirnya ia memilih untuk mengikhlaskan utang seorang teman melalui cara yang cukup menampar.
Rupanya, teman yang berutang ini akhirnya menikah dan mengundang Rudi pada hari bahagianya, Tentu saja Rudi datang dengan senang, ia pun tak lupa membawa amplop sebagaimana tradisi kondangan di Indonesia.
Tapi, amplop Rudi bukanlah amplop kebanyakan yang berisi uang, melainkan amplop kosong yang ditulisi pesan menampar.

Referensi pihak ketiga
Melalui akun Twitter-nya bernama @RudiTobinq, ia mengunggah sebuah foto amplop dengan pesan mengikhlaskan hutang temannya. Tak ayal hal ini menjadi viral di media sosial. Pria yang berasal dari Medan, Sumatera Utara ini menuliskan bahwa ia tak bisa memberi kado pada pernikahan sang teman, dan sebagai gantinya ia merelakan hutang sebesar Rp 460 ribu pada temannya tersebut.

Bagi orang yang masih memiliki rasa malu, pesan ini tentu terasa menampar.
Orang yang memberi hutang kadang kala bukanlah orang yang berlebihan dalam hal harta, maka tak salah orang yang memberi hutangan kadang disebut-sebut lebih mulia dari orang yang bersedekah. Lantaran bisa jadi ia juga memerlukan uang tersebut namun merelakan uangnya untuk dihutangi oleh temannya.
Maka, sungguh terlalu orang yang menunda membayar utang, padahal ia mampu. Terutama bagi seorang muslim, karena persoalan utang bukanlah hal yang bisa selesai dengan kematian, melainkan menjadi tanggungan maha berat kelak di hari penghisaban.
Jadi, jika anda punya utang dan belum mampu membayarnya, hubungi kawan anda yang memberi hutangan, jelaskan padanya dan mintalah kelonggaran waktu membayar. Jangan lenyap diam-diam dan menimbulkan prasangka buruk di hatinya.
---
Sumber referensi:
Liputan6.com

Habiskan Uang Pacar Sebelum Menikah, Model Cantik Ini Tak Terima Suaminya Jatuh Miskin

Gaya hidup yang makin hedonis tentu merambah berbagai kalangan di dalam maupun di luar negeri. Cinta bahkan hanya menjadi perasaan semu, yang mudah sekali terbang saat tak lagi ada uang yang menyokong kisah cinta tersebut.
Setidaknya begitulah kisah cinta seorang model Jepang dengan pengusaha real estate ini.

Referensi pihak ketiga
Kato sari, model cantik asal Jepang resmi mengumumkan perceraiannya dengan sang suami. Pilunya, pernikahan mereka hanya berumur 1 minggu. Dan proses perceraiannya selesai dalam beberapa bulan kemudian.
Kato Sari tak menutupi alasannya menggugat cerai sang suami. Ia dengan lugas menjelaskan bahwa 3 bulan sebelum menikah ia telah menghabiskan sekitar 1 miliar yen atau sekitar Rp 124 miliar dari uang pacarnya.
Kato Sari menghabiskan uang tersebut untuk foya-foya. Ia membeli tas dan pakaian bermerek, mobil mewah, serta barang-barang yang masih banyak lagi. Ia juga menerima cincin pertunangan senilai 3 juta yen atau Rp 372 juta.
Namun, setelah pendaftaran pernikahan mereka, sang suami memintanya untuk berhenti berbelanja lagi. Suami Kato Sari mengatakan bahwa perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga ia tidak lagi memiliki uang untuk diberikan kepada Kato Sari.
Ia seketika marah.dan menyebut pernikahan itu seperti penipuan, ternyata ia tak lagi bisa berbelanja sepuasnya. Model berusia 29 tahun ini pun berterus terang bahwa ia tidak tertarik pada pria miskin dan memutuskan untuk menceraikan suaminya tidak lama setelah sang suami mengaku tak punya uang lagi.
“Kebahagiaan dapat dibeli dengan uang,” ujar Kato Sari.

Referensi pihak ketiga
Tentu saja kita bukan dalam ranah mengomentari cara hidup sang model cantik ini. Namun, kita sebagai pihak luar dapat merenungi banyak hal dan mengambilnya sebagai pelajaran hidup.
Jika sebagian orang, seperti Kato Sari berpikir bahwa kebahagiaan bisa dibeli dengan uang, maka dengan demikian hidup kita hanya akan terus berorientasi terhadap uang dan uang. Tak akan pernah ada habisnya, tak akan pernah ada puasnya, bahkan jika seluruh isi langit dan bumi diletakkan dalam pangkuan kita.
Uang, dan harta kekayaan hanyalah alat yang tentu saja bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bermanfaatkah ia atau justru akan berbalik melukai. Karena sejatinya kebahagiaan hanya bisa ditemukan oleh hati yang pandai bersyukur.
---
Sumber Referensi:
minews.id

Kesepian dan Merasa Hampa, Miliarder Jepang Cari Pasangan Hidup Untuk Diajak Kencan ke Bulan

Percayalah kekayaan yang banyak tidak serta merta membuatmu bahagia. Cara aneh yang mungkin dilakukan seseorang untuk 'menghamburkan' uangnya menunjukkan hal tersebut.
Mungkin anda pernah mendengar bagaimana seorang pria tajir sukses membuat heboh kalangan wanita saat ia membuka lowongan untuk mencari pacar yang bisa diajaknya kencan ke bulan.

Referensi pihak ketiga
Dialah Yusaku Maezawa, salah seorang miliarder Jepang yang menurut estimasi Forbes setidaknya memiliki kekayaan senilai US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.
Ia sukses menjadi sorotan publik Jepang usai mengumumkan pencariannya untuk seorang pacar yang bisa ia bawa ke bulan. Pada 2018, Yusaku Maezawa secara resmi sudah membeli semua kursi yang tersedia milik SpaceX untuk perjalanan ke bulan yang dijadwalkan berangkat pada 2023.
Tentu, Yusaku tak menginginkan sembarang wanita. Ia mensyaratkan pelamar haruslah seorang wanita lajang yang setidaknya berusia 20 tahun. Selain itu, pemohon juga harus positif dan memiliki kepribadian yang cerdas, menikmati hidup sepenuhnya, dan berharap untuk perdamaian dunia. Tak cukup itu, ia masih memiliki persyaratan lainnya yakni minat tulus untuk bepergian ke luar angkasa.
Layanan streaming AbemaTV yang bertanggung jawab atas proses aplikasi pencarian pacar yang disebut ‘Full Moon Lovers’ ini melaporkan bahwa pada Kamis 16 Januari 2020 telah menerima lebih dari 20 ribu aplikasi untuk menjadi pacar pengusaha fashion online itu.
Mencari teman kencan yang bisa diajak ke bulan, tentu bukan hal biasa. Yusaku sendiri mengakui hal itu bermula dari rasa sepi dan hampa yang makin menggelora menerpa jiwanya.
“Ketika perasaan kesepian dan kehampaan perlahan mulai menggelora pada saya, ada satu hal yang saya pikirkan: Terus mencintai seorang wanita. Dengan pasangan masa depan saya itu, saya ingin meneriakkan cinta kami dan kedamaian dunia dari luar angkasa,” kata Yusaku Maezawa.
Yusaku benar-benar berharap bisa menemukan pasangan hidupnya dan bepergian ke bulan bersama. Dengan bahasa sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa apa yang dicari Yusaku sebenarnya adalah: kebahagiaan.
Dan, percayakah sahabat bahwa sejatinya setiap kebahagiaan yang kita kejar di dunia ini hanyalah kebahagiaan semu ketika tak diiringi dengan keimanan kepada sang pencipta. Karena kebahagiaan sejati hanya tercapai ketika tujuan manusia diciptakan terpenuhi seutuhnya, 'beribadah kepadaNya'.
Jadi, sudahkah anda menemukan kebahagiaan anda?

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
minews.com

Deretan Foto Cantik Ini Menipu. Kenyataannya Patut Direnungkan!

Tentu saja tak ada yang bisa menyangkal kekuatan make up. Tanpa operasi, keahlian bermake up benar-benar bisa membuat anda cantik 'sempurna'.
Coba perhatikan deretan foto-foto berikut ini!
Foto gadis ini sungguh menawan hati, imut bak boneka. Maka tak heran, ia memiliki banyak penggemar.

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga
Tak ubahnya gadis SMA, tentu banyak yang tak percaya saat mengetahui ia sudah menikah dan memiliki anak. Jika anda belum terkejut, maka ketahuilah bahwa usianya sudah 40-an tahun. Jika itu belum cukup mengejutkan anda, maka ketahuilah lagi bahwa sejatinya ia benar-benar seorang lelaki tulen!
Dialah Takuma Tani, dikenalkan pada dunia seni sejak usia 3 tahun. Dari kecil, ia belajar musik, bermain piano dan melatih vokalnya. Dia memiliki minat pada bidang sastra dan kemudian berkarir di bidang musik.
Pada usia 28 tahun, Takuma Tani menjadi vokalis band musik rock Jepang, Kirana Kayo. Namun hobi memakai kostum cosplayer wanita baru ditekuninya di usia 34 tahun. Sejak awal ia memilih mempresentasikan sosok wanita muda. Dan hobi ini tak pernah pudar bahkan hingga ia menikah dan punya anak.
Dari hobi tak biasanya ini, Takuma dinobatkan sebagai juara kontes cross-dressing 'Viking' di Fuji TV. Ia pun memulai bisnis baru di dunia fashion dengan memproduksi pakaian wanita berlabel AtukoSvet Tokyo. Tentu saja Takuma Tani menggunakan dirinya sendiri sebagai model untuk berbagai produk fashionnya.

Referensi pihak ketiga
Terdengar inspiratifkah kisah ini bagi anda?
Dalam banyak kesempatan, anak lelaki yang dikenalkan pada make up dan menyukai berdandan, tentu bukanlah sebuah kecenderungan yang sesuai fitrah. Terlebih di tengah zaman dimana godaan kaum Luth seolah menyambar dimana-mana.
Menjaga anak-anak kita tetap berada dalam fitrahnya yang lurus rasanya memiliki tantangan yang kini menjadi jauh lebih berat. Terlebih ketika kesuksesan dinilai dengan capaian dunia, dan norma budaya serta syariat agama tak lagi menjadi pegangan dan pedoman.
Allahu' musta'an
---
Sumber Referensi:
Intisari.Grid. Id
Tag : ,

Sudah Tahu? Ternyata Puisi Kaisar China Ini Berisi Pujian Kepada Islam dan Rasulullah

Jika menilik sejarah, tentu saja kejayaan Islam pernah merambah ke seluruh dunia tak terkecuali China. Bahkan pada masa Dinasti Ming, salah satu kaisar yang termansyur di China, yaitu Kaisar Hongwu, pernah memuji Islam dan Nabi Muhammad melalui puisi-puisinya.
Puisi itu dikenal dengan The Hundred-eulogy Eulogy, yang dalam bahasa Cina disebut Baizizan. Puisi kuno yang terdiri dari 1000 karakter dan menjadi pengingat yang penting tentang seberapa luas keindahan Islam secara historis.
Disajikan dalam bahasa China, berikut ini puisi sang Kaisar:

Referensi pihak ketiga
“Sejak penciptaan alam semesta, Allah telah menunjuknya sebagai pemimpin keyakinan yang agung, Dari Barat ia lahir, Menerima Kitab Suci, Buku dari tiga puluh bagian (Juz), Untuk memandu semua ciptaan, Tuan dari semua Penguasa, Pemimpin di antara orang-orang yang suci, Dengan dukungan dari langit, Untuk melindungi umat-Nya, Yang mengerjakan ibadah lima waktu, Dalam diam berharap perdamaian, Hatinya terpaut ke Allah, Memberi kekuatan masyarakat miskin, Menyelamatkan mereka dari malapetaka, Membawa kegelapan menuju cahaya, Mengajak jiwa dan ruh menjauhi kesalahan, Sebuah rahmat bagi semesta alam, Meninggalkan ketertinggalan menuju keagungan, Menaklukkan segala kejahatan, Agama-Nya murni dan benar, Muhammad Sang Agung dan Mulia"
Dalam sebuah tulisan di laman themuslimvibe disebutkan bahwa pemerintahan Kaisar Hongwu sangat revolusioner dalam banyak hal. Diantaranya adalah pertumbuhan di sektor pertanian, mengurangi pajak, menindak korupsi, dan menetapkan undang-undang baru yang melindungi hak-hak petani.
Dia juga secara khusus melarang perbudakan, dan mendistribusikan kembali tanah yang dimiliki oleh para bangsawan ke tingkat masyarakat yang lebih miskin. Kaisar Hongwu turut andil dalam membangun masjid di Xijing Nanjing, Yunnan, Fujian, dan Guangdong di wilayah selatan Cina.
Saat ini, beberapa salinan puisi sang kaisar dipajang di masjid-masjid di Nanjing, Cina, sebagai pengingat penting tentang pengaruh Islam bahkan di sudut-sudut jauh Cina pada awal Dinasti Ming.
---
Saat Ini jumlah populasi muslim di seluruh dunia terus meningkat, semoga hal tersebut berbanding lurus dengan pemahaman yang benar tentang syariat Islam itu sendiri, sehingga Islam yang rahmatan lil 'alamin bisa kita rasakan kembali di masa kita ini.
Sumber Referensi:
Islampos.com

Gara-gara Frustasi Ajarkan Matematika Pada Anaknya Yang Berusia 7 Tahun, Ibu Ini Berakhir di UGD

Setiap anak memiliki keistimewaannya sendiri, namun tak sedikit orangtua yang masih terjebak pada nilai akademis sebagai standar kesuksesan belajar anak-anaknya.
Salah satu mata pelajaran yang menjadi momok kebanyakan pelajar adalah matematika. Namun, ternyata matematika tidak hanya menjadi momok bagi pelajar, tapi tak jarang juga bagi orangtuanya.

Referensi pihak ketiga
Dari Hubei, China, menurut laman Asia One, seorang ibu, bernama Xu, diketahui sangat memperhatikan pendidikan sang anak. Selain sekolah, anaknya dikirim ke bimbingan belajar dan juga mengikuti beragam les.
Seolah tak cukup, di malam hari Xu turun tangan sendiri memberi pelajaran tambahan bagi anaknya di malam hari.
Baru-baru ini, Xu justru diketahui terpaksa dilarikan ke UGD dengan alasan yang bahkan membuat para dokter tak habis pikir.
Ya, Xu dilarikan ke rumah sakit setelah menelan tujuh pil tidur karena frustasi setelah sang anak tak kunjung paham dengan soal matematika. Kala itu Xu mengajari anaknya yang baru berusia tujuh tahun cara memecahkan sebuah soal matematika.
Namun, setelah memberikan penjelasan selama satu setengah jam, sang anak tidak kunjung memahami satu soal matematika tersebut. Xu pun menjadi emosi bahkan terlibat pertengkaran dengan anaknya.
Untuk menenangkan diri, Xu mengambil botol berisi obat penenang dan meminum tujuh  butir sekaligus. Tentu saja, dosis tersebut sangatlah banyak. Xu pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
“Ini pertama kalinya saya menerima pasien yang overdosis obat tidur karena PR anak,” kata direktur rumah sakit bagian gastroeneterology.

Berkaca dari kisah ini ada baiknya setiap orangtua mengevaluasi kembali cara pendidikan yang diterapkan kepada buah hatinya. Setiap anak memiliki bakat dan keistimewaannya masing-masing.
Ia mungkin lemah di matematika, tapi ia mungkin pandai di bahasa. Ia mungkin tak mengerti Fisika, tapi bisa jadi ia jenius di seni, dan seterusnya. Ketimbang frustasi karena satu dua kelemahan anak, bukankah lebih baik jika orangtua berfokus untuk mengembangkan bakat anak-anaknya.
Karena setiap anak akan menemukan 'jalan'nya masing-masing. Tugas orang tua adalah menemukan kelebihan anak, dan mendukungnya mengembangkan kelebihan tersebut, hingga ia meraih kesuksesannya sendiri.
---
Sumber Referensi:
Asia One

Tak Perlu Ucapkan Selamat, Begini 3 Bentuk Toleransi Yang Diajarkan Islam!

Setiap memasuki akhir Desember, pro kontra ucapan selamat kepada umat Kristiani kembali bergaung dan tak jarang menimbulkan keretakan.

Referensi pihak ketiga
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc melalui laman Rumaysho.com menjelaskan bahwa prinsip toleransi 'keliru' yang kini diyakini sebagian muslim berasal dari kafir Quraisy di mana mereka pernah berkata pada Nabi kita Muhammad,
“Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.” (Tafsir Al Qurthubi, 14: 425).
Itulah yang terjadi kini, di saat non muslim mengucapkan selamat Idul Fitri, mereka pun balik membalas mengucapkan selamat untuk perayaan hari besar mereka. Padahal Islam adalah agama yang telah mengajarkan segala hal dalam seluruh aspek kehidupan termasuk cara bertoleransi kepada non muslim.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal kemudian menyebutkan bentuk toleransi yang diajarkan Islam, yaitu:
1. Islam mengajarkan menolong siapa pun.
Nabi Muhammad dan para sahabatnya telah banyak memberikan teladan dalam hal berbuat baik kepada siapapun, baik orang miskin maupun orang yang sakit tanpa melihat apa agamanya.
2. Tetap menjalin hubungan kerabat pada orang tua atau saudara non muslim.
Lihat contohnya pada Asma’ binti Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ibuku pernah mendatangiku di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan membenci Islam. Aku pun bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tetap jalin hubungan baik dengannya. Beliau menjawab, “Iya, boleh.”
3. Boleh memberi hadiah pada non muslim.
Memberi hadiah akan menimbulkan kasih sayang. Hal ini tidak terbatas pada sesama muslim saja, namun juga berlaku pada non muslim. Lebih-lebih lagi untuk membuat mereka tertarik pada Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin.

Terkait perayaan hari besar agama lain, Islam mengajarkan kita bertoleransi dengan cara membiarkan ibadah dan perayaan non muslim, tidak melarang atau mengganggu namun tidak pula memeriahkan atau mengucapkan selamat. 
Karena Islam mengajarkan prinsip,
Ù„َÙƒُÙ…ْ دِينُÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙ„ِÙŠَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. Al Kafirun: 6).
Ù„َÙ†َا Ø£َعْÙ…َالُÙ†َا ÙˆَÙ„َÙƒُÙ…ْ Ø£َعْÙ…َالُÙƒُÙ…ْ
Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu.” (QS. Al Qashshash: 55)
Ibnu Jarir Ath Thobari menjelaskan mengenai ‘lakum diinukum wa liya diin’
“Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 14: 425).
Nah, toleransi beragama seharusnya bisa berjalan baik tanpa harus mencampurkan urusan aqidah masing-masing. Karena sebagai muslim, keimanan bukan hanya soal urusan hati tapi juga, ucapan lisan dan amalan badan.
Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah dan istiqomah dalam kebenaran.

---
Sumber Referensi:
rumaysho.com/5673-toleransi-dalam-islam.html
Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -