Search This Blog

Powered by Blogger.

Lomba Menulis Cerpen Nasional “Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll” Juara 1: Tabanas 3jt (DL: 7 Mei 2013)

Lomba Menulis Cerpen Nasional “Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll” Juara 1: Tabanas 3jt (DL: 7 Mei 2013)

Syarat & Ketentuan Lomba

Peserta Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berdomisili di Indonesia maupun diluar Negara Indonesia. Usia 15 tahun sampai dengan 30 tahun.
Memiliki Identitas diri berupa; KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Paspor, dll.
Tema Lomba Cerpen 2013; “CERITA INSPIRATIF” dengan SubTema; Cinta, Persahabatan, Budaya, Pahlawan, Dll. (Boleh non fiksi/nyata, maupun terispirasi dari cerita disekitar kita ataupun 100% fiktif/fiksi).


Tag : ,

Perindu Syafaat



Perindu syafaat

Pagi merekah,
Siang membuncah,
Hingga malam mulai merambah
Lisan-lisan penuh taat
Terus menggumamkan kidung suci shalawat
Semoga keberkahan dan kesalamatan
Tercurah Atasmu wahai junjungan teladan

Tag : ,

Potret Laki-laki & Dunia Anak: Our idol is Dad




Alhamdulillah suamiku tak butuh proses atau pembelajaran untuk bisa dekat dengan anak-anak. Dari awalnya dia adalah sosok family man yang sangat mencintai keluarga khususnya anak-anak. Jangan tanya berapa besar rasa cemburu dan iriku melihat betapa dekat suami dan anak-anakku yang jauh melebihi kedekatanku dengan mereka.


Cathar : Miracle in seven days



Based On True Story: Kisah seorang sahabat di kota Gudeg.
Tulisan ini meraih Juara III pada audisi Woman Miracle yang diadakan IIDN Kaltim
-------------------------------------------------

                                                         Miracle in Seven Days

 


“Dek, aku butuh suami dalam seminggu ini, tolong cariin ya!”  kulihat raut terkejut menghias wajah Syaza. “You must need some miracle sista…” . “Hei…I am serious”  balasku cepat. “ Yea I’am very…very serious too” balasnya lagi. Tapi, seperti biasa semampunya Ia akan memenuhi permintaanku. Ia segera mengangkat telepon dan mulai menghubungi ustadzah-ustadzah yang dikenalnya. 
gambar dari sini
“Insyaallah, secepatnya dikabari Mba, banyaklah berdoa, hanya keajaiban Tuhan hingga Mba bisa menemukan suami dalam waktu satu minggu ini” Ucapan syaza membuyarkan lamunanku.

A great Dad


Berbanding terbalik dengan penampilannya yang tinggi besar, dan jenggotnya yang kadang berantakan. Bahkan dengan suaranya yang keras dan seolah seperti berteriak, suamiku tetaplah idola bagi anak-anakku.
Dede rofi
 
Suamiku asli putra Palembang. Keras dan tegas demikian sifatnya. Suamiku sangat tidak suka jika mendapati anak-anakku, Amma dan Rofi menangis bombay tidak jelas. Enyek-enyek begitu istilahnya. Adapun aku seringkali terperdaya tangis bombay si kaka, Amma. 


What is love????

What is love?????

Apa sih cinta itu???? semua orang pasti punya beragam definisi untuk satu rasa tersebut. Aku??? hehehe aku tidak dalam kapasitasnya untuk mendefinisikan pengertian dari perasaan maha dahsyat tersebut. Bagaimanapun aku tergolong orang yang sukar mendefinisikan sebuah rasa.

Tulisan ini berawal dari pernyataan seorang kawan
" Aku gak cinta ma dia mba, cuma feel comfort".


Zero atau Hero????


Jika kamu disuruh memilih menikah dengan pria yang masih dalam kondisi zero yang dalam artian kerjaan belum mapan, rumah masih ngontrak, dll. Atau dengan pria yang sudah dalam status hero dengan jabatan yang keren dan asset yang wow, kamu pilih yang mana???

Aku pribadi prefer pada pilihan pertama. Bukan karena aku menjalaninya (sebelum menikah alhamdulillah aku diberi kesempatan memilih dari yang bener-bener zero sampai yang udah super hero *note gak penting^_^) tapi, lebih karena pernikahan bagiku bukan semata soal tawa dan kesenangan. Pernikahan adalah sekolah real yang mengajarkanmu ragam kehidupan secara komplit. Kejujuran, kepercayaan, kebencian, kecemburuan, kekecewaan, kebahagiaan, dan lainnya.


Cinta vs Komitmen

Saat pertama seseorang menikahi istrinya pasti karena cinta, tetapi cinta yang menggebu-gebu akan padam seiring dengan berjalannya waktu. Hanya Komitmen yang membuat Cinta menggebu-gebu menjadi Cinta yang matang dan dewasa.

Lalu... Apa yang disebut dengan Cinta Sejati? Cinta yang sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yang tidak memikirkan untung rugi, cinta yang rela berkorban demi seseorang yang dikasihinya. Ini lah cinta yang harus diusahakan dalam setiap Pernikahan.


GENGGAMLAH YANG PEDULI PADAMU

Percayailah seseorang...
Yang mampu merasakan kesedihanmu dibalik senyumanmu.

Yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam.
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu.
Karena dialah yang akan bisa mengerti tentang dirimu.

El, ODHA yang membuatku merenung



“Gue ODHA”  meski tercekat dan tak percaya kala mendengar kalimat singkat itu meluncur cepat dari bibir pria muda  itu, aku cukup menguasai diri dengan tidak menarik tanganku yang terulur tepat di hadapannya. Melihatku yang masih mematung dengan tangan terulur di depannya dia menyalak lagi “ lu gak ngerti ODHA ya?” suaranya kering dan kasar. 


I'm so sorry my friend Part II (GA friendship never ends)



Tahun berganti bersama waktu yang tak pernah mati
Akhirnya kutemukan jejakmu yang dulu begitu kunanti
Tapi nyeri yang tak bernama
Berasa sembilu yang memasung kata 
Menawarkan setiap rasa yang pernah ada.....


(cathar) Aliran sesat, jangan ditiru ya dek!

Sore baru menjelang, tatkala aku selaku emak-emak yang baik menyiapkan camilan sore untuk kedua buah hatiku. Duo putri manisku sedang bermain asyik di teras. suara keduanya tertangkap jelas olehku.

Saling menjahili, tangisan si kecil, suara kaka yang membujuk hingga akhirnya tertawa kembali bersama. Dalam senyum aku menikmati kebersamaan keduanya. Hingga kalimat-kalimat Amma berikutnya membuatku mengeryitkan kening.....


Kilau bintang yang Luruh pada setetes embun


Kau…
Layaknya bintang
Kukagumi sepenuh hati
Meski tak berharap memiliki,
Dan ketika, awan-awan harapan
Menyampaikan pendarmu padaku
Aku cair oleh kemilaumu
Karena aku,
Hanyalah setetes embun
Yang bersembunyi di rimbun bayang-bayang
***

Melihatmu kali pertama saat pertemuan lintas cabang, terpukau aku atas semua gerak-gerikmu. Begitu apa adanya, sederhana tapi penuh pesona. Hatiku langsung terjerat pendarmu. Sayangnya, bukan hanya aku yang berpikir demikian, tapi juga hampir  semua wanita yang berada di sekitarmu. 

Pagi itu, langit baru membuka mata,  ketika Mba Ovi tiba-tiba membawamu ke hadapanku, “Dek, kenalin teman satu timku…Odi”.
Masih setengah terpaku aku berusaha tersenyum….”Syaza….”ucapku pelan.
“Oh ini, yang sering diceritain Ovi” Ujarmu tersenyum lucu. Berkerut keningku, entah cerita apa yang kau dengar dari Mba Ovi tentangku.
 “Anak kodok yang menjelma jadi putri embun, maskot komisariat  yang gak bisa diam”.  Ujarmu dengan wajah yang tak mampu menyembunyikan tawa.

Tag : ,

Lingkaran kebaikan



“Kebaikan itu ibarat sebuah lingkaran. Jika kita memulai sebuah lingkaran dari suatu titik maka ujung dari lingkaran itu adalah titik awalnya. Demikian pula dengan kebaikan jika kita memulai sebuah kebaikan, maka ujung dari kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendiri”.
Sejak awal pernikahan, aku dapati suamiku adalah seorang pria sholeh yang sangat pemurah. Dalam kondisi berkecukupan maupun kekurangan ia selalu siap sedia menolong orang-orang  yang membutuhkan. Ia tak segan-segan meminjamkan uang kepada orang-orang yang memerlukan tanpa harus mengembalikannya. Terkadang, ia meminjamkan modal pada teman-temannya yang akan memulai usaha, jika tidak bisa membantu dalam hal keuangan maka ia akan membantu mereka dengan tenaganya. 
Terkadang yang dilakukannya hanyalah hal-hal remeh temeh yang seringkali kuanggap tak bernilai seperti menyingkirkan kayu di jalan, merawat tanaman yang sudah layu, atau sekedar membagi senyuman pada orang-orang yang ditemuinya di jalanan. 
powered by google

Dialog Menjelang Terlelap

Biasanya menjelang tidur malam, aku akan membantu Amma, putri sulungku untuk mengulang kembali hapalan surah-surah pendeknya hingga ia terlelap. Tapi semalam ia baru mengulang kurang lebih tiga surah, ketika konsentrasinya terganggu. Tiba-tiba ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan padaku.
Amma : Mi, abi itu apanya ummi sih?
Ummi : Haa.....maksudnya? (memastikan maksud pertanyaannya)

Berkah Ramadhan dalam sepotong Mpek-Mpek


Tak terasa sudah setahun lebih, kami bermukim di tempatku lahir dan tumbuh besar.  Sebuah kecamatan kecil di ujung Kalimantan Timur. Adalah tadir yang menetapkan aku diterima bekerja di tanah kelahiranku setelah 5 tahun berkeliling mengikuti suamiku mutasi dari satu daerah ke daerah lainnya. Maka, kali ini menjadi giliran suamiku yang mengurus mutasinya untuk pindah mengikutikuJ.


Tag : ,

Catatan Ramadhan 1433 H: Mengapa harus berbeda???



Sudah mahfum, jika di Negara kita ini awal Ramadhan dan perayaan Idul Fitri seringkali tidak dirayakan secara serentak.  Mengapa harus berbeda???? Itu tanyaku dan mungkin tanyamu juga.

Tahun-tahun sebelumnya, aku merayakan idul fitri hanya bersama suami dan anak-anakku, maklumlah kami tinggal di perantauan jauh dari sanak keluarga. Saat itu perbedaan perayaan idul fitri tidak terlalu menggangguku,karena silaturrahim hanya terjalin lewat telephone dan kartu-kartu lebaran. Ya…meski pada dasarnya bukan hanya aku, tapi seluruh rakyat di Negeri ini berharap agar perbedaan-perbedaan itu bisa segera di atasi sehingga hari kemenangan akan kembali menemukan makna kemegahannya.


Tag : ,

Antologi : Anak Nakal Atau banyak Akal


.....
“Duh umi…stress tau kalu banyak ade” jeritnya sambil memegangi kepalanya.
 Kontan saja tawaku meledak, kuraih ia dalam pelukanku “gak sayang, umi belum hamil lagi kok. Bukannya kaka senang kalu banyak adek, ntar kaka punya banyak teman maen, iya gak?”
 Ia menggeleng kuat-kuat “gak umi, kalu banyak adek se bikin susah kaka soalnya mau apa-apa harus antri dulu, adeknya nambah.. uminya kan cuma satu, padahal kaka juga mau maen sama umi”
“loh emangnya kaka juga mau nambah umi?” tanyaku kaget
“ya enggaklah umi, tapi harusnya satu anak itu satu umi jadikan enak sama umi terus” protesnya saat itu hanya kutanggapi dengan senyum dan pelukan hangat.
Seringkali setelah kejadian itu jika aku agak lalai memperhatikannya dengan cemberut si kaka berucap “ umi gak sayang kaka lagi, ntar kaka mau beli umi baru aza”
(Bidadari-Bidadari Nakal By sarah amijaya)
 ..........................................
******
Dapatkan kisah lengkapnya...juga puluhan kisah seru lainnya hanya di "Anak Nakal atau Banyak Akal"

SINOPSIS

 

Kumpulan kisah tentang segala tingkah laku anak batita, balita dan di atas balita yg sering membuat stadium emosi kita sebagai orang tua, Tante-Om, Kakek Nenek, pengasuh maupun guru, tinggi. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan ciri kreativitas mereka yang tidak boleh dibatasi tapi wajib diarahkan.

Episode cinta


“Romantis itu tidak selalu dengan bunga……
  Romantis itu tak perlu puitisnya kata-kata…..
  Romantis bagiku cukuplah tindakan bermakna…..
  Pun sekedar isyarat mata penuh cinta…
  Bolehkah berharapnya padamu wahai belahan jiwa?????”
*****
Kriing….kriiing…..Dering telpon itu membangunkanku, kulirik jam tanganku jam sepuluh lewat beberapa menit…..hmmm kuharap telpon itu cukup penting karena membangunkanku di jam-jam istrahatku setelah selama seminggu ini aku menjadi panitia di kegiatan kampusku.
Kriiing….kriiing……Telpon itu terus berbunyi  tak sabar menunggu belaian tanganku. “Hallo…” dengan ogah-ogahan aku menjawabnya,
“Assalamualaikum….”  Deg…….kantukku  seketika menguap mendengar suara di seberang sana, suara yang hampir sebulan ini tak pernah kudengar lagi meski kerinduan merayap halus di batinku. “wa…wwa’alaikum salam”  jawabku agak terbata.

Cerpen : Rinai rindu Untuk Naya


Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi sampaikan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya


Lirik lagu rindu yang dilantunkan Kerispatih terdengar seperti rinai hujan di hatiku.
“Naya….” Nama itu masih bergema di hatiku. Selalu menimbulkan tanya dan rasa frustasi  di ego lelakiku. Membuatku berusaha keras mengambil proyek di tempat terpencil ini, berharap mampu menuntaskan rasa yang tak kunjung padam di hati ini. Dan beginilah hatiku….
Kapanpun bertemu dengannya hasilnya sama saja, aku tetap menjadi pecundang.

***

Tag : ,

Syaraf....Oh....syaraf


powered by Google
Subuh baru menjelang, ketika aku memaksa mataku membuka dan menyeret langkahku menuju kamar mandi. Seketika dinginnya air wudhu menyegarkan mataku. Sebelum mendirikan sholat subuh, aku mengguncang lembut tubuh Ary sahabatku, “Ry…bangun, sholat dulu, ntar dilanjut lagi tidurnya”. Hmmm…guncangan yang tak berarti, karena kulihat Ary justru merapatkan selimutnya. Wajar sih, setelah seminggu mengikuti kegiatan pengkaderan kampus, malam tadi mungkin merupakan tidur ternyenyak kami.

 Maka, kuguncang lagi tubuhnya dengan lebih keras “Ry…bangun gih, aku gak nanggung ah kalu kamu kesiangan sholat subuh…”.
“Mmmm…ya…ya…lima menit lagi Sya, aku dah bangun kok Cuma masih pusing” ujarnya pelan.

Wanita dan perselingkuhan


gambar dari sini
Ketika menemukan fakta perselingkuhan pasangan, pada umumnya reaksi awal para wanita bisa di bilang tak jauh berbeda, terkejut dan kecewa…pasti, marah dan sakit hati...iya, menangis dan merenung...mungkin, atau bahkan...histeris. Tahap selanjutnya setelah melalui fase tersebut, biasanya cenderung beragam dan penanganan pada fase inilah yang kemungkinan besar menentukan efek bahagia atau tidak di akhir frase perselingkuhan tersebut. Cekidoot yuk….^_^


Cathar: Goresan rinduku untuk mama


Mama,
 Apa kabar hari ini?
Lama tak jumpa, nanda rindu…
Tak terasa 3 tahun berlalu tanpa memandang wajah teduh mama

Mama,
 Masih teringat jelas di benakku air mata yang menetes di pipimu
Tatkala mengantar kepergianku
Mengapa menangis mama? Padahal aku tengah berbahagia
Menikmati madu pernikahanku
Tapi Mama, akhirnya aku mengerti
Ketika hari-hari madu itu berganti
Dengan tanggung jawab yang pasti
Sungguh nanda rindu mama,
Ternyata dunia orang dewasa tak semenyenangkan dunia anak-anakku yang selalu penuh kemanjaan

Mama…
Ajari nanda,
Bagaimana memiliki kesabaran tak berujung seperti mama
Ajari nanda,
Bagaimana mengelola hati agar selalu ikhlas
Ajari nanda,
Bagaimana membahagiakan suami
Ajari nanda,
Mendidik putra-putri menjadi sholeh/sholehah
 

Tag : ,

Cathar: MR. PROFESSIONAL feat MRS. CHARMING



Diakui atau tidak,karakter yang terbentuk pada tiap individu, sedikit banyak merupakan bentukan dari para guru. Sebagaimana kita ketahui di usia sekolah tentu kita menghabiskan banyak waktu di lingkungan sekolah dengan para guru sebagai panutannya.

Adalah kehidupan yang kujalani hingga saat ini, merupakan campur tangan para guru tersebut, yang telah membimbingku sejak SD hingga masa perkuliahan (mmm…aku gak kenal bangku TK nihJ). Beragam karakter guru yang aku temui turut membentuk aku yang seperti saat ini, “Bahagia dan andal di bidang yang kutekuni”.

Aku memiliki banyak guru yang kemudian menjadi inspirasi dalam hidupku. Dan dalam kasusku, sedikit sekali guru yang bisa kulupakan karena mereka semua istimewa dan penuh jasa.

Tapi, dalam kesempatan membincang seorang guru, maka aku ingin berbagi sedikit kisah mengenai sosok inspiratif dari zaman SMK-ku. Beliau adalah Bapak Drs. Tegen Sayuk Rimboko. Nama yang tak mudah dilupakan bukan? Atau justru tak mudah diingat?

SMK 1 Tanah Grogot

poem : BAIT RASAKU


Tatkala dulu hati kita terpaut dalam ikrar doa
Jasad kita bersanding dalam ramai suka cita
Binar matamu menyampaikan berjuta makna
Rasaku rasamu kian menyemai tunas cinta

Memandang dan menyentuhmu dengan halal
Itulah waktunya,
Mengasihi dan mencintaimu seutuhnya
Itulah masanya,





Tag : ,

- Copyright © Sara's Talk - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -